PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS MELALUI DISKUSI MENGGUNAKAN TEKNIK TALKING CHIPS

FAOYAN AGUS FURYANTO S8908005. IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING SKILL THROUGH DISCUSSION USING TALKING CHIPS TECHNIQUE (A Classroom Action Research to the X1 IPA 1 Students of SMA Negeri 1 Bantarujeg in the Academic Year of 2010/2011). Thesis. Surakarta. English Education Department, Graduate Program, Sebelas Maret University, Surakarta. Consultants: 1) Dr. Sujoko, M.A., and 2) Drs. H. Tarjana, M.A., 2011

ABSTRACT
The aims of this research are to know whether Discussion Using Talking Chips Technique can improve the speaking skill of the XI IPA 1 students of SMA Negeri 1 Bantarujeg or not, and to know the strengths and the weaknesses of the implementation of Discussion Using Talking Chips Technique when it is used to teach speaking.
The research is conducted in SMA Negeri Bantarujeg from July 2010 to August 2011. The subject of the research is the XI IPA 1 students of SMA Negeri Bantarujeg consisting of 34 students. It is a classroom action research in which the writer does some steps, namely: planning, acting observing, and reflecting for each cycle. To collect the quantitative data, the writer applies tests: pre-test, post-test 1 and post-test 2. To collect the qualitative data, the writer uses interview, questionnaire, and observation. The quantitative data are analyzed by using the descriptive statistics to determine the mean, the highest score, and the lowest one. The score of pre-test that is collected before implementing Discussion using Talking Chips Technique is compared to the score of post-test that is collected after implementing Discussion using Talking Chips Technique. While the qualitative data are analyzed by using Constant Comparative Method (CCM) that consists of: comparing incidents applicable to each category, integrating categories into their properties, delimiting theory, and writing theory.
The result of the research shows that: (1) Discussion Using Talking Chips Technique can improve the students’ speaking skill. This improvement can be seen from the highest score, the lowest score, and the average score increase from pre-test, to post-test 1, and to post-test 2. The highest score increases from 68.4 to 71 and to 75.3. The lowest score increases from 58.1 to 62.1. The average score increases from 64.5 to 65.2 and to 69.3.
The improvement can also be seen from the indicators of speaking skill which increases from pre-test, to post-test 1, and to post-test 2. The indicator of pronunciation increases from 63.3 to 64.3 to 68.3. The indicator of grammar increases from 65.1 to 65.6 to 68.6. The indicator of vocabulary increases from 64.8 to 65.6 to 69.4. The indicator of fluency increases from 63.7 to 64.5 to 69.7. The indicator of expression increases from 65.3 to 65.7 to 70.5.

The implementation of Discussion using Talking Chips Technique can improve the quality of teaching learning process in which the students participate actively in the speaking activity and they have more time and opportunities to practice speaking in their group. They are more relaxed, active and enthusiastic to present the result of their group discussion.

Key Words: Speaking Skill, Discussion and Talking Chips Technique.

FAOYAN AGUS FURYANTO S8908005. PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS MELALUI DISKUSI MENGGUNAKAN TEKNIK TALKING CHIPS (Sebuah Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Bantarujeg Tahun Pelajaran 2010/2011). Tesis: Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pasca Sarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pembimbing: 1) Dr. Sujoko, M.A., 2) Drs. H. Tarjana, M.A., 2011

ABSTRAK
Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui apakah diskusi dengan menggunakan teknik Talking Chips dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Bantarujeg atau tidak, kemudian juga untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari diskusi dengan menggunakan teknik Talking Chips ketika digunakan untuk mengajar siswa berbicara bahasa Inggris.
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Bantarujeg dari bulan Juli 2010 sampai dengan bulan Agustus 2011. Adapun subyek dari penilitian ini yaitu siswa kelas XI IPA sejumlah 34 orang. Penilitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas yang mana peneliti melakukan beberapa tahapan-tahapan sebagai berikut; perencanaan, pelaksanaan oberservasi, dan merefleksi pada setiap siklus tersebut. Peneliti mengumpulkan data kuantitatif dengan memberikan beberapa tes kepada siswa yaitu pre-test, post-test 1, dan post-test 2. Peneliti mengumpulkan data kualitatif dengan melakukan wawancara, kuesioner, dan observasi. Data kuantitatif di analisis dengan menggunakan statitistik deskriptif untuk menghitung nilai rata-rata, nilai tertinggi, dan nilai terendah. Skor pre-test yang diperoleh sebelum menerapkan diskusi dengan menggunakan teknik Talking Chips dibandingkan dengan skor post- test yang diperoleh setelah menerapkan teknik Talking Chips. Adapun untuk data kualitatif di analisis dengan menggunakan Metode Komparatif Konstan yaitu memilah data sesuai kategori masing-masing, memadukan tiap kategori, merumuskan dan menulis teori.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskusi dengan menggunakan teknik Talking Chips dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Peningkatan kemampuan berbicara siswa dapat di lihat dari nilai tertinggi, nilai terendah, dan nilai rata-rata yang meningkat pada post-test 1 dan post-test 2. Nilai tertinggi meningkat dari 68.4 menjadi 71 sampai dengan 75.3. Nilai terendah meningkat dari 58.1 menjadi 62.1. Nilai rata-rata meningkat dari 64.5 menjadi 65.2 sampai dengan 69.3.
Peningkatan kemampuan berbicara siswa juga dapat dilihat dari beberapa indikator kemampuan berbicara yang meningkat pada post-test 1 dan post-test 2. Indikator tersebut adalah: pengucapan meningkat dari 63.3 menjadi 64.3 sampai dengan 68.3. Tata bahasa meningkat dari 65.1 menjadi 65.6 sampai 68.6. Perbendaharaan kosakata meningkat dari 64.8 menjadi 65.6 sampai 69.4. Kelancaran/kefasihan berbicara meningkat dari 63.7 menjadi 64.5 sampai 69.7. Ekspresi meningkat dari 65.3 menjadi 65.7 sampai dengan 70.5.
Penerapan diskusi menggunakan teknik Talking Chips dapat meningkatkan kualitas proses belajar dan mengajar dalam hal ini siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran berbicara bahasa Inggris, kemudian siswa juga memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk mempraktekkan kemampuan berbicara mereka dalam kelompoknya masing-masing yang pada akhirnya siswa merasa lebih santai/rilek, aktif, dan antusias untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka masing-masing.

Kata Kunci : Kemampuan Berbicara, Diskusi dan Talking Chips.