Pengaruh Metode Bimbingan Coaching dan Motivasi terhadap Kompetensi Rawat Luka di Akademi Keperawatan Pemerintah Kota Pasuruan

Dwining Handayani. S541002010. Pengaruh Metode Bimbingan Coaching dan Motivasi terhadap Kompetensi Rawat Luka di Akademi Keperawatan Pemerintah Kota Pasuruan. Komisi pembimbing: Prof. Bhisma Murti, dr. MPH, MSc, PhD, dan Jarot Subandono, dr, MKes. Tesis. Program Studi Magister Kedokteran Keluarga. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2011.
Komponen utama dalam pembelajaran di laboratorium adalah penggunaan metode bimbingan oleh para fasilitator klinis. Selama ini keterampilan yang dilakukan oleh mahasiswa keperawatan Pemerintah Kota Pasuruan yang hasilnya kurang memuaskan adalah kompetensi rawat luka, sedangkan metode yang digunakan adalah demonstrasi.

Secara teori metode coaching dapat digunakan sebagai salah satu teknik dalam proses pembelajaran di laboratorium, dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa. Motivasi juga merupakan faktor yang kuat dalam meningkatkan minat, kemauan dan semangat yang tinggi dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bimbingan coaching dan motivasi terhadap kompetensi rawat luka di Akademi Keperawatan.
Desain dalam penelitian ini adalah randomized controlled trial (RCT). Populasi sumber penelitian adalah mahasiswa Akademi Keperawatan Pemerintah Kota Pasuruan. Sampel sebanyak 86 orang dipilih dengan teknik exhaustive sampling. Metode demonstrasi digunakan sebagai pembanding. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan kuesioner baku. Data dianalisis dengan menggunakan model regresi linier ganda.
Hasil menunjukkan terdapat pengaruh metode bimbingan coaching (b= 5.09; p= 0.009) dan motivasi (b= 0.33; p= 0.06) terhadap kompetensi rawat luka pada mahasiswa Akademi Keperawatan dan pengaruh tersebut secara statistik signifikan
Penelitian ini menyimpulkan, penggunaan metode bimbingan coaching dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dibandingkan dengan metode demonstrasi. Disarankan kepada semua dosen untuk menggunakan metode pembelajaran yaitu coaching untuk meningkatkan kompetensi praktek di laboratorium.

Kata kunci : coaching, demonstrasi, motivasi, kompetensi, rawat luka.

ABSTRACT

Dwining Handayani. S541002010. The effect of Coaching Guidance Method and Motivation on Wound Care Competencies on Nursing Academy Pasuruan City Government. Commission supervisor: Prof.. Bhisma Murti, dr. MPH, MSc, PhD, and Jarot Subandono, dr. M.Kes. Thesis. Masters Program in Family Medicine. Post Graduate Program of Sebelas Maret University of Surakarta. 2011.

A major component of learning in the laboratory is the use of clinical guidance by the facilitators. During this time the skills of nursing students conducted by the City of Pasuruan that the result is less satisfactory is the competence of wound care, while the method used is the demonstration. In theory coaching methods can be used as one technique in the learning process in the laboratory, in increasing students’ competence. Motivation is also a strong factor in will increase the interest, willingness and enthusiasm in learning. This study aims to determine the effect of coaching guidance methods and motivation of wound care competency in the Nursing Academy.
The design of this study was a randomized controlled trial (RCT). Population source of research is the Academy of Nursing student of Pasuruan City Government. A sample of 86 people were chosen by exhaustive sampling technique. Demonstration methods used for comparison. The data were collected by observation and standard questionnaires. The data were analyzed by multiple linear regression model.
The results showed was significant coaching guidance method (b = 5.09, p = 0.009) and motivation (b = 0.33, p = 0.06) of wound care competence to the student Nursing Academy and the effect were statistically significant.
This study concludes that, using the coaching guidance methods to improve students’ competence compared with the demonstration methods. It is suggested that all teachers using learning methods, coaching to improve the competence of the laboratory practice.

Keywords : coaching, demonstration, motivation, competence, wound care.