MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN JIGSAW (Penelitian Tindakan Kelas di SMK Wijaya Kusuma Surakarta Th. 2011/2012)

Sri Rahayu, S891008083, 2011, IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING COMPETENCE USING JIGSAW (a Classroom Action Research in the Second Grade Students of SMK Wijaya Kusuma Surakarta in 2011/2012 Academic Year), Advisor I: Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd. Advisor II: Drs. Gunarso Susilohadi, M.Ed.TESOL, Thesis, English Education of Graduate Program, Sebelas Maret University

The aims of this research are: (1) to know whether the use of Jigsaw in teaching English improve the students’ speaking competence in learning English and (2) to know the extent of jigsaw teaching technique in teaching English speaking can make the improvement of motivation to the learning process and the students’ speaking competence.
The research was carried out in 2011/2012 academic year in the eleventh grade class of SMK Wijaya KusumaSurakarta. This study was conducted in two cycles: the first cycle consisted of four meetings and so did the second cycle. The staged procedures of the research consisted of planning, acting, observing, and reflecting. The data were collected through questionnaire, interview, classroom observation, test, and field notes. The observation was done during the teaching learning in process. Interview was given to the students before and after the implementation of Jigsaw. The tests were in the form of pre-test and post-test. The questionnaire was given at the end of the implementation.
The result of the research showed that the use of jigsaw improved the students’ English speaking competence and the students’ motivation in the learning. It could be seen from the students’ motivation and interest increased. Their main obstacles as like shy nervous, afraid to make mistakes, and even inferior significantly decreased. Besides, from the collected data, the students had better progress from cycle one to next cycle. For instance, the mean of pre-test was 63, 43, while the mean of cycle one was 67, 90 and cycle two was 73, 46. Based on the result of the study, it can be concluded that the use of jigsaw technique really improve the students’ achievement in learning English especially in speaking competence.
Related to the research finding above, the researcher wanted to propose some suggestions for the English teachers in the vocational school especially at SMK Wijaya Kusuma Surakarta as follows: (1) Recognize the most appropriate teaching technique before conducting the teaching learning process in the class, (2) Create the most appropriate approach to make the students not to be shy, nervous, and afraid to make mistakes, or even feel inferior to communicate with others in English, and (3) Create an interesting and enjoyable atmosphere during the class activity to make the students feel bravery and easier to express their own English orally.

Key words: Speaking Competence, Jigsaw, Motivation
ABSTRACT

Sri Rahayu, S891008083, 2011, MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN JIGSAW (Penelitian Tindakan Kelas di SMK Wijaya Kusuma Surakarta Th. 2011/2012), Pembimbing I: Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd. Pembimbing II: Drs. Gunarso Susilohadi, M.Ed.TESOL, Thesis, Pendidikan Bahasa Inggris, Pasca Sarjana, Universitas Sebelas Maret

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui apakah jigsaw dalam pengajaran bahasa Inggris dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa, dan (2) Mengetahui seberapa jauh jigsaw dalam pengajaran berbicara bahasa Inggris dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
Penelitian ini diadakan di tingkat dua/kelas XI SMK Wijaya Kusuma Surakarta. Penelitian tindakan ini diadakan dalam dua siklus: siklus satu terdiri dari empat pertemuan begitu juga pada siklus dua. Langkah-langkah prosedur penelitian ini terdiri dari: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan merefleksi. Data diambil melalui quesioner, interview, pengamatan kelas, test, dan catatan di lapangan. Pengamatan dilakukan selama proses pembelajaran. Interview dilakukan pada siswa sebelum dan setelah pelaksanaan jigsaw. Test diberikan dalam bentuk pre-test dan post-test. Quesioner diberikan pada akhir penerapan jigsaw.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan jigsaw meningkatkan kemampuan berbicara siswa dan motivasi belajar siswa. Kesulitan utama seperti malu, grogi, takut membuat kesalahan dan bahkan merasa tidak bagus benar-benar berkurang. Disamping itu dari pengumpulan data, siswa mengalami kenaikan dari siklus satu ke siklus berikutnya. Misalnya rata-rata pada pre-test 63, 43, sementara rata-rata pada siklus satu 67, 90 dan pada siklus dua menjadi 73, 46. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan jigsaw sungguh dapat meningkatkan prestasi pembelajaran berbicara bahasa Inggris siswa.
Seiring dengan penemuan penelitian tersebut diatas, peneliti ingin menawarkan beberapa saran kepada guru-guru bahasa Inggris kususnya guru bahasa Inggris di SMK Wijaya Kusuma Surakarta sebagai berikut: (1) Mengenali tehnik pengajaran yang paling sesuai sebelum melaksanakan proses pembelajaran di kelas, (2) Menciptakan pendekatan yang paling sesuai agar siswa tidak malu, grogi, takut salah, dan bahkan merasa tidak bagus untuk bekominikasi dengan yang lainnya dengan bahasa Inggris, dan (3) Menciptakan situasi yang menarik dan nyaman selama aktifitas di kelas sehingga dapat membuat siswa merasa berani dan merasa lebih mudah untuk mengungkapkan kata-kata mereka sendiri dalam bahasa Inggris secara lisan.

Kata kunci: kemampuan berbicara, Jigsaw, Motivasi