Erasmus+Partnership Forum Leipzig 2018

Program Studi ilmu Kimia medapatkan kesempatan untuk mengikuti Erasmus+Partnership Forum Leipzig 2018 yang bertempat di Universitat LEIPZIG Jerman. Forum tersebut berlangsung selama lima hari dari tanggal 3-7 Juni 2018 dan dihadiri oleh  perwakilan universitas disetiap negara. program studi kimia diwakilkan oleh Dr. rer.nat. Fajar Rakhman Wibowo, M.Sc yang juga selaku Kepala Program Studi Ilmu Kimia Pascasarjana. pembahasan Forum meliputi pengenalan Program kurikulum hingga pembahasan kerjasama dengan penyelenggara Erasmus.

Erasmus+ International Mobility Program di UNIVERSITAS LEIPZIG Jerman 2017

Program Erasmus International Mobility di Universitas Leipzig tahun kedua dilaksanakan pada bulan Oktober 2017. Pada kesempatan ini UNS mengirimkan tiga mahasiswa yaitu  Husna Syaima, Rujito Sesario dan Venansia Avelia dengan pendamping Dr. Atmanto Heru Wibowo dan Dr.rer.nat. Witri Lestari.

 

Kuliah Pakar

Dalam upaya meningkatkan mutu hasil pendidikan Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, khususnya Ilmu Kimia  adalah mengupayakan pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas. Upaya itu akan dapat dicapai jika mahasiswa telah memiliki kesiapan serta motivasi belajar yang tinggi. Berkenaan dengan itu dipandang penting diberikan arahan dan pembinaan kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Kimia dalam Kuliah Pakar. Kuliah pakar kali ini dilaksanakan pada tanggal 23-24  Agustus 2017.

Pembicara kuliah Pakar pada kesempatan kali ini adalah Prof. Selahattin Yilmaz yang merupakan Dosen  Institut Teknologi Izmir, Turki, Dr. rer.nat Wirawan Ciptonugroho dari Fakultas MIPA UNSDr. Eng Yessi Permana dari  Fakultas MIPA ITB dan Dr. Bambang Heru Susanto, S.T, M.T dari  Fakultas Teknik Kimia UI.

Informasi Erasmus+ International Credit Mobility dengan Leipzig University

Mahasiswa[1] S2 Kimia Pascasarjana UNS yang kami banggakan,

Menindaklanjuti kerjasama dalam kerangka Erasmus+ International Credit Mobility dengan Leipzig University , Prodi S2 Kimia Pascasarjana UNS mendapat kesempatan untuk mengirimkan 2 mahasiswa master dan 2 staffnya ke Univ. Leipzig.  Untuk mahasiswa akan mengikuti perkuliahan dan/atau lab work di lab Prof. Hey-Hawkins yang dapat dihitung sebagai kredit point (30 ECTS, standard Eropa). Untuk stay kali ini berdurasi satu semester perkuliahan dan wajib menyelesaikan perkuliahan dan lulus ujian yang dibuktikan dengan perolehan sertifikat nilai mata kuliah yang diikuti.

Untuk keperluan seleksi mahasiswa ini, kami mohon kerjasama mahasiswa yang berminat mengikuti program ini untuk mengirimkan data/dokumen sebagai berikut:

  • Biodata /CV (in English)
  • Motivation letter (in english)
  • Transkrip nilai (master atau sarjana) yang sudah ditandatangani kaprodi
  • Sertifikat kemampuan bahasa Inggris ( TOEFL, EAP, atau IELTS)
  • Id card dan students [2]
  • Pas Foto 4×6 (1 lembar)

 

Semua dokumen mohon sudah harus dikirimkan ke email : witri@mipa.uns.ac.id

Cc ke Pak Fajar : fajar.wibowo@gmail.com , paling lambat tanggal 14 April 2017, Jam 24.00

Adapun fasilitas yang akan ditanggung oleh program ini adalah biaya transportasi (travel grant sebesar 1100 Euro) dan  living cost dalam bentuk uang saku (selama 5 bulan sebesar 800 Euro/bulan).

Demikian informasi ini kami sampaikan, kami mohon kerjasamanya.

 

Kaprodi Kimia

Dr. rer.nat. Fajar Rakhman Wibowo

NIP 197306052000031001

[1] Pengumuman ini juga berlaku bagi calon mahasiswa semester Agustus 2017-Januari 2018

[2] Untuk Calon Mahasiswa, cukup menyerahkan bukti pendaftaran seleksi masuk pascasarjana 2017

 

Pengalaman Awardee Erasmus+International Mobility Program di UNIVERSITAS LEIPZIG Jerman #2

I took part Erasmus+ Mobility Programme for 3 months in Leipzig University, one of the world’s oldest university and the second oldest university in Germany, located in Leipzig, Saxony State Germany. This programme allowed me to improve my laboratory work by doing some research under supervision one of the world’s best professor in inorganic chemistry. Their facilities such as high technology instruments and unlimited publication access also gave great support. This programme was very interesting not only because I can improve my laboratory skill but also I can experiences different learning and teaching practices, improve my foreign language skill and built up a personal/professional network and teamwork skill. Lived abroad and met new people gain knowledge of different cultures, made me become more tolerant in diversity, open minded and more aware to current issues in the world also I developed adaptability skill. After improved my skill I could become more capable of taking over work task with high responsibility and professionalism also develop an idea and express it creatively. By attending this programme, I hoped that I could advance my career for a better job and traineeship.

AVELIA ROSALIA  

Pengalaman Awardee Erasmus+International Mobility Program di UNIVERSITAS LEIPZIG Jerman #1

Universitas Sebelas Maret Surakarta menjalin kerjasama dengan Universitas Leipzig sejak Oktober 2015. Setiap tahunnya akan ada mahasiswa yang mewakili Universitas Sebelas Maret untuk pergi ke Universitas Leipzig di Jerman dengan program International Mobility Program. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas educational networking antara Universitas Sebelas Maret dengan universitas-universitas di Eropa. Gambar 1 merupakan momen saat Tim kami dari UNS sampai di Universitas Leipzig. UNS diwakili oleh dua mahasiswa yaitu Rujito Sesario dan Venansia Avelia (Gambar 1  dari kiri pertama dan kedua) dengan pendamping Dr. Fitria Rahmawati dan Dr.rer.nat. Witri Lestari (Gambar 1  dari kiri ketiga dan keempat). Saya selaku penerima beasiswa program ini diharuskan mengikuti program perkuliahan master internasional atau penelitian berbasis riset di Laboratorium, yang notabene bidang studi saya adalah Ilmu Kimia Anorganik. Gambar 2 adalah Prof. Dr. Evamarie Hey-Hawkins pembimbing sekaligus supervisor saya selama berada di Universitas Leipzig. Berdasarkan pengamatan saya, banyak sekali perbedaan yang dapat ditemukan antara sistem, sarana, fasilitas yang dimiliki oleh Universitas Lepizig dengan Universitas Sebelas Maret. Berikut beberapa perbedaan signifikan yang dapat saya paparkan. Suasana Laboratorium Kimia Anorganik di Universitas Leipzig berbeda dengan Laboratorium di Universitas Sebelas Maret. Menurut saya hal ini dikarenakan beda budaya maka akan beda pula lingkungannya. Setiap pagi, sebelum memulai aktivitas para mahasiswa dari strata Sarjana hingga Doktoral diperbolehkan untuk membuat teh atau kopi, sehingga suasana yang dihasilkan terkesan lebih nyaman. Peralatan Laboratorium di Universitas Leipzig relatif lebih maju dibandingkan UNS. Universitas Leipzig memiliki fasilitas Laboratorium kimia yang relatif lengkap dibandingkan Universitas Sebelas Maret. Alat-alat instrumen Kimia yang dimiliki oleh Universitas Leipzig diantaranya XRD (X-Ray Diffraction), FTIR (Fourier Transmission Infra-Red), Elemental Analysis, SEM (Scanning Electron Microscope), TEM (Transmission Electron Microscope), TG-DTA (Thermal-Gravimetri Differential Thermal Analysis). Semua instrument tersebut dikendalikan oleh laboran maupun mahasiswa yang mampu mengoperasikan. Alat-alat tersebut selalu diperhatikan kinerjanya dan selalu dilakukan maintenance untuk menjaga keabsahan alat. Di Universitas Leipzig saya melakukan penelitian berbasis riset mengenai pembuatan Katalis Metal Organic Frameworks (MOFs) yang dapat diaplikasikan sebagai katalis hidrogenasi pengolahan bahan bakar. Berdasarkan penelitian yang saya lakukan, diharapkan akan dimuat dalam bentuk publikasi jurnal ilmiah internasional. Saya juga berkesempatan untuk mengikuti beberapa perkuliahan yang ada di Universitas Leipzig, fasilitas kelas yang ada di sana relative lengkap dan modern. Setiap tenaga pengajar memiliki akses untuk menggunakan proyektor layer lebar Touchscreen yang secara otomatis terhubung dengan papan tulis. Di sisi lain, para pengajar dapat menggunakan papan tulis apabila ingin memaparkan materi yang berkaitan dengan perhitungan atau rumus-rumus. Berdasarkan seluruh pengalaman yang telah saya rasakan di Universitas Leipzig, semakin membuat saya untuk berkeinginan melanjutkan studi Doktoral ke luar negeri. Universitas Leipzig memiliki sarana-sarana yang memadai sehingga mampu membuat para mahasiswanya terfasilitasi dengan baik.  

 

RUJITO SESARIO  

Kuliah Pakar Dr. Muh Nur, DEA

Kuliah pakar nasional menjadi salah satu Program Parcasarjana Universitas Sebelas Maret khususnya program Studi Ilmu Kimia untuk meningkatkan wawasan dan motivasi pembelajaran bagi mahasiswa. Ilmu Kimia berkaitan dengan banyak bidang. Penambahan wawasan terkait dengan teknologi plasma yang saat ini semakin berkembang dirasa perlu diberikan kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Kimia. Tema mengenai teknologi plasma dan aplikasinya di Indonesia dinilai menjadi topik yang tepat untuk membuka wawasan mahasiswa dalam bidang ini yang mungkin belum banyak disinggung pada perkuliahan.

Kuliah pakar bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai topik bahasan tertentu yang sebelumnya belum disinggung secara mendalam dalam perkuliahan regular. Program Studi Ilmu Kimia Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta akan mengadakan Kuliah Pakar bertema “Teknologi Plasma dan Aplikasinya di Indonesia” yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 November 2016. Kuliah ini akan disampaikan oleh pakar plasma Indonesia dengan menghadirkan pembicara Dr. Muh Nur, DEA berasal dari Universitas Diponegoro Semarang. kuliah pakar ini dimoderatori oleh ibu Dr. Teguh Endah Saraswati, S.Si, M.Sc, Ph.D..