Pelaksanaan metode apresiasi dan proses kreasi dalam pembelajaran pendidikan seni rupa di sekolah menengah atas (SMA) Negeri 1 wonogiri kabupaten wonogiri

Yudhi Atmoko. S. 810108046. Pelaksanaan metode apresiasi dan proses kreasi dalam pembelajaran pendidikan seni rupa di sekolah menengah atas (SMA) Negeri 1 wonogiri kabupaten wonogiri. Tesis Program Studi Teknologi Pendidikan, Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta 2009.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui tentang perencanaan pembelajaran Pendidikan Seni Rupa di SMA N 1 Wonogiri, (2) Mengetahui gambaran tentang pelaksanaan metode apresiasi dan proses kreasi dalam pembelajaran Pendidikan Seni Rupa di SMA N 1 Wonogiri, (3) Mengetahui cara guru Pendidikan Seni Rupa melaksanakan evaluasi, (4) Mengetahui produk atau kualitas hasil karya siswa di SMA N 1 Wonogiri. Teori-teori pendidikan, evaluasi pembelajaran dan penelitian di SMA digunakan untuk menjawab tujuan tersebut.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat menggambarkan peristiwa dalam bentuk lisan maupun tulis dan perilaku manusia di suatu tempat.

Lokasi penelitian adalah di SMA N 1 Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, waktu yang digunakan secara keseluruhan untuk pelaksanaan penelitian di mulai pada bulan Februari 2009 sampai dengan bulan Juli 2009. Pengumpulan data di lakukan dengan berbagai metode yaitu observasi, wawancara, angket dan studi dokumentasi. Informan–informan adalah Kepala Sekolah, Guru Pendidikan Seni Rupa SMA N, Peserta didik. Obyek penelitian berupa data–data dan tindakan guru dan peserta didik yang berlangsung di dalam kelas. Penelitian ini ditempuh langkah membangun konsep kerangka kerja merumuskan pertanyaan penelitian, menentukan sampel dan menyusun instrument.

Setelah dilakukan analisis diperoleh kesimpulan bahwa (1) Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran Seni Rupa (lukis) yang disusun oleh guru telah sesuai dengan aturan KTSP (2) Metode Pembelajaran Seni Rupa (lukis) yang dilakukan oleh guru bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin di capai dan yang paling sesuai atau cocok adalah dengan metode apresiasi dan proses kreasi (Demonstrasi dan eksperimen) (3) Evaluasi yang mengacu pada ranah psikomotor dan dengan kritik holistik serta mnggunakan kriteria tema pokok, bentuk, isi atau makna dan kreativitas, penilaian afektif dilakukan melalui pengamatan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Penilaian dalam pendidikan Seni Rupa yang menekankan ranah psikomotor berupa angka dan afektif dengan menggunakan huruf, dengan menggunakan pendekatan penilaian Acuan Norma (PAN) (4) Produk atau kualitas hasil karya Seni Rupa siswa berbentuk dua dimensi (dwi matra) yaitu karya lukisan yang lebih berkualitas.