Keefektipan menggunakan metode Test Taking Teams Model dan menggunakan metode Direct Instruction Model untuk pengajaran membaca di tinjau dari minatnya siswa ( Sebuah studi eksperiment pembelajaran untuk Kelas delapan di MTs.NW penedagandor Tahun Pelajaran 2010/2011)

ABSTRAK

Muhammad Junaidi, NIM: S890809111. Keefektipan menggunakan metode Test Taking Teams Model dan menggunakan metode Direct Instruction Model untuk pengajaran membaca di tinjau dari minatnya siswa ( Sebuah studi eksperiment pembelajaran untuk Kelas delapan di MTs.NW penedagandor Tahun Pelajaran 2010/2011) Pembimbing pertama: Prof. Dr. H. Jokonurkamto, M.Pd dan Pembimbing kedua: Drs. Gunarso Susilohadi, M.Ed TESOL. Tesis. Surakarta. Program Studi Bahasa Inggris, Universitas Sebelas Maret Surakarta 2011.

Penelitian ini bertujuan menemukan apakah: (1) Metode TTT lebih efektif dari metode DIM untuk pengajaran membaca pada siswa kelas delapan di MTs. NW Penedagandor Tahun Pelajaran 2010/2011; (2) Siswa mempunyai minat yang tinggi menggunakan motode TTT untuk kemampuan membacanya lebih baik dari pada siswa yang mempunyai minatnya rendah pada siswa kelas delapan di MTs. NW Penedagandor Tahun Pelajaran 2010/2011; dan (3) ada hubungan intraksi antara metode pengajaran dengan minat belajar siswa untuk pengajaran membaca pada siswa kelas delapan di MTs. NW Penedagandor Tahun Pelajaran 2010/2011.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi eksperiment. metode ini di terapkan pada siswa kelas delapan di MTs. NW Penedagandor Tahun Pelajaran 2010/2011. Peneliti ini menggunakan dua kelas sampel. Untuk mendapatkan kelas sampel digunakan tehnik sample claster random (pengelompokan siswa secara acak). Masing-masing kelas dibagi menjadi dua kelompok (kelompok siswa yang minatnya tinggi dan kelompok siswa yang minat nya rendah). Kemudian, tehnik yang dipakai untuk mengumpulkan data adalah angket siswa yang mendapatkan data tentang siswa yang mempunyai minat dan test pilihan ganda untuk mendapatkan data tentang kemampuan siswa membaca.. Kedua instrument tersebut diuji cobakan untuk mendapatkan nilai yang valid dan realiabel. Data-data tersebut dianalisa dengan menggunakan analisis ANOVA 2×2 dan test tukey.
Berdasarkan hasil dari analisa data, ada beberapa penemuan dari penelitian yang dapat diambil: (1) Metode TTT berbeda secara signifikan dengan metode DIM untuk pengajaran membaca sebab Fo lebih tinggi dari Ft dan qo antara kolom (C1 dan C2) lebih tinggi dari qt dan metode TTT lebih efektif daripada medote DIM untuk pengajaran membaca sebab nilai rata-rata dari C1 lebih tinggi daripada C2, (2) Kemampuan siswa membaca yang mempunyai minatnya tinggi berbeda secara signifikan daripada siswa yang mempunyai minatnya rendah sebab fo lebih tinggi daripada Ft dan qo antara baris (R1 dan R2) lebih tinggi qt dan siswa yang mempunyai minatnya tinggi kemampuan membacanya lebih baik daripada siswa yang mempunyai minatnya rendah sebab nilai rata-rata dari R1 lebih tinggi dari R2 dan (3) Ada hubungan antara metode pengajaran dengan minat siswa dalam pengajaran membaca sebab Fo lebih tinggi daripada Ft (a) untuk siswa yang mempunyai minatnya tinggi, metode TTT secara signifikan berbeda dengan metode DIM untuk pengajaran membaca sebab qo antara sel (A1B1-A2B1) lebih tinggi daripada qt dan metode TTT lebih efektif daripada metode DIM untuk pengajaran membaca sebab nilai rata-rata dari A1B1 lebih tinggi daripada A2B1; dan (b) untuk siswa yang mempunyai minatnya rendah, metode DIM berbeda secara significan dengan metode TTT untuk pengajaran membaca sebab qo antara sel (A1B2 dan A2B2) lebih tinggi dari qt dan metode DIM lebih efektif daripada metode TTT untuk pengajaran membaca sebab nilai rata-rata A2B2 lebih tinggi dari A1 B2.
Berdasarkan hasil penemuan, dapat disimpulkan bahwa secara umum metode TTT lebih efektif daripada metode DIM untuk pengajaran membaca. Untuk siswa yang mempunyai minatnya tinggi, metode TTT lebih efektif daripada metode DIM untuk pengajaran membaca, tetapi siswa yang mempunyai minatnya rendah, metode DIM lebih efektif daripada medote TTT untuk pengajaran membaca. Berdasarkan hasil penemuan diatas, guru Bahasa Inggris diharapkan dapat memilih metode pengajaran yang cocok untuk siswa yang mempunyai minatnya tinggi atau minatnya rendah.

Kata Kunci: Test Taking Teams Model, Direct Instruction Model, Reading skill, Students ’ Interest.

ABSTRACT

Muhammad Junaidi, NIM S890809111. The Effectiveness of Test Taking Teams Model to Teach Reading Viewed from Students’ Interest. (An Experimental Study at the Eighth Graders of MTs. NW Penedagandor in the Academic Year of 2010/2011). Fisrt Consultant: Prof. Dr. H. Joko Nurkamto, M.Pd.; Second Consultant: Drs. Gunarso Susilohadi, M.Ed TESOL Thesis. Surakarta. English Education Department Graduate School, Sebelas Maret University of Surakarta. 2011.
This research is aimed at finding out whether: (1) Test taking teams model is more effective than direct instruction model to teach reading at the Eighth Grade of MTs. NW Penedagandor in the Academic Year of 2010/2011; (2) the students who have high test taking teams model have better reading skill than those who have low interest at the eighth Graders of MTs.NW Penedagandor in the Academic Year of 2010/2011; and (3) there is an interaction between teaching model and interest for teaching reading at the eighth Graders of MTs. NW Penedagandor in the Academic Year of 2010/2011.
The method which was applied in this research was experimental study. It was conducted at the eighth graders of MTs. NW Penedagandor. The population of the research is the eighth graders of MTs. NW Penedagandor in the academic year of 2010/2011. The samples were two classes. In taking the sample, a cluster random sampling technique was used. Each class was divided into two groups (the students who have high and low interest). Then, the techniques which were used to collect the data were an essay test for getting the data of the students’ interest and a multiple choice test for getting the data of the students’ reading skill. The two instruments were tried out to get valid and reliable items. The data were analyzed by using multifactor analysis of ANOVA 2×2 and tukey test.
Based on the results of the analysis, there are some research findings that can be taken: (1) Test taking teams model is significantly different from direct instruction model to teach reading because Fo is higher than Ft and qo between columns (C1 and C2) is higher than qt and test taking teams model is more effective than direct instruction model to teach reading because the mean of C1 is higher than C2; (2) The reading skill of the students who have high interest is significantly different from that of those who have low interest because Fo is higher than Ft and qo between rows (R1 and R2) is higher than qt and the students who have high interest have better reading skill than those who have low interest because the mean of R1 is higher than R2; and (3) There is an interaction between teaching models and interest in teaching reading because Fo is higher than Ft: (a) for the students who have high interest, test taking teams model is significantly different from direct instruction model to teach reading because qo between cells (A1B1-A2B1) is higher than qt and test taking teams model is more effective than direct instruction model to teach reading because the mean of A1B1 is higher than A2B1; and (b) for the students who have low interest, direct instruction model is significantly different from test taking teams model to teach reading because qo between cells (A1B2 and A2B2) is higher than qt and direct instruction model is more effective than test taking teams model to teach reading because the mean of A2B2 is higher than A1B2.

Based on the findings, it can be concluded that in general test taking teams model is more effective than direct instruction model to teach reading. For the students who have high interest, test taking teams model is more effective than direct instruction model to teach reading but for the students who have low interest, direct instruction model is more effective than test taking teams model to teach reading. In accordance with the above result, the English teacher is expected to be able to select the appropriate teaching models to teach reading for the students who have high or low interest.

Key words: Test Taking Teams Model, Direct Instruction Model, Reading, Students’ Interest.