Pendidikan Sistem Ganda(PSG) Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Lulusan SMK Ma’arif NU Bobotsari

ABSTRAK

Murdiono (S 810505010). Pendidikan Sistem Ganda(PSG) Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Lulusan SMK Ma’arif NU Bobotsari.Tesis.Program Teknologi Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2010.
Pembimbing I : Prof. Drs. Haris Mudjiman, MA.Ph.D
Pembimbing II : Prof. Dr. Sri Anitah, M.Pd
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Proses Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda(PSG) di SMK Ma’arif NU Bobotsari sebagai upaya peningkatan kompetensi, 2) Faktor-faktor yang menghambat penerapan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMK Ma’arif NU Bobotsari dalam meningkatkan kompetensi, 3) Apakah Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMK Ma’arif NU Bobotsari dapat meningkatkan kompetensi.

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Ma’arif NU Bobotsari tahun pelajaran 2008/2009. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari guru pembimbing, wakil kepala sekolah, ketua kelompok kerja PSG, koordinator kelompok kerja PSG, instruktur dari perusahaan dan siswa praktik. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara mendalam dan teknik dokumentasi, sedang proses keabsahan data menggunakan triangulasi data, serta investigator triangulasi. Analisis data menggunakan model interaktif dengan kegiatan pokok , yaitu mengumpulkan data, melakukan reduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa; 1) Proses Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda mencakup lima kegiatan pokok, yaitu : Penyusunan program diklat secara bersama antara sekolah dan industri; Sinkronisasi program dengan pendekatan optimasi; Pembimbingan siswa di industri oleh guru dan instruktur; Monitoring dan evaluasi serta Penilaian terhadap kemajuan siswa praktik pada akhir masa penerjunan; 2)Faktor-faktor yang menghambat Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMK Ma’arif NU Bobotsari dalam meningkatkan kompetensi lulusan; a) faktor penyusunan program pendidikan dan pelatihan bersama, b)faktor proses pembimbingan oleh guru, c) faktor penyusunan jurnal kegiatan harian, d) faktor pelaksanaan monitoring, e) faktor penilaian kerja praktek , dan f)faktor pengujian dan sertifikasi. 3) Pendidikan sebagai upaya peningkatan kompetensi diterapkan dengan lima pendekatan secara terintegrasi, yaitu : Pendekatan berbasis kompetensi, Pendekatan berbasis produksi, Pendekatan belajar tuntas, Pembelajaran penemuan dan Pembelajaran Kooperatif. Indikator peningkatan kompetensi dari model ini adalah ; a) Penguasaan keahlian siswa praktik tertera dalam program pembelajaran bersama antara sekolah dan industri, b) Mengenal variasi alat, c) Mengenal berbagai macam kasus kerusakan mesin/alat, d) Memiliki kedisiplinan, kerja sama, inisiatif, tanggung jawab dan kebersihan, e) Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik menerima pelanggan di perusahaan, f) Pelaksanaan uji kompetensi bagi seluruh siswa.
Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti mengajukan saran sebagai berikut: Pertama untuk meningkatkan kompetensi siswa, sekolah dengan institusi pasangannya dapat bekerjasama dalam penyusunan dan pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan; kedua, pemerintah untuk dapat memberi motivasi dan dukungan kepada dunia kerja baik secara moril maupun materiil.

ABSTRACT

Murdiono. S 810505010. Dual System Education as the Effort of Graduates Skill Quality Improvement at SMK Ma’arif NU Bobotsari (the Vocational School Ma’arif NU Bobotsari). A Thesis. Surakarta: Education Technology. Post Graduate Program. Sebelas Maret University. 2010
Pembimbing I : Prof. Drs. Haris Mudjiman, MA.Ph.D
Pembimbing II : Prof. Dr. Sri Anitah, M.Pd

The thesis is written to find out: (1) The application of Dual System Education (DSE) process at SMK Ma’arif NU Bobotsari as the Effort of Graduates Skill Quality Improvement; (2) The factors impede application of Dual System Education (DSE) process at SMK Ma’arif NU Bobotsari as the Effort of improving Graduates Skill Quality; (3) To identify whether if Dual System Education (DSE) process at SMK Ma’arif NU Bobotsari is able to improve graduates skill quality.
The research implemented at SMK Ma’arif NU Bobotsari at the academic year of 2008/2009. The implementation used qualitative approach. The data of the research are taken from collaborative teacher, vice headmaster, leader of DSE work group, coordinator of DSE work group, instructor of the company and training students. The data of the research are collected by using some techniques of qualitative data collection including: observation, interview, and documentation. The process of validating data is conducted by using data triangulation and investigator triangulation. The data are analyzed by using interactive model with four main activities: (1) collecting data; (2) reducing data, (3) providing data; and (4) concluding data.
The result of the study shows that: (1) The implementation process of Dual System Education includes five main activities: Arranging collaborative training program between the school and the industrial company, synchronizing the program by using optimizing approach, Guiding Students at the company conducted by teachers and instructors, Monitoring and evaluating toward students progress at the end of the training program. (2) The factors impede the implementation process of Dual System Education includes: (a) the education program arrangement and cooperative training, (b) the teachers guidance, (c) the arrangement of daily activities journal, (d) the monitoring process, (e) the practical work evaluation, (f) the testing system and the certificate. (3) Dual System Education (DSE) implemented in five integrated approach: competency based approach, production based approach, mastery learning approach, inquiry learning approach and cooperative learning approach. The indicators of skill quality improvement are: (a) the students skill mastery emerge in cooperative learning program between the school and industrial company, (b) understanding tools variation, (c) Knowing the variation of tools damage, (d) having behavior such as: discipline, cooperative, creative, responsible and neat, (e) having good communication skill in order to interact with customers, (f) competency test conducted for all students.
The suggestions for this research include: First, in order to improve students’ competency, the school and the collaborative company need to work together in arranging and implementing education and training program. Second, the government needs to motivate and support the work field both materially or morally