Pelaksanaan uji kompetensi OSCA lulusan D3 Kebidanan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Studi kasus di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta) Tahun 2012

ABSTRAK

Fathiyatur Rohmah. S 541102028. 2013. Pelaksanaan uji kompetensi OSCA lulusan D3 Kebidanan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Studi kasus di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta) Tahun 2012. TESIS: Pembimbing I: Prof. Dr. Samsi Haryanto, M.Pd ., Pembimbing II: P dr. Jarot Subandono, M.Kes., Program Studi Magister Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2013.

Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan; 1) Proses pendaftaran peserta uji kompetensi OSCA lulusan D3 Kebidanan yang dilaksanakan di STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta; 2) Proses penyusunan soal uji kompetensi OSCA lulusan D3 Kebidanan yang dilaksanakan di STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta; 3) Proses pelaksanaan uji kompetensi OSCA lulusan D3 Kebidanan yang dilaksanakan di STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta; 4) Hasil yang dicapai uji kompetensi OSCA lulusan D3 Kebidanan yang dilaksanakan di STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta; 5) Kendala uji kompetensi OSCA lulusan D3 Kebidanan yang dilaksanakan di STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Metode Penelitian ini dilakukan di Stikes Aisiyah Yogyakarta, menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi terhadap 5 informan kunci, yaitu ketua MTKP Yogyakarta, Ketua IBI Provinsi Yogyakarta, dosen Stikes ‘Aisiyah, dan 2 peserta uji kompetensi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan in-depth interviewing, content analysis, dan observation. Data karakteristik responden disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, sedangkan analisa hipotesis dilakukan dengan metode trianggulasi.
Kesimpulan; 1) Proses pendaftaran peserta uji kompetensi OSCA lulusan D3 Kebidanan wilayah Provinsi DIY yang dilaksanakan di STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh MTKP, perbedaan pada jumlah foto yang dikumpulkan, yaitu tiga lembar ukuran 4×6 standar ketetapan MTKP, dan ukuran 3×4 pada proses pelaksanaan; 2) Proses penyusunan soal uji kompetensi OSCA lulusan D3 Kebidanan wilayah Provinsi DIY yang dilaksanakan di STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta secara umum telah memenuhi standar yang ditetapkan MTKP dengan melibatkan IBI Daerah dan Institusi Pendidikan Bidan, dengan bentuk soal berupa vignnete, dengan materi ANC, Persalinan, Nifas, BBL, KB, Kespro dan Etika; 3) Proses pelaksanaan uji kompetensi OSCA lulusan D3 Kebidanan wilayah Provinsi DIY yang dilaksanakan di STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta secara umum sudah sesuai standar yang ditetapkan oleh MTKP, sedangkan jadwal pelaksanaan sebanyak 2-3 kali dalam setahun; 4) Hasil yang dicapai uji kompetensi OSCA lulusan D3 Kebidanan wilayah Provinsi DIY yang dilaksanakan di STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta secara jumlah peserta mengalami peningkatan, tetapi prosentase kelulusan mengalami penurunan; dan 5) Kendala uji kompetensi OSCA lulusan D3 Kebidanan wilayah Provinsi DIY yang dilaksanakan di STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta terdiri dari; Informasi pelaksanaan uji kompetensi yang terkesan mendadak; Banyak peserta yang sakit sehingga tidak bisa hadir atau datang terlambat; Waktu pelaksanaan uji kompetensi mundur; Ada beberapa alat uji praktik yang perlu diperbaiki; Prosedur pelaksanaan yang masih terkesan ribet dan cheklist yang berbeda-beda antara tiap institusi pendidikan; Kesiapan mahasiswa yang kurang; dan Penguji yang izin mendadak dan mengganggu konsentrasi peserta.

Kata Kunci : Uji Kompetensi, Objective Structured Clinical Assessment (OSCA), MTKP, Profesi Bidan.

ABSTRACT

Fathiyatur Rohmah. S 541102028. 2013. The Implementation of the competency test using OSCA method among D3 Midwifery graduates in the Special Region of Yogyakarta: a case study ‘Aisyiyah Health Science College of Yogyakarta in 2012. First Advisor: Prof Prof. Dr. Samsi Haryanto, M.Pd., Second Advisor: dr. Jarot Subandono, M.Kes., Thesis. Surakarta: Study Program of Family Medicine, Graduate School, University of Sebelas Maret Surakarta, 2013.

The aims of this study were to describe: 1) registration process of competencyy test of DIII of Midwifery using OSCA method in ‘Aisyiyah Health Science College of Yogyakarta; 2) The process of drafting the instruments of competency test using OSCA method in ‘Aisyiyah Health Science College of Yogyakarta; 3) The process of implementation of the competency test using OSCA method among D3 of Midwifery graduates in ‘Aisyiyah Health Science College of Yogyakarta; 4) the results achieved by participants in the ccompetency test in ‘Aisyiyah Health Science College of Yogyakarta; 5) Obstacles during the implementation of competency test for Midwifery graduates held in ‘Aisyiyah Health Science College of Yogyakarta.
Methods : This study was conducted in ‘Aisyiyah Health Science College of Yogyakarta, using a qualitative research method with a phenomenological approach to the 5 key informants, the chairman of MTKP Yogyakarta, the Chairwoman of Indonesian Midwives Association (IMA) the Special Region of Yogyakarta, lecturer of DIII of Midwifery ‘Aisyiyah Health Science College of Yogyakarta, and 2 participants of competency test. The data collection was done by in-depth interview, content analysis, and observation. Conclusions: 1) the registration process of competence test participants of DIII Midwifery in the special region of Yogyakarta was regulated by MTKP; 2) the process of drafting the questions for competency test in ‘Aisyiyah Health Science College of Yogyakarta generally has met the standards set by involving the MTKP of IMA Regional and Educational Institutions of Midwifery; 3) the process of implementation of the midwifery competency test using OSCA method in the special region of Yogyakarta generally has already match with the standard set by MTKP, while the implementation schedule as many as 2 -3 times a year; 4) the result for the first takers of the competency test was decreased, though the number of participants was increased; and 5) the obstacles of the implementation of midwifery competency in 2012 test were: the information regarding the test felt so sudden for the candidates of participant; many participants were sick and could not attend or came late; competency test execution time that had been delayed; there were few instruments of thest that need to be improved; the procedure of the test that seemed complicated and the difference of checklist between each educational institutions; unpreparedness of participants, and the testers who asked a permission suddenly may distract the concentration of the participants.

Keywords: Competency Test, Objective Structured Clinical Assessment (OSCA), MTKP, Professional Midwives.