MAGITALK (MAGISTER GIZI TALKSHOW)

Berat Badan Turun Tidak Hanya Saat Berpuasa

UNS (21/4) Seri ketiga dalam rangkaian kegiatan MAGITALK dilaksanakan pada 21 April 2022 dan mengangkat tema “Obesitas Berpuasa? Kenapa Tidak” untuk membahas serba-serbi puasa dan perencanaan penurunan berat badan selama puasa. Seri ini menghadirkan 2 narasumber yaitu Alifiyanti Muharramah, S.Gz, M.Gz, pendidik di Universitas Aisyah Pringsewi dan Aslul Khitan, S.Gz, mahasiswa pascasarjana ilmu gizi UNS. Kegiatan ini dibuka oleh ketua panitia, Nyono Dedi Prabowo dan dimoderatori oleh Lintang Mega Pertiwi.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh kedua narasumber, dan dilanjutkan sesi tanya jawab. Sesi ketiga ini membahas tentang makanan yang disarankan untuk penurunan berat badan dan tips serta trik penurunan berat badan selama puasa yang akan tetap bertahan hingga bulan-bulan selanjutnya. Aslul Khitan sebagai pemateri pertama menyampaikan bahwa banyak penelitian membuktikan konsumsi buah dan sayur mempengaruhi penurunan berat badan. Kurangnya konsumsi sayur dan buah atau sumber serat juga terbukti meningkatkan resiko obesitas pada perempuan pra lansia. Sayuran yang dianjurkan untuk orang dengan obesitas diantaranya spirulina, mentimun, jamur, kimchi. Sedangkan buah yang dapat membantu menurunkan berat badan yaitu kurma, buah ara/tin, delima, semangka, pisang, anggur, kismis (anggur yang dikeringkan), apel, kiwi, zaitun, alpukat, jeruk, pir dan jambu biji. Aslul Khitan juga menyampaikan upaya untuk mengurangi dampak pestisida pada buah dan sayur agar lebih aman dikonsumsi yaitu pada proses pengolahannya. Pengolahan sayur dan buah agar aman dikonsumsi yaitu harus dicuci, kupas kulit buah, membuang lapisan luar sayur, atau dapat dilakukan perendaman dengan air panas.

Pembicara kedua, Alifiyanti, menyampaikan bahwa saat berpuasa risiko peningkatan berat badan karena aktifitas berkurang (dengan alasan lemas/lapar karna berpuasa) dan banyak konsumsi makanan digoreng, bertepung atau bergula tinggi saat berbuka. Alifiyanti membagikan tips bagaimana mengelola penurunan berat badan saat berpuasa sehingga berat badan tetap stabil meski sudah tidak puasa ramadhan. Solusi penurunan berat badan terencana selama puasa baiknya meliputi membatasi asupan energi dari total lemak, gula dan sodium; melakukan aktifitas fisik secara teratur, istirahat yang cukup, dan meningkatkan konsumsi sayur, buah, biji-bijian dan kacang-kacangan. Dengan menerapkan tips tersebut secara konsisten, maka penurunan berat badan tidak hanya akan terjadi saat puasa/ bulan ramadhan tapi akan stabil meski sudah tidak lagi menjalankan puasa.

Antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab sangat tinggi, tidak hanya pada seri ini, antusiasme peserta saat sesi tanya jawab sudah tinggi sejak sesi 1. Pertanyaan yang tidak terjawab karena keterbatasan waktu dapat disampaikan ke nomor kontak panitia dan akan disampaikan dan dijawab oleh narasumber. Penanya terbaik pilihan panitia diberikan hadiah. Diakhir acara, panitia memberikan sertifikat kepada pembicara dan moderator.

Kegiatan MAGITALK seri 4 akan dilaksanakan kembali pada tanggal 28 April 2018, dan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat. Informasi mengenai kegiatan MAGITALK seri 4 dapat dilihat pada flyer terlampir.

MAGITALK (MAGISTER GIZI TALKSHOW)

Makan Nyaman bagi Penderita Masalah Lambung yang Berpuasa

UNS (14/4) MAGITALK kembali mengadakan edukasi gizi dan pada Seri 2 ini mengangkat tema “Gizi dan Kesehatan Lambung Selama Berpuasa”. MAGITALK Seri 2 mengahadirkan Lara Ayu Lestari, S.Gz., M.Gz, dosen gizi Universitas Aisyah Pringsewu dan Ika Mukti Virgiyanti, SST., RD, mahasiswa Pascasarjana Gizi UNS yang juga seorang dietition. Kedua narasumber berbagi pengetahuan seputar asupan dan masalah lambung, serta tips untuk penderita lambung yang menjalankan ibadah puasa. Kegiatan ini dibuka oleh ketua panitia Nyono Dedi Prabowo dan dipandu oleh Diah Sekar Haruni sebagai MC. Kegiatan ini dilakukan selama 1 jam dan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat melalui zoom.

Materi yang disampaikan oleh Lara Ayu Lestari adalah terkait mitos dan fakta terkait asupan makanan dan masalah lambung. Konsumsi kopi, teh dan coklat tidak baik untuk penderita masalah lambung merupakan salah satu fakta, karena bahan-bahan tersebut mengandung kafein yang dapat meningkatkan produksi asam lambung dan dapat memperparah keadaan penderita yang sedang mengalami serangan. Fakta lainnya yaitu konsumsi kunyit dapat meredakan dispepsia karena kandungan kurkumin di dalamnya. Kurkumin dapat mengurangi produksi asam lambung dan melapisi dinding lambung sehingga membantu menyembuhkan bagian yang meradang/luka.

Ika Mukti Virgiyanti juga membagikan tata cara atau pengaturan asupan makanan dan zat gizi bagi pasien dengan masalah lambung, apa yang baik atau yang sebaiknya dihindari oleh penderita masalah lambung yang ingin berpuasa. Orang dengan masalah lambung yang melaksanakan puasa sebaiknya makan dengan porsi kecil tapi sering, dari sejak buka puasa, setelah sholat maghrib, setelah shalat tarawih, saat sahur dan menjelang imsak. Indikator untuk mengenali porsi kecil adalah konsumsi sesuatu tidak sampai terlalu kenyang. Penderita lambung juga disarankan mengkonsumsi makanan tinggi asam lemak omega 3 dan 6 (sebagai anti radang), makanan fermentasi, konsumsi makanan lembek dan mudah di cerna, atau mengunyah makanan hingga halus supaya meringankan kerja lambung dan tidak dianjurkan makan makanan mentah atau berbumbu tajam. Selain manajemen asupan makan, orang dengan masalah lambung juga harus menerapkan manajemen perilaku, yaitu berhenti merokok dan kelola stres.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi penderita masalah lambung yang menjalankan puasa sehingga dapat memilih dan mengatur asupan makan yang aman dan nyaman bagi lambung. Kegiatan seri 3 akan dilaksanakan pada tanggal 21 April 2022, dengan tema obesitas. Informasi terkait narasumber, waktu kegiatan dan meeting ID dapat dilihat di flyer di bawah ini. Sampai bertemu di edukasi gizi seri selanjutnya.

MAGITALK (MAGISTER GIZI TALKSHOW)

Berbukalah dengan Gizi Seimbang

UNS (7/4) Program Studi Magister Ilmu Gizi mengadakan kegiatan talkshow berseri selama bulan ramadhan 1443H yang disebut MAGITALK (Magister Gizi Talkshow). Rangkaian kegiatan MAGITALK dimulai dengan mengangkat tema “Gizi Seimbang Berbuka Puasa” dan menghadirkan 2 narasumber yaitu Putri Indah Nirmalasari, S.Tr.Gz., M.KM dan Achmed Forest Khan, S.Gz., RD. Kegiatan ini dipandu oleh Rizky Alfiqi Nuriza sebagai MC, dan dibuka oleh Kaprodi S2 Ilmu Gizi UNS, Dr. Budiyanti Wiboworini, dr. M.Kes, Sp. Kegiatan MAGITALK akan dilakukan berkala setiap minggu selama bulan suci ramadhan dan mengangkat tema terkait berpuasa, gizi dan kesehatan. Dalam setiap seri, salah satu narasumber adalah mahasiswa gizi UNS yang masih aktif, yang pada seri 1 ini adalah Achmed Forest Khan atau akrab disapa Afo.

Seri MAGITALK seri 1 membahas soal bagaimana gizi seimbang dan makanan yang baik saat berbuka puasa. Bincang-bincang kali ini menyorot kesalahan persepsi dari semboyan ‘berbukalah dengan yang manis’. Putri menyampaikan, ‘berbukalah dengan yang manis’ bukanlah anjuran yang diajarkan Rasulullah SAW melainkan tagline dari salah satu produk minuman manis. Anjuran berbuka puasa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah berbuka dengan kurma dan atau air putih. Afo memaparkan hadist terkait sunnah berbuka dan juga penelitian yang menemukan bahwa konsumsi makanan/minuman manis saat berbuka meningkatkan resiko terjadinya diabetes.

Kesalahan dalam berbuka puasa lainnya adalah makan terlalu cepat. Setelah seharian berbuka puasa, rasa lapar mendorong kita untuk makan dengan cepat. Dalam pedoman gizi seimbang, makan perlahan sangat dianjurkan untuk kesehatan pencernaan dan sebagai bentuk rasa syukur terhadap makanan. Afo memaparkan bahwa sebaiknya saat berbuka puasa hanya mengkonsumsi sedikit untuk membatalkan puasa, kemudian diberi jeda sebelum mengkonsumsi makan utama. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa memberikan jeda waktu minum air dan makan utama menjadikan tubuh lebih fit keesokan harinya.

Berbuka puasa lekat dengan istilah takjil. Putri memberikan tips dan trik memilih takjil diantaranya menghindari takjil berwarna mencolok; memperhatikan bau, rasa dan tekstur; jangan tergiur harga murah; memperhatikan bentuk dan kemasan; menyarankan untuk membuat takjil sendiri atau jika harus membeli, belilah takjil pada orang yang dikenal atau dapat membawa wadah sendiri agar aman dan mengurangi penggunaan wadah plastik. Putri juga mengajak untuk mengubah tagline ‘berbukalah dengan yang manis’ menjadi ‘berbukalah dengan gizi seimbang’ agar kebutuhan gizi terpenuhi dan menjaga tubuh tetap sehat. Afo memberikan tips mudah menerapkan gizi seimbang dengan pedoman isi piringku, sehingga dapat lebih mudah dilihat jenis makanan dan jumlah yang baik untuk dikonsumsi.

MAGITALK seri 2 akan diadakan pada tanggal 14 April 2022, pukul 16.00 WIB dengan tema “Gizi dan Kesehatan Lambung selama berpuasa”. Kegiatan ini dapat diikuti oleh masyarakat umum melalui link zoom yang ada di leaflet. Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menambah pengetahuan tentang gizi dan kesehatan terutama yang berkaitan dengan puasa.

Kegiatan Bincang Santai “Diabetisi Berpuasa”

Persiapan Menjalani Ramadhan bagi Diabetisi

UNS – Sabtu (2/4)

Pemerintah telah menetapkan awal bulan ramadhan 1443H jatuh pada tanggal 3 April 2022. Seluruh umat Islam bersiap untuk menjalankan ibadah puasa ramadhan, tidak terkecuali orang dengan diabetes melitus atau biasa disebut diabetisi. Para diabetisi, terutama bagi yang baru didiagnosis diabetes biasanya masih ragu tentang boleh tidaknya berpuasa. Sekolah Pascasarjana UNS mengadakan bincang santai terkait pola makan diabetisi sebagai salah satu bentuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi dalam pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi gizi. Kegiatan talkshow ini diadakan selama 1 jam secara daring pada tanggal 2 April 2022 pukul 16.00 WIB, bertepatan dengan sehari sebelum dimulainya pelaksanaan puasa ramadhan.

Talkshow dengan tema “Kelola Glukosa Darah dengan Asupan Serat” ini dibuka oleh Ketua Prodi Gizi UNS dan menghadirkan 2 narasumber yang menyampaikan dari sisi medis dan dari sisi asupan gizi.  Narasumber pertama, Dr. dr. Libriansyah, Sp.PD., K-EMD., FINASIM., AIFO-K., MM., CIPA  yang adalah seorang dokter konsultan endokrin, metabolik dan diabetes. Serta ada Cendi Nurgajayanti, S.Tr.Gz, salah satu mahasiswa magister ilmu gizi UNS yang akan menjawab pertanyaan dari sisi gizi. Bincang-bincang santai dipandu oleh Ika Mukti Virgiyanti, SST., RD, dan peserta yang ikut dalam kegiatan dapat mengajukan pertanyaan kepada para narasumber.

Diabetisi memiliki risiko saat menjalani puasa diantaranya hiperglikemi, hipoglikemi dan dehidrasi. Sebelum memutuskan untuk menjalani puasa, dr. Libriansyah menyampaikan ada 6 poin penting yang harus diperhatikan dan didiskusikan dengan tenaga kesehatan terdekat yaitu: mengetahui risiko, mengetahui pengaturan pola makan yang benar, mengetahui kapan obat diberikan, mengetahui cara memantau gula darah, mengetahui kapan harus berbuka puasa, dan mengatur keperluan yang dibutuhkan saat puasa. Cendi memaparkan pentingnya 3J (tepat jumlah, tepat jenis, tepat jadwal) dalam pola makan bagi diabetisi, yang saat berpuasa akan berubah pada jadwal makan. Cendi juga memaparkan pentingnya kecukupan konsumsi cairan untuk mencegah dehidrasi, dan asupan serat yang cukup untuk membantu mengontrol glukosa darah. Jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi juga harus tetap diperhatikan, tidak menahan makan, tidak berlebihan makan saat berbuka, sahur mendekati waktu imsak, konsumsi buah dan sayur serta aktifitas fisik ringan dianjurkan untuk diabetisi.

Selain 3J, dr.Libriansyah menambahkan menjadi 4JP dengan tambahan Jurus memasak dan pengawasan. Pengajian makanan dan pengawasan asupan serta konsumsi obat juga perlu diperhatikan sehingga dianjurkan diabetisi memiliki pendamping di rumah. Beliau juga menyampaikan bahwa diabetisi harus makan enak, tidur nyenyak dan bahagia untuk menjaga agar tubuh tetap bugar dan sehat. Informasi lain untuk diabetisi banyak beliau bagikan di laman youtube beliau di Cangkrukan Sehat ala dr.Libriansyah.

Program studi magister ilmu gizi akan mengadakan talkshow berseri dengan nama Magitalk (Magister Gizi Talkshow) karena melihat tingginya antusiasme peserta dalam kegiatan ini. Kegiatan Magitalk pertama akan diadakan pada tanggal 7 April 2022, pukul 16.00-17.00 WIB dengan tema “Gizi Seimbang Berbuka Puasa”. Kegiatan dapat diikuti melalui zoom meeting dengan meeting ID: 952 7108 2086, passcode: S2GIZI. Diharapkan kegiatan ini akan berkelanjutan dan bermanfaat tidak hanya bagi mahasiswa dan praktisi kesehatan, tapi juga bagi masyarakat umum yang mengikuti kegiatan ini.

Webinar Nutripreneurship Prodi S2 Ilmu Gizi UNS

UNS – Rabu (30/3) Sekolah Pascasarjana Prodi S2 Ilmu Gizi UNS mengadakan webinar nutripreneurship dengan tema “Peluang Nutripreneur dan Tantangan di Era Digital” yang disingkat “PARENTERAL”. Webinar ini dilaksanakan pada Rabu, 30 Maret 2022 secara daring dan diikuti oleh peserta dari berbagai instansi mulai dari kampus UNS maupun kampus luar UNS, puskesmas, rumah sakit, dinas kesehatan dan juga peserta umum. Acara dibuka oleh Ketua Program Studi S2 Ilmu Gizi, Dr. Budiyanti Wiboworini, dr. M.Kes, Sp.GK pada pukul 8.30 WIB. Pembicara dalam kegiatan ini diantaranya Prof. Dr. Hardinsyah, MS menyampaikan materi “Menyinergikan Riset dan Peluang Industri”, juga ada Dr. Farida Wahyu Ningtyas, SKM, M.Kes dengan materi “How to Start Your Bussiness”, disusul dengan cerita sukses berbisnis yang disampaikan oleh salah satu alumni Prodi S2 Ilmu Gizi UNS, Fadliyah, M.Gz.

Prof. Hardinsyah dalam pemaparannya menyampaikan berbagai peluang bisnis bidang gizi berdasarkan inovasi yang dihasilkan dari riset, peluang berbisnis di era digital, serta potensi kerjasama dengan bidang lain selain gizi. Beliau juga menyampaikan tentang kemampuan yang harus dimiliki seorang nutripreuner serta tahap mengembangkan inovasi bisnis. Mengenali potensi diri dapat menjadi langkah awal untuk memutuskan mulai menjadi nutripreuner.

Pada pemaparan materi kedua, Dr. Farida menyampaikan kiat-kiat untuk memulai bisnis dan peluang bisnis di bidang gizi, mulai dari bisnis kuliner maupun bisnis keahlian. Beliau juga menceritakan tentang pengalaman beliau dan tim melakukan pemberdayaan dan kerjasama dengan pesantren dalam mengolah ikan lele menjadi berbagai produk olahan dan menceritakan tentang Cafe Gizi. Keberanian mengambil risiko dibutuhkan oleh pebisnis, tentunya dengan perhitungan dan rencana yang baik.

Narasumber ketiga yaitu Ibu Fadliyah yang juga merupakan alumni Ilmu Gizi UNS menceritakan tentang proses memulai usaha di bidang kelor miliknya dengan nama “Kedai Kelor”, berbagai produk dan riset yang dihasilkan, hambatan-hambatan yang dihadapi, serta bagaimana bertahan untuk mengatasinya. Ibu Fadliyah juga menyampaikan pentingnya membangun pola pikir dan mental sebagai pebisnis, adanya tim yang satu visi dan misi serta doa.

Diskusi dan tanya jawab dengan peserta berjalan dengan lancar dipandu oleh moderator Florentinus Nurtitus, S.SiT., RD, mahasiswa Prodi S2 Ilmu Gizi yang juga seorang enterpreneur. Webinar ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat enterpreurship dalam bidang gizi, khususnya bisnis berbasis hasil riset terutama untuk kalangan akademisi dan seluru peserta webinar yang hadir.

ISU GIZI TERKINI BERSAMA AIPGI DAN PRODI S2 ILMU GIZI UNIVERSITAS SEBELAS MARET

UNS – Kamis (11/11) Program Studi S2 Ilmu Gizi Sebelas Maret mengundang Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI)  dalam kuliah tamu  “Isu  Gizi Terkini dan Kebijakan AIPGI”. Kegiatan ini diwakili oleh sekretaris AIPGI yaitu Ir. Budi Setiawan, M.S., Ph.D sebagai pembicara.

Acara diawali oleh Lintang Mega Pertiwi selaku MC dan dimoderatori oleh Sudana Fatahillah Pasaribu memandu speaker dalam menyampaikan kuliah. Sebelum kuliah dimulai Ketua Prodi Pascasarjana Ilmu Gizi, Dr. Budiyandi Wiboworini, dr. M.Kes, Sp.Gk memberikan sambutan kepada seluruh peserta yang hadir secara daring yaitu sebanyak 160 peserta. Peserta dihadiri oleh berbagai angkatan mulai dari angkatan 2019, 2020, dan 2021. Dalam sambutannya Dr. Budiyanti menyampaikan harapan kepada pembicara untuk dapat memberikan arahan mengenai issue gizi secara global dan gambaran kebijakan AIPGI untuk membimbing para mahasiswa yang akan berkecimpung di dunia tenaga pendidik. Continue reading “ISU GIZI TERKINI BERSAMA AIPGI DAN PRODI S2 ILMU GIZI UNIVERSITAS SEBELAS MARET”

PASCASARJANA ILMU GIZI DALAM INTERNATIONAL GUEST LECTURER : Gizi dan Keamanan Pangan

UNS – Rabu (20/10) Program Studi Pascasarjana Ilmu Gizi kembali mengadakan International Guest Lecture bertemakan “Safe Food Now For A Healthy Tomorrow: Application Of Food Safety For Better Global Health”. Acara ini dihadiri oleh Professor Hsiu-Ling Chen dari Department of Food Safety/Hygiene and Risk Management, National Cheng Kung University (NKCU) perwakilan dari Taiwan dan Iseorang dosen S2 Ilmu Gizi UNS Ir.Lilik Retna Kartikasari, M.P., M.Agr.Sc., Ph.D dari Departemen Peternakan Fakultas Pertanian UNS.

Kegiatan ini dipandu oleh Amalina Sabrina S.Gz., M.Gz sebagai MC (Master Of Ceremony) dan dimoderatori oleh dr. Dono Indarto, M.Sc., Biotech, Ph.D. Walau dilakukan secara daring, namun tidak menyurutkan semangat para peserta yang hadir dengan jumlah 200 orang. Continue reading “PASCASARJANA ILMU GIZI DALAM INTERNATIONAL GUEST LECTURER : Gizi dan Keamanan Pangan”

Lokakarya S2 Gizi UNS : Implementasi Sistem Penjaminan Internal untuk mewujudkan Sistem Penjaminan Eksternal Unggul

Program studi S2 Ilmu Gizi saat ini dalam tahap mempersiapkan diri dalam menghadapi reakreditasi oleh LAMPTKES pada bulan Januari 2023. Upaya persiapan telah didahului dengan loka karya penyusunan LKPS dan SPMI pada akhir bulan September 2021, dan kemudian disusul lokakarya berikutya yang mengusung tema “Implementasi SPMI untuk Wujudkan SPME Unggul” yang diselenggarakan pada tanggal 07 Oktober 2021.
Continue reading “Lokakarya S2 Gizi UNS : Implementasi Sistem Penjaminan Internal untuk mewujudkan Sistem Penjaminan Eksternal Unggul”

Lokakarya S2 Gizi UNS : Penyusunan LKPS dan LED

Pada hari rabu, tanggal 29 september telah diselenggarakan Lokakarya S2 Gizi Universitas Negeri Sebelas Maret dengan agenda Penyusunan LKPS dan LED. Lokakarya dilakukan sebagai persiapan reakreditasi Magister Ilmu Gizi UNS oleh LAMPTKES pada bulan Januari 2023.

Kegiatan Lokakarya diselenggarakan secara online, dibuka oleh Dekan Sekolah Pascasarjana UNS Prof. Drs. Sutarno, MSc, PhD dan dihadiri oleh dosen, pengelola Prodi dan GKM di lingkungan UNS, mahasiswa dan juga alumni. Bertindak sebagai narasumber adalah Dr. Totok Sudargo, SKM, M.Kes dari Departemen Ilmu Gizi FK-KMK Universitas Gajah Mada. Continue reading “Lokakarya S2 Gizi UNS : Penyusunan LKPS dan LED”

Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa S2 Ilmu Gizi UNS

Program Studi S2 Ilmu Gizi peminatan Human Nutrition dan Clinical Nutrition diwajibkan untuk melaksanakan PKL yang masuk ke dalam mata kuliah pada semester ke III (tiga) dengan jumlah SKS sebanyak 3 SKS. Peminatan Human Nutrition melaksanakan kegiatan PKL di beberapa puskesmas yang berada di daerah Jawa Tengah seperti Kota Sragen, Klaten dan Boyolali. Sementara itu, pada peminatan Clinical Nutrition melakukan kegiatan PKL mata kuliah Rotasi Gizi Klinik di Rumah Sakit (RS). Kegiatan PKL di RS pada peminatan Clinical Nutrition dilakukan di RSUD Moewardi Surakarta. Kerjasama akademik Prodi S2 Ilmu Gizi dengan pihak puskesmas maupun RS tersebut masih berjalan hingga saat ini.

Continue reading “Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa S2 Ilmu Gizi UNS”