Hubungan antara Pemahaman Struktur Kalimat dan Motivasi Berprestasi dengan Kemampuan Membaca Pemahaman (Survei pada Siswa Kelas VI SD Negeri Se-Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen)

Suroso. S 840908124. Hubungan antara Pemahaman Struktur Kalimat dan Motivasi Berprestasi dengan Kemampuan Membaca Pemahaman (Survei pada Siswa Kelas VI SD Negeri Se-Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen). Tesis. Surakarta: Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Desember 2009.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara: (1) pemahaman struktur kalimat dan kemampuan membaca pemahaman, (2) motivasi berprestasi dan kemampuan membaca pemahaman, dan (3) pemahaman struktur kalimat dan motivasi berprestasi secara bersama-sama dengan kemampuan membaca pemahaman.
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Se-Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, bulan Juli sampai dengan Desember 2009. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri Se-Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen. Sampel berjumlah 80 orang yang diambil dengan cara multistage random sampling. Instrumen untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan membaca pemahaman, tes pemahaman struktur kalimat, dan angket motivasi berprestasi. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik statistik regresi dan korelasi (sederhana, ganda).

Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan positif antara pemahaman struktur kalimat dan kemampuan membaca pemahaman (r y.1 = 0,52 pada taraf nyata α = 0,05 dengan N= 80 di mana r t = 0,22); (2) ada hubungan positif antara motivasi berprestasi dan kemampuan membaca pemahaman (r y.2 = 0,49 pada taraf nyata α = 0,05 dengan N= 80 di mana r t = 0,22); dan (3) ada hubungan positif antara pemahaman struktur kalimat dan motivasi berprestasi secara bersama-sama dengan kemampuan membaca pemahaman (R y.12 =0,86 pada taraf nyata α = 0,05 dengan N= 80 di mana r t = 0,22).

Dari hasil penelitian di atas dapat dinyatakan bahwa secara bersama-sama pemahaman struktur kalimat dan motivasi berprestasi memberikan sumbangan yang berarti kepada kemampuan membaca pemahaman. Ini menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut dapat menjadi prediktor yang baik bagi kemampuan membaca pemahaman.

Dilihat dari kuatnya hubungan tiap variabel prediktor (bebas) dengan variabel respons (terikat), hubungan antara pemahaman struktur kalimat dan kemampuan membaca pemahaman lebih kuat dibandingkan dengan hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan membaca pemahaman. Ini menunjukkan bahwa pemahaman struktur kalimat dapat menjadi prediktor yang lebih baik daripada motivasi berprestasi. Kenyataan ini membawa konsekuensi dalam pengajaran kemampuan membaca pemahaman, guru perlu lebih memprioritaskan aspek pemahaman struktur kalimat dalam mengembangkan kemampuan membaca pemahaman daripada aspek motivasi berprestasi.