PENGARUH METODE LATIHAN INTERVAL ANAEROBIK DAN KAPASITAS AEROBIK TERHADAP PRESTASI LARI CEPAT 100 METER (Eskperimen Rasio Waktu Kerja-Istirahat 1 : 10 dan 1 : 5 Pada Siswa Putra kelas X SMA Negeri 1 Cipari Kabupaten Cilacap)

Sukoya, NIM: A.120908030, 2010. PENGARUH METODE LATIHAN INTERVAL ANAEROBIK DAN KAPASITAS AEROBIK TERHADAP PRESTASI LARI CEPAT 100 METER (Eskperimen Rasio Waktu Kerja-Istirahat 1 : 10 dan 1 : 5 Pada Siswa Putra kelas X SMA Negeri 1 Cipari Kabupaten Cilacap). Tesis: Program Studi Ilmu Keolahragaan, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh rasio waktu kerja-istirahat latihan interval anaerobik antara 1:5 dan 1:10 terhadap prestasi lari cepat 100 meter. (2) Perbedaan pengaruh kapasitas aerobik tinggi dan rendah dalam latihan interval anaerobik terhadap prestasi lari cepat 100 meter. (3) Interaksi antara rasio waktu kerja-istirahat latihan interval anaerobik dengan kapasitas aerobik terhadap prestasi lari cepat 100 meter.
Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 X 2. Populasi penelitian adalah siswa putra kelas X SMA Negeri 1 Cipari Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2008/2010, berjumlah 60 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive random sampling, besar sampel yang diambil yaitu 40 siswa. Siswa sejumlah 65 siswa diukur kapasitas aerobiknya, selanjutnya diambil 40 sebagai sampel penelitian siswa terdiri dari 20 siswa yang memiliki kapasitas aerobik tinggi dan 20 siswa yang memiliki kapasitas aerobik rendah. Variabel yang diteliti yaitu variabel bebas terdiri dari dua faktor yaitu variabel manipulatif dan variabel atributif, serta satu (1) variabel terikat. Variabel manipulatif terdiri dari latihan interval anaerob dengan rasio waktu kerja-istirahat 1 : 10 dan latihan interval anaerob dengan rasio waktu kerja-istirahat 1 : 5. Variabel atributif terdiri dari kelompok siswa dengan kapasitas aerobik tinggi dan kapasitas aerobik rendah. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu prestasi lari cepat 100 meter. Teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Pengambilan data prestasi lari cepat 100 meter dengan tes lari cepat menempuh jarak 100 meter. Pengambilan data kapasitas aerobik dilakukan dengan multistage fitness test. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis varians dan uji rentang Newman Keuls, pada taraf signifikansi 5%.
Kesimpulan: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan interval anaerobik dengan rasio kerja-istirahat 1 : 10 dan rasio 1 : 5 terhadap prestasi lari 100 meter, Fhitung = 7.541 > Ftabel = 4.11. Pengaruh latihan interval anaerobik rasio 1 : 10 lebih baik dalam meningkatkan kecepatan lari 100 meter, rata-rata peningkatannya masing-masing adalah 1.57 detik dan 1.31 detik. (2) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara kapasitas aerobik tinggi dengan kapasitas aerobik rendah dalam latihan interval anaerobik terhadap prestasi lari 100 meter, Fhitung = 4.503 > Ftabel = 4.11. Peningkatan prestasi lari 100 meter pada siswa yang memiliki kapasitas aerobik tinggi lebih baik dari pada yang memiliki kapasitas aerobik rendah, rata-rata peningkatannya masing-masing adalah 1.54 detik dan 1.34 detik. (3) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara perbedaan rasio kerja- istirahat pada latihan interval anaerobik dan kapasitas aerobik terhadap prestasi lari 100 meter, Fhitung = 13.944 > Ftabel = 4.11. (a) Siswa yang memiliki kapasitas aerobik tinggi lebih cocok jika mendapat latihan interval anaerobik dengan rasio 1 : 5. (b) Siswa yang memiliki kapasitas aerobik rendah lebih cocok jika mendapat latihan interval anaerobik dengan rasio 1 : 10.
Kata Kunci: Metode Latihan Interval Anaerobik, Rasio Waktu Kerja-Istirahat 1 : 10, Rasio Waktu Kerja-Istirahat 1 : 5, Kapasitas Aerobik, Prestasi Lari Cepat 100 Meter