Konstruksi Sosial Perawatan Kecantikan Kulit (Kajian Sosiologi Tentang Konstruksi Sosial Perawatan Kecantikan Kulit Perempuan Muda Etnis Jawa Di Kota Surakarta)

ABSTRAK

Intan Senggo Rukmi, S250908006. Tesis, Konstruksi Sosial Perawatan Kecantikan Kulit (Kajian Sosiologi Tentang Konstruksi Sosial Perawatan Kecantikan Kulit Perempuan Muda Etnis Jawa Di Kota Surakarta). Pembimbing I: Prof. RB. Soemanto, M.A., Pembimbing II: Dr. Argyo Demartoto, M.Si., Program Studi Sosiologi Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret, 2013.

Masalah perawatan kecantikan merupakan hal yang banyak ditulis dan menjadi bahan penelitian. Konstruksi sosial perawatan kecantikan kulit menarik untuk dikaji karena selama ini banyak kalangan menganggap kecantikan fisik ragawi adalah segalanya, sehingga mereka berani mengeluarkan banyak biaya untuk memenuhi kepuasan dalam merawat kecantikan yang telah diraihnya melalui berbagai macam proses yang dilakukannya dari mulai perawatan secara tradisional, sampai secara medis.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konstruksi sosial perawatan kecantikan kulit perempuan muda etnis Jawa di Kota Surakarta, faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya konstruksi sosial mengenai perawatan kecantikan kulit, dan perilaku perempuan muda etnis Jawa dalam merawat kulit dan pengaruhnya. Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckman digunakan untuk menganalisa masalah ini.
Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang mengambil lokasi di Surakarta, Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi langsung, wawancara mendalam, dokumentasi. Validitas data dengan trianggulasi data. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan. Pergeseran makna cantik yang selalu berubah mengikuti perkembangan jaman, menunjukkan adanya perubahan konstruksi mengenai kecantikan itu sendiri. Tahap eksternalisasi yaitu pengaruh yang dilakukan pihak lain untuk melakukan perawatan kecantikann kulit antara lain Faktor eksternal yang meliputi teman kerja, teman kuliah, saudara perempuan, brosur-brosur dari klinik kecantikan, iklan tentang produk perawatan kecantikan dari televisi. Faktor internal meliputi keinginan diri untuk tampil lebih menarik dan percaya diri, selain itu dapat menyenangkan suami. Sedangkan lingkungan sosial meliputi penilaian orang lain terhadap dirinya adanya pelabelan seperti“cantik”,“jelek”,“putih”,“hitam”, “kuning langsat”, kulit “bersih”, “mulus”. Tahap obyektivasi yaitu bersikap obyektif mengikuti dan melakukan perawatan kecantikan kulit yang dilakukan pihak eksternal yaitu saudara, teman kuliah, teman kerja, dan media.Bersikap subyektif menolak atau tidak mengikuti perawatan kulit yang di ajarkan oleh pihak lain.
Tahap internalisasi yaitu menerapkan secara terus menerus dan berulang-ulang apa yang dilakukan oleh pihak eksternal dalam merawat kecantikan kulit sehingga menghasilkan konstruksi sosial. Tindakan pergi kesalon, spa, melakukan facial,luluran dan masker wajah dirumah dan ditempat perawatan, melakukan suntik vitamin C, puasa Senin Kamis, puasa weton, minum jamu. Makna kecantikan perempuan muda etnis Jawa meliputi kecantikan dari dalam dan kecantikan fisik.

Kata Kunci : Konstruksi Sosial, Perawatan Kecantikan, Perempuan muda Etnis Jawa

ABSTRACT

Intan Senggo Rukmi, S250908006. Thesis, Social Construction of Skin Beauty Care (A Sociological Study on the Social Construction of Skin Beauty Care among the Javanese Young Women in Surakarta City). First Counselor: Prof. RB. Soemanto, M.A., Second Counselor: Dr. Argyo Demartoto, M.Si., Sociology Study Program of Postgraduate Program, Sebelas Maret University, 2013.
.
Skin care issue is a topic widely written and becoming research material. The social construction of skin beauty care is interesting to study because so far many people considers that physical beauty is everything, so that they are willing to pay much cost to meet their satisfaction in maintaining the beauty they have reached through various processes from traditional treatment to medical one.
The objective of research was to find out the Social Construction of Skin Beauty Care among the Javanese Young Women in Surakarta City, the factors affecting the social construction occurrence concerning the skin beauty care and Javanese young women’s behavior in maintaining skin and its effect. Peter L Berger and Thomas Luckman’s social construction theory was used to analyze this problem.
This research was a qualitative study taken place in Surakarta. The sampling technique used was purposive sampling. Techniques of collecting data used were direct observation, in-depth interview, and documentation. The data validation was conducted using data triangulation. Technique of analyzing data used was an interactive model.
The results of research and discussion were as follows. The meaning of beautiful shifts as the time progresses, indicating that the construction of beauty also changes. The externalization stage was the others’ influence on doing skin beauty care including external factors such as co-workers, peers, sisters, brochures from beauty clinics, television’s advertisement on beauty care product. The internal factors included self desire to look more attractive and to be self-confident, in addition to make husband happy. Meanwhile, the social environment included others’ assessment on her in the presence of such labeling as ‘beautiful’, ‘ugly’, ‘white’, ‘black’, ‘yellow’, ‘bright’, ‘smooth’. The objectification stage was to objectively attend and do skin beauty care conducted by the external parties such as sisters, peers, co-workers, and media. To be subjective means to refuse or not attending the skin care others teach to her.
Internalization was to apply constantly and repeatedly what the external party did in maintaining the skin beauty to result in social construction such as going to beauty salon, spa, doing facial, luluran and facial mask at home or in treatment center, vitamin C injection, fasting in Monday and Thursday, fasting in weton day, drinking medicinal herbs. The meaning of beauty to the Javanese young women included inner and physical beauties.

Keywords : Social Construction, Beauty Care, Javanese Young Women