PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN DAN PENINGKATAN WISATA BUDAYA BERWAWASAN LINGKUNGAN

Sukatiman, 2009. PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN DAN PENINGKATAN WISATA BUDAYA BERWAWASAN LINGKUNGAN”, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) potensi wilayah Pengging terhadap pengembangan wisata unggulan 2) pengelolaan sumber daya air di sekitar umbul Sungsang, apakah sudah berorientasi pada pembangunan berwawasan pelestarian lingkungan dengan mengedepankan aspek ekohidrolik? 3) peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan? 4) kondisi pemanfaatan air yang seimbang bagi pengunjung wisata, penduduk , dan bidang pertanian

Jenis penelitian ini adalah diskriptif kualitatif, berlokasi di kawasan Pengging, dengan metode survai, baik survai lapangan untuk mendapatkan data daya dukung/ kualitas fisik ,maupun sebaran kuesioner bertujuan (purposive random sampling)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) kawasan wisata Pengging termasuk dalam kategori prioritas utama untuk dikembangkan menjadi obyek wisata yang terkait dengan jalur Solo-Selo-Borobudur, 2) pengembangan secara ekohidraulik terlihat pada pembangunan talud batu kosong, dan pavingisasi,yang dapat meresapkan air. Pelat terjunan yang dibuat miring, memungkinkan hewan air dapat berpindah kearah hulu maupun hilir. Sebaliknya pada penyediaan lahan sempadan tidak memadai karena hanya selebar 3m, dan terpakai untuk jalan inspeksi selebar 1,5m, 3) pengembangan kawasan Pengging telah dapat meningkatkan ekonomi keluarga, melalui usaha-usaha perdagangan dalam memenuhi kebutuhan pengunjung wisata. Pengembangan revitalisasi sumber daya air juga telah dapat meningkatkan tersedianya air irigasi sepanjang tahun bagi petani daerah hilir, sehingga jumlah tanam padi yang sebelum ada proyek hanya dapat menanam padi 2 kali, menjadi 3 kali setahun, 4) Pembangunan kawasan Pengging masih belum menerapkan konsep membangun berwawasan linkungan yang melibatkan segala potensi guna pelestarian dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sebaran kuesioner terhadap penduduk kelurahan Bendan didapatkan hasil bahwa 59% responden dengan jumlah responden 12 orang masih belum merasakan ada pengaruh terhadap peningkatan penghasilan

Kata Kunci: Pengelolaan SDA- Konsep Pengembangan Holistik dan Keberlanjutan - Peningkatan Ekonomi Masyarakat