Kajian Struktur dan Nilai-nilai Edukatif Cerita Rakyat (Folklor) di Kabupaten Kebumen

Budiyanto. S840908103. 2010. Kajian Struktur dan Nilai-nilai Edukatif Cerita Rakyat (Folklor) di Kabupaten Kebumen. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Tujuan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua macam, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus yang akan diuraikan sebagai berikut : 1. Tujuan Umum, Mengangkat cerita rakyat di Kabupaten Kebumen yang memiliki nilai-nilai luhur maupun nilai-nilai edukatif sehingga dapat dijadikan bahan ajar sastra di sekolah, untuk mengarahkan siswa kepada tingkah laku dan akhlak yang mulia. a. Menggali dan mendata cerita rakyat di Kabupaten Kebumen, b. Membukukan cerita rakyat di Kabupaten Kebumen agar dapat dipakai sebagai bahan ajar sastra di sekolah/madrasah, c. Menggunakan cerita rakyat di Kabupaten Kebumen sebagai sumber bahan ajar sastra, d. Melestarikan dan memberikan penghargaan yang tinggi terhadap cerita rakyat di Kabupaten Kebumen. 2. Tujuan Khusus, a. Untuk mengetahui struktur cerita rakyat (folklor) di Kabupaten Kebumen, b. Untuk mengetahui nilai-nilai edukatif yang terkandung di dalam cerita rakyat (folklor) di Kabupaten Kebumen, c. Untuk mengetahui sejauh mana cerita rakyat (folklor) dan relevansinya terhadap pengajaran sastra di Kabupaten Kebumen.
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif analitis yang meliputi tiga hal pokok, yaitu (1) teknik analisis kritis, (2) teknik analisis komparatif, dan (3) teknik analisis sintesis. Pendekatan penelitian yang dipergunakan adalah pendekatan kualitatif maksudnya adalah mengadakan penelitian ke objek secara langsung, dan meneliti kualitas objek yang sedang dijadikan sebagai objek penelitian. Strategi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Jadi kasus-kasus yang ada di lapangan yang dipelajari dijadikan sebagai objek penelitian dan untuk mendapatkan teori baru tentang objek.
Cerita rakyat di Kabupaten Kebumen yang dijadikan penelitian sebanyak lima macam, yaitu: (1) Pasanggrahan Panembahan Jaka Sangkrip di Desa Brecong, Kecamatan Buluspesantren, (2) Makam Syekh Anom Sidokarso di Grogol Beningsari, (3) Lutung Kasarung/Raden Kamandaka (Goa Jatijajar), (4) Tempat Semedi Nyai Pandan Kuning di Petanahan, (5) Makam Eyang Singondanoe di Desa Sidodadi, Kecamatan Puring.
Cerita rakyat di Kebupaten Kebumen memiliki kemiripan isi dan tema, yaitu asal-usul terjadinya suatu tempat. Alur cerita yang ada dalam cerita rakyat di Kabupaten Kebumen adalah alur maju. Tokoh dan penokohan dalam cerita rakyat di Kabupaten Kebumen adalah manusia yang memiliki sifat yang baik dan memiliki keunggulan bidang tertentu. Latar tempat terjadinya cerita rakyat di lingkup Kabupaten Kebumen.
Sebagian besar cerita rakyat di Kabupaten Kebumen memiliki nilai edukatif (pendidikan). Nilai pendidikan yang terkandung di dalamnyadiantaranya, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan adat (tradisi), nilai pendidikan agama (religi), nilai pendidikan sejarah (hidtoris), dan nilai pendidikan budi pekerti.