Efektifitas Metode Student Teams-Achievement Divisions (STAD) Dalam Pengajaran Kosakata ditinjau dari Minat Belajar Bahasa Inggris Siswa (Penelitian Eksperimen pada Semester Pertama Mahasiswa STAIN Samarinda Tahun Pelajaran 2011/2012)

ABSTRAK

Sunarti, S891008088. Efektifitas Metode Student Teams-Achievement Divisions (STAD) Dalam Pengajaran Kosakata ditinjau dari Minat Belajar Bahasa Inggris Siswa (Penelitian Eksperimen pada Semester Pertama Mahasiswa STAIN Samarinda Tahun Pelajaran 2011/2012). Pembimbing I: Dr.Ngadiso,M.Pd; Pembimbing II: Dr.Abdul Asib,M.Pd. Tesis, Surakarta, Program Studi Bahasa Inggris, Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2012.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah metode STAD lebih efektif daripada grammar-translation method dalam pengajaran vocabulary; (2) apakah siswa yang mempunyai tingkat minat belajar tinggi menghasilkan prestasi kosakata yang lebih baik daripada siswa yang memiliki tingkat minat belajar rendah; dan (3) apakah ada interaksi antara metode pembelajaran dan tingkat minat belajar siswa dalam pengajaran kosakata.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Peskam STAIN Samarinda pada tahun pelajaran 2011/2012. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester pertama Peskam STAIN Samarinda tahun pelajaran 2011/2012. Sampel terdiri dari dua kelas. Dalam pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Setiap kelas dibagi ke dalam dua kelompok (siswa yang memiliki minat belajar tinggi dan siswa yang memiliki minat belajar rendah). Kemudian tehnik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket dan tes kosakata. Kedua instrument diuji coba untuk mengetahui validitas dan reliabilitas butir soal. Data di analisa dengan menggunakan Analisis Variansi Dua jalan dengan Sel Sama, desain faktorial 2 x 2 dan dengan menggunakan Uji Tukey.
Berdasar hasil analisis terdapat beberapa temuan yg diperoleh: (1) metode pengajaran STAD berbeda secara signifikan dari metode GTM pada pengajaran kosakata karena Fo lebih tinggi daripada Ft dan qo antara kolom (C1 dan C2) lebih tinggi daripada qt, metode STAD lebih efektif daripada GTM pada pengajaran kosakata karena nilai dari C1 lebih tinggi daripada C2; (2) Penguasaan kosakata siswa yang mempunyai tingkat minat belajar tinggi berbeda signifikan dengan siswa yang memiliki tingkat minat belajar rendah karena Fo lebih tinggi daripada Ft dan qo antara baris (R1 dan R2) lebih tinggi daripada qt dan siswa yang memiliki minat belajar tinggi memiliki penguasaan kosakata yang lebih baik daripada siswa yang memiliki minat belajar rendah karena nilai mean dari R1 lebih tinggi daripada R2; dan (3) ada interaksi antara metode pembelajaran dan tingkat minat belajar siswa dalam pengajaran kosakata karena Fo is higher than Ft: (a) siswa yang memiliki minat belajar tinggi, metode STAD berbeda signifikan dengan metode GTM pada pengajaran kosakata karena qo antar sel (A1B1 dan A2B1) lebih tinggi daripada qt. Metode STAD lebih efekif daripada metode GTM untuk pengajaran kosakata karena nilai mean A1B1 berbeda signifikan dengan A2B1, dan (b) siswa yang memiliki minat belajar rendah, metode GTM berbeda signifikan dengan metode STAD untuk mengajar kosakata karena qo antar sel (A2B2 dan A1B2) lebih tinggi daripada qt dan metode GTM lebih efektif daripada metode STAD untuk mengajar kosakata karena nilai mean dari A2B2 lebih tinggi daripada A1B2.
Berdasar penemuan penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) metode STAD lebih efektif daripada metode GTM untuk mengajar kosakata; (2) siswa yang memiliki minat belajar tinggi memiliki penguasaan kosakata yang lebih baik daripada siswa yang memiliki minat belajar rendah; (3) ada dampak interaksi antara metode-metode dan minat belajar siswa dalam pengajaran kosakata. STAD cocok untuk siswa yang memiliki minat belajar tinggi dan metode GTM cocok untuk siswa yang memiliki minat belajar rendah. Penting bagi guru untuk memilih metode yang sesuai bagi siswa yang memiliki minat belajar tinggi maupun siswa yang memiliki minat belajar rendah pada pembelajaran bahasa inggris.

ABSTRACT

Sunarti, S891008088. 2010. The Effectiveness of Student Teams-Achievement Divisions (STAD) Method to Teach Vocabulary Viewed from Students’ English Learning Interest (An Experimental Study at the First Semester Students of STAIN Samarinda in the Academic year 2011/2012). First Consultant: Dr. Ngadiso, M.Pd; Second Consultant: Dr. Abdul Asib, M.Pd. A thesis: English Education Department, Graduate School, Sebelas Maret University of Surakarta. 2012.

The main objectives of the research are to find out: (1) whether STAD method is more effective than grammar-translation method to teach vocabulary; (2) whether the students who have high learning interest have better vocabulary mastery than those who have low learning interest; and (3) whether there is an interaction between teaching methods and students’ learning interest.
Kind of this research was experimental research. This research was carried out at Peskam STAIN Samarinda in the academic year of 2011/2012. The population of the research is the first semester of Peskam Students at STAIN Samarinda in the academic year of 2011/2012. The samples were two classes. In taking the sample, cluster random sampling technique was used. Each class was divided into two groups (the students who have high and low learning interest). Then, the techniques which were used to collect the data were questionnaire and vocabulary test. The two instruments were tried out to get valid and reliable items. The data were analyzed by using multifactor analysis of ANOVA 2×2 and Tuckey test.
Based on the results of the analysis, there are some research findings that can be taken: (1) STAD method is significantly different from GTM method to teach vocabulary because Fo is higher than Ft and qo between columns (C1 and C2) is higher than qt, STAD method is more effective than GTM to teach vocabulary because the mean of C1 is higher than C2; (2) the vocabulary mastery of the students who have high learning interest is significantly different from that of those who have low learning interest because Fo is higher than Ft and qo between rows (R1 and R2) is higher than qt and the students who have high learning interest have better vocabulary mastery than those who have low learning interest because the mean of R1 is higher R2; and (3) there is an interaction between teaching methods and learning interest for teaching vocabulary because Fo is higher than Ft: (a) for the students who have high learning interest, STAD method is significantly different from GTM method to teach vocabulary because qo between cells (A1B1 and A2B1) is higher than qt. STAD method is more effective than GTM method to teach Vocabulary because the mean A1B1 is higher than A2B1, and (b) for the students who have low learning interest, GTM method is significantly different from STAD method to teach vocabulary because qo between cells (A2B2 and A1B2) is higher than qt and GTM method is more effective than STAD method to teach vocabulary because the mean of A2B2 is higher than A1B2.
The research finding are: (1) STAD is more effective than GTM for teaching vocabulary; (2) The students having high learning interest have better vocabulary mastery than the students having low learning interest; (3) There is an interaction effect between methods and students’ learning interest for teaching vocabulary. STAD is suitable for students having high learning interest and GTM is suitable for students having low learning interest. It is important for English teacher to select the method which is suitable for students who have high or low learning interest in English lesson.