Pembelajaran IPA Melalui Metode Demonstrasi Menggunakan Media Animasi dan 2 Dimensi Ditinjau Dari Kemampuan Tingkat Berpikir Dan Gaya Belajar Siswa

Teguh Ernawan, S.830908157. Tesis 2009. “Pembelajaran IPA Melalui Metode Demonstrasi Menggunakan Media Animasi dan 2 Dimensi Ditinjau Dari Kemampuan Tingkat Berpikir Dan Gaya Belajar Siswa”. (Penelitian Pada Siswa Kelas VIII Semester 2 (Genap) SMPN 1 Ngraho Kabupaten Bojonegoro, Tahun Pelajaran 2008/2009, Kompetensi Dasar 2.4 Mendeskripsikan Sistem Peredaran Darah Pada Manusia Dan Hubungannya Dengan Kesehatan).Tesis : Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Penggunaan media pembelajaran media animasi dan 2D berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA; 2) Perbedaan tingkat kemampuan berpikir siswa terhadap prestasi belajar IPA; 3) Perbedaan pengaruh antara gaya belajar terhadap prestasi belajar IPA; 4) Pengaruh media pembelajaran dan kemampuan berfikir terhadap prestasi belajar siswa; 5) Pengaruh media pembelajaran dan gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa; 6) Pengaruh kemampuan berfikir dan gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa; 7) Pengaruh media pembelajaran, kemampuan berfikir dan gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa.

Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan pembelajaran dengan media animasi untuk kelompok eksperimen 1 dan pembelajaran dengan menggunakan media 2 dimensi untuk kelompok eksperimen 2, metode yang digunakan demonstrasi. Setelah dilakukan proses pembelajaran, dilakukan tes dan nilainya sebagai variabel terikat. Sedangkan kemampuan berpikir konkrit dan kemampuan berpikir abstrak, serta gaya belajar siswa baik visual, auditorial dan kinestatis sebagai variabel moderator.
Hasil analisa penelitian adalah: 1) Ada pengaruh pembelajaran IPA dengan media animasi dan media 2 dimensi terhadap prestasi belajar siswa, p = 0,000 lebih kecil daripada α = 0,05; 2) Tidak ada pengaruh pembelajaran IPA dengan kemampuan berfikir abstrak dan konkrit terhadap prestasi belajar siswa, p = 0.262 lebih besar daripada α = 0,05; 3) Tidak ada pengaruh pembelajaran IPA dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestatis terhadap prestasi belajar siswa, p = 0.475 lebih besar daripada α = 0,05; 4) Tidak ada pengaruh media pembelajaran dan kemampuan berfikir terhadap prestasi belajar siswa, p = 0.982 lebih besar daripada α = 0,05; 5) Tidak ada pengaruh media pembelajaran dan gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa, p = 0.257 lebih besar daripada α = 0,05; 6) Tidak ada pengaruh kemampuan berfikir dan gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa, p = 0.914 lebih besar daripada α = 0,05; 7) Tidak ada pengaruh media pembelajaran, kemampuan berfikir dan gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa, p = 0.177 lebih besar daripada α = 0,05.

Kesimpulan dari hasil analisis pembelajaran IPA dengan media animasi dan media 2 dimensi terdapat pengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Media animasi memberikan prestasi hasil belajar lebih baik dari pada media 2 dimensi, sedangkan kemampuan berpikir konkrit dan kemampuan berpikir abstrak, serta gaya belajar siswa baik visual, auditorial dan kinestatis siswa didapat hasil tidak terdapat pengaruh