Pembelajaran Sejarah pada Kelas Akselerasi (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Kupang)

ABSTRAK

Delsy Asriyani Dethan, NIM S861102004. 2012. Pembelajaran Sejarah pada Kelas Akselerasi (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Kupang). TESIS. Pembimbing I: Dr. Hermanu Joebagio, M.Pd., II: Prof. Dr. Sugiyanto. Program Studi Pendidikan Sejarah, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Pengembagan materi dalam perencanaan pembelajaran sejarah pada kelas XI akselerasi SMA Negeri 1 Kupang; 2) Strategi pembelajaran sejarah yang dikembangkan pada kelas XI akselerasi SMA Negeri 1 Kupang; 3) Tugas terstruktur dan mandiri pada kelas XI akselerasi SMA Negeri 1 Kupang; 4) Proses evaluasi yang dilakukan guru pada kelas XI akselerasi SMA Negeri 1 Kupang.

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data yang diambil berupa kata-kata hasil wawancara dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan analisis dokumen. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Validitas data menggunakan menggunakan model triangulasi data/ sumber, triangulasi teori, triangulasi peneliti, dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif.

Simpulan yang didapatkan berdasarkan hasil penelitian adalah Guru sejarah SMA Negeri 1 Kupang telah memahami hakekat KTSP. Namun untuk kelas XI akselerasi, guru tidak membuat perangkat pembelajaran dan menggunakan perangkat pembelajarn kelas XI IPA reguler. Melalui perangkat kelas XI IPA reguler, guru memilih materi-materi esensial dengan alasan materi tersebut berkemungkinan besar akan keluar pada Ujian Sekolah. Pelaksanaan pembelajaran sejarah di kelas XI akselerasi SMA Negeri 1 Kupang lebih menekankan pada materi esensial yang dipilih guru, dipadukan dengan sejarah lokal dan topik aktual dalam negeri atau luar negeri. Materi yang kurang esensial pada silabus disiasati guru dengan memberikan tugas terstruktur dan tugas mandiri yang dapat dikembangkan siswa atau dipelajari siswa sendiri. Evaluasi dilakukan melalui ulangan harian, ulangan semester dan Ujian Sekolah. Pelajaran sejarah untuk kelas XI akselerasi hampir 99% tidak pernah diremedial. Agar pembelajaran sejarah menjadi semakin menarik guru perlu meningkatkan kemampuan guru dalam menghilangkan opini publik atau siswa bahwa sejarah adalah pelajaran yang membosankan dan identik dengan hafalan.

Kata Kunci: Pembelajaran Sejarah, Kelas Akselerasi

ABSTRACT

Delsy Asriyani Dethan, S81102004. 2012. History Learning in Acceleration Class (A Case Study on SMA Negeri 1 Kupang). THESIS. Supervisor I: Dr. Hermanu Joebagio, M.Pd., II: Prof. Dr. Sugiyanto. History Education Program, Postgraduate Program of Sebelas Maret University, Surakarta.

The objective of research is to describe: 1) material development in history learning designing in acceleration XI grade of SMA Negeri (Public Senior High School) 1 Kupang; 2) the history learning strategy developed in acceleration XI grade of SMA Negeri 1 Kupang; 3) structured and independent assignments in acceleration XI grade of SMA Negeri 1 Kupang; and 4) evaluation process the teacher conducts in the acceleration XI grade of SMA Negeri 1 Kupang.

This study was taken place in SMA Negeri 1 Kupang. This study was a descriptive research. The data taken included the words of interview result and the document. Techniques of collecting data used were in-depth interview, observation, and document analysis. The sampling technique used was purposive sampling. Data validity used was data/source, theory, author, and method triangulations models. The data analysis used was an interactive model of analysis.

The conclusion that could be drawn based on the result of research was that the History teacher of SMA Negeri 1 Kupang had understood the essence of KTSP (education unit level curriculum). But for the acceleration XI grade, the teacher did not develop learning set and used that for regular Science XI grade. Through the learning set of regular Science XI grade, the teacher selected the essential materials with the reason that those materials would most likely appear in School Examination. The implementation of history learning in the acceleration XI grade of SMA Negeri 1 Kupang emphasized more on the essential material the teacher had chosen and integrated with the local history and topic or actual happenings both domestic and foreign. The less essential material in the syllabus was dealt with by the teacher by giving structured and independent assignment that could be developed or studied by the students themselves. The evaluation was conducted through daily test, semester test, and School Examination. Nearly 90% of history lesson for the acceleration XI grade had never been remedied. To make the history learning more attractive, the teacher should improve their competency in removing public or student opinion that history is the boring lesson and identical with recitation.

Keywords: History Learning, Acceleration Class