STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI SUMATERA UTARA (Studi Kasus Pemilihan Walikota Tebing Tinggi 2010)

ABSTRAK

Hendra Kurnia Pulungan. S220908007. Strategi Komunikasi Politik Dalam Pemilihan Kepala Daerah Di Sumatera Utara (Studi Kasus Pemilihan Walikota Tebing Tinggi 2010) Pembimbing I: Dra. Prahastiwi Utari, M.Si, Ph.D. Pembimbing II: Drs. Hamid Arifin, M.Si. Tesis, Program Studi: Ilmu Komunikasi. Minat: Riset dan Pengembangan Teori Komunikasi. Program Pasca Sarjana. Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2011.

Sejak diubahnya ketentuan UU No 32 Tahun 2004 dan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 yang menyatakan bahwa peserta pemilukada juga dapat berasal dari pasangan calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang. Kenyataan ini mengindikasikan bahwa telah terjadi kebebasan politik di berbagai kalangan masyarakat. Suasana demokrasi lokal lebih terlihat jelas dalam pentas pemilihan kepala daerah. Dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah secara langsung, menjadikan calon kepala daerah sebagai objek yang dikejar dan masyarakat menjadi sebuah subjek yang dikedepankan.
Penelitian ini akan menganalisis tentang strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh pasangan calon H. Amril Harahap dan H. Irwandy, M.Pd dalam memperoleh dukungan suara pada pemilihan walikota di kota Tebing Tinggi Sumatera Utara. Dalam penelitian ini dikemukakan penggunaan komunikasi politik yang bersifat persuasif dengan pendekatan komunikasi interpersonal untuk meraih perhatian masyarakat. Analisis yang digunakan mencakup: perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan sebagai bentuk strategi komunikasi politik.
Penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan metodologi kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dua cara yaitu wawancara (interview) dan observasi. Sementara validasi data yang yang digunakan adalah trianggulasi sumber yang artinya mengumpulkan data sejenis dari beberapa sumber data yang berbeda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan strategi komunikasi politik pasanga H. Amril dan H. Irwandy tidak berdampak signifikan terhadap hasil perolehan suara pada pemilukada 2010. Pelaksanaan strategi pemenangan tentu tidak bisa terlepas dari dukungan SDM yang loyal dan professional, serta dukungan pendanaan yang cukup untuk melakukan sosialisasi dan kampanye politik Banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil suara yang diperoleh pasangan ini antara lain kurangnya pemahaman kandidat dan tim terhadap konsep strategi komunikasi politik, sehingga organisasi politik yang telah dibangun tidak terkordinasi dengan baik.

Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Komunikasi Politik, Strategi Komunikasi

ABSTRACT

Hendra Kurnia Pulungan. S220908007. POLTICAL COMMUNICATION STRATEGY OF THE HEAD DISTRICT ELECTION IN THE PROVINCE OF NORTH SUMATERA (a case study in the 2010 mayoral election of Tebing Tinggi). Advisor I: Dra. Prahastiwi Utari, M.Si, Ph.D. Advisor II: Drs. Hamid Arifin, M.Si. Thesis, Communication Department majoring in Research and Development of Communication Theories. Postgraduate Program of Sebelas Maret University, 2011.

The change of the provision in the 2004 constitution Number 32 and the effective of the 2008 constitution number 12 in which assert that the contestants of the Head District and Mayoral election (PEMILUKADA -Walikota) can also come from personal supported by a number of people. This fact indicates that the freedom of politics happen in the numerious members of society. The situation of democracy in the local level is obviously seen clearly in the contest of the head district and mayoral election. In the event of such election, either the head district or the mayor have been as an object to be run after. Whereas society is put as a primary subject.

This research will analyse political communication strategy of the contestants: H. Amril Harahap and H. Irwandi, MPd in the ways of gaining voters supports for the mayoral election in Tebing Tinggi the province of Sumatera Utara. This research found that the persuasive political communication with the interpersonal communication approach is adopted to attract the people interest. The analyses encompasses the matters: planning, organisation, and acting as a form of political communication strategy.

This research is a case study which employs qualtitative methodology. The research data are collected through observation and interviews. In this respect, the source of trianggulation is used to validate the data as a way of collecting the similar data from various and different sources of the data.

The result of the research shows that the roles of political communication of the contestants H. Amril Harahap and H. Irwandi, MPd insignificantly effect on gaining the high votes in the 2010 mayoral election. This is because the lack of financial support and the loyality and propfesionality of human resources of the contestant teams in the ways of promoting the programs and political campaign. Many factors which influence the result of the votes of the contestants are low, among other are the lack of knowledge of the candidates and their teams as well about the concepts of political communication strategy, several political organisations which have been established are not coordinated well.

Keywords: interpersonal communication, political communication, communication strategy