Meningkatkan Kemampuan Siswa Di dalam Membaca Teks Deskriptif Dengan Menggunakan Literature Circle Technique ( Penelitian Tindak Kelas Pada Siswa Kelas VIII A di SMP Taman Dewasa Kudus Tahun Ajaran of 2010/2012)

ABSTRAK

Khairil Anam S 890809010 Meningkatkan Kemampuan Siswa Di dalam Membaca Teks Deskriptif Dengan Menggunakan Literature Circle Technique ( Penelitian Tindak Kelas Pada Siswa Kelas VIII A di SMP Taman Dewasa Kudus Tahun Ajaran of 2010/2012). Tesis. Surakarta. Pembimbing: 1) Dr. sujoko, M.A., and Drs. H. Tarjana, M.A., 2012.

Tujuan dari Tesis ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan Literature Circle Technique dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII A di SMP Taman Dewasa Kudus di dalam membaca teks deskriptif atau tidak, dan untuk menentukan kelebihan dan kekurangan dari penerapan Literature Circle Technique. Peneletian awal menunjukkan bahwa siswa tidak mempunyai kemampuan membaca yang baik. Mereka kesulitan untuk menentukan the main idea, the word meaning, the detail information, the communicative purpose, dan the text organization.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Taman Dewasa Kudus dari Juli sampai November 2011. Subjek dari penelitian ini adalah siswa SMP Taman Dewasa Kudus kelas VIII A. Penelitian ini merupakan penelitian tindak kelas dimana penulis melakukan beberapa langkah : perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Di dalam penelitian ini, penulis menggunakan dua jenis data, data kuantitaif dan data kualitatif. Untuk mengumpulkan data kuantitatif , penulis melakukan pre-test, post-test pertama, dan Post-test kedua. Pre-test dilaksanakan sebelum penulis melakukan penelitian untuk menentukan kemampuan membaca siswa dan kesulitan mereka di dalam belajar teks deskriptif. Post-test pertama dan kedua dilaksanakan setelah siswa mendapat pembelajaran. Hasil dari tes ini dianalisa dan dibandingkan untuk menentukan nilai tertinggi, nilai terendah, dan nilai rata-rata, dan peningkatan kemampuan membaca yang dicapai siswa. Untuk mengumpulkan data kualitatif, penulis mengaplikasikan beberapa teknik: wawancara, kuisioner, observasi, dan foto. Data kualitatif dianalisa dengan menggunakan Constant Comparative Method (CCM) yang terdiri dari membandingkan peristiwa yang bisa diterapkan untuk setiap kategori, menggabungkan kategori-kategori tersebut, membatasi teori, dan menulis teori.
Hasil dari analisa menunjukkan bahwa: (1) penggunaan Literature Circle Technique dapat meningkatkan kemampuan siswa di dalam membaca teks deskriptif. Peningkatan tersebut dapat dibuktikan dari peningkatan kemampuna membaca siswa di dalam pre-test, post-tes pertama dan post-test kedua. Secara urut dari pre-test ke post-test pertama dan ke post-test kedua, nilai dari word meaning naik dari 45.14 menjadi 53.65 dan naik menjadi 67.71. Nilai dari main idea naik dari 46.66 menjadi 54.58 dan naik menjadi 67.5. Nilai untuk detail information naik dari 52.5 menjadi 60.41 dan naik menjadi 69.3. Nilai communicative purpose naik dari 63.75 menjadi 68.75 dan naik manjadi 72.1. Sedangkan nilai untuk text organization naik dari 63.77 menjadi 71.38 dan naik menjadi 76.2.
Peningkatan kemampuan siswa di dalam membaca teks deskriptif juga dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan di dalam nilai tertinggi, nilai terendah dan nilai rata-rata. Secara urut dari dari pre-test ke post-test pertama dan ke post-test kedua, nilai tertinggi naik dari 75 menjadi 87.5 dan naik menjadi 92.25. Nilai terendah naik dari 32.5 menjadi 40 dan naik menajadi 52.5. Nilai rata-rata naik dari 53.91 menjadi 61.25 dan naik menjadi 70.3.
Selanjutnya, impelmentasi dari Literature Circle Technique dapat meningkatkan proses belajar mengajar di mana guru tidak mendominasi proses tersebut. Siswa mempunyai banyak waktu dan kesemptan untuk belajar di dalam kelompok untuk berdiskusi dan menyelesaikan aktivitas belajar dan tugas-tugas. Suasana belajar sangat baik di mana siswa dapat bekerja sama dan berinteraksi secara aktif dengan anggota kelompok, dengan demikian mereka mampu mengurangi kecemasan dan kebosanan. Suasana belajar sangat kondusif dan konstruktif di mana siswa tidak takut membuat kesalahan untuk mengekspresikan idenya, mereka dapat mengatasi kesulitan belajarnya, dan dapat mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan belajar dalam kelompok maupun individu.
Di sisi lain, implementasi dari Literature Circle Technique memiliki beberapa kekurangan. Guru harus bekerja lebih keras untuk mempersiapkan aktifitas belajar dan tugas-tugas, dan dia mempunyai tugas yang lebih untuk mengontrol dan membantu anggota kelompok menjalankan peran masing-masing dari Literature Cicrcle Technique seperti ; Discussion Leader, Summarizer, Journaler dan Word Smith. Diskusi kelompok membuat kelas gaduh karena semua anggota kelompok mencoba mengekspresikan ide dan berbagi ide. Beberapa siswa, khususnya yang agak kurang pintar, tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan peran yang diterimanya, jadi guru harus menjelaskan tugas dari stiap peran dan memberikan penjelalasan tambahan. Tetapi, melalui banyak latihan dengan menyelesaikan aktifitas belajar dan tugas-tugas serta diskusi di dalam kelas, siswa semakin lebih paham dengan peran mereka dan tugas yang harus mereka lakukan. Ini sangat logis bahwa beberapa kekurangan dari implementasi Literature Circle Technique dapat diatasi secara berangsur-angsur.

Kata Kunci: Literature Circle Technique, Teks Deskriptif, Kemampuan Membaca, Main Idea, Word Meaning, Detail Information, Communicative Purpose, Text Organization.

ABSTRACT

Khairil Anam S 890809010 Improving Students’ Reading A Descriptive Text Using Literature Circle Technique ( A Classroom Action Research to the Students of VIII A at SMP Taman Dewasa Kudus in the Academic Year of 2011/2012). Thesis. Surakarta. English Education Department, Graduate Program, SebelasMaret University, Surakarta. Consultants: 1) Dr. Sujoko, M.A., and 2) Drs. H. Tarjana, M.A., 2012.

The aims of this thesis were to know whether the implementation of Literature Circle Technique to the students of VIII A at SMP Taman Dewasa Kudus could improve their skill in reading a descriptive text or not, and to determine the strengths and the weaknesses of the implementation of Literature Circle Technique to improve the students’ skill in reading a descriptive text. The preliminary research showed that they did not have good reading skill. They got difficulties to identify the main idea, the word meaning, the detail information, the communicative purpose, and the text organization.
The research was conducted at SMP Taman Dewasa Kudus from July to November 2011. The subject of the research was the VIII A students of SMP Taman Dewasa Kudus. It was a classroom action research in which the writer did some steps, namely: planning, acting, observing, and reflecting. In this research, the writer used two kinds of data, the quantitative and the qualitative data. To collect the quantitative data, the writer did the pre-test, the first post-test, and the second post-test. The pre-test was conducted before the writer did the research to determine the students’ initial reading skill and their difficulties in learning a descriptive text. The first post-test and the second post-test were conducted after the students got the treatment. The results of these tests were analyzed and compared to determine the highest score, the lowest score, and the mean score, and the improvement of the reading skill that the students achieved. To collect the qualitative data, the writer applied several techniques, namely: interview, questionnaire, observation, and photograph. The qualitative data were analyzed using Constant Comparative Method (CCM) that consisted of comparing incidents applicable to each category, integrating categories into their properties, delimiting theory, and writing theory.
The result of the analysis showed that: (1) the implementation of Literature Circle Technique could improve the students’ skill in reading a descriptive text. The improvement could be proved by the improvement of the students’ reading skill in the pre-test, the first post-test, and the second post-test. Consecutively from the pre-test to the first post-test and to the second post-test, the score of word meaning increased from 45.14 to 53.65 and to 67.71. The score of main idea increased from 46.66 to 54.58 and to 67.5. The score of detail information increased from 52.5 to 60.41 and to 69.2. The score of communicative purpose increased from 63.75 to 68.75 and to 72.1. The score of text organization increased from 63.77 to 71.38 and to 76.2.
The improvement of the students’ skill in reading a descriptive text could also be proved by the improvement in the highest score, the lowest score, and the mean score. Consecutively from the pre-test to the first post-test and to the second post-test, the highest score increased from 75 to 87.5 and to 92.25. The lowest score increased from 32.5 to 40 and to 52.5. The mean score increased from 53.91 to 61.25 and to 70.3.
Furthermore, the implementation of Literature Circle Technique could improve the teaching-learning process in which the teacher did not dominate the teaching-learning process, the students had more time and opportunities to learn in their own group to discuss and to complete the learning activities and tasks, the learning atmosphere was better in which the students could collaborate and interact actively with the group members so that they could reduce their anxiety and boredom. The learning atmosphere was more conducive and constructive in which the students did not afraid of making any mistakes to express their ideas, they could solve their learning difficulties, and they could support each other to attain the personal and group learning goals.
On the other hand, the implementation of Literature Circle Technique had some weaknesses. The teacher had more works to prepare the learning activities and tasks; and he had more tasks to control and to assist the group members to run each roles of Literature Circle Technique such Discussion Leader, Summarizer, Journaler, and Word Smith. The group discussion made the class noisy because all the group members tried to share and express their ideas. Some students, especially the less smart ones, did not know what to do with the roles they got so that the teacher should explain the job of each role and give an example. But through a lot of practices by completing the learning activities and tasks and performing group and class discussion, the students got better understanding of the roles and their jobs. It was logical that some weaknesses of the implementation of Literature Circle Technique could be solved gradually.

Key Words: Literature Circle Technique, A Descriptive Text, Reading Skill, Main Idea, Word Meaning, Detail Information, Communicative Purpose, Text Organization.