VALUASI EKONOMI SANITASI PERMUKIMAN TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA YOGYAKARTA

ABSTRAK

Naris Dyah Prasetyawati. A131408008. 2015. VALUASI EKONOMI SANITASI PERMUKIMAN TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA YOGYAKARTA. Dr.Evi Gravitiani,SE,M.Si. Dr.Sunarto,MS. Program Studi S2 Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Latar Belakang : Sanitasi adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajad kesehatan manusia. Parameter dalam penilaian rumah sehat meliputi: komponen rumah, sarana sanitasi dan perilaku. Penyakit berbasis lingkungan adalah penyakit yang sering muncul bersamaan dengan kondisi fasilitas sanitasi yang kurang memadai. Metode valuasi ekonomi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk memberikan nilai kuantitatif terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh sumber daya alam dan lingkungan. Tujuan dari studi valuasi adalah untuk menentukan besarnya nilai Contingent Valuation Method (CVM). Metode CVM merupakan salah satu metode penilaian ekonomi secara langsung melalui pertanyaan kemauan membayar seseorang atau Willingness to Pay (WTP).
Tujuan : (1) Mengetahui kondisi sanitasi permukiman di Kota Yogyakarta, (2) Mengetahui nilai ekonomi yang berkaitan dengan kondisi sanitasi pada permukiman di Kota Yogyakarta, (3) Mengetahui hubungan kondisi ekonomi dan sanitasi dengan kesehatan masyarakat di Kota Yogyakarta
Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain retrospektif. Sampel adalah 597 kepala keluarga di Kota Yogyakarta yang diambil dengan menggunakan teknik multi-stage random sampling. Data kondisi sanitasi rumah yang terdiri dari komponen rumah, sarana sanitasi, perilaku dan keberadaan vektor, diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Sementara, data lingkungan fisik rumah dikumpulkan dengan cara pengukuran, yaitu suhu dan kelembaban menggunakan thermohygrometer, pencahayaan menggunakan lux meter dan kebisingan menggunakan sound level meter). Adapun data valuasi ekonomi yang meliputi kemauan dan kemampuan membayar PDAM, pengelolaan sampah dan pengolahan limbah cair rumah tangga, diperoleh juga dengan menggunakan kuesioner.
Hasil penelitian: pada penilaian sanitasi rumah, prosentase rumah sehat sebesar 30,49 % dan rumah kurang sehat 69,51 %. Sementara itu, pada penilaian valuasi ekonomi: (1) WTP untuk PDAM sebesar 53,93% dengan ATP sebesar 70,19% pada kisaran biaya antara Rp.2.500-Rp.4.000/10 m3. (2) WTP untuk retribusi sampah sebesar 81,74% dengan ATP sebesar 59,02% pada kisaran biaya antara Rp.2.000-Rp.4.000/bulan. (3) WTP untuk pengelolaan limbah cair sebesar 69,35%, dengan ATP sebesar 80,08% pada kisaran biaya Rp.3.000/bulan. (4) Diketahui bahwa 228 orang atau 38,19 % responden penelitian dengan kondisi rumah yang kurang sehat memiliki penghasilan kurang dari Rp. 1.500.000,- per bulan. Adapun kejadian penyakit karena kondisi lingkungan yang kurang baik dalam kurun waktu tiga bulan terakhir dialami oleh 52,00% responden.
Kesimpulan : (1) Kondisi sanitasi permukiman di Kota Yogyakarta termasuk kurang baik. (2) Kondisi ekonomi masyarakat Kota Yogyakarta termasuk kategori baik. (3) Berdasarkan dua keadaan di atas maka ditengarai masih terdapat faktor risiko kejadian penyakit berbasis lingkungan.

Kata Kunci : Sanitasi Permukiman, Valuasi Ekonomi, Kesehatan Masyarakat

ABSTRACT

Naris Dyah Prasetyawati. A131408008. 2015. ECONOMIC VALUATION OF SETTLEMENT OF PUBLIC HEALTH SANITATION IN YOGYAKARTA. Dr.Evi Gravitiani,SE,M.Si. Dr.Sunarto,MS. S2 Studies Program Graduate School of Environmental Science University March Surakarta

Background: Sanitation is a public health effort that focuses on monitoring various environmental factors that affect human health degree. Restructuring of settlements in the healthy house assessment of healthy house with home valuation parameters include: home component, sanitation and behavior. Environment-based disease is a disease that often occurs together with conditions of inadequate sanitation facilities. Economic valuation methods is one of the ways used to provide a quantitative value of the goods and services produced natural resources and the environment. The purpose of the valuation study is to determine the value of the Contingent Valuation Method (CVM). CVM method is one method of assessment of the economy directly through questions willingness to pay someone (Willingness to Pay).
Objectives: (1) Determine the sanitary condition of settlements in the city of Yogyakarta, (2) Knowing the economic conditions in the settlements in the city of Yogyakarta, (3) Knowing the relationship of economic conditions and sanitation with public health in Yogyakarta
This type of research is observational study with retrospective study design. Samples in this study households in the city of Yogyakarta as many as 597 respondents. Techniques of data collection with questionnaires and measurements. The data collected is the sanitary condition of the house (Component houses, sanitation, behavior and the presence of vector) using questionnaires, measurements of the physical environment of the home (temperature and humidity using a Thermohygrometer, lighting using Lux Meter and noise using the Sound Level Meter) and data economic valuation (willingness and the ability to pay taps, waste management and effluent treatment households) using a questionnaire.
Result: at home sanitation assessment: number of healthy homes 30.49% and 69.51% less healthy home. On the economic valuation assessment: (1) taps WTP of 53.93%, while the ATP amounted to 70.19% in the range of 2,500 cost-Rp.4.000 / 10 m3. (2) Levies WTP garbage at 81.74%, while 59.02% ebesar ATP in the range of cost-Rp.4.000 Rp.2.000 / month. (3) Management of liquid waste WTP of 69.35%, while the ATP amounted to 80.08% in the range of costs Rp.3.000 / month. (4) Income and sanitation house in the city of Yogyakarta as many as 228 people or 38.19% of research respondents with unsanitary housing conditions have income of less than Rp. 1.500.000, - per month. The incidence of disease due to unfavorable environmental conditions within the last 3 months experienced by 52% of respondents.
Conclusion: (1) The sanitary conditions of settlements in the city of Yogyakarta, including unfavorable. (2) economic conditions of the people of Yogyakarta, including both categories. (3) The economic conditions of society Yogyakarta good while sanitary conditions of public housing in the city of Yogyakarta less healthy, so there is still a risk factor for disease incidence.

Keywords: Settlement Sanitation, Economic Valuation, Public Health