THE IMPLEMENTATION OF INTEGRATED CURRICULUM IN TEACHING ENGLISH TO YOUNG LEARNERS AT TK AL AZHAR SYIFA BUDI SOLO (A CASE STUDY)

Nisa Aulia Azam. 2013. S891108072. THE IMPLEMENTATION OF INTEGRATED CURRICULUM IN TEACHING ENGLISH TO YOUNG LEARNERS AT TK AL AZHAR SYIFA BUDI SOLO (A CASE STUDY), Thesis. Surakarta: English Education Department of Graduate School of Sebelas Maret University. January, 2013. Thesis Supervisor: I. Dra. Dewi Rochsantiningsih, M. Ed., Ph. D.; Thesis Supervisor II: Prof. Dr. Joko Nurkamto, M. Pd.

ABSTRACT
This study aims at: (1) describing the teaching of English in an integrated curriculum and (2) exploring the effects of the teaching on students’ second language acquisition. This study applies a case study method which had been carried out at TK Al Azhar Syifa Budi Solo in the first semester of the academic year 2012/2013. The data were collected through observation, interview, and questionnaire. The data were, then, analyzed through constant comparative method.
Firstly, the result of the study shows the description of the language teaching in integrate curriculum in which its purpose is to introduce English as an international language. English is introduced gradually and used as an additional instructional language. Integrated curriculum brings best practices of teaching English at kindergarten in two major terms: the learning activities and the learning program. The best practices of teaching English at TK Al Azhar Syifa Budi Solo are: (1) English is introduced gradually to the students, (2) teaching English to young learners needs to consider their nature: children like to play and have fun, (3) the appropriate combinations of teaching technique, class activities, learning material, and media will support the teaching-learning process, (4) parents’ support is essential in child’s English learning, (5) teachers’ professional development is highly required in teaching English to young learners, and (6) the need of considering the continuity with higher school level should be considered in every language program at kindergarten. Secondly, the result shows that (1) the teaching of English has attracted the students’ interest so that they can experience second language acquisition in more natural context and (2) language interference in children’s second language acquisition will always occur, yet they will cope with it while completing the acquisition process
Considering the result of this study, the model of English teaching carried out at TK AL Azhar Syifa Budi Solo bring positive effects toward the students’ development, so that it could be an alternative way of teaching English to young learners in other schools. Besides, it is important for teachers of bilingual classes to be able to motivate themselves to improve their qualifications. Finally, it is hoped that the further research could take into account the other external factors supporting the teaching of English to young learners.

Keywords: integrated curriculum, English teaching, young learners, kindergarten

Nisa Aulia Azam. 2013. S891108072. THE IMPLEMENTATION OF INTEGRATED CURRICULUM IN TEACHING ENGLISH TO YOUNG LEARNERS AT TK AL AZHAR SYIFA BUDI SOLO (A CASE STUDY), Tesis. Surakarta: Pendidikan Bahasa Inggris Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret. Januari, 2013. Pembimbing Tesis: I. Dra. Dewi Rochsantiningsih, M. Ed., Ph. D.; Pembimbing Tesis II: Prof. Dr. Joko Nurkamto, M. Pd.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kegiatan pengajaran Bahasa Inggris pada sebuah kurikulum yang terintegrasi, dan (2) mencari tahu dampak pengajaran tersebut terhadap pemerolehan bahasa kedua. Penelitian ini menerapkan metode studi kasus yang telah dilaksanakan di TK Al Azhar Syifa Budi Solo pada semester satu tahun ajaran 2012/2013. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan constant comparative method.
Pertama, hasil penelititan menujukkan deskripsi kegiatan pengajaran bahasa pada kurikulum yang terintegrasi dimana tujuan dari pengajaran tersebut adalah untuk mengenalkan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Bahasa Inggris dikenalkan secara bertahap and digunakan sebagai bahasa instruksi tambahan. Kedua, kurikulum yang terintegrasi menunjukkan best practices atas pengajaran Bahasa Inggris di tingkat Taman Kanak-kanak yang meliputi dua hal: kegiatan belajar dan program pembelajaran. Best practices tersebut meliputi: (1) Bahasa Inggris dikenalkan secara bertahap, (2) pengajaran Bahasa Inggris harus mempertimbangkan sifat dasar anak-anak: mereka suka bermain dan bersenang-senang, (3) kombinasi yang tepat antara teknik mengajar, kegiatan kelas, materi ajar, dan media akan mendukung keberhasilan proses belajar-mengajar, (4) dukungan orang tua sangat penting dalam kegiatan belajar siswa, (5) pengembangan profesionalisme guru sangat dibutuhkan dalam pengajaran Bahasa Inggris kepada anak, dan (6) perlunya mempertimbangkan keberlanjutan program di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kedua, hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengajaran Bahasa Inggris mampu menarik minat siswa sehingga mereka dapat mengalami pemerolehan bahasa kedua pada konteks yang lebih natural dan (2) interfensi bahasa pada proses pemerolehan bahasa kedua pasti terjadi, tetapi akan berkurang seiring lengkapnya proses pemerolehan.
Mengingat hasil yang baik dari penelitian ini, model pembelajaran Bahasa Inggris yang diterapkan di TK AL Azhar Syifa Budi Solo dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan siswa, sehingga model ini dapat dijadikan sebagai sebuah alternatif pengajaran Bahasa Inggris pada anak usia dini. Selain itu, sangatlah penting bagi para pengajar kelas bilingual untuk dapat memotivasi diri sendiri untuk meningkatkan kualifikasinya. Akhirnya, semoga penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan faktor eksternal lainnya yang mendukung pengajaran Bahasa Inggris pada anak usia dini.

Kata Kunci: integrated curriculum, English teaching, young learners, kindergarten