Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Dan Tipe Team Accelereted Instruction (TAI) Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau Dari Kreativitas Belajar Siswa

Wuryanto (S.850809223), Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Dan Tipe Team Accelereted Instruction (TAI) Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau Dari Kreativitas Belajar Siswa. Pembimbing I Dr. Mardiyana, M. Si, Pembimbing II Drs. Gatut Iswahyudi, M. Si. Tesis, Surakarta: Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta , 2011.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, model pembelajaran kooperatif tipe STAD atau tipe TAI, (2) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, kreativitas tinggi, kreativitas sedang atau kreativitas rendah, (3) pada masing-masing model pembelajaran (STAD dan TAI), manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang mempunyai kreativitas tinggi, kreativitas sedang atau kreativitas rendah, (4) pada masing-masing kategori kreativitas siswa (tinggi, sedang, rendah), manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, model pembelajaran kooperatif tipe STAD atau tipe TAI.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan rancangan penelitian menggunakan rancangan faktorial 2 x 3. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri se-Kota Surakarta Semester I Tahun Pelajaran 2009/2010. Pengambilan sampel dilakukan secara stratified Cluster Random Sampling dengan hasil SMP Negeri 1 Surakarta dari kelompok tinggi, SMP Negeri 14 dari kelompok sedang dan SMP Negeri 23 Surakarta dari kelompok rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket dan dokumentasi. Instrumen tes digunakan untuk mengetahui prestasi belajar matematika pada materi operasi pada bentuk aljabar. Sedang instrumen angket untuk mengetahui kreativitas siswa. Sebelum tes dan angket digunakan, diuji validitas isi dengan validasi oleh validator, yang hasilnya semua soal tes dan angket sah digunakan sebagai instrumen penelitian. Isntrumen tes terdiri 40 butir, setelah diuji reliabilitas dengan menggunakan KR-20, dihitung derajad kesukaran dan daya pembeda, dan diambil 25 butir untuk penelitian. Instrumen angket terdiri 40 butir, setelah diuji konsistensi internal dengan menggunakan rumus Moment Produk dari Karl Pearson dan diuji reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach dan diambil 35 butir untuk penelitian.
Sebelum eksperimen dilakukan, terlebih dahulu dilakukan uji keseimbangan rataan menggunakan uji t dengan = 0,05 diperoleh -1,960 < tobs = 1,9152 > 1,960 sehingga semua sampel berasal dari populasi yang mempunyai kemampuan sama.
Uji prasyarat analisis variansi yang dilakukan adalah uji normalitas populasi dan uji homogenitas variansi populasi. Dengan menggunakan taraf signifikansi = 0,05 diperoleh hasil sebagai berikut: (1) uji normalitas dengan menggunakan metode Lilliefors, diperoleh semua sampel barasal dari populasi yang berdistribusi normal, (2) uji homogenitas variansi dengan menggunakan metode Barlett, diperoleh = 1,3930 < 3,841 = dan = 5,8216 < 5,991 = , sehingga semua sampel bearasal dari populasi yang mempunyai variansi yang sama.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan ukuran sel tak sama. Dengan menggunakan taraf signifikansi = 0,05 menunjukkan (1) terdapat pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar matematika pada materi operasi pada bentuk aljabar ( Fa = 5,165 > 3,84 = Ftabel), (2) terdapat pengaruh kreativitas siswa terhadap prestasi belajar matematika pada materi operasi pada bentuk aljabar (Fb = 17,491 > 3,00 = Ftabel), (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan tingkat kreativitas siswa terhadap prestasi belajar matematika pada materi operasi pada bentuk aljabar (Fab = 0,443 < 3,00 = Ftabel).
Dari hasil uji komparasi ganda dengan metode Scheffe’ dan dengan melihat rataan marginal antar baris (model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TAI), dapat disimpulkan bahwa (1) siswa-siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa-siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD ( a2. = 72,13 < 75,59 = a1. ), (2) kemudian dengan melihat rataan marginal antar kolom (kreativitas tinggi, sedang dan rendah) siswa-siswa yang mempunyai kreativitas tinggi lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa-siswa yang mempunyai kreativitas sedang (b1 = 79,80 > 72,12 = b2 ), siswa-siswa yang mempunyai kreativitas sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa-siswa yang mempunyai kreativitas rendah (b2 = 72,12 > 69,45 = b3) dan siswa-siswa yang mempunyai kreativitas tinggi lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa-siswa yang mempunyai kreativitas rendah (b1 = 79,80 > 69,45 = b3),

Kata kunci : Pembelajaran kooperatif tipe STAD, Pembelajaran kooperatif tipe TAI, Kreativitas siswa

ABSTRACT
Wuryanto (S 850809223), The Effect of Co-operative Learning Model of Type Student Teams Achievement Division (STAD) and Type of Team Accelereted Instruction (TAI) with The Achievement in Mathematics Lesson based on The Student’s Creativity, The 1st advisor lecture is Dr. Mardiyana, M. Si, The 2nd advisor lecture is Drs. Gatut Iswahyudi, M. Si. Thesis, Surakarta, The Study Program of Mathematics Education, Postgraduate Program, Sebelas Maret University, 2011.
The purposes of this research are to know: (1) Which one gives better achievement in mathematics, co-operative learning model of STAD type or TAI type, (2) Which one gives the better achievement in mathematics, high creativity, middle creativity or low creativity, (3) For each learning model (STAD and TAI type), which one gives better achievement in mathematics, students who have high creativity, middle or low creativity, (4) For each category of the student’s creativity (high, middle, and low), which one gives better achievement in mathematics, co-operative Learning Model of STAD type or TAI type.
This research is quasi-experimental research with the research plan using factorial 2 x 3. The population of this research are all of the seven grades students of junior High Schools in Surakarta in the first semester in 2009/2011. The sample-taking was done using Stratified Cluster Random Sampling, as the result: SMP Negeri 1 Surakarta from the high-group and SMP Negeri 14 Surakarta from the midle-group and SMP Negeri 23 Surakarta from the low-group. The instrument applied to obtain the data of the research were test, questionnaires and documentation. The test instrument was used to know the achievement in mathematics lesson in The Operations on Algebraic Expressions. Hence, questionnaires instrument is used to know the students’ creativity. Before the test and questionnaires are used, it’s tested by content validity and validated by validate, which result that all of the test and questionnaires legally used as research instruments. The test instruments consist of 40 items, after it reliability tested using KR-20, calculated by the degree of difficulty and for the differentiation sector, and taken 25 items for the research. Questionnaires instrument consist of 40 items, after the internal consistency tested using the Product Moment of Karl Pearson formulas and the reliability tested using the Alpha Cronbach formulas and taken 35 items for the research.
Before experiment applied, balance average test was done by using t-test and a = 0.05, as the result -1.960 < tobs = 0.9152 < 1.960, so all the samples come from balance population.
The analysis prerequisites applied was normality test and homogeneity test. By using a= 0.05, as the result: (1) The Normality test by using Lilliefors method is obtained all sample come from normal population, (2) The Homogeneity test by using Barlett method, obtained 2obs = 1.3930 < 3.841 = 2table and 2obs = 5.8216 < 5.991 = 2table , so all sample come from homogeneous population.
The techniques analysis applied was two ways of unbalanced variance with different cell frequency. By using a= 0,05, shown, (1) there was significant effect of learning model with the achievement in mathematics lesson in the Operations on Algebraic Expressions (Fa = 5.165 > 3.84 = Ftable), (2) there were significant effect of students’ creativity with the achievement in mathematics in the Operations on Algebraic Expressions (Fb = 17.491 > 3.00 = Ftable), (3) there weren’t significant simultaneous effect of the learning model and students’ creativity with the achievement in mathematics in the Operations on Algebraic Expressions (Fab= 0.443 < 3.00 = Ftable ).
From the result of multiple comparison using Scheffe’ method and by looking into the marginal average, can be concluded that (1) the students with a co-operative learning model of TAI type, the achievement in mathematics better
than the students with a co-operative learning model of STAD type ( a 2. = 72.13 <
75.59 = a1), (2) the students who have high creativity, the achievement in mathematics better than the students who have middle creativity (b1 = 79,80 > 72,12 = b2), the students who have middle creativity, the achievement in mathematics better than the students who have low creativity (b2 = 72,12 > 69,45 = b3) and the students who have high creativity, the achievement in
mathematics better than the students have a low creativity (b1 = 79,80 > 69,45 =b3).

Key words : STAD co-operative learning. TAI co-operative learning. Student’s creativity