Tindak Tutur Kesantunan Bentuk Imperatif di Situs Jejaring Sosial Facebook ( Kajian Pragmatik: Studi Kasus di SMA Negeri 1 Purworejo)

ABSTRAK

Sunardi. S841008039. 2012. Tindak Tutur Kesantunan Bentuk Imperatif di Situs Jejaring Sosial Facebook ( Kajian Pragmatik: Studi Kasus di SMA Negeri 1 Purworejo). Komisi Pembimbing Pertama Prof. Dr. Herman J. Waluyo,M.Pd, Pembimbing Kedua Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum. Tesis: Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Tujuan penelitian meliputi dua hal: (1) menemukan dan mendeskripsikan bentuk tindak tutur kesantunan imperatif di situs jejaring sosial facebook siswa SMA Negeri 1 Purworejo, (2) menemukan dan mendeskripsikan modus-modus tindak tutur kesantunan imperatif di situs jejaring sosial facebook siswa SMA Negeri 1 Purworejo.
Jenis penelitian adalah kualitatif. Bentuk penelitian adalah deskriptif. Pendekatan penelitian yang dipakai adalah pendekatan pragmatik, yaitu mempelajari modus-modus yang ditempuh penutur dalam mengomunikasikan maksud pertuturannya. Sumber data berupa data tertulis, yakni update status di dinding facebook. Sumber data penelitian ini dari situs utama facebook.com dan situs lainnya yang relevan seperti search engine google dan yahoo. Populasi penelitian mencakup seluruh tuturan pada dinding facebook siswa SMA Negeri 1 Purworejo. Teknik pengambilan sampel memakai purposive sampling. Metode pengumpulan data memakai metode observasi, catat, dan wawancara dengan informan yang diikuti secara berurutan teknik-teknik dasar berupa teknik sadap, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Metode analisis yang dipakai adalah metode kontekstual, yakni analisis yang mendasarkan, memperhitungkan, dan mengaitkan bahasa dengan identitas-identitas konteks penggunaannya. Validitas data memakai teori trianggulasi.
Simpulan penelitian ini mencakup dua hal. Pertama, tindak tutur kesantunan bentuk imperatif di situs jejaring sosial facebook terdiri atas bentuk tindak tutur kesantunan imperatif yang mengandung maksud (a) pemberian motivasi,(b)permintaan, (c) maksud protes, (d) mengharapkan, (e) pemberitahuan, (f) imbauan, (g) ajakan, (h) keresahan,(i) larangan, (j) peringatan, (k) ucapan selamat, (l) mengeluh, (m) sindiran, dan (n) perintah. Kedua, modus yang digunakan dalam tindak tutur kesantunan bentuk imperatif di situs jejaring sosial facebook menggunakan modus langsung berupa kalimat imperatif dan modus tidak langsung dengan menggunakan kalimat deklaratif dan interogatif. Modus tidak langsung sangat dominan ditemukan dalam penelitian ini. Ditemukan juga penggunaan strategi kesantunan positif dan kesantunan negatif. Strategi kesantunan positif yang digunakan antara lain, memberikan perhatian atau simpati, meminta persetujuan, humor, dan bersikap optimis, sedangkan strategi kesantunan negatif yang digunakan yaitu bersikap pesimis, meminimalkan tekanan, membuat pertanyaan berpagar, dan meminta maaf.

Kata kunci: tindak tutur, bentuk kesantunan imperatif, situs jejaring sosial facebook

ABSTRACT

Sunardi. S841008039. 2012. Imperative Politeness Speech Act in Facebook Social Networking ( A Pragmatic Study: The Case Study of SMA Negeri 1 Purworejo). First Advisors Prof. Dr. Herman J. Waluyo, M.Pd, Second Mentors Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum. Thesis : Indonesian Language Education Program of Postgraduate Program of Sebelas Maret Surakarta University.

The research objectives are (1) to find out and describe the forms of imperative politeness speech act in facebook social networking of SMA Negeri 1 Purworejo students, (2) to find out and describe the moods of it.
The research is a qualitative research in the form of descriptive one. The research approach used is pragmatic approach, that is learning the moods created by the speaker to communicate the aim of his/her speech. The data collected is written data from the students ‘update status’ on their facebook walls. The research resources are mainly facebook.com and other relevant resources such as search engine google and yahoo. The research population covers all speeches on the students facebook walls. The sampling technique used is purposive sampling. The methods of collecting data are observation, note taking, and interview with some informants followed with well organized basic techniques such as tapping/technique, the technique of “ simak bebas libat cakap” ( free listening while involving conversation), and note taking technique. The method of analysis used is contextual method, that is the analysis which deals with basic thing, estimates and relates the language and the contex identities of using it. The data validity is theory of triangulation.
There are two conclusions in this thesis. The first is that the imperative politeness speech act in facebook social networking consists of motivating, requesting, protesting, expecting, informing, appealing, asking someone, worrying, baning, warning, congratulating, complainning, satiring, and ordering forms. The second conclusion is that the moods of imperative politeness speech act in facebook social networking use direct mood using imperative sentences and indirect mood using affirmative and interrogative sentences. Indirect mood is dominantly found in this research. Besides, there are moods using positive and negative potiness strategies. The positive politeness strategies used are giving attention, symphaty, asking agreement, humor, and optimist attitude. The negative politeness strategies used are pesimist, pressing minimalizing, hedging question, and apologizing.

Keyword : speech act, imperative politeness, facebook social networking