Hubungan Karakteristik Kader, Sikap, Motivasi (Revitalisasi Posyandu) dengan Keaktifan Kader di Kecamtan Tangen, Kabupaten Sragen

ABSTRAK

Umaningsih ,S541008034, 2012. Hubungan Karakteristik Kader, Sikap, Motivasi (Revitalisasi Posyandu) dengan Keaktifan Kader di Kecamtan Tangen, Kabupaten Sragen. Pembimbing I : Prof. Dr. Didik Tamtomo, dr., M.Kes., MM., PAK. Pembimbing II : dr. Bambang Sukilarso, MS. Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta,.

Latar belakang : Posyandu merupakan perpanjangan tangan Puskesmas yang memberikan pelayanan dan pemantauan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu dan merupakan pelayanan kesehatan masyarakat yang paling dekat dengan masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi pelayanan imunisasi, pendidikan gizi masyarakat serta pelayanan kesehatan ibu dan anak. Tenaga utama pelaksana posyandu adalah kader posyandu yang kualitasnya sangat menentukan dalam usaha meningkatkan kualitas pelayanan yang dilaksanakan
Tujuan Penelitian : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik kader, sikap, motivasi (revitalisasi posyandu) dengan keaktifan kader di Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan observasi analitik dengan pendekatan Cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik kader, sikap, motivasi (revitalisasi posyandu) dengan keaktifan kader. Populasi adalah seluruh kader posyandu di Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen yaitu 263 kader dan sampel yang digunakan adalah 57 kader teknik pengambilan sampel dengan Cluster random sampling dimana di Kecamatan Tangen terdapat 52 posyandu. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda
Hasil penelitian : menunjukkan karakteristik kader yang terdiri dari umur (p= 0,884) pendidikan (p = 0,693) status perkawinan (p = 0,200) pekerjaan (p = 0,214) tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan keaktifan kader pada pelaksanaan posyandu di Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen. Hasil uji regresi berganda terlihat bahwa motivasi yang mempunyai hubungan yang sangat dominan dengan keaktifan kader pada pelaksanaan kegiatan posyandu , dimana motivasi (p = 0,000) dan sikap (p = 0,000)
Kesimpulan : persentase kader yang mempunyai tingkat keaktifan, sebanyak 63,2 % responden yang aktif dalam pelaksanaan posyandu dan 36,8% responden yang tidak aktif dalam kegiatan posyandu. Disarankan agar Pemerintah, Dinas Kesehatan, Puskesmas dan pihak terkait memberikan dukungan dan motivasi agar kedepan kinerja kader dapat lebih optimal.

Kata kunci : karakteristik kader, sikap, motivasi, keaktifan kader

ABSTRACT

Umaningsih, S541008034, 2012. The characteristics of relations Kader, Attitude, Motivation (Revitalization IHC) with the active cadres in Kecamtan Tangen, Sragen.Mentors I: Prof. Dr. Educate Tamtomo, dr., M. Kes., MM., PAK. Mentors II: dr. Bambang Sukilarso, MS. Eleven University Graduate Program in March Surakarta.

Background: IHC is an extension of the Community Health Center which provides services and monitoring are implemented in an integrated health and community health services which are closest to the community. These activities include immunization services, nutrition education and maternal and child health services. The main power executor posyandu posyandu cadres whose quality is very crucial in the quest to improve the quality of services performed
Research Objectives: The purpose of this study was to determine the relationship cadre characteristics, attitudes, motivation (Posyandu revitalization) with active cadre in the district Tangen,Sragen.
Research Methods: This study is an observational cross sectional analytic approach that aims to determine the relationship cadre characteristics, attitudes, motivation (Posyandu revitalization) with the active cadre. Population is a whole cadre posyandu in District Tangen, namely Sragen 263 cadres and the samples used were 57 cadres of the sampling technique with random cluster sampling in the District where there are 52 posyandu Tangen. Analysis of data using multiple linear regression test
The results: it shows the characteristics of volunteers consisting of age (p = 0.884) education (p = 0.693) marital status (p = 0.200) work (p = 0.214) had no significant relationship with the activeness of cadres on implementing posyandu in District Tangen, District Sragen. The test results of multiple regression shows that motivation has a very dominant relationship with the activeness of cadres in the implementation of activities posyandu, where the motivation (p = 0.000) and attitude (p=0.000)
Conclusions: The percentage of cadres who have the level of activity, as much as 63.2% of respondents are active in the implementation of Posyandu and 36.8% of respondents who are not active in posyandu. It is recommended that the Government, Public Health Service, Health Centers and other interested parties to provide support and motivation to the next cadre of performance can be optimized.

Key words: characteristic cadres, attitudes, motivation, active cadre