Pengelolaan Pembelajaran Kontekstual Dalam Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas VII Di SMP Islam Terpadu Assaidiyah

MASRUCHIN. 2009. NIM. S.810908312. Pengelolaan Pembelajaran Kontekstual Dalam Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas VII Di SMP Islam Terpadu Assaidiyah Mejobo Kudus. Tesis: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Tujuan penelitian dilakukan ini adalah: (1) Untuk mengetauhui perencanaan pembelajaran kontekstual dalam mata pelajaran IPS siswa kelas VII di SMP Islam Terpadu Assaidiyah Mejobo Kudus, (2) Untuk mengetauhui proses pembelajaran kontekstual dalam mata pelajaran IPS siswa kelas VII di SMP Islam Terpadu Assaidiyah Mejobo Kudus, (3) Untuk mengetauhui pelaksanaan evaluasi pembelajaran kontekstual dalam mata pelajaran IPS siswa kelas VII di SMP Islam Terpadu Assaidiyah Mejobo Kudus, (4) Untuk mengetauhui kekurangan dan kelebihan dalam pembelajaran kontekstual dalam mata pelajaran IPS siswa kelas VII di SMP Islam Terpadu Assaidiyah Mejobo Kudus dan bagaimana mengatasinya.

Penelitian ini berkeinginan untuk mengungkap data atau informasi sebanyak mungkin mengenai pola Guru SMP Islam Terpadu Assaidiyah Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus dalam melaksanakan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk ini pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.

Hasil penelitian: (1) Penyusunan RPP yang dilakukan oleh guru SMP Islam Terpadu Assaidiyah Mejobo Kudus khususnya kelas VII memuat beberapa hal antara lain (identifikasi yang berisi mata pelajaran, materi pokok, kelas/semester, dan waktu), standar kompetensi, kompetensi dasar, hasil belajar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pokok, media dan sumber, langkah-langkah pembelajaran (metode dan langkah-langkah kegiatan), dan evaluasi, (2) Pelaksanaan pembelajaran kontekstual mata pelajaran IPS di kelas VII SMP Islam Terpadu Assaidiyah Mejobo Kudus dilakukan berdasarkan RPP yang telah dibuat oleh guru, namun khususnya dalam kegiatan belajar mengajar guru sering mengabaikan pre test, post test, dan mengaitkan dengan materi sebelumnya serta menyampaikan materi yang akan disampaikan pada pertemuan mendatang. Hal tersebut disebabkan karena kebiasaan-kebiasaan guru dalam mengajar dan durasi waktu yang tersedia sehingga guru cenderung langsung pada inti pembelajaran saja tanpa melihat kondisi pemahaman siswa terhadap materi sebelumnya dan mencoba mengaitkan dengan materi yang akan disampaikan, (3) Pembelajaran kontekstual mata pelajaran IPS kelas VII kegiatan inti dilaksanakan berkisar 55 menit dari waktu yang tersedia 70 menit (2 x 35). Hal ini menunjukkan bahwa penerapan kontekstual tersebut hanya berlangsung sekitar 79% yang mana waktu lainnya guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan. Pembelajaran kontekstual ternyata mampu memberikan motivasi belajar IPS bagi siswa dan mempermudah guru dalam mengaitkan teori dan kondisi yang nyata. Dengan penggunaan waktu tersebut dapat disimpulkan bahwa guru kelas VII dalam melakukan pembelajaran IPS telah melakukan pengelolaan waktu dengan baik, dimana dari waktu yang tersedia oleh guru digunakan untuk kegiatan pra kegiatan belajar mengajar 5 menit, kegiatan awal 5 menit, kegiatan inti 55 menit, dan kegiatan penutup 5 menit, (4) Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa evaluasi telah dilakukan oleh guru sebelum dan sesudah proses pembelajaran dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa. Selain evaluasi dalam proses pembelajaran guru melakukan evaluasi harian, ulangan tengah semester, dan ulangan umum yang bersifat menyeluruh untuk mengetahui hasil belajar. Evaluasi hasil belajar yang dilakukan oleh guru digunakan sebagai dasar kenaikan kelas, (5) Faktor hambatan dalam pembelajaran kontekstual disebabkan oleh beberapa hal yaitu, ketersediaan sarana dan prasarana, kondisi alam, dan kesiapan guru dalam memberikan pelajaran kontekstual. Tidak adanya faktor pendukung yang berupa sarana dan prasarana tersebut menyebabkan guru tidak dapat mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata. Guru tidak dapat memberikan motivasi kepada siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Kata Kunci: Perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran kontekstual