KELAINAN FUNGSI HATI DAN GINJAL PADA MENCIT (Mus musculus, L) AKIBAT SUPLEMENTASI TAWAS PADA PAKAN

ABSTRAK

KELAINAN FUNGSI HATI DAN GINJAL PADA MENCIT (Mus musculus, L) AKIBAT SUPLEMENTASI TAWAS PADA PAKAN
Andri Sukeksi, Okid Parama Astirin, Sri Mulyani Program Studi Magister Biosains, PPS-UNS Surakarta

Tawas mangandung Aluminium, yang dalam bentuk ion sangat toksik dan dapat menyebabkan kerusakan organ yaitu hati dan ginjal. Efek logam berat terhadap hati adalah sangat variatif. Telah diketahui bahwa hati merupakan organ terbesar di dalam tubuh yang menerima semua hasil absorbsi usus lewat pembuluh vena porta. Vena porta tersebut berisi banyak nutrien dan bahan asing yang berasal dari usus. Darah yang memasuki hati 70% berasal dari vena porta, sedangkan yang 30% datang dari aorta sebagai arteri terbesar di dalam tubuh yang melakukan vasculari hati. Akibat dari faal hati inilah maka hepatotoksikan akan lebih toksik bagi hati, jika masuk per-oral dibandingkan dengan masuk lewat inhalasi atau dermal.
Kerusakan hati ditandai dengan kenaikan konsentrasi Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamat Piruvat Transaminase (SGPT) serta hiperbillirubinemia.
Penelitian eksperimental dilakukan dengan menggunakan 48 ekor mencit (Mus musculus, L.) dewasa umur 8 minggu. Pakan terdiri dari pakan ayam Pur G pelet masing-masing mencit diberi perlakuan dengan suplementasi tawas pada pakannya. Pembuatan preparat awetan histologi dari jaringan hati dan ginjal. Analisis data hasil pemeriksaan SGOT, SGPT, Total Billirubin, Urea, Total protein dan kreatinin dilakukan dengan uji Anova Two Way ( Anova Dua Jalan ) yaitu perlakuan pemberian dosis tawas dan waktu paparan dihitung bersamaan karena pelaksanaannya juga diamati pada waktu paparan dan pemberian dosis secara bersama.
Hasil penelitian pada pembarian tawas yang disuplementasikan pada pakan mencit, dengan konsentrasi di atas 2% dengan waktu paparan 4 minggu, 6 minggu, 8 minggu menunjukkan adanya kerusakan jaringan hati dan ginjal. Pada waktu paparan 8 minggu menunjukkan akibat yang lebih berat dari suplementasi tawas dalam pakan terhadap kerusakan jaringan hati dan ginjal. Semakin lama waktu paparan dan semakin tinggi dosis suplementasi tawas dalam pakan, akan semakin parah kerusakan hati dan ginjal tikus. Pakan Par G Pelled (makanan ayam) yang diberikan sebagai makanan mencit dicurigai mengandung bahan toksik lainnya yang mengakibatkan terjadinya kerusakan jaringan. Kerusakan jaringan semakin parah dengan adanya aluminium dalam pakan.

Kata kunci : tawas, mencit, kelaianan fungsi, hati, ginjal

ABSTRACT

DISORDERS HEART AND KIDNEY FUNCTION IN MICE(Mus musculus, L.)AS A RESULT SUPPLEMENTATION Tawas ON FOOD
Andri Sukeksi, Okid Parama Astirin, Sri Mulyani Master of Biosains Program of Study, Postgraduate Program Sebelas Maret University Surakarta

Tawas contains aluminum, which is in the form of ions are very toxic and can cause organ damage, i.e. liver and kidney. An effect of heavy metals to the liver is very varied. It is known that the liver is the largest organ in the body that receives all the results of intestinal absorption via the portal vein. Portal vein contains many nutrients and foreign material from the gut. Blood entering the heart 70% comes from the portal vein, while 30% came from the aorta the largest artery in the body that do vascular liver. As a result of liver function is then Hepatotoksikan being more toxic to the liver, if signed by mouth than by going through inhalation or dermal. Liver damage characterized by increased concentrations of Serum Glutamate Oxaloacetic Transaminase (SGOT) and Serum Glutamate Pyruvate Transaminase (ALT) and Hiperbillirubinemia.
Experimental research is required 48 mice (Mus musculus, L.) adult age 8 weeks. Food consisted of chicken feed pellets Ret G Individual mice were treated with Tawas supplementation on feed at this stage also made preparations for the manufacture of preserved histology of liver tissue and kidneys. Data analysis was performed by Two Way ANOVA test (Anova Two Way), namely the treatment of alum dose and exposure time is calculated together
Results for the Tawas supplemented the diet of mice, with concentrations above 1% with a certain exposure time showed liver and kidney tissue destruction. At the time of exposure to 8 weeks showed a more severe effect of Tawas in feed supplementation on liver and kidney tissue damage. The longer time of exposure and the higher Tawas dose supplementation in the diet, the more severe liver damage and kidney of rats. Par G Pelled feed (chicken feed) mice were given as food suspected of containing other toxic substances that cause tissue damage. Tissue damage is compounded by the existence of aluminum in the feed.

Keywords: tawas, Mice (Mus musculus, L.), Disorders Heart and Kidney Function