PEMBELAJARAN FISIKA TERSTRUKTUR MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI DITINJAU DARI GAYA BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERFIKIR ABSTRAK SISWA

H. Waldiyono, S830908204, 2009. “Pembelajaran Fisika Terstruktur Melalui Metode Eksperimen Dan Demonstrasi Ditinjau Dari Gaya Belajar Dan Berfikir Abstrak Siswa”: pada Konsep Listrik Dinamis kelas X SMA Negeri 1 Rowokele Semester Genap, Tahun Pelajaran 2008/2009. Tesis, Program Pasacasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.


Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Eksperimen dan Demonstrasi terhadap prestasi belajar fisika pada materi listrik dinamis, 2). Untuk mengetahui pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar fisika pada materi listrik dinamis, 3). Untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir abstrak siswa terhadap prestasi belajar fisika pada materi listrik dinamis, 4). Untuk mengetahui interaksi antara metode pembelajaran dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar fisika pada materi listrik dinamik, 5). Untuk mengetahui interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar fisika pada materi listrik dinamis, 6). Untuk mengetahui interaksi antara gaya belajar dan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar fisika pada materi listrik dinamis, dan 7). Untuk mengetahui interaksi antara metode pembelajaran, gaya belajar, dan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar fisika pada materi listrik dinamis.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan bulan April – Juni 2009. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial 2 x 2 x 2. Faktor pertama adalah pembelajaran dengan metode eksperimen dan demonstrasi. Faktor kedua adalah adalah gaya belajar, yang dibagi menjadi gaya belajar visual dan gaya belajar kinestetik, dan faktor ketiga adalah kemampuan berpikir abstrak, yang dibagi menjadi kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendah.
Hasil analisis penelitian adalah: 1). Tidak ada pengaruh penggunaan metode eksperimen dan demonstrasi terhadap prestasi belajar fisika pada materi listrik dinamis, tidak ditolak sebab p-value = 0,140 > 0,050; 2). Tidak ada pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar fisika pada materi listrik dinamis ditolak sebab p-value = 0,579 > 0,050; 3). Tidak ada pengaruh kemampuan berpikir abstrak siswa terhadap prestasi belajar fisika pada materi listrik dinamis ditolak sebab p-value = 0,004 < 0,050; 4). Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar fisika pada materi listrik dinamis tidak ditolak sebab p-value = 0,878 > 0,050; 5). Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar fisika pada materi listrik dinamis tidak ditolak sebab p-value = 0,265 > 0.050; 6). Tidak ada interaksi antara gaya belajar dan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar fisika pada materi listrik dinamis ditolak sebab p-value = 0,007 < 0,050; dan 7). Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran, gaya belajar, dan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar fisika pada materi listrik dinamis tidak ditolak sebab p-value = 0,715 > 0,050.
Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: 1). Ada pengaruh perbedaan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar fisika pada materi listrik