WACANA KARTUN DALAM MAJALAH BERBAHASA JAWA (SUATU KAJIAN SOSIOPRAGMATIK)

ABSTRAK

KENFITRIA DIAH WIJAYANTI, NIM: S110809009, 2011. WACANA KARTUN DALAM MAJALAH BERBAHASA JAWA (SUATU KAJIAN SOSIOPRAGMATIK). Komisi Pembimbing I: Prof. Dr. H. D. Edi Subroto. Pembimbing II: Prof. Dr. H. Sumarlam, M.S. Tesis: Program Studi Linguistik Deskriptif, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Penelitian ini memfokuskan permasalahan pada wacana kartun dalam majalah berbahasa Jawa (Suatu Kajian Sosiopragmatik). Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk: (1) mendeskripsikan jenis TT, TT yang dominan, dan penanda lingual (2) mendeskripsikan maksud implikatur dan daya pragmatik, (3) menjelaskan bentuk penyimpangan prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan, (4) menjelaskan wujud aspek kebahasaan, (5) mendeskripsikan fungsi kartun. Pendekatan sosiopragmatik digunakan untuk menjawab kelima tujuan tersebut.
Teori yang dipergunakan antara lain: (1) wacana kartun, (2) konsep pragmatik, (3) konsep sosiopragmatik, (4) konteks, (5) tindak tutur dalam wacana kartun, (6) interpretasi pragmatik, (7) prinsip kerja sama, dan (8) prinsip kesantunan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berasal dari majalah berbahasa Jawa edisi Juni tahun 2009 hingga edisi Juni tahun 2010 yang terdapat wacana kartun. Majalah tersebut yaitu majalah Panjebar Semangat, Jaya Baya, dan Jaka Lodhang. Penelitian ini menggunakan jenis data tulis sebagai data utama yang di dalamnya terdapat tindak tutur. Populasi penelitian mencakup semua wacana kartun verbal yang bertipe non-monolog atau (non-dialog), monolog, dan dialog yang terdapat dalam majalah berbahasa Jawa tahun 2009 hingga 2010. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Penyediaan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak. Teknik dasarnya adalah teknik sadap, sedangkan teknik lanjutanya adalah teknik catat. Analisis data dengan menggunakan metode padan.
Setelah dilakukan analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal: (1) Terdapat 7 macam TT yaitu: asertif, performatif, verdiktif , ekspresif, direktif, komisif, dan fatis. Jenis TT yang dominan adalah TT asertif, Selain itu, penutur juga menggunakan penanda lingual untuk memperjelas maksud sebuah TT. (2) Maksud implikatur dipahami melalui hal-hal yang mendasari tersampainya tujuan tuturan, sedangkan daya pragmatik berorientasi pada tujuan tuturan itu disampaikan. (3) Bentuk penyimpangan prinsip kerja sama, antara lain: maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan. Sementara itu, bentuk penyimpangan prinsip kesantunan antara lain: maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan maksim kesimpatisan. (4) Unsur-unsur kebahasaan yang digunakan, yakni: (a) aspek bunyi bahasa, (b) aspek bentuk kata, (c) aspek bentuk frasa, (d) aspek bentuk kalimat, dan (e) aspek bentuk wacana. (5) Fungsi kartun yakni sebagai sarana untuk menyampaikan (a) hiburan atau entertainment, (b) kritik sosial, (c) nasehat yang mengandung unsur pedagogis atau pendidikan, dan (d) saran kepada para pembacanya.

Kata Kunci: Sosiopragmatik, Wacana Kartun Berbahasa Jawa, Tindak Tutur, Implikatur, Daya Pragmatik, Prinsip Kerja Sama, Prinsip Kesantunan.

ABSTRACT

KENFITRIA DIAH WIJAYANTI, S110809009, 2011. CARTOON DISCOURSE IN JAVANESE MAGAZINES (A SOCIOPRAGMATICS STUDY). The first commission of supervision: Prof. Dr. H. D. Edi Subroto. The second supervision is Prof. Dr. H. Sumarlam, M.S. Thesis: The Graduate Program in Descriptive Linguistics, Sebelas Maret University, Surakarta 2011.

The focus of this study is the cartoon discourse in Javanese magazines. Its objectives are: (1) to describe the types of speech act, the dominant types of speech act, and the linguistic markers of cartoon discourse in Javanese magazines; (2) to describe the implicature and pragmatic force of the cartoon discourse; (3) to explain the forms of predisposition of cooperative principle and politeness principles; (4) to explain the realization of linguistic aspects; and (5) to explain the functions of the cartoon discourse. The five objectives are dealt with a socio-pragmatic approach.
The theories used in this study were those of: (1) cartoon discourse; (2) pragmatic concepts; (3) socio-pragmatic concepts; (4) context; (5) speech act in cartoon discourse; (6) pragmatic interpretation; (7) cooperative principle; (8) and politeness principle. This research used a descriptive qualitative method. The data of the research were taken from the Javanese magazines which had carton discourse, which was issued from June 2009 to June 2010. The magazines were Panjebar Semangat, Jaya Baya, and Jaka Lodhang. The research used written data as its primary data in which there were speech acts. The population of the research was all of verbal cartoon discourses with the non-monologue (non-dialogue), monologue, and dialogue types. The samples of the data were taken by using a purposive sampling method. The data were gathered by using a dictation and typing up method. The data were then analyzed by using an equivalent method.
The results of the research are as follows: (1) here are seven types of speech act, namely: assertive, performative, verdictive, expressive, directive, commissive, and phatic. In addition, the writers also use linguistic markers to make clear the purpose of a speech act. (2) The purpose of the implicature is understood through things underlying the realization of speech purpose, and the pragmatic force is oriented to the realization of speech purpose. (3) The types of predisposition of cooperative principles are as follows: maxim of quantity, maxim of quality, maxim of relation, maxim of manner. The types of predisposition of politeness maxim are as follows: maxim of wisdom, maxim of generosity, maxim of approbation, maxim of modesty, maxim of agreement, and maxim of sympathy. (4) The language aspects used are as follows: (a) sound, (b) word form, (c) phrasal form, (d) sentence form, (e) and discourse form. (5) The cartoon functions as a media to deliver: (a) entertainment, (b) social criticism, (c) educative or pedagogical advice, and (d) recommendation to readers.

Key Word: Sosiopragmatics, Javanese Cartoon Discourse, Speech Act, Implicature, Pragmatic Force, Cooperative Principle, Politeness Principles