PEMBELAJARAN IPS TERPADU (Studi Kasus SMP Negeri Kabupaten Pati)

ABSTRAK

Gerdjito Soeprapto, S 860209103. 2010. PEMBELAJARAN IPS TERPADU (Studi Kasus SMP Negeri Kabupaten Pati). Tesis. Program Studi Pendidikan Sejarah, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Pembimbing: I. Dr. Suyatno Kartodirjo, II. Dra. Sutiyah, M.Pd, M. Hum.

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai pembelajaran IPS Terpadu. Fokus penelitian ini mencakup: (!). Perencanaan pembelajaran IPS terpadu; (2). Kegiatan pembelajaran IPS Terpadu; dan (3). Kendala pembelajaran IPS Terpadu.sumber data yang utama guru IPS dan sumber data pendukung adalah kepala sekolah dan peserta didik. Tehnik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan mencatat dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan: (1). Sebagian besar guru tidak konsisten dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaranIPS Terpadu meliputi penggunaan metode, sumber dan media pembelajaran; (2). Kegiatan pembelajaran belum memenuhi standar proses. Dalam kegiatan pendahuluan sebagian besar guru tidak menyampaikan tujuan dan cakupan materi yang akan dibahas. Kegiatan inti terdapat kelemahan baik dalam tahap eksplorasi, elaborasi maupun konfirmasi. Tahap eksplorasi, peserta didik kurang dilibatkan secara aktif dalam menggali informasi dari beberapa sumber. Tahap elaborasi guru kurang melatih peserta didik melakukan kegiatan menulis dan menyusun laporan serta kemampuan analisisnya. Pada kegiatan konfirmasi, guru hanya mengkonfirmasi tugas tugas peserta didik, Kegiatan penutup, guru jarang melibatkan peserta didik melakukan kegiatan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, kegiatan tindak lamjut hanya sebatas ulangan perbaikan belum menginjak kegiatan pembelajaran remidi dan pengayaan; (3). Kendala pembelajaran IPS Terpadu meliputi: pemahaman tentang IPS Terpadu masih kurang, perencanaannya sulit, guru tidak memiliki pengetahuan IPS secara menyeluruh, kebijakan sekolah yang masih membagi tugas mengajar secara terpisah, keterbatasan jumlah guru dan sarana serta sumber belajar yang sangat kurang.
Berdasarkan hasil penelitian ini disampaikan saran: (1). Guru lebih konsisten melaksanakan rencana pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran dan menerapkan strategi pembelajaran yang lebih mengaktifkan peserta didik; (2). Kepala sekolah perlu menekankan para guru agar menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan standar proses; (3) pengurus MGMP perlu menyusun buku yang sesuai dengan standar proses yang mengimplementasikan IPS Terpadu; (4). Pengambil kebijakan dan pengembang kurikulum perlu melaksanakan pelatihan teknis secara menyeluruh terhadap guru IPS mengenai strategi pembelajaran IPS Terpadu.
Kata kunci: Perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran , kendala dalam pelaksanaan pembelajaran.

ABSTRACT

Gerdjito Soeprapto, S 860209103. 2010. Learning Of Cohesive Social Studies. (Study Case Of State-Junior High School In Pati Regency). Study Program: History Education. Postgraduate program, Sebelas Maret University of Surakarta. Counselor I. Dr Suyatno Kartodirjo, II. Dra. Sutiyah M.Pd, M.Hum.

The goal of this research is to get a view about study of cohesive social science. This research focuses on: (1) Learning plan of cohesive social science, (2) Learning activity of cohesive social science, and (3) Learning constraint of cohesive social science. The main of data source is from the Social Science-Teacher and the data support is from the Headmaster and protege. The technique of collecting data is interview, observation and makes a note.
The results of this research show: (1) Best part of teacher are not consistent in relation learning plan with learning activity in implementation of cohesive social science, include: using of the method, learning source and media. (2) Learning activity of cohesive social science that is not related with standard process. On preface activity, best part of teacher is not convey the goal and material that will be discussed. On the main activity, there is a good-weakness in exploration stage, elaboration as well as confirmation. On exploration stage, the protege receives less active in dig information from all source. On elaboration activity, the teacher is less to train the protege in writing process and arranging the report and also their analysis ability. Confirmation activity, teacher just confirms the protege’s tasks. Closing activity, only on remedical examination activity that is not point to remedial learning activity and enrichment. (3) learning constraint of cohesive social science, consist of: lack of understanding about cohesive social science, the difficulties in planning, the teacher does not have comprehensive knowledge of cohesive social science, the school-policy whichdivide the teaching activity in separate ways, the limited number of the teacher, the minimum of infrastructure and source of learning.
According to the result of this research, the suggestions are: (1) The Teacher of Social Science is more to be consistent to perform learning plan in learning activity and apply the learning strategy that can make the protege more active. (2) The Headmaster need to emphasize the teacher to use learning strategy that appropriate with standard process. (3) MGMP-board need to arrange the book relate with standard process and implementation of cohesive social science. (4) The policy’s taker and curriculum developer need to perform technical training to all teachers’ social science consist of learning strategy of cohesive social studies
Key word: learning plan, learning implementation, learning implementation’s constraint of cohesive social science.