ANALISA ALTERNATIF DESAIN PERBAIKAN PERKERASAN JALAN PADA TANAH LEMPUNG (STUDI KASUS : RUAS JALAN NGUJUNG – LENGKONG, KECAMATAN GONDANG, KABUPATEN NGANJUK)

Sutini, 2010. “ANALISA ALTERNATIF DESAIN PERBAIKAN PERKERASAN JALAN PADA TANAH LEMPUNG (STUDI KASUS : RUAS JALAN NGUJUNG – LENGKONG, KECAMATAN GONDANG, KABUPATEN NGANJUK)” Tesis, Magister Teknik Rehabilitasi dan Pemeliharaan Bangunan Sipil Universitas Sebelas Maret Surakarta

Salah satu wilayah kecamatan yang mengalami kerusakan jalan yang cukup parah akibat sifat expansive tanah lempung di Kabupaten Nganjuk adalah ruas jalan yang berada pada wilayah Kecamatan Gondang, tepatnya ruas jalan Ngujung-Lengkong pada Sta 3+000 sampai Sta 5+000. Meskipun telah dilakukan pemeliharaan berkala pada ruas jalan tersebut. Hal ini disebabkan karena sifat kembang susut (expansive) dari tanah lempung pada subgrade jalan. Dengan adanya kembang susut dari subgrade jalan, maka lapisan perkerasan jalan akan mengalami kerusakan yang berupa cracking (retak), depression (ambles) dan rutting (alur) serta pothole (lubang). Maka untuk mengatasi permasalahan kerusakan jalan pada tanah lempung tersebut dilakukan penelitian ini.
Tahapan penelitian meliputi assessment tanah, penentuan kondisi perkerasan, desain perbaikan dan pemilihan alternatif desain perbaikan kerusakan. Assesment terhadap tanah pada subgrade jalan untuk mengetahui sifat tanah dan nilai CBR (California Bearing Ratio). Assesment yang dilakukan dengan mengadakan pengujian tanah di laboratorium. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian klasifikasi tanah, batas atterberg, CBR soaked (terendam), dan potensi pengembangan tanah (swelling). Kemudian dilakukan pengujian CBR lapangan perkerasan jalan untuk mengetahui CBR efektif dan survey kondisi perkerasan jalan untuk menentukan kondisi jalan. Penilaian kondisi perkerasan jalan menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index). Sedangkan desain perbaikan perkerasan jalan yang digunakan adalah metode komposit Cement Treated Recycling Base (CTRB) dengan perkerasan lentur, komposit perkerasan kaku dengan perkerasan lentur, dan overlay. Pemilihan alternatif perbaikan menggunakan metode matrik perbandingan dan AHP (Analysis Hierarchi Process) berdasarkan tiga tinjauan yaitu segi konstruksi, pemeliharaan dan alternatif perbaikan.
Berdasarkan perhitungan analisa desain perbaikan dengan umur rencana 20 tahun didapatkan bahwa desain komposit tebal lapisan CTRB 15 cm dengan Laston 14 cm, komposit perkerasan kaku dengan tebal pelat beton bersambung tanpa tulangan sebesar 20 cm dan HRS 4 cm, dan overlay Laston sebesar 24 cm. Alternatif perbaikan kerusakan berdasarkan metode matrik perbandingan dan AHP diperoleh bahwa desain perbaikan yang tepat pada perkerasan ruas jalan Ngujung-Lengkong adalah dengan komposit perkerasan kaku dan lentur. Karena daya dukung perkerasan lebih besar, dan biaya pemeliharaan lebih murah serta umur rencana jalan lebih panjang.

Kata Kunci : Subgrade, Tanah Lempung, Expansive, Assesment, PCI, CTRB, Perkerasan Kaku, Perkerasan Lentur, overlay, matrik perbandingan, AHP