Perbedaan Pengaruh Metode Latihan Anaerob dan Waktu Reaksi Terhadap Peningkatan Kecepatan Lari 100 Meter

GEDE EKA BUDI DARMAWAN. A.120908008. Perbedaan Pengaruh Metode Latihan Anaerob dan Waktu Reaksi Terhadap Peningkatan Kecepatan Lari 100 Meter. Tesis. Surakarta. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta, Desember 2009.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perbedaan pengaruh metode latihan interval anaerob dengan rasio kerja dan istirahat 1:5 dan 1:10 terhadap kecepatan lari 100 meter, (2) perbedaan kecepatan lari 100 meter antara pelari yang memiliki waktu reaksi tinggi dan rendah, (3) pengaruh interaksi antara metode latihan interval anaerob dan waktu reaksi terhadap kecepatan lari 100 meter.

Penelitian ini mengunakan metode eksperimen dengan rancangan desain faktorial 2×2. Sampel yang digunakan Siswa Kelas XII Putra Semester III Jurusan Otomotif SMK Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2008/2009, yang berjumlah 40 siswa dengan pusposive random sampling. Data waktu reaksi diperoleh dari tes waktu reaksi dengan alat whold body reaction, selanjutnya menentukan besarnya sampel dalam tiap kelompok digunakan 10 sampel sehingga jumlah seluruhnya adalah: 10×4 kelompok menjadi 40 sampel. Teknik analisis data mengunakan ANAVA. Sebelum menguji dengan ANAVA rancangan 2×2, terlebih dulu digunakan uji prasyarat analisis data dengan mengunakan uji normalitas sampel (Uji Lilliefors dengan α = 0,05) dan Uji homogenitas varians (Uji Barlett dengan α = 0,05).

Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan interval anaerob dengan rasio kerja-istirahat 1:5 dan rasio 1:10 terhadap peningkatan kecepatan lari 100 meter, Fhitung = 8.114 > Ftabel = 4.11, pengaruh latihan interval anaerob rasio 1:10 memiliki peningkatan yang lebih baik dari pada latihan interval anaerob dengan rasio 1:5, dengan rata-rata peningkatan masing-masing yaitu 229.00 point dan 292.90 point. (2) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan kecepatan lari 100 meter antara pelari yang memiliki waktu reaksi tinggi dan rendah, Fhitung = 4.334 > Ftabel = 4.11, peningkatan hasil kecepatan lari 100 meter pada siswa yang memiliki waktu reaksi tinggi lebih baik dari siswa yang memiliki waktu reaksi rendah, dengan rata peningkatan masing-masing yaitu 284.30 point dan 237.60 point. (3) Terdapat pengaruh interaksi antara metode latihan interval anaerob dan waktu reaksi terhadap kecepatan lari 100 meter, Fhitung = 5.730 < Ftabel = 4.11, a) siswa yang memiliki waktu reaksi tinggi cocok jika mendapat latihan interval anaerob dengan rasio 1:10, b) siswa yang memilki waktu reaksi rendah lebih cocok jika mendapatkan latihan interval anaerob dengan rasio 1:5.

Kata-kata kunci : Latihan interval anaerob rasio waktu kerja dan istirahat 1:5, Rasio waktu kerja dan istirahat 1:10, Waktu reaksi, Kecepatan lari 100 Meter