Analisis Dampak Terjemahan Nama Jurus Terhadap Pengejawantahan Nilai Hero Dalam Video Game Street Fighter Alpha 3 dan Tekken Advance

SF. Luthfie Arguby Purnomo. S131108010. 2013. Analisis Dampak Terjemahan Nama Jurus Terhadap Pengejawantahan Nilai Hero Dalam Video Game Street Fighter Alpha 3 dan Tekken Advance. Tesis. Pembimbing I: Prof. Drs. M.R. Nababan, M.Ed., M.A., Ph. D. II: Drs. Riyadi Santosa, M.Ed., Ph.D. Program Studi Lingusitik Minat Utama Penerjemahan. Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

ABSTRAK
Penelitian membahas pengaruh terjemahan nama jurus terhadap pengejawantahan nilai hero yang dimiliki oleh setiap karakter yang terdapat di dalam video game yang berjudul Street Fighter Alpha 3 dan Tekken Advance. Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui teknik penerjemahan yang digunakan oleh fan localizer yang bernama Nothaseo dan Pay Joe dalam menerjemahkan Street Fighter Alpha 3 (SFA3) dan Tekken Advance (TA). Kedua adalah untuk mengetahui pengaruh teknik penerjemahan terhadap elemen penyusun nama jurus. Ketiga adalah untuk mengetahui pengaruh teknik penerjemahan terhadap tingkat keakuratan dan keberterimaan terjemahan nama jurusnya. Keempat adalah untuk mengetahui pengaruh teknik penerjemahan terhadap pergeseran nilai hero yang dibawa oleh setiap karakter di dalam SFA3dan TA.
Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah SFA3dan TA versi bahasa Indonesia dan informan. Sementara itu pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah pendekatan budaya populer dari Nachbar dan Lause. Pendekatan ini digunakan karena dipandang representatif dalam menganalisis SFA3dan TA yang merupakan produk budaya populer. Pendekatan ini digunakan untuk mengungkapkan pergeseran nilai hero yang dibawa oleh setiap karakter yang dikarenakan oleh penggunaan teknik penerjemahan tertentu. Penilaian tingkat keakuratan nama jurus dilakukan oleh tiga orang rater yang terdiri dari seorang yang berkecimpung di dalam industri video game, seorang fan localizer, dan seorang desainer video game yang kesemuanya memiliki kemampuan berbahasa Inggris aktif. Sementara itu penilaian terhadap tingkat keberterimaan terjemahan nama jurus dilakukan oleh tiga orang gamer yang masuk kategori mature sesuai dengan rating SFA3dan TA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penerjemahan yang ditemukan di dalam game SFA3 dan TA adalah adaptasi, literal, modulasi, dan pure borrowing dengan rincian SFA3 memiliki adaptasi sejumlah 41, literal 31, modulasi 9, dan pure borrowing 1. Sementara itu Tekken Advance memiliki adaptasi sejumlah 429, literal 17, modulasi 14, dan pure borrowing 3. Dalam hal kualitas terjemahan, tingkat keakuratan terjemahan nama jurus SFA3 adalah 2.8 sedangkan TA adalah 2,4. Sementara itu tingkat keberterimaan terjemahan nama jurusnya adalah 2.9 untuk SFA3 dan TA adalah 2,3.
Dalam kaitannya dengan pergeseran nilai hero, karakter yang berbudaya timur memiliki 4 karakter yang nilai hero-nya tereduksi sepenuhnya, 6 setengah tereduksi, dan 7 tidak tereduksi. Sementara itu, karakter yang berbudaya barat memiliki 3 karakter yang nilai hero-nya tereduksi sepenuhnya, 5 setengah tereduksi, dan 10 tidak tereduksi sedangkan karakter yang terpengaruh oleh kedua budaya memiliki 2 karakter yang nilai hero-nya tereduksi sepenuhnya dan 2 tidak tereduksi.

Kata kunci: teknik penerjemahan, nilai hero, fan localization, Street Fighter Alpha 3, Tekken Advance
SF. Luthfie Arguby Purnomo. S131108010. 2013. An Analysis on the Impacts of the Translation of Move on the Embodiment of Heroic Values in Street Fighter Alpha 3 and Tekken Advance. Thesis. Advisor I: Prof. Drs. M.R. Nababan, M.Ed., M.A., Ph. D. II: Drs. Riyadi Santosa, M.Ed., Ph.D. Master Degree Program in Translation. Graduate Studies Program Sebelas Maret University of Surakarta.

ABSTRACT
This research discusses about the influence of move translation on the embodiment of heroic values in Street Fighter Alpha 3 (SFA3) and Tekken Advance (TA). The objectives of this research are to reveal the translation techniques employed by Nothaseo and Pay Joe, the fan localizers of the two games, to unveil the influence of the selected translation techniques toward the constructing elements of the moves, to know the level of accuracy and acceptability of the move translation, and to find out the influence of the selected translation techniques toward the reduction of heroic values each character in the two games emits.
The method applied in this research is descriptive qualitative. The data sources are the Indonesian version of SFA 3 and TA and the informers. The approach employed is popular culture approach by Nachbar and Lause. This research employs the approach because the approach fits with the video games which belong to popular culture products. This approach is utilized to reveal the reduction of heroic values from the characters in the two games. Meanwhile, to know the level of accuracy of the move translation, the researcher asks three raters: a rater is hailing from a video game industry and the other two raters are fan localizers. Gamers are employed to recognize the level of acceptability and they hail from M (mature) rating from which the games are rated.
The results of this research show that the translation techniques employed by Nothaseo and Pay Joe are adaptation, literal, modulation, and pure borrowing. SFA 3 has 41 adaptations, 31 literals, 9 modulations, and 1 pure borrowing. Meanwhile TA has 429 adaptations, 17 literals, 14 modulations, and 3 pure borrowings. From the employed translation techniques, adaptation is the most dominant technique that influences the shift of move constructing elements and modulation is the second most dominant. From the analysis, it is also perceivable that the average score SFA 3 has for its accuracy level is 2.8 while TA is 2.4. In the acceptability level, the average score for SFA 3 is 2.9 and TA is 2.3. It points out that SFA 3 possesses better accuracy and acceptability than TA.
Meanwhile, concerning with the reduction of heroic values, the results show that the heroes hailing from eastern culture have 4 characters from which the heroic values are completely reduced, 6 characters are half reduced, and 7 characters are not reduced. For the western heroes, 3 characters have their heroic values completely reduced, 5 characters half reduced, and 10 characters not reduced. For the characters hailing from mixed cultures, 2 characters have their heroic values completely reduced and 2 characters not reduced.

Keywords: translation techniques, fan localization, Street Fighter Alpha 3, Tekken Advance