Pengembangan Model Pembelajaran Membaca dengan Teknik Pelabelan Objek Sekitar (POS) Bagi Murid Taman Kanak-kanak

ABSTRAK

Basuki. 2011. Pengembangan Model Pembelajaran Membaca dengan Teknik Pelabelan Objek Sekitar (POS) Bagi Murid Taman Kanak-kanak. Disertasi. Program Pascasarjana Program Studi Linguistik (S3) Minat Utama Pengajaran Bahasa Universitas Sebelas Maret Surakarta.Promotor: Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd., Ko-Promotor: Prof. Dr. H.D.Edi subroto.

Masa usia TK merupakan masa peka bagi anak. Anak mulai sensitif untuk menerima berbagai upaya pengembangan terhadap seluruh potensi yang ada pada dirinya. Pada masa ini terjadi pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan lingkungan, termasuk stimulasi literasi membaca dan menulis. Kenyataan ini direspon oleh kebanyakan sekolah TK yang telah melaksanakan pembelajaran membaca dengan cara yang beragam, mulai dari pemilihan materi, urutan penyajian, cara-cara penyajian dan penilaiannya. Demikian pula orang tua anak di rumah berusaha untuk mengajar membaca anaknya agar dapat membaca sedini mungkin.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran membaca di TK yang mudah dilaksanakan, efektif mencapai tujuan dan sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran anak usia dini, yaitu “bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain”. Model pembelajaran membaca yang dikembangkan adalah pembelajaran membaca dengan teknik Pelabelan Objek Sekitar (POS). Model POS adalah model pembelajaran membaca awal dengan teknik pelabelan objek yang berada di sekitar anak yang bersifat konkret dan familier sehingga mudah diterima anak-anak. Objek dapat berupa benda dan tiruannya yang berupa gambar atau foto. Materi pembelajaran membaca dipilih dengan mempertimbangkan aspek-aspek perkembangan lingkungan yang terjadi baik lingkungan budaya, sosial, maupun religiusitas yang melatarbelakangi para siswa. Model POS merupakan model pembelajaran dengan nuansa menyenangkan karena dikemas dalam bentuk permainan dengan media gambar menarik, kartu huruf, kartu suku kata, dan kartu kata. Langkah pembelajaran dirancang secara prosedural yang dituangkan dalam Rencana Kegiatan Harian (RKH) dengan kegiatan pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan).
Berdasarkan objeknya, yaitu pengembangan model pembelajaran membaca sebagai bagian dari kurikulum TK dan proses belajar mengajar, penelitian ini termasuk kategori penelitian pendidikan. Mencermati hakikat kegiatan dan tujuan penelitian, yakni penemuan model sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara empirik, maka penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian pengembangan. Prosedur penelitian ini dilaksanakan melalui empat tahapan: (1) studi pendahuluan, (2) tahap pengembangan model, (3) tahap pengujian model, dan (4) diseminasi produk akhir yakni penerbitan buku pedoman Belajar Membaca dengan teknik POS. Hasil penelitian menyimpulkan hal-hal sebagai berikut:
Pertama, studi pendahuluan menemukan (1) kualifikasi dan pengalaman mengajar guru TK sangat beragam, sebagian besar (70,13 %) belum memenuhi kualifikasi pendidikan yang dituntut Undang-undang, sebagian kecil (29, 87%) telah memenuhi kualifikasi pendidikannya, tetapi latar belakang kesarjanaannya sangat beragam, (2) dengan pendidikan dan pengalaman yang beragam berpengaruh terhadap pemilihan materi, pengurutan materi, penyajian materi dan cara-cara penilaian yang akhirnya berpengaruh pada proses dan hasil pembelajaran, (3) semua TK telah melaksanakan kurikulum 2004 dan telah melaksanakan pembelajaran membaca dan menulis dengan model yang berbeda-beda sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman masing-masing guru, (4) sebagian guru TK menghadapi masalah penyusunan RKH terutama dalam menjabarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator dan pemilihan materi, (5) guru juga menghadapi kendala dalam memilih dan menjabarkan materi pembelajaran karena tidak tercantum di dalam kurikulum, (6) proses pembelajaran dikelompokkan menjadi dua, pertama menempatkan guru sebagai sumber informasi dan memegang peran utama dalam pembelajaran, kedua menempatkan siswa sebagai subjek dalam pembelajaran dan guru sebagai fasilitator, pengelola berbagai sumber dan fasilitas untuk dipelajari siswa, (7) pada umumnya guru tidak menggunakan media pembelajaran karena sulit dan mahalnya media yang harus diadakan, (8) hasil penilaian perkembangan anak dinyatakan dalam tiga kategori, yaitu: belum mencapai indikator, telah mencapai indikator, dan melebihi indikator.
Kedua, tahap pengembangan model, berdasarkan temuan hasil studi pendahuluan khususnya yang terkait dengan persoalan yang dihadapi guru telah dilakukan upaya pengembangan prototipe model pembelajaran membaca dengan teknik POS yang diwujudkan dalam bentuk: (1) prototipe silabus pembelajaran membaca di TK yang dituangkan ke dalam perencanaan semesteran, mingguan, harian dan cara-cara penilaian, yang dilakukan bersama antara peneliti dan 48 orang guru TK sebagai kolaborator dalam lokakarya, (2) penyusunan skenario pembelajaran secara prosedural dituangkan dalam bentuk RKH melalui pembelajaran PAKEM (Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), (3) pengembangan model dilakukan melalui validasi ahli, uji coba terbatas, dan uji coba yang lebih luas di lapangan.
Ketiga tahap pengujian model diawali dengan uji coba terbatas dilaksanakan di TK Negeri Pembina Klaten dan TK ABA III Gunungan, Klaten menghasilkan model pembelajaran membaca setelah melalui refleksi, perbaikan-perbaikan, dilanjutkan dengan validasi ahli, layak diterapkan dalam uji coba yang lebih luas. Pengembangan model berdasarkan uji coba yang lebih luas dilaksanakan di delapan TK dengan jumlah sampel 168 anak, masing-masing 1 TK negeri dan 1 TK swasta di kota Surakarta, kabupaten Boyolali, Klaten dan Sleman. Setiap TK yang terpilih sebagai sampel pengujian model diambil 1 kelas sebagai kelompok kontrol yang diajar menggunakan model yang selama ini diterapkan (Konvensional) dan 1 kelas sebagai kelompok eksperimen yang diajar menggunakan model pembelajaran membaca teknik POS. Berdasarkan hasil analisis statistik dengan rumus Chi Kuadrat (2) disimpulkan bahwa (1) hasil tes awal (pre test) kemampuan membaca anak TK di kelas kontrol dengan anak TK di kelas ekperimen, menunjukkan tidak ada perbedaan secara nyata, baik di setiap sekolah TK, antara TK negeri dengan TK swasta, maupun gabungan semua TK nilai 2hitung lebih kecil dari nilai 2 tabel pada taraf signifikansi 5%; (2) hasil tes akhir (post test) kemampuan membaca anak TK yang diajar menggunakan model konvensional di kelas kontrol dengan anak TK yang diajar menggunakan model POS di kelas ekperimen menunjukkan ada perbedaan secara nyata, baik di setiap sekolah TK, antara TK negeri dengan TK swasta, maupun gabungan semua TK nilai 2hitung lebih besar dari nilai 2 tabel pada taraf signifikansi 5%; kecuali di TK Model kabupaten Sleman menunjukkan tidak ada perbedaan. Artinya hasil tes akhir kemampuan membaca anak TK yang diajar menggunakan model POS secara nyata lebih baik daripada kemampuan membaca anak-anak TK yang diajar menggunakan model konvensional.
Keempat, tahap diseminasi produk ditunjukkan dengan menerbitkan buku pedoman pembelajaran membaca dengan teknik POS. Terbitnya buku Belajar Membaca memperoleh tanggapan positif dari stakeholders terutama dari guru dan Kepala TK. Tanggapan positif mencakup tujuh aspek yang meliputi kemudahan pemahaman uraian konsep, kemudahan untuk diterapkan di kelas, kemudahan pelaksanaan skenario pembelajaran yang tertuang dalam RKH, tampilan gambar yang menarik bagi anak, ketersediaan format pengamatan, penugasan, unjuk kerja dan tingkat kekomunikatifan bahasa dan gambar; serta kemanfaatan bagi peningkatan pembelajaran membaca secara keseluruhan diperoleh 9,61% menyatakan cukup, 65,39% menyatakan baik, dan 25% menyatakan sangat baik. Dengan demikian stakeholders pada umumnya menerima dan menyambut baik buku Belajar Membaca karena sangat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran membaca di TK.

Kata kunci: model, pembelajaran, membaca, Pelabelan Objek Sekitar (POS), Taman Kanak-kanak.

ABSTRACT

Basuki. 2011. Developing Model of Teaching and Learning Reading with Around Objects Labeling (POS)Technique for Kindergarten Students. Dissertation. Postgraduate Program of Linguistics (S-3) Main Interest in Language Teaching Sebelas Maret University of Surakarta. Promoter: Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd., Co-promoter: Prof. Dr. H.D. Edi Subroto.

The period of kindergarten age is sensitive to children. Children begin to be sensitive to receive various development efforts of all his potentials. At this period, children have physical maturation functions and mental stimulation that are ready to respond a given environment, including the stimulation of reading and writing literacy. This fact is responded by most kindergartens which have conducted learning to read and write in different ways and models that range from selecting materials, order of presentation, method for presentation, and evaluation. At home parents also try to teach their children to read as early as possible.

This research aims at developing models of learning to read in kindergarten which is easy to be implemented, effective to achieve its objectives, and in accordance with the principle of children early learning, i.e. “playing while learning and learning while playing”. Learning model that is developed is learning to read with Around Object Labeling Technique (POS). POS is the model of beginning learning to read with labeling concrete and familiar objects which can be found around the children. Objects can be either original things or replica in the form of drawings or photographs. The learning materials are chosen by considering the environmental aspects; cultural, social, and religius environment of the children. POS model is packed with joyfull learning nuance; game with interesting pictures, letter cards, syllable cards, and word cards. The steps are procedural which are written on Daily Activity Plan (RKH) covering PAKEM learning activities (Active, Creative, Effective, and Joyfull Learning).

Based on its object, that is developing teaching and learning to read as a part of curriculum and the process of teaching and learning, this study is categorized as educational research. Considering the nature of activities and the research objectives, that is model development which can be empirically stated, the research is categorized as development reseach. The research is carried out in four stages: (1) preliminary study, (2) model development, (3) model verification, and (4) disseminating end product, that is publishing a book entitled Learning to Read with Around Object Labeling Technique. The results of the study state as follows.
First, the preliminary study found (1) the teachers’ qualification and experience were various, most of them (70,13%) did not meet the education qualification prescribed by the Act, some of them (29,87%) had met the education qualification, but had various education backgrounds, (2) their diverse education background and experience were influenced the material selection, material ordering, material presentation and the technique of evaluation which affected the process and learning outcomes, (3) all kindergartens have been implementing curriculum 2004 and have been conducting teaching and learning reading and writing with various models based on their own knowledge and experience, (4) some of the teachers faced problems in constructing Daily Activity Plan (RKH), particularly in operationalizing Competency Standard and Basic Competence into indicators and material selection, (5) the teachers faced some obstacles in choosing and developing materials because they were not listed on curriculum and were limited, (6) learning process could be grouped into two, first, teachers were considered as information resources and played important roles in teaching and learning activities, second, students were considered as subjects and teachers as facilitators, and manage of resource and facilities to learn, (7) in general, teachers did not use media because they are expensive to be provided, (8) assessment was stated in three categories, lower than indicator, the same as indicator, and more than indicator.

Second, model development stage, based on the preliminary study especially the problems faced by the teachers, was developed prototype of teaching and learning reading model with POS technique in the forms of: (1) prototype of syllabus which is put into semester plan, weekly plan, and daily plan on doing which the researcher collaborates with 48 teachers, (2) prepare teh procedure of teaching and learning scenario which must be written on Daily Activity Plan (RKH) through PAKEM (Active, Creative, Effective, and Joyfull Learning), (3) the development is done through expert judgement, limited try out, and larger try out in the research field.

Third, model testing stage, limited try out was conducted in TK Negeri Prambanan Klaten and TK ABA III Gunungan, Klaten and resulted teaching and learning model which was done after reflection, revision, and at the expert judgement and so it was tried out in larger area. The development model of the larger try out was conducted in eight kindergartens with total sample 168 children, 1 state kindergarten and 1 private kindergarten in Surakarta, Boyolali, Klaten, and Sleman. The researcher took one class in each kindergarten as control group, taught with conventional model, and one class as experimental group, taught with POS technique. Based on statistic formula Chi Square (2), it was concluded that (1) the result of pre test were not significant difference between control group and experimental group, either at each state and private kindergarten, or the all of kindergartens, with 2 is less than 2 table at 5% level of significance, (2) the result of post test stated that there was significant difference between control group and experimental group, either at each state and private kindergarten, or group of kindergartens, with 2 is more than 2 table at 5% level of significance; except for TK Model Sleman which showed no difference. It means that the result of the reading achievement of the children taught using POS model is better than those taught using conventional model.

Fourth, the dissemination stage of the product is realized into the publication of guideline of teaching reading by using POS technique. The publication of the book entitled Learning to Read gain positive response from stakeholders, especially teachers and headmasters of kindergartens. The positive responses cover seven aspects; ease of understanding the concept description, ease of implementing in the class, ease of conducting teaching scenario which is written on Daily Activity Plan (RKH), pictures attracting children, availability of observation forms, projects, performance, and level of communicativeness of language and pictures, and benefits of improving the whole teaching and learning reading gain 9.61% say fair, 65.39% say good, and 25% say excellent. As a result, in general stakeholders accept and welcome the book Learning to Read well because it can much help teachers in conducting teaching reading in kindergartens

Key words: model, teaching and learning, reading, Around Object Labeling, Kindergarten