Belajar dari Praktik, Bertumbuh dari Pengalaman: Penutupan PKL Klinik Mahasiswa Magister Ilmu Gizi FK UNS di RSUD Dr. Moewardi

 

Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan penutupan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Klinik di RSUD Dr. Moewardi pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan berlangsung pukul 09.00 WIB di Instalasi Gizi RSUD Dr. Moewardi dan dihadiri oleh sebelas mahasiwa Magister Ilmu Gizi FK UNS, Dr. Budiyanti Wiboworini, dr., M.Kes., Sp.GK., selaku Kepala Program Studi Magister Ilmu Gizi, serta empat pembimbing lapangan, yaitu Wiwik Ekorinawati, S.Gz., M.Gz., RD,  Ahmad Farudin, SKM., M.Si., RD Amelya Aughustina Ayusari, dr., M.Gizi., Sp.GK., dan Indrawati, dr., Sp.GK.

Kegiatan penutupan ini menjadi bagian akhir dari rangkaian PKL Klinik mahasiswa Magister Ilmu Gizi Minat Gizi Klinis FK UNS di RSUD Dr. Moewardi. Selama menjalani PKL, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik pelayanan gizi di rumah sakit. Kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk memahami proses pelayanan gizi klinik serta penerapan asuhan gizi pada pasien dengan berbagai kondisi penyakit.

Melalui kegiatan PKL, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai aspek teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai kondisi pasien di lingkungan rumah sakit. Mahasiswa belajar melakukan pengkajian masalah gizi, memahami kondisi klinis dan kebutuhan gizi pasien, menyusun intervensi gizi, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan pasien. Selain itu, mahasiswa berkesempatan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan pertimbangan berdasarkan kondisi pasien, dan memahami pentingnya koordinasi dengan tenaga kesehatan lain dalam mendukung proses perawatan.

Dalam kegiatan penutupan, mahasiswa bersama Kepala Program Studi dan para pembimbing lapangan melakukan refleksi terhadap pelaksanaan PKL yang telah berlangsung. Berbagai pengalaman, evaluasi, serta pembelajaran selama praktik menjadi bahan diskusi untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa menjadi pelayanan gizi di rumah sakit. Para pembimbing lapangan juga memberikan arahan dan masukan sebagai bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi di bidang gizi klinik.

Pengalaman PKL di RSUD Dr. Moewardi diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa Magister Ilmu Gizi FK UNS dalam mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan keterampilan praktik di lapangan. Pengalaman tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang gizi klinik, sekaligus menjadi bekal dalam menjalankan peran profesional di bidang gizi dan pelayanan kesehatan.

Serah Terima Mahasiswa S2 Ilmu Gizi UNS Peminatan Clinical Nutrition di RSUD Dr. Moewardi

Surakarta, 8 Mei 2026 — Program Studi Magister Ilmu Gizi Universitas Sebelas Maret melaksanakan kegiatan serah terima mahasiswa S2 Ilmu Gizi peminatan Clinical Nutrition di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa sebelum mengikuti rangkaian praktik lapangan di lingkungan rumah sakit. Sebanyak 11 mahasiswa mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari proses pembelajaran klinik yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman, keterampilan, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi praktik pelayanan gizi secara langsung.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Program Studi S2 Ilmu Gizi UNS, Dr. Budiyanti Wiboworini, dr., M.Kes., Sp.GK. Clinical Instructor atau CI dari Instalasi Gizi RSUD Dr. Moewardi juga turut hadir, yaitu Ibu Martini, S.Gz, Ibu Wiwik Ekorinawati, M.Gz., RD, Ibu Soeharlina, AMG, RD, serta Ibu Fadzillah, S.Gz.

Pertemuan ini diawali dengan kegiatan penerimaan dan pengenalan mahasiswa kepada pihak Instalasi Gizi RSUD Dr. Moewardi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh arahan awal mengenai lingkungan praktik, tata tertib, serta gambaran umum pelaksanaan kegiatan selama berada di rumah sakit. Arahan ini diberikan agar mahasiswa dapat menyesuaikan diri dengan sistem kerja rumah sakit yang menuntut ketelitian, kedisiplinan, dan profesionalitas.

Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai struktur organisasi Instalasi Gizi RSUD Dr. Moewardi. Penjelasan tersebut memberikan gambaran tentang pembagian tugas, alur koordinasi, serta peran masing-masing bagian dalam mendukung pelayanan gizi rumah sakit. Pemahaman terhadap struktur organisasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar mampu memahami posisi dan peran tenaga gizi dalam sistem pelayanan kesehatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan orientasi pelaksanaan manajemen penyelenggaraan makanan di Instalasi Gizi secara langsung. Mahasiswa diperkenalkan pada proses pengelolaan makanan rumah sakit, mulai dari perencanaan menu, pemesanan bahan makanan, penerimaan bahan, persiapan, pengolahan, hingga distribusi makanan kepada pasien secara singkat. Orientasi ini memberikan pengalaman awal bagi mahasiswa untuk melihat keterkaitan antara teori manajemen penyelenggaraan makanan dengan praktik nyata di lapangan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian informasi terkait tata pelaksanaan produksi dan pemesanan makanan di Instalasi Gizi RSUD Dr. Moewardi. Informasi ini menjadi pedoman awal bagi mahasiswa dalam mengikuti praktik, khususnya dalam memahami alur kerja produksi makanan, sistem pemesanan diet pasien, serta standar pelayanan yang diterapkan di rumah sakit.

Melalui kegiatan serah terima ini, mahasiswa S2 Ilmu Gizi UNS peminatan Clinical Nutrition diharapkan mampu mengembangkan kompetensi akademik dan keterampilan profesional di bidang gizi klinik. Kegiatan ini juga menjadi bentuk penguatan kerja sama antara Program Studi Magister Ilmu Gizi UNS dan RSUD Dr. Moewardi dalam mendukung pendidikan berbasis praktik, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang gizi.

Serah Terima dan Pembekalan PKL Mahasiswa Magister Ilmu Gizi UNS Minat Komunitas di Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali

Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Minat Komunitas Angkatan 2025/2026 memulai kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pemahaman langsung dalam memahami pelaksanaan program gizi dan kesehatan masyarakat di tingkat daerah yang akan berlangsung selama satu bulan.

 

Kegiatan serah terima mahasiswa PKL berlangsung di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Boyolali, dihadiri oleh dr. Rita Indrihastuti (Kabid Sumber Daya Kesehatan); Santi Dewi Emawati, S.SiT., M.Kes (Kasie Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat)  dan Anis Eko Widiyarti, S.Psi (Kasi Sumber Daya Manusia Kesehatan) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali; Dosen Pembimbing serta 15 Mahasiswa Magister Ilmu Gizi UNS. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa secara resmi diterima untuk menjalankan praktik lapangan sesuai dengan ruang lingkup pembelajaran serta program gizi dan kesehatan di wilayah Kabupaten Boyolali. Pada tahun ini lokasi pengambilan data dan kegiatan ditempatkan di Puskesmas Sambi, Puskesmas Sawit, Puskesmas Banyudono I dan Puskesmas Cepogo.

Dalam sambutannya, Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali menyampaikan bahwa pelaksanaan PKL diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat program kesehatan, khususnya gizi masyarakat. Mahasiswa juga diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami permasalahan gizi yang terjadi di lapangan, serta memberikan kontribusi melalui analisis dan inovasi program yang dapat mendukung pelaksanaan program kesehatan di Kabupaten Boyolali. Program yang dikembangkan selama PKL diharapkan dapat menyasar kelompok lansia. Hal ini karena lansia merupakan salah satu kelompok rentan mengalami masalah gizi dan mengalami penyakit tidak menular dan belum banyak mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan intervensi gizi masyarakat. Sementara program intervensi untuk balita dan ibu hamil sudah cukup banyak dilakukan. Selain kegiatan serah terima, mahasiswa juga memperoleh pembekalan mengenai gambaran umum kondisi masalah gizi serta program gizi setiap wilayah. Materi pembekalan tersebut disampaikan langsung oleh setiap nutrisionis dari setiap puskesmas.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Ilmu Gizi UNS menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupatun Boyolali atas kesediaanya menerima mahasiswa untuk melaksanakan PKL. Kegiatan ini dinilai penting sebagai bentuk kolaborasi antara institusi pendidikan dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang gizi dan kesehatan masyarakat. Melalui pelaksanaan PKL ini, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh pengalaman nyata dalam mengamati, menganalisis dan memahami implementasi program gizi di masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat merangcang inovasi program intervensi gizi yang ditujukan kepada kelompok sasaran prioritas. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dan Prodi Studi Magister Ilmu Gizi Universitas Sebelas Maret, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat.

Dukung Penguatan Kompetensi Mahasiswa, Magister Ilmu Gizi FK UNS Gelar Kuliah Tamu seputar Hospital Malnutrition

Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah tamu bertema Hospital Malnutrition pada Senin, 30 Maret 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Dr. dr. Luciana B. Sutanto, M.S., Sp.GK., Subsp.PK sebagai narasumber dan diikuti oleh 40 mahasiswa dan alumni Magister Ilmu Gizi FK UNS. Kuliah tamu ini diselenggarakan untuk menambah wawasan mahasiswa dan memperkuat pemahaman di bidang gizi klinik. Tema Hospital Malnutrition dipilih karena masalah gizi pada pasien rumah sakit masih sering terjadi dan dapat memengaruhi proses pemulihan, lama perawatan, efektivitas terapi, serta mutu pelayanan kesehatan. Mahasiswa juga diajak untuk memahami bahwa penanganan gizi bukan hanya pelengkap, tetapi bagian penting dari perawatan pasien.

Dalam pemaparannya, dr. Luciana menjelaskan bahwa malnutrisi di rumah sakit tidak hanya terjadi karena pasien makan terlalu sedikit. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh penyakit yang diderita, adanya peradangan, penurunan massa otot, dan kondisi tubuh pasien yang semakin lemah selama perawatan. Oleh karena itu, malnutrisi perlu dikenali sejak awal agar penanganannya bisa dilakukan lebih cepat dan lebih tepat.

Peserta mendapatkan penjelasan tentang langkah-langkah penting dalam penanganan malnutrisi di rumah sakit, mulai dari skrining risiko gizi, asesmen status gizi, hingga pemberian intervensi nutrisi yang sesuai dengan kondisi pasien. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan beberapa alat skrining gizi, seperti NRS-2002, MUST, MST, dan pendekatan diagnosis berbasis GLIM. Materi ini membantu peserta memahami bahwa pelayanan gizi klinik harus dilakukan secara terstruktur dan berdasarkan kondisi pasien secara menyeluruh.

Selain membahas malnutrisi di rumah sakit, dr. Luciana juga mengulas nutrisi enteral dan sarkopenia. Nutrisi enteral dijelaskan sebagai metode pemberian gizi yang diutamakan jika saluran cerna pasien masih dapat bekerja dengan baik, terutama bagi pasien yang belum mampu memenuhi kebutuhan gizinya melalui makan biasa. Di sisi lain, sarkopenia dijelaskan sebagai kondisi menurunnya massa dan kekuatan otot yang tidak hanya dialami oleh lansia, tetapi juga bisa terjadi pada orang dewasa. Untuk mencegah kondisi tersebut, diperlukan aktivitas fisik yang rutin, pola makan dengan gizi seimbang, dan penerapan gaya hidup sehat.

Kegiatan berlangsung tertib dan interaktif. Setelah sesi pemaparan materi, peserta aktif mengikuti diskusi dan tanya jawab, terutama saat membahas skrining gizi pada pasien kritis dan tantangan penggunaan nutrisi enteral di rumah sakit. Diskusi menunjukkan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa Magister Ilmu Gizi, khususnya pada ranah gizi klinik dan pelayanan rumah sakit. Interaksi antara narasumber dan peserta juga membuka ruang bertukar gagasan, pengalaman, serta refleksi terhadap tantangan pelayanan gizi di fasilitas kesehatan.

Kuliah tamu ini memberi manfaat yang besar bagi peserta karena tidak hanya menambah pengetahuan teori, tetapi juga membantu mahasiswa memahami penerapan ilmu gizi dalam praktik klinik. Selain itu, mahasiswa semakin memahami hubungan antara status gizi pasien dengan proses penyembuhan, lama rawat inap, dan kualitas pelayanan kesehatan, serta mendorong mahasiswa untuk berpikir lebih kritis dan lebih siap menghadapi dunia praktik profesional di bidang gizi klinik.

Siapkan Generasi Emas 2045: S2 Ilmu Gizi UNS Gelar Webinar Nasional Angkat Isu Gizi Seimbang hingga Ancaman Ultra Processed Food

Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Ilmu Gizi Angkatan 2025 Universitas Sebelas Maret (UNS) telah menyelenggarakan Webinar Nasional dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional dan Dies Natalis pada Sabtu, 14 Februari 2026, pukul 08.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan mengusung tema “Membangun Generasi Emas 2045 yang Sehat dan Produktif dengan Gizi Optimal” dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi mahasiswa, tenaga kesehatan, dosen, serta masyarakat umum.

Webinar ini dilatarbelakangi oleh tantangan gizi yang semakin kompleks di Indonesia, khususnya peningkatan konsumsi ultra processed food (UPF) serta masih rendahnya penerapan prinsip gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai berkontribusi terhadap munculnya inflamasi kronik tingkat rendah, gangguan metabolik, dan meningkatnya kejadian penyakit tidak menular pada usia remaja dan dewasa muda. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas dan produktivitas generasi masa depan.

Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara hebat yaitu Ibu Kartika Pibriyanti, S.K.M., M.Gizi., Dosen Universitas Darussalam Gontor, sebagai pemateri pertama yang membahas terkait peran gizi seimbang dalam membentuk tubuh yang sehat, bugar, dan produktif, dengan penekanan pada pentingnya keberagaman pangan, kecukupan zat gizi dan keseimbangan antara asupan makan dan aktivitas fisik. Adapun pembicara hebat lainnya, Bapak Dandi Sanjaya, S.Tr.Gz, M.Gz, Dosen Universitas Medika Suherman, sebagai pemateri kedua yang mengulas dampak konsumsi UPF terhadap kesehatan, termasuk hubungannya dengan inflamasi kronik dan risiko early onset penyakit tidak menular. Kedua materi disampaikan secara komunikatif dan mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang.

Setelah pemaparan materi, dibuka sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Untuk memperkuat pesan edukasi, panitia turut melakukan sesi quiz interaktif dengan peserta. Sesi kemudian diakhiri dengan pengumuman pemenang kuis dan penanya terbaik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pascasarjana Ilmu Gizi UNS berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi optimal sebagai investasi jangka panjang. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku makan menuju pola konsumsi yang lebih sehat sehingga dapat mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045.

Tingkatkan Kompetensi di Bidang Herbal Klinis: Mahasiswa S2 Ilmu Gizi UNS Lakukan Kunjungan ke UPF Yankestrad Tawangmangu

Tawangmangu, 20 November 2025 – Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Gizi, Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kunjungan lapangan ke Unit Pelaksana Fungsional (UPF) Pelayanan Kesehatan Tradisional RSUP Dr. Sardjito Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 25 Mahasiswa, 2 Dosen, dan 1 Staff Prodi sebagai bagian dari pembelajaran lapangan terkait pengembangan dan pemanfaatan tanaman tradisional.untuk kesehatan.

Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan UPF Yankestrad Tawangmangu oleh narasumber di ruang pertemuan Hortus Medicus. Peserta mendapat penjelasan mengenai sejarah Lembaga, transformasi B2P2TO2T menjadi UPF Yankestrad, layanan klinis berbasis saintifikasi jamu, hingga program wellness tourism yang menjadi unggulan UPF. Pada sesi tersebut, mahasiswa juga mempelajari fasilitas laboratorium uji mutu herbal, dan berbagai program edukasi serta pelatihan yang tersedia bagi Masyarakat maupun institusi Pendidikan.

Salah satu kegiatan utama ialah Project Class pembuatan balsam aromaterapi yang difasilitasi oleh tim UPF. Mahasiswa berlatih menimbang bahan, mencairkan vaselin dan beeswax, mencampurkan menthol kristal serta esensial oil, hingga mengemas produk jadi. Proses ini memberikan pengalaman langsung mengenai formulasi, teknik pencampuran, dan standar mutu pembuatan produk herbal sederhana.

Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke Kebun Etalase Tanaman Obat Kalisoro, lokasi edukatif yang menyajikan ratusan spesies tanaman herbal. Mahasiswa melakukan observasi langsung terhadap morfologi, manfaat, dan kelas farmakologis berbagai tanaman seperti rosamarin, adas, sambiloto, pegagan, hingga tempuyung. Mahasiswa juga diizinkan untuk mengenali aroma dan mencicipi langsung tanaman, seperti daun stevia, sebagai pengalaman langsung yang tak terlupakan.

Kunjungan berikutnya dilakukan ke Klinik Pratama Saintifikasi Jamu Hortus Medicus, fasilitas pelayanan yang mengintegrasikan terapi herbal dan medis modern. Mahasiswa mendapatkan penjelasan singkat mengenai alur pelayanan, resep jamu harian, fasilitas konsultasi gizi, dan layanan penunjang seperti EKG, fisioterapi, dan homecare. Klinik ini merupakan pusat saintifikasi jamu satu-satunya milik Kementerian Kesehatan yang melakukan riset preklinik hingga klinik.

Sebagai penutup, mahasiswa mengunjungi Unit Pascapanen, tempat proses pengolahan tanaman obat dilakukan secara terstandar mulai dari pengumpulan bahan baku, sortasi basah, pencucian, penirisan, pengubahan bentuk, pengeringan, sortasi kering, hingga rak pengemasan dan penyimpanan. Melalui sesi ini, mahasiswa memahami rantai produksi jamu dari hulu ke hilir, sekaligus pentingnya standar mutu dalam pengolahan tanaman herbal.

Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai keterikatan ilmu gizi dengan kesehatan tradisional, khususnya pengembangan jamu terstandar. Selain itu, diharapkan dapat menjadi bekal penting dalam praktik profesional mahasiswa di masa mendatang.

Kiprah Nyata Mahasiswa S2 Ilmu Gizi Sebagai Edukator

Mahasiswi S2 Ilmu Gizi berturut-turut mendapat kesempatan berharga untuk mempraktekkan keterampilannya sebagai edukator pada bulan Oktober dan Nopember ini. Pada tanggal 12 Oktober 2025, Siti Raodah, S.Gz dan Dinda Yulian Ardiani, S.Gz, mahasiswa S2 Ilmu Gizi semester 3, mendapat undangan dari Community Development HMPD (Himpunan Mahasiswa Program Studi Kedokteran) Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret untuk mengisi acara di aula pertemuan Kelurahan Jagalan, Jebres, Surakarta. Kedua mahasiswa tersebut menjadi narasumber untuk menyampaikan pengaturan menu untuk penderita hipertensi. Materi disampaikan tidak sekedar berupa penyuluhan tetapi sekaligus praktik cara mengolah menu sehat berbahan dasar sayuran, ikan dan bumbu alami rendah natrium sebagai contoh penerapan DASH diet. Selanjutnya diadakan lomba yang diikuti oleh seluruh peserta. Setiap tim beranggotakan tiga orang, dan mereka diberi tantangan untuk membuat kembali menu yang telah didemonstrasikan.

 

Kesempatan kedua didapat Siti Raodah, S.Gz, yang enerima udangan sebaai narasumber kegiatan edukasi kesehatan yang diselenggarakan oleh CIMSA (Center for Indonesian Medical Students’ Activities) FK UNS. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025 bertempat di Kelurahan Mojosongo, Surakarta, dan dihadiri oleh para ibu balita, kader kesehatan, serta masyarakat umum yang peduli dengan isu pertumbuhan anak. Pada kesempatan ini Siti Raodah, S.Gz menyampaikan materi bertema “Cegah Stunting: Investasi Masa Depan Ibu dan Balita Sehat.” Dalam penyampaiannya, Siti Raodah menekankan bahwa pencegahan stunting bukan hanya soal memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga membangun kesadaran bahwa kesehatan ibu dan anak adalah bekal penting bagi masa depan generasi bangsa. Ia menjelaskan pentingnya perhatian sejak masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif, MP-ASI yang tepat, serta pola hidup sehat dalam keluarga. Pemaparan disertai demo masak yang memperlihatkan bagaimana menyiapkan makanan bergizi, terjangkau, dan sesuai kebutuhan tumbuh kembang balita. Demo masak ini menjadi salah satu sesi yang paling menarik bagi peserta karena mereka dapat melihat langsung proses pembuatan menu sehat, sekaligus mencicipinya.

Prodi S2 Ilmu Gizi UNS Bersama IIDI Berpartisipasi dalam Pencegahan Stunting

Dalam rangka Bulan Bakti IIDI Surakarta, mahasiswa Prodi S2 Ilmu Gizi Angkatan 2024 turut serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus hingga 29 Agustus 2025 di 4 sekolah Kota Surakarta. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai teori dan riset, tetapi juga berkontribusi secara langsung dalam memberikan manfaat kepada masyarakat. Tahun ini, kegiatan PkM terlaksana berkat kerja sama antara Program Studi Magister Ilmu Gizi dengan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Surakarta yang mengambil tema “Cegah Stunting untuk Generasi Sehat, Cerdas, Produktif”.

Fokus kegiatan adalah edukasi gizi dan kesehatan pada remaja putri di sekolah, mengingat usia remaja merupakan periode krusial yang menentukan kualitas kesehatan di masa depan. Remaja sering menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kebiasaan makan yang kurang sehat, risiko anemia akibat kekurangan zat besi, hingga pola hidup yang kurang aktif. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman, motivasi, sekaligus keterampilan praktis kepada para siswa agar lebih peduli terhadap kesehatan dirinya.

Kegiatan PkM dilaksanakan di empat sekolah yang menjadi mitra, yaitu SMA Kristen 1 Surakarta, SMK 45 Surakarta, SMA Negeri 6 Surakarta dan SMP Al Muayad. Di setiap sekolah, mahasiswa bersama tim dari IIDI menyampaikan materi tentang gizi seimbang, pentingnya sarapan sehat, pencegahan anemia, pemilihan jajanan sehat, serta edukasi pola hidup aktif dan bersih. Metode yang digunakan tidak hanya berupa penyuluhan, tetapi juga diskusi interaktif, permainan edukasi, serta kuis gizi sehingga siswa terlibat secara aktif dan suasana menjadi lebih menyenangkan.

Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan. Mereka menyampaikan berbagai pertanyaan, berbagi pengalaman terkait pola makan, hingga menunjukkan minat besar untuk mengubah kebiasaan sehari-hari menjadi lebih sehat. Para guru dan pihak sekolah pun memberikan apresiasi yang tinggi, karena kegiatan ini sejalan dengan program sekolah sehat serta mampu menambah wawasan siswa dengan cara yang aplikatif.

Sebagai bentuk dukungan dan motivasi, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) memberikan gift kepada peserta yang aktif mengikuti kegiatan. Pemberian hadiah tersebut menambah keceriaan suasana sekaligus mempererat kedekatan antara mahasiswa, tim IIDI, dan siswa.

Selain memberikan manfaat langsung bagi siswa, kegiatan PkM ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa S2 Ilmu Gizi. Mereka berkesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan akademik dalam situasi nyata, berlatih keterampilan komunikasi publik, serta mengasah kemampuan merancang intervensi gizi yang tepat sasaran. Mahasiswa juga belajar bekerja sama lintas sektor, dalam hal ini dengan organisasi profesi dan pihak sekolah, yang menjadi bekal penting bagi peran mereka di masa depan sebagai tenaga ahli gizi yang profesional.

Kegiatan PkM ini diakhiri dengan refleksi bersama, di mana pihak sekolah, mahasiswa, dosen pembimbing, dan IIDI menyampaikan kesan serta masukan untuk pengembangan program di tahun-tahun berikutnya. Harapannya, kegiatan semacam ini tidak hanya berhenti pada satu kali pelaksanaan, tetapi dapat berlanjut sebagai program berkelanjutan yang mampu mendukung peningkatan kualitas kesehatan remaja di Surakarta.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan sekolah. Mahasiswa memperoleh pengalaman praktik, IIDI dapat menyalurkan pengabdian sosialnya, sekolah mendapatkan penguatan edukasi gizi, dan siswa memperoleh bekal pengetahuan serta motivasi untuk hidup sehat. Semua pihak berperan serta dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Dokumentasi SMA Kristen 1 Surakarta, SMA Negeri 6 Surakarta dan SMK Empat Lima Surakarta