Eksperimentasi Pembelajaran Matematika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Menggunakan Alat Peraga 2 Dimensi dan 3 Dimensi Pada Pokok Bahasan Dimensi Tiga untuk Siswa SMA di Kabupaten Kulon Progo Ditinjau dari Kecerdasan Spasial dan Kreativitas Siswa

ABSTRAK

Erlina Prihatnani. S851102013. Eksperimentasi Pembelajaran Matematika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Menggunakan Alat Peraga 2 Dimensi dan 3 Dimensi Pada Pokok Bahasan Dimensi Tiga untuk Siswa SMA di Kabupaten Kulon Progo Ditinjau dari Kecerdasan Spasial dan Kreativitas Siswa. Supervisor I: Prof. Dr. Budiyono, M.Sc, II: Drs. Suyono, M.Si. Program Studi Magister Pendidikan Matematika. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret. Surakarta. 2012.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) manakah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan menggunakan alat peraga 2 dimensi atau tiga dimensi, (2) manakah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa dengan tingkat kecerdasan spasial tinggi, sedang, atau rendah, (3) manakah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa dengan tingkat kreativitas tinggi, sedang, atau rendah, (4) apakah terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran TGT menggunakan alat peraga dan kecerdasan spasial terhadap prestasi belajar, (5) apakah terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran TGT menggunakan alat peraga dan kreativitas terhadap prestasi belajar,(6) apakah terdapat interaksi antara kecerdasan spasial dan kreativitas terhadap prestasi belajar.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 2×3x3. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA di Kabupaten Kulon Progo. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 133 siswa, dengan rincian 66 siswa pada kelas eksperimen 1 dan 67 siswa pada kelas eksperimen 2. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika, tes kecerdasan spasial dan tes kreativitas. Uji coba instrumen tes prestasi belajar meliputi validasi isi, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas. Uji coba instrumen tes kecerdasan spasial dan kreativitas meliputi validasi isi.
Uji prasyarat terhadap data kemampuan awal meliputi uji normalitas populasi dengan metode Lilliefors dan uji homogenitas variansi populasi menggunakan metode Barlett. Dengan α=5% diperoleh simpulan bahwa kedua kelompok sampel masing-msing berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan kedua kelompok sampel tersebut diambil dari populasi yang mempunyai variansi yang homogen. Uji keseimbangan terhadap data kemampuan awal menggunakan uji-t diperoleh simpulan bahwa kelas kelas eksperimen mempunyai kemampuan awal yang seimbang.
Uji prasyarat anava meliputi 7 uji normalitas dengan metode Lilliefors dan 3 uji homogenitas dengan metode Barlett. Dengan α=5% diperoleh simpulan bahwa tujuh kelompok sampel masing-masing berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan ketiga pasang kelompok sampel berasal dari populasi yang mempunyai variansi yang homogen.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi tiga jalan dengan sel tak sama, diperoleh simpulan bahwa (1) prestasi belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan menggunakan alat peraga 3 dimensi lebih baik daripada prestasi belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan menggunakan alat peraga 2 dimensi, (2) prestasi siswa dengan tingkat kecerdasan spasial tinggi lebih baik daripada prestasi siswa dengan tingkat kecerdasan spasial sedang maupun rendah dan prestasi siswa dengan tingkat kecerdasan spasial sedang sama dengan prestasi siswa dengan tingkat kecerdasan spasial rendah, (3) prestasi siswa dengan tingkat kreativitas tinggi lebih baik daripada prestasi siswa dengan tingkat kreativitas sedang maupun rendah dan prestasi siswa dengan tingkat kreativitas sedang sama dengan prestasi siswa dengan tingkat kreativitas rendah, (4) tidak terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan menggunakan alat peraga dan kecerdasan spasial terhadap prestasi belajar siswa, (5) tidak terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan menggunakan alat peraga dan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa, (6) tidak terdapat interaksi antara kecerdasan spasial dan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa.

Kata Kunci:Pembelajaran Kooperatif, TGT, Alat Peraga, Kecerdasan Spasial, Kreativitas, Dimensi Tiga.

ABSTRACT

Erlina Prihatnani. S851102013. The Mathematic Leaning Experimentation with Teams Games Tournament (TGT) type of Cooperative Learning Model Using 2 and 3 Dimensions Visual Aids in Three Dimension Subject Matter for the Senior High School Students in Kulon Progo Regency Viewed from Spatial Intelligence and Student Creativity. Supervisor I: Prof. Dr. Budiyono, M.Sc, II: Drs. Suyono, M.Si. Mathematic Education Magister Study Program. Postgraduate Program of Sebelas Maret University. Surakarta. 2012.

The objective of research is to find out: (1) which one providing better learning achievement, the students treated with TGT type of cooperative learning model using 2 or 3 dimension, (2) which one providing better learning achievement, the students with high or moderate or low spatial intelligence, (3) which one providing better learning achievement, the students with high or moderate or low creativity level, (4) whether or not there is an interaction between TGT learning model application using visual aids and the spatial intelligence on the learning achievement, (5) whether or not there is an interaction between TGT learning model application using visual aids and the creativity on the learning achievement, and (6) whether or not there is an interaction between the spatial intelligence and the creativity on the learning achievement,
This study was a quasi-experimental research with a 2×3x3 factorial design. The population of research was all X graders of Senior High School (SMA) in Kulon Progo Regency. The sample was taken using stratified cluster random sampling. The sample consisted of 133 students: 66 students in experiment class 1 and 67 in experiment 2 class. The instruments used to collect the data were mathematic learning achievement, spatial intelligence, and creativity tests. The trial of learning achievement test instrument involved content validity, difficulty level, variance, and reliability. The trial of spatial intelligence and creativity test involved content validity.
The prerequisite test on the data of prior competency included population normality test using Lilliefors method and population variance homogeneity test using Bartlett method. With α = 5%, it could be concluded that the two groups of sample derived from the normally distributed population and both groups of sample were taken from the population with homogeneous variance. The equilibrium test on the prior competency using t-test inferred that the experiment classes had a balanced prior competency.
Anava prerequisite test included 7 normality testes using Lilliefors and 3 homogeneity test with Bartlett method. With α = 5%, it could be concluded that the seven groups of sample derived from normally distributed population respectively and the three pairs of sample groups derived from the homogeneously variance population.

Based on the result of hypothesis testing using a three-way variance analysis with different cell, it could be concluded that (1) the learning achievement of the students treated with TGT type of cooperative learning model using 3-dimension visual aids was better than that of those treated with the one using 2-dimension visual aids, (2) the achievement of the students with high spatial intelligence level was better than that of those with both moderate and low spatial intelligence levels, and the achievement of the students with moderate spatial intelligence level was as same as that of those with low spatial intelligence level, (3) the achievement of the students with high creativity level was better than that of those with both moderate and low creativity levels, and the achievement of the students with moderate creativity level was as same as that of those with low creativity level, (4) there was no interaction between the TGT type of cooperative learning model application using visual aids and the spatial intelligence on the student learning achievement, (5) there was no interaction between TGT learning model application using visual aids and the creativity on the learning achievement, and (6) there was no interaction between the spatial intelligence and the creativity on the learning achievement.

Keywords: Cooperative learning, TGT, Visual Aids, Spatial Intelligence, Creativity, Three Dimension.