Kajian Intertekstual dan Nilai Pendidikan Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata dan Novel Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi

ABSTRAK

Tri Indrayanti, S 841108033. 2012. Kajian Intertekstual dan Nilai Pendidikan Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata dan Novel Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi. Tesis. Pembimbing I: Prof. Dr. Herman J. Waluyo, M. Pd., II: Dr. Kundharu Saddhono, M.Hum. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengungkapkan: (1) struktur pembangun novel Sang Pemimpi dan novel Ranah 3 Warna; (2) Persamaan dan perbedaan struktur pembangun novel Sang Pemimpi dan novel Ranah 3 Warna menggunakan pendekatan intertekstual; (3) Nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam kedua novel tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Metode ini digunakan untuk menggali sumber informasi dan data berupa teks-teks sastra, sehingga data yang tampil berupa konsep-konsep atau kategori-kategori yang tidak dapat dihitung secara statistik. Teknik pengumpulan data yang digunakan: teknik interaktif meliputi observasi berperan dan focus group discussion. Teknik noninteraktif meliputi mencatat dokumen atau arsip (content analysis), observasi tak berperan, teknik simak dan catat, dan teknik riset pustaka. Dalam melakukan pengumpulan data, peneliti menyadari bahwa posisi dan peran utamanya adalah sebagai alat pengumpul data (human instrument), sehingga kualitas data yang diperoleh akan bergantung dari kualitas penelitinya. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan teknik analisis model analisis interaktif dengan tiga alur kegiatan, (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Hasil temuan penelitian menggunakan pendekatan intertekstual menunjukkan bahwa kedua novel tersebut: (1) memiliki unsur pembangun yang padu, dari unsur pembangun yang ditemukan novel Sang Pemimpi terbit terlebih dahulu merupakan hipogram, sedangkan novel Ranah 3 Warna yang terbit sesudahnya disebut sebagai transformasinya; (2) unsur-unsur pembangun kedua novel memiliki persamaan dan perbedaan. Diantaranya: tema kedua novel sama, yaitu perjuangan dalam mengarungi kehidupan serta kepercayaan terhadap kekuatan mimpi, cita-cita atau pengharapan; alur atau plot kedua novel memiliki persamaan, yaitu alur campuran (gabungan antara alur maju dan mundur); penokohan dan perwatakan kedua novel terdiri dari tokoh protagonis, tokoh antagonis, tokoh sentral dan tokoh tambahan; setting atau latar kedua novel memiliki perbedaan dalam latar tempat, latar primer novel Sang Pemimpi Manggar-Mangai, Bangka Belitong sedangkan novel Ranah 3 Warna yaitu Maninjau-Sumbar, Bandung dan Kanada; sudut pandang (point of view) memiliki perbedaan, dalam novel Sang Pemimpi menggunakan sudut pandang persona pertama “aku” dan sudut pandang persona ketiga “dia”, sedangkan novel Ranah 3 Warna menggunakan sudut pandang persona pertama “aku”; percakapan atau dialog dalam kedua novel memiliki perbedaan, dalam novel Sang pemimpi lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia-Melayu, sedangkan dalam novel Ranah 3 Warna lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia-Minang, bahasa Sunda, dan bahasa asing (Prancis, Inggris dan Arab); gaya bercerita secara struktural memiliki persamaan dan perbedaan, dalam novel Sang Pemimpi memiliki gaya bercerita yang menarik, komikal serta menggunakan gaya bercerita bertabur metafora, personifikasi dan hiperbola, sedangkan dalam novel Ranah 3 Warna lebih menggunakan bahasa yang berdenotatif, banyak menggunakan kata-kata motivasi sehingga menumbuhkan optimitas pembaca; (3) Nilai pendidikan yang terkandung di dalam novel Sang Pemimpi dan novel Ranah 3 Warna yaitu pendidikan moral, pendidikan religius, pendidikan sosial, pendidikan kultural, pendidikan estetika, dan pendidikan praktis.

Kata kunci: kajian intertekstual novel, struktur novel, persamaan dan perbedaan struktur novel, nilai pendidikan novel Intertextual Study, novel, constituent structure novel, similarities and differences constituent structure novel, education value of novel.

ABSTRACT

Tri Indrayanti, S 841108033. 2012. Intertextual Study and Education Value of Novel Sang Pemimpi by Andrea Hirata and Novel Ranah 3 Warna by Ahmad Fuadi. Thesis. Pembimbing I: Prof. Dr. Herman J. Waluyo, M.Pd., II: Dr. Kundharu Saddhono, M.Hum. Indonesia Language Education Programm Study, Post-graduate Programm of Sebelas Maret University, Surakarta

The research is purposed to explain and reveal (1) constituent structure of novel Sang Pemimpi and novel Ranah 3 Warna (2) The similarities and differences constituent structure of novel Sang Pemimpi and novel Ranah 3 Warna using intertextual approach (3) education value be contained of both of them.
The research uses kwalitative descriptive the methode used to find information sources and data in literature text, so that data are displayed in concepts or categories that are disable to account statistically. The collecting data technique that is used: interactive technique contains of role observation and focus group discussion. Noninteractive technique contains of document writing and literature technique. In collecting data, the researcher releases that her position and her main role the collecting data tool (human instrument), so that the data kwality that are found dependend on the reseacher kwality. The data collection was analysed by analysis technique model interactive analysis with three steps of activity. (1) data reduction, (2) presenting data, and (3) conclusion or verification.
The research finding of the researches, vised intertextual approach showing that the both of the novels (1) having constituent element that is unity, from the constituent elemen that was found of novel Sang Pemimpi which published previously, it is hypogram. Whereas Ranah 3 Warna which publised finally called as the transformation. (2) constituent elements the both of the novels have similarities and differences. Those are: theme of the both of them is similar, it is the strunggling to face live and beliving of the dreams power, goal or hope: plot of the both of them has similarities, it is mixing plot (bundle of progressive plot and flasback plot); characthers and characteristies of the novels contain of protagonise character, antagonise character, main character and additional character; setting of the novels has different of setting place, primary setting of the novel Sang Pemimpi is in Manggar-Mangai, Bangka Belitong while novel Ranah 3 Warna is in Maninjau-Sumatra Barat, Bandung, and Canada; The point of view has differences, the novel Sang Pemimpi uses first point of view “Aku” and third point of view “Dia”, while Ranah 3 Warna uses first point of view “Aku”; The dialogue of the novels has differences, in the novel Sang Pemimpi uses more Bahasa Indonesia-Melayu while Ranah 3 Warna uses more Bahasa Indonesia-Minang, Sundanese Language and foreign language (French, British, and Arabic). The story style structurally has differences, in the novel Sang Pemimpi has three style, those are interesting, comically, and metaforally, personification and hyperbol. While Ranah 3 Warna uses denotative language motivation words so that the optimistic of the rider will be growth. (3) Education values in the novel Sang Pemimpi and Ranah 3 Warna are moral education, religius education, social education, cultural education , esthetic education and practice education.

keywords: Intertextual Study, novel, constituent structure novel, similarities and differences constituent structure novel, education value of novel.