Pembelajaran CTL melalui Metode Inkuiri dan POE dalam Belajar Fisika dengan Memperhatikan Kemampuan Berpikir Abstrak dan Kreativitas Siswa

Siswoyo, S 830908141, 2009. “Pembelajaran CTL melalui Metode Inkuiri dan POE dalam Belajar Fisika dengan Memperhatikan Kemampuan Berpikir Abstrak dan Kreativitas Siswa”. (Studi Kasus Pembelajaran Fisika Pada Topik Kesetimbangan Benda Kelas XI IA Semester 2 SMA Negeri 2 Ponorogo Tahun Pelajaran 2008/2009). Tesis : Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kata Kunci : CTL, Inkuiri, POE, Berpikir Abstrak dan Kreativitas


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) perbedaan pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing dan POE terhadap prestasi belajar siswa. (2) perbedaan kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa. (3) perbedaan kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa. (4) interaksi antara metode pembelajaran kontekstual (inkuiri terbimbing dan POE) dan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar fisika. (5) interaksi antara metode pembelajaran kontekstual (inkuiri terbimbing dan POE) dan kreativitas terhadap prestasi belajar fisika. (6) interaksi antara kemampuan berpikir abstrak dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar fisika. (7) interaksi antara metode pembelajaran kontekstual (inkuiri terbimbing dan POE) dengan kemampuan berpikir abstrak dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar fisika.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas XI Ilmu Alam tahun pelajaran 2008/2009 yang terdiri atas 4 kelas dengan sampel dua kelas yang diambil secara acak. Kelas pertama diajar menggunakan pendekatan CTL melalui metode Inkuiri Terbimbing , sedangkan kelas kedua menggunakan Metode POE(Prediction, Observation and Explanation). Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes, observasi, dokumentasi dan analisis data menggunakan teknik ANAVA tiga jalan dengan jumlah sel 2×2x2 dilanjutkan uji Scheffe.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa : (1) FA hitung =4,3269 > Ftabel = 3,9800,berarti terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran dengan metode inquiri terbimbing dan POE pada materi kesetimbangan benda tegar. Metode pembelajaran inkuiri terbimbing mempunyai pengaruh lebih signifikan dari metode POE terhadap prestasi belajar siswa. (2) FB hitung = 39,4098 > Ftabel = 3,9800, berarti terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendah pada materi kesetimbangan benda tegar. Siswa yang mempunyai kemampuan berpikr abstrak tinggi berpengaruh lebih signifikan daripada siswa yang memiliki kemampuan berpikir abstrak rendah terhadap prestasi belajar siswa.(3) FC hitung = 4,5064 > F table = 3,9800, berarti terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mempunyai kreativitas tinggi dan rendah pada materi kesetimbangan benda tegar. Siswa yang mempunyai kreativitas tinggi berpengaruh lebih signifikan daripada siswa yang memiliki kreativitas rendah terhadap prestasi belajar siswa. (4) FAB hitung = 0,0241 < F table= 3,9800, berarti tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran kontekstual (inquiri terbimbing dan POE) dan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar fisika materi kesetimbangan benda tegar. (5) FAC hitung = 0,0990 < F table= 3,9800, berarti tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran kontekstual (inquiri terbimbing dan POE) dan kreativitas terhadap prestasi belajar fisika materi kesetimbangan benda tegar. (6) FBC hitung = 0,0126 < F table= 3,9800, berarti tidak terdapat interaksi antara kemampuan berpikir abstrak dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar fisika materi kesetimbangan benda tegar. (7) FABC hitung = 12270,84 > F table= 3,9800, berarti terdapat interaksi antara metode pembelajaran kontekstual (inquiri terbimbing dan POE) dengan kemampuan berpikir abstrak dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar fisika materi kesetimbangan benda tegar. Pada kelompok siswa yang diberi metode inkuiri terbimbing, siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak dan kreativitas tinggi lebih berprestasi dari pada yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah dan kreativitas tinggi maupun rendah. Sedang siswa yang diberi metode POE, yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak dan kreativitas tinggi lebih berprestasi dari pada yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak rendah dan kreativitas rendah. Jadi secara umum siswa yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak dan kreativitas tinggi lebih berprestasi dari pada yang mempunyai kemampuan berpikir abstrak dan kreativitas rendah , baik diberi metode inkuiri terbimbing maupun POE.