Hubungan antara Kualitas Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru dengan Kinerja Guru di SMA Negeri Surakarta

Suyamti, S. 810908419, 2009, Hubungan antara Kualitas Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru dengan Kinerja Guru di SMA Negeri Surakarta, Tesis: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Adanya hubungan antara kualitas kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru di SMA Negeri Surakarta. (2) Adanya hubungan antara motivasi kerja guru dengan kinerja guru di SMA Negeri Surakarta. (3) Adanya hubungan antara kualitas kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru secara bersama-sama dengan kinerja guru di SMA Negeri Surakarta.

Penelitian ini dilakukan di 8 SMA Negeri yang ada di Surakarta. Dengan jumlah populasi sebanyak 516 guru. Sampel yang diambil dalam penelitian ini menggunakan tabel Nomogram dengan taraf kesalahan 5%, jadi besarnya sampel yang diambil sebanyak 182 guru. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara proporsional random sampling. Teknik analisis data dengan menggunakan uji persyaratan analisis (uji normalitas dan uji linearitas), analisis regresi linear berganda, uji keberartian regresi linear ganda, uji koefisien determinasi dan koefisien korelasi linear berganda, dan sumbangan prediktor (sumbangan relatif dan efektif).

Hasil penelitian ini adalah (1) Koefisien korelasi variabel Kualitas Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru adalah sebesar 0,689. Sumbangan efektif variabel kualitas kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru adalah sebesar 31,2%, maka angka tersebut dapat mencerminkan bahwa setiap kualitas kepemimpinan kepala sekolah ditingkatkan sebanyak satu persen, maka memberikan kontribusi dengan peningkatan kinerja guru sebesar 31,2% dengan konstanta tetap. (2) Koefisien korelasi variabel Motivasi Kerja dengan Kinerja Guru adalah sebesar 0,613. Sumbangan efektif variabel motivasi kerja dengan kinerja guru adalah sebesar 25,9%, maka angka tersebut dapat mencerminkan bahwa setiap motivasi kerja ditingkatkan sebanyak satu persen, maka memberikan kontribusi dengan peningkatan kinerja guru sebesar 25,9% dengan konstanta tetap. (3) Koefisien korelasi variabel Kualitas Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja secara bersama-sama dengan Kinerja Guru. Uji keberartian dengan menggunakan uji F menghasilkan nilai F hitung sebesar 66,575.

Kata kunci: Kualitas kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan kinerja guru