Pengaruh Bedside Teaching dan Motivasi Belajar Terhadap Kompetensi Komunikasi Terapetik Mahasiswa

Giyanto. S540908107. 2010. Pengaruh Bedside Teaching dan Motivasi Belajar Terhadap Kompetensi Komunikasi Terapetik Mahasiswa Program Profesi Ners. Tesis, Program Studi Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran bedside teaching dengan metode pembelajaran demonstrasi terhadap kompetensi komunikasi terapetik pada mahasiswa program profesi Ners, 2) perbedaan pengaruh antara motivasi belajar tinggi dengan motivasi belajar rendah terhadap kompetensi komunikasi terapetik mahasiswa program profesi Ners, 3) interaksi pengaruh antara metode pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap kompetensi komunikasi terapetik mahasiswa program profesi Ners.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa program profesi Ners yang sedang menempuh stase keperawatan jiwa di RSJ Prof. dr. Soeroyo Magelang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah 60 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan tes objektif untuk mengukur kemampuan kognitif komunikasi terapetik mahasiswa, daftar cek (checklist) untuk mengukur kemampuan psikomotor komunikasi terapetik mahasiswa dan kuesioner untuk mengukur kemampuan afektif komunikasi terapetik mahasiswa serta motivasi belajar mahasiswa. Analisa data menggunakan uji t (t-test) untuk sampel berkorelasi dan Anava 2 jalur (two-way Anova) dengan bantuan program SPSS Versi 17.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan pengaruh yang bermakna antara metode pembelajaran bedside teaching dengan metode pembelajaran demonstrasi terhadap kompetensi komunikasi terapetik mahasiswa dimana diperoleh nilai t hitung sebesar 8,378 dengan nilai p sebesar 0,000 (p ≤ 0,05); 2) terdapat perbedaan pengaruh yang bermakna antara motivasi belajar tinggi dengan motivasi belajar rendah terhadap kompetensi komunikasi terapetik mahasiswa dimana diperoleh nilai t hitung sebesar 4,254 dengan nilai p sebesar 0,000 (p ≤ 0,05); 3) tidak terdapat interaksi pengaruh antara metode pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap kompetensi komunikasi terapetik mahasiswa dimana diperoleh nilai F hitung sebesar 0,012 dengan nilai p sebesar 0,914 (p > 0,05).