“Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) Di Masa Pandemi Covid-19” Karya Mahasiswa S3 IKM di Koran Jawa Pos

Oleh: drg Betty Saptiwi, M.Kes.
Dosen FK UNS, Mahasiswa Program Studi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat UNS

 

RONGGA mulut merupakan salah satu media transmisi dan berkembangnya virus juga bakteri, termasuk virus corona (SARS-Cov-2). Selain itu, rongga mulut merupakan gerbang utama masuknya makanan ke dalam tubuh. Apabila terjadi gangguan dalam rongga mulut, maka akan berakibat pada berkurangnya nafsu makan yang dapat berujung pada kurangnya asupan nutrisi ke dalam tubuh.

Sementara telah diketahui bersama bahwa dalam masa pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan asupan nutrisi yang mencukupi agar sistem imunitas tubuh tetap kuat, sehingga tubuh dapat melindungi diri dari masuknya kuman dan mencegah terpaparnya virus SARS-Cov 2 yang merupakan penyebab Covid-19. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menjaga agar rongga mulut tetap sehat.

Layanan kesehatan gigi dan mulut berpotensi tinggi terhadap transmisi Covid-19, baik dari dokter/perawat gigi ke pasien ataupun sebaliknya. Oleh karena itu, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) mengimbau untuk tidak melakukan kunjungan ke dokter gigi di luar situasi  darurat.

Kategori yang dianggap darurat adalah apabila terdapat perdarahan yang tak kunjung berhenti, nyeri pada gigi, gusi, atau tulang rahang, pembengkakan (gusi, wajah dan leher), perawatan gigi pasien yang menjalani pengobatan kanker, perawatan pasca-operasi yang tidak dapat dilakukan secara mandiri, trauma yang mempengaruhi kondisi bernapas,  atau perlu adanya tindakan pengambil sampel di area mulut. Bila keadaan tidak darurat, maka sebaiknya cukup melakukan perawatan secara pribadi di rumah.

PB PDGI juga telah mengeluarkan surat edaran tentang  Pedoman Pelayanan Kedokteran Gigi Selama Pandemi Covid-19 yang pada poin 3 berbunyi: “Menunda tindakan tanpa keluhan simtomatik, bersifat elektif, perawatan estetis, tindakan dengan menggunakan bur/scaler/suction”. Dengan demikian, jenis pelayanan perawatan gigi dan mulut pun terbatas.

Oleh karena itu, pencegahan penyakit rongga mulut dalam masa pandemi Covid-19 ini harus benar-benar diperhatikan untuk meminimalkan layanan perawatan gigi dan mulut dan transmisi covid-19. Upaya promotif dan preventif lebih diutamakan daripada kuratif dan rehabilitatif.

Data Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2018 (RISKESDAS 2018) menunjukkan bahwa proporsi penyakit rongga mulut di Indonesia masih tinggi yaitu mencapai 57,6%. Bila ditinjau berdasarkan usia, proporsi 67,3% dari usia 5-9 tahun, dan 55,6% dari usia 10-14 tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa proporsi penyakit rongga mulut pada anak usia sekolah cukup tinggi.

Pemerintah telah melaksanakan upaya penanggulangan dan pencegahan dengan program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS). Program UKGS ini merupakan bagian integral dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara terencana pada para siswa terutama siswa Sekolah Tingkat Dasar (STD) dalam suatu kurun waktu tertentu dan diselenggarakan secara berkesinambungan.

Kegiatan UKGS dilaksanakan oleh tenaga pelaksana UKGS yang terdiri dari  tenaga pelaksana di sekolah meliputi guru olahraga dan dokter kecil yang telah dilatih tentang kesehatan gigi dan mulut. Serta tenaga pelaksana di puskesmas meliputi dokter gigi dan perawat gigi/ tenaga kesehatan lain yang telah dilatih. Adapun kegiatannya meliputi kegiatan preventif, promotif dan kuratif.

Upaya promotif dilakukan dengan pelatihan guru dan petugas kesehatan gigi serta pendidikan/ penyuluhan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan oleh guru terlatih kepada siswa. Upaya preventif meliputi sikat gigi masal minimal untuk kelas I, II, dan kelas III dengan memakai pasta gigi yang mengandung fluor minimal 1 kali/bulan dan penjaringan kesehatan gigi dan mulut.

Upaya kuratif yang dilaksanakan di UKGS adalah pengobatan darurat untuk menghilangkan rasa sakit, pelayanan medik dasar, baik berdasarkan permintaan maupun sesuai kebutuhan, dan rujukan bagi siswa yang memerlukan perawatan. Sebelum masa pandemi Covid-19, pelaksanaan UKGS sudah berjalan dengan baik dan mampu memberikan manfaat bagi anak sekolah, terutama siswa Sekolah Tingkat Dasar (STD).

Pandemi Covid-19 memaksa diberlakukannya kebijakan social distancing atau di Indonesia lebih dikenal sebagai physical distancing (menjaga jarak fisik) untuk meminimalisir transmisi Covid-19 di masyarakat. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merespons dengan kebijakan belajar dari rumah, melalui pembelajaran daring.

Pembelajaran daring yang saat ini diberlakukan, berpengaruh pada kegiatan UKGS yang sudah rutin dilaksanakan, sehingga menjadi tidak optimal. Kegiatan UKGS selama pandemi dilaksanakan dengan skrining kesehatan gigi dan mulut dengan formulir yang dibagikan oleh petugas puskesmas kepada orang tua Siswa melalui link google form, sedangkan kegiatan promotif dan preventif yang mestinya diutamakan pada masa pandemi Covid-19, sementara ini vakum.

Pelaksanaan UKGS yang tidak optimal ini, dikarenakan belum adanya persiapan pedoman pelaksanaan UKGS yang mengikuti perubahan pelaksanaan pembelajaran secara daring.  Hal ini perlu mendapat perhatian, mengingat suasana pembelajaran daring dari rumah yang tidak formal seperti pembelajaran tatap muka di sekolah , memungkinkan anak ngemil (mengonsumsi makanan ringan) selama proses pembelajaran,  sehingga risiko karies meningkat bila kondisi tersebut tidak diimbangi dengan pemeliharaan kesehatan rongga mulut yang benar.

Pemimpin di sektor terkait harus berupaya untuk mengoptimalkan pelaksanaan UKGS secara daring, mengikuti pelaksanaan pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 guna mencegah terjadinya penyakit rongga mulut anak sekolah.

Meskipun pelaksanaan UKGS secara daring hanya merupakan perubahan metode dari pelaksanaan UKGS secara tatap muka langsung, namun memerlukan pemikiran yang sistematis dalam hal perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi kegiatannya. Karena bisa merupakan inovasi program masing-masing Kabupaten/Kota. Berikut ini merupakan ilustrasi program UKGS daring mulai dari perencanaan hingga evaluasi :

1.   Perencanaan

Pihak-pihak yang terkait, dilibatkan dalam perencanaan program, antara lain programer pelayanan kesehatan dasar Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten, penanggung jawab kesehatan gigi dan mulut Puskesmas serta penanggung jawab kurikulum dan penilaian sekolah dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten. Hal yang direncanakan meliputi :

a.      Panduan UKGS daring, antara lain berisi tentang :

1)     Tahapan skrining kesehatan melalui google form dan alur rujukan bila ada kasus darurat (untuk perencanaan tindakan kuratif)

2)     Materi edukasi pencegahan penyakit rongga mulut berupa video serta gambar dan tulisan (dalam slide power point) yang dikemas dalam link google drive. Isi materi antara lain tentang pentingnya menjaga kesehatan mulut dan gigi, cara menggosok gigi yang baik dan benar, pentingnya  menjaga pola makan serta kumur dengan larutan anti septik.

3)     Tahapan praktek sikat gigi bersama secara daring (preventif)

Tahapan ini berupa instruksi sikat gigi yang baik dan benar. Untuk Siswa, instruksi sikat gigi yang benar ini berupa checklist yang dimuat dalam ‘buku sikat gigi’.

b.      Petugas :

1)     Penanggung jawab : Dokter Gigi Puskesmas

2)     Pelaksana              : Perawat Gigi Puskesmas, Guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Orang tua Siswa

c.      Sasaran              : Siswa Sekolah Tingkat Dasar

d.      Sumber dana dan rincian anggaran :

1)     Sumber dana bisa dari APBD Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

2)     Rincian Anggaran mencakup biaya yang dikeluarkan mulai dari perencanaan sampai evaluasi kegiatan.

2.   Pelaksanaan

a.      Pelatihan untuk petugas secara daring dengan narasumber programer Pelayanan Kesehatan Dasar Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten. Tujuan pelatihan adalah untuk :

1)     Menyamakan persepsi mengenai panduan UKGS daring

2)     Refreshing materi edukasi pencegahan penyakit rongga mulut.

b.      Kegiatan UKGS daring dilaksanakan setiap sebulan sekali dimasukkan pada jadwal kata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dengan media daring mengikuti media daring yang sudah digunakan untuk pembelajaran sekolah. Follow-up kegiatan UKGS secara daring dapat dilakukan melalui ‘buku sikat gigi’, yang akan diisi setiap hari oleh anak sehabis menyikat giginya dan akan dipantau oleh orang tua siswa serta guru kelas masing-masing siswa. Target yang ingin dicapai adalah anak akan menyikat gigi minimal dua kali sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

3.   Monitoring

Kegiatan monitoring dilaksanakan oleh programer Pelayanan Kesehatan Dasar Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan cara hadir di media daring pelaksanaan UKGS dan atau menghimpun foto serta  rekaman kegiatan yang dikirim oleh petugas pelaksana secara online pada saat kegiatan berlangsung.

4.   Evaluasi

Evaluasi kegiatan dilaksanakan setiap bulan di minggu pertama bulan berikutnya setelah pelaksanaan kegiatan UKGS melalui pertemuan secara daring antara programer (Dinas Kesehatan) dan pelaksana (Puskesmas dan Sekolah). Pelaksana akan melaporkan hasil kegiatan sebelumnya dan akan dievaluasi bersama apakah sudah sesuai dengan tujuan kegiatan atau masih menyimpang. Bila ada penyimpangan, kendala apa yang ditemuai, solusinya bagaimana. Hasil evaluasi akan digunakan untuk perbaikan kegiatan berikutnya.

Awal tahun merupakan saat yang tepat untuk perencanaan program, sehingga program UKGS secara daring ini bisa segera dilaksanakan secara optimal dengan harapan kesehatan rongga mulut anak sekolah tetap terjaga di masa pandemi Covid-19. Rongga mulut sehat, tubuh kuat. (*)

 

 

Dimuat di koran Radar Solo, 15 Januari 2020. Artikel asli dapat diakses

Ilustrasi oleh sains.kompas.com

 

“Optimalisasi Fungsi KTR Sebagai Upaya Menurunkan Angka Perokok Baru” – Tulisan Mahasiswa Prodi S3 IKM di Media Informasi Kesehatan

Oleh : Farid Setyo N

(Dosen Prodi Kesmas FKM Univet Bantara/ Mahasiswa S3 IKM UNS)

 

Merokok merupakan perilaku yang dapat menyebabkan seseorang menderita sakit. Sakit akibat perilaku ini dapat berakibat secara langsung (perokok aktif) maupun secara tidak langsung (perokok pasif). Berbagai macam penyakit ditimbulkan akibat dari perilaku ini, diantaranya kanker paru, kanker mulut, gangguan pada perkembangan janin, penyakit jantung, bahkan sampai dengan stroke. Tentu saja penyakit-penyakit tadi tidak terjadi dalam jangka waktu singkat, diperlukan waktu yang cukup lama untuk terjadinya penyakit-penyakit tersebut. Maka sering sebagian besar perokok mengatakan “saya perokok, dan saat ini saya baik-baik saja”.

Banyak perokok dan keluarga perokok (perokok pasif) yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya mereka sudah mengalami gejala penyakit yang disebabkan merokok. Apabila penyakit-penyakit tersebut sudah menyerang hal itu pun sudah terlambat. Merokok tidak hanya memberikan dampak kesehatan yang buruk pada perokok, akan tetapi keluarga terdekat (anak, suami / istri) pun juga dapat terdampak penyakit akibat asap rokok. Sejak tahun 2017 penyakit tidak menular merupakan penyumbang kematian tertinggi, dimana salah satu penyebabnya adalah merokok (IHME, 2020).

Berdasarkan data TCSC IAKMI tahun 2020, prevalensi merokok usia diatas 15 tahun di Indonesia sebesar 32,2 %, dimana hampir 50% provinsi prevalensinya diatas angka rata-rata nasional. Sedangkan proporsi penduduk yang mengonsumsi tembakau baik hisap maupun kunyah pada laki-laki tahun 2018 sebesar 62,9%, sedangkan pada perempuan sebesar 4,8%.Secara keseluruhan jenis kelamin rata-rata penduduk yang mengonsumsi tembakau(hisap dan kunyah) tahun 2018 sebesar 33,8%. Angka-angka tersebut menunjukkan besarnya perokok aktif secara nasional, belum lagi apabila disekitar perokok aktif tersebut juga terdapat perokok pasif. Hal ini tentu saja akan menjadikan angka penyakit akibat rokok menjadi lebih besar, dan akan diiringi dengan besarnya biaya pengobatan penyakit akibat rokok.

Merokok dapat dikatakan sebagai perilaku boros secara ekonomi, akan tetapi prosentase merokok tertinggi justru berada pada penduduk dengan kategori kekayaan terbawah (miskin) yaitu sebesar 82% jika dibandingkan penduduk dengan kategori kekayaan teratas (kaya) sebesar 58,4% (SDKI, 2017). Data tersebut menunjukkan bahwa penduduk dengan tingkat kekayaan rendah tidak memandang rokok sebagai suatu yang memberatkan dalam kehidupannya. Rokok sendiri memiliki peranan dalam tingkat kemiskinan masyarakat karena rokok sebenarnya bukan merupakan bahan makanan pokok, akan tetapi memiliki tingkat konsumsi yang tinggi, bahkan merokok menempati kebutuhan pokok kedua setelah nasi pada masyarakat miskin.

Berdasarkan hasil peneltian dari Pusat Kajian Jaminan Sosial-Universitas Indonesia tahun 2019 diketahui bahwa anak-anak dari orang tua perokok memiliki pertumbuhan berat badan rata-rata yang lebih rendah 1,5 kg apabila dibandingkan dengan keluarga yang orang tua nya bukan perokok. Hal ini menunjukkan bahwa pemenuhan gizi anak-anak dari orang tua perokok belum terpenuhi secara baik, karena alokasi pemenuhan gizi keluarga dialihkan untuk pembelian rokok. Sedangkan pada keluarga yang orang tua nya bukan perokok kebutuhan gizi anak lebih terpenuhi. Tidak terpenuhinya gizi anak selama masa pertumbuhannya akan berpotensi menyebabkan stunting. Stunting merupakan kegagalan proses pertumbuhan pada anak baik tubuh maupun otak akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama. Angka stunting secara nasional sendiri masih diangka 30,8% (Riskesdas, 2018). Terdapat kemungkinan adanya pengaruh orang tua perokok dengan kejadian stunting pada anak (perlu dilakukan penelitian).

Orang yang merokok memiliki risiko tinggi untuk menderita penyakit jantung dan pernapasan, yang apabila dihubungkan dengan pandemi Covid-19 maka orang yang merokok akan memperparah kondisi kesehatan apabila terinfeksi Covid-19. Pada perokok, ACE2 (reseptor Covid-19) dan CD209 sangat signifikan menonjol, maka hal ini akan membuat virus lebih cepat menempel. Inilah alasan mengapa orang yang merokok lebih banyak yang terinfeksi virus, karena

orang yang merokok memiliki reseptor yang lebih banyak (Prof Amin Soebandrio). Sedangkan menurut Zhao, et. Al 2020, orang yang merokok memiliki risiko mengalami keparahan sebesar dua kali lipat dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Menurut Dr Agus Dwi Susanto (Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia), terdapat 4 hal mengapa merokok dapat meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19, 1) merokok dapat Merokok menyebabkan gangguan pada sistem imunitas, 2) merokok meningkatkan regulasi reseptor ACE2, 3) merokok menyebabkan terjadinya komorbid, 4) Aktivitas merokok meningkatkan transmisi virus ketubuh melalui media tangan yang sering memegang area mulut saat merokok.

Melepaskan rokok dari genggaman jari jemari mmg sulit dilakukan oleh perokok aktif, hal ini karena rokok mengadung zat adiktif yaitu nikotin. Proses bagaimana seseorang dapat kecanduan (adiksi) terhadap nikotin adalah ketika orang tersebut merokok maka nikotin dalam asap rokok akan merangsang reseptor α4β2 pada otak untuk pelepasan dopamin selanjutnya hormon ini akan memberikan rasa nyaman, tenang, dan rileks. Ketika hormon ini tdk muncul maka tubuh seorang perokok akan mulai merasa gelisah, cemas, dan resah. sehingga perokok tsb mulai merokok kembali utk mendapatkan rasa nyaman, tenang, dan rileks. Merokok merupakan perilaku yg sulit utk dirubah tetapi bisa untuk diubah. Kunci utama berhenti merokok adalah dengan niat.

Merokok dapat dikatakan bagian dari gaya hidup. Orang yang merokok biasanya karena terpengaruh, meniru orang-orang terdekatnya seperti keluarga, teman, lingkungan, dan iklan-iklan rokok. Maka dari itu sebagai upaya untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat mengenai bahaya dari merokok serta dampak akibat merokok perlu dilakukan upaya-upaya edukasi dan advokasi. Edukasi telah banyak dilakukan kepada masyarakat tentang bahaya atau akibat dari merokok, bahkan dalam sebungkus rokok pun telah dicantumkan Pictorial Health Warning (PHW) sebagai bagian dari upaya edukasi tentang bahaya merokok. Namun sepertinya upaya tersebut belum menurunkan angka perokok.

Advokasi telah dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan angka perokok baru. Advokasi telah menghasilkan kebijakan diantaranya peraturan bersama antara menteri kesehatan nomor 188/MENKES/PB/I/2011 dan menteri dalam negeri nomor 7 tahun 2011, tentang pedoman pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Pada pasal 1 ayat 1 Peraturan bersama tersebut menjelaskan KTR merupakan ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan atau mempromosikan produk tembakau. Peraturan tersebut tidak berarti membatasi atau pun melarang perokok untuk merokok karena didalam peraturan tersebut juga diatur mengenai tempat khusus yang bisa digunakan bagi perokok untuk merokok, yaitu pada pasal 1 ayat dijelaskan bahwa tempat khusus untuk merokok adalah ruangan yang diperuntukkan khusus untuk kegiatan merokok yang berada di dalam KTR.

Akan tetapi upaya optimalisasi KTR sebagai sarana edukasi, dan pencegahan paparan terhadap iklan-iklan rokok perlu dikaji kembali berdasarkan pernyataan diatas. Hal ini karena masih sering dijumpai perokok merokok di KTR bukan dikawasan khusus merokok sehingga masyarakat sehat masih saja terpapar oleh asap rokok yang berisiko menyebabkan penyakit akibat rokok (pernapasan, kardiovaskular, kanker). Rokok, merokok dan iklan rokok masih ditemukan di KTR hal ini menunjukkan bahwa peraturan ini belum terimplementasi dengan baik sehingga upaya utk menurunkan paparan iklan rokok pun serasa blm efektif. Upaya seperti sosialiasi perlu digencarkan kembali untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang KTR. Tidak hanya sosialisasi saja, upaya monitorig dan evaluasi implementasi kebijakan KTR perlu juga dilakukan. Upaya monitoring dan evaluasi ini dapat melibatkan pihak terkait untuk memberikan teguran, sanksi administratif maupun denda seperti yang sudah diatur dalam peraturan-peraturan tersebut sebagai upaya untuk mengoptimalkan fungsi KTR.

Peraturan bersama ini sepertinya belum dipahami benar oleh masyarakat, meskipun juga telah dibuat pula peraturan turunan (pergub / perwali / perbup) yang mengatur mengenai KTR. Jika peraturan ini dapat terimplementasi dengan optimal serta didukung dengan kerjasama lintas sektor maka bukan hal yang mustahil untuk menekan jumlah angka perokok baru. Masyarakat sehat tetap mendapatkan hak-haknya untuk menghirup udara yang sehat tanpa asap rokok, serta hak merokok bagi perokok pun juga terpenuhi dengan adanya tempat khusus bagi perokok. Harmonisasi ini akan menciptakan toleransi yang sangat baik antara perokok dan masyarakat yang ingin hidup sehat tanpa rokok, sehingga pada akhirnya generasi-geneasi penerus bangsa ini akan menjadi generasi yang kokoh, sehat, dan produktif.

Generasi muda harus dijauhkan dari akses rokok, iklan rokok, dan orang-orang yang merokok. Perilaku merokok pada remaja bisa terbentuk karena paparan iklan rokok yang sangat massif dan menarik. Tidak hanya itu perilaku merokok pada remaja juga akan terbentuk melalui proses pengamatan terhadap orang-orang disekitarnya, misal mengamati anggota keluarganya yang merokok (ayah, paman, saudara laki-laki). Ketika seorang anak mengamati perilaku merokok orang-orang terdekatnya, kemudian memberikan penilaian bahwa merokok bukanlah sesuatu yang salah toh bapak, kakak, paman sy selalu merokok. Persepsi negatif ini mulai tercipta pada remaja sehingga kalau saya merokok pun itu bukan suatu masalah. Hal seperti ini merupakan faktor yg membentuk perilaku merokok. Untuk menghindari terbentuknya perilaku merokok maka sebaiknya remaja dijauhkan dari paparan iklan rokok dan perilaku merokok orang-orang terdekatnya, serta edukasi yang menarik dan komprehensif sehingga remaja paham benar akan bahaya dan penyakit-penyakit yang ditimbulkan dari merokok.

Berdasarkan Global Youth Tobacco Survey tahun 2019, 7 dari 10 pelajar melihat iklan atau promosi rokok saat berkunjung ke tempat-tempat perbelanjaan. Di antara pelajar yang menyaksikan iklan atau promosi rokok tersebut sebanyak 60,6 % nya mencoba untuk membeli rokok dan penjual rokok tidak mencegah atau tetap memberikan rokok meskipun mereka adalah pelajar. Hal ini merupakan permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius. Komitmen berbagai pihak diperlukan sebagai upaya untuk menghindarkan remaja dari berbagai macam paparan iklan rokok atau akses untuk membeli rokok. Mengingat remaja merupakan generasi penerus bangsa. Paparan terhadap massif nya iklan dan promosi rokok harus diminimalisir, serta pemberian edukasi kepada para penjual rokok untuk tidak melayani ketika ada pelajar yang akan membeli rokok.

Pelajar merupakan generasi yang penting bagi masa depan bangsa. Pelajar seharusnya sehat, kuat, dan cerdas yg nantinya mampu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang kuat secara mental, spirtual, ekonomi dan teknologi. Generasi muda harus dijauhkan dari paparan iklan rokok maupun perilaku merokok itu sendiri. Generasi perokok hanya akan menghasilkan generasi yang tidak produktif dan memberikan beban kesehatan bagi bangsa.

Optimalisasi fungsi KTR secara komprehensif dengan kegiatan edukasi secara berkesinambungan, disertai dgn kerjasama lintas sektor, dan penegakkan peraturan melalui Perda ataupun turuannya merupakan kunci untuk menurunkan angka perokok baru dan pada akhirnya akan menurunkan angka penyakit akibat rokok. Apabila angka penyakit akibat rokok menurun, maka beban kesehatan pun akan berkurang. Sehingga dapat membentuk generasi bangsa yg sehat dan produktif.

Referensi

  1. Institute for Health Metrics and Evaluation 2020 https://vizhub.healthdata.org. Retrieved from http://www.healthdata.org/: https://vizhub.healthdata.org/gbd-compare/
  2. Kementrian kesehatan RI : Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018
  3. Peraturan Bersama Menteri Kesehatan nomor 188/MENKES/PB/I/2011 dan menteri dalam negeri nomor 7 tahun 2011, tentang pedoman pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR)
  4. BKKBN : Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017
  5. TCSC IAKMI : Atlas Tembakau Indnesia tahun 2020
  6. WHO : Global Youth Tobacco Survey Indonesia Report 2020.

 

Artikel asli dimuat dalam Media Informasi Kesehatan pada 14 Januari 2021. Artikel dapat diakses disini

 

Pilot Training SUNI-SEA bagi Tenaga Kesehatan dan Kader Posbindu

Kegiatan Pilot Training Tenaga Kesehatan dan Kader Posbindu – Pelatihan Penggunaan Algoritma dalam Rangka Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Posbindu Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar ini berlangsung selama tiga hari, meliputi pelatihan bagi tenaga kesehatan pada hari pertama serta pelatihan bagi kader Posbindu pada hari kedua dan ketiga. Sebelum pelatihan ini, seluruh peserta, panitia, dan pembicara telah diwajibkan mengikuti rapid test antigen yang diadakan di Rumah Swab Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar. Pelatihan ini dibuka dengan safety induction oleh Pamogsa Ratri Adha Dhaniar, S.Tr.Keb. selaku Manager Project dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Ibu Purwati, SKM., M.Kes. selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar dan didampingi oleh Bapak Warsito, SKM. selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar. Setelah acara dibuka, peserta mengikuti pre-test terlebih dahulu. Pelatihan hari pertama terdiri dari 4 sesi meliputi overview proyek SUNI-SEA oleh Ketua Proyek Penelitian, Prof. Ari Natalia Probandari, dr., MPH., Ph.D.; overview pelatihan oleh Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes.; serta overview fase intervensi dan pengenalan aplikasi algoritma Posbindu oleh Vitri Widyaningsih, dr., MS., Ph.D. Setiap topik ditutup dengan evaluasi dari peserta yang dilakukan melalui diskusi langsung dan pengisian google form. Kegiatan hari pertama ditutup dengan diskusi kelompok terarah dalam dua kelompok besar mengenai evaluasi pelatihan dan pelaksanaan Posbindu. Sebelum meninggalkan lokasi, seluruh peserta juga diminta mengisi lembar post-test melalui google form untuk mengevaluasi tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan.

Hari kedua dilanjutkan dengan pelatihan bagi kader Posbindu dan tenaga kesehatan. Kegiatan diawali dengan pre-test bagi para kader Posbindu. Pelatihan hari kedua terbagi menjadi lima topik meliputi: overview Pelatihan oleh Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes.; overview hipertensi oleh dr. Stefanus Erdana Putra; overview diabetes mellitus oleh Dr. Ratih Puspita Febrinasari, dr., M.Sc.; pemeriksaan fisik antropometri dan gula darah sewaktu oleh Tantri Yunita Ratna, S.Tr. Keb.; dan pengenalan aplikasi algoritma Posbindu oleh Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr., M.Pd. Setiap topik juga ditutup dengan evaluasi dari peserta yang dilakukan melalui diskusi langsung dan pengisian google form. Pada hari kedua ini, seluruh peserta juga melakukan simulasi praktek pemeriksaan antropometri dan gula darah sewaktu dengan menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran COVID-19. Pelatihan hari kedua ditutup dengan sharing session terkait hambatan dan pelaksanaan Posbindu di era adaptasi kebiasaan baru yang dipimpin oleh Ketua Tim Peneliti Prof. Ari Natalia Probandari, dr., MPH., Ph.D.

Pelatihan hari ketiga dibuka dengan refleksi dan sharing kesan pesan selama menjadi kader Posbindu yang dipimpin oleh Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr., M.Pd. Sesi dilanjutkan dengan paparan topik komunikasi oleh Khairunissa, S.Fis. Selanjutnya para kader dan tenaga kesehatan melakukan simulasi penerapan algoritma dalam 4 kelompok sesuai Puskesmas masing-masing yang difasilitasi oleh Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes. dan Vitri Widyaningsih, dr., MS., Ph.D. Setelah mendapat feedback dari fasilitator, setiap peserta yang termasuk kader mengikuti post-test untuk menguji pemahaman terhadap seluruh rangkaian materi yang telah diberikan selama dua hari pelatihan. Kegiatan hari ketiga ditutup dengan diskusi kelompok terarah yang dibagi menjadi tiga kelompok (2 kelompok tenaga kesehatan dan 1 kelompok kader). Diskusi ini membahas seputar kebijakan terkait Posbindu, pembiayaan, dan implementasinya di tengah masa pandemi COVID-19, evaluasi dan monitoring program Posbindu (tantangan dan hambatan yang dihadapi selama masa pandemi COVID-19), sistem rujukan terkait penyakit tidak menular yang ditemukan di Posbindu selama masa pandemi, serta masukan yang tepat bagi pelaksanaan program penyakit tidak menular di tengah masa pandemi COVID-19.

 

       

Covid-19, Vaksinasi & Tenaga Kesehatan

Oleh: dr Adji Suwandono, S.H., Sp.F

Ketua IDI Cabang Surakarta, Dosen FK UNS, Mahasiswa Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS

WHO menyampaikan, secara global per tanggal 12 Januari 2021 ini sebanyak 223 negara di dunia terpapar Covid-19, di mana lebih dari 89 juta terkonfirmasi, dengan lebih dari 1,9 juta manusia di dunia meninggal dunia. Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak pandemi ini.

Sudah lebih dari sepuluh bulan lamanya, sejak ditetapkan pemerintah di bulan Maret tahun 2020 silam. Update terakhir tanggal 12 Januari 2021, sebanyak 846.765 penduduk terkonfirmasi positif, angka kesembuhan mencapai 695.807 orang, dan yang meninggal sebanyak 24.645.

Berbagai macam cara dan upaya dilakukan untuk mencegah, menanggulangi, memutus rantai penularan Covid-19 yang semuanya itu sudah diatur dalam tahapan protokol kesehatan panduan tata laksana terkait penanggulangan Covid-19 ini. Pada laman covid19.go.id tanggal 3 Januari 2021 terdapat hasil monitoring kepatuhan protokol kesehatan di 34 provinsi Indonesia.

Berkaitan dengan pemakaian masker terdapat 99 (19.96%) dari 496 kabupaten/kota yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker kurang dari 60%; 118 (23.79%) kab/kota memiliki tingkat kepatuhan memakai masker 61%-75%; 191 (38.51%) kab/kota memiliki tingkat kepatuhan memakai masker 76%-90%; dan 88 (17.74%) kab/kota memiliki tingkat kepatuhan memakai masker >90%.

Data tentang pelaksanaan menjaga jarak dan menghindari kerumunan terdapat 109 (21.98%) dari 496 kabupaten/kota yang memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan kurang dari 60%; 147 (29.64%) kab/kota memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak 61%-75%; 173 (34.88%) kab/kota memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak 76%-90%, dan 67 (13.50%) kab/kota memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak >90%.

Hasil monitoring kepatuhan protokol kesehatan tersebut mengindikasikan perlu adanya intervensi lain. Intervensi itu berupa pemberian vaksinasi. Vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

Kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata di seluruh wilayah. Upaya pencegahan melalui pemberian program vaksinasi jika dinilai dari sisi ekonomi, akan jauh lebih hemat biaya, apabila dibandingkan dengan upaya pengobatan.

Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/ 1 /2021Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), pelayanan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Yaitu dengan menerapkan upaya Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan menjaga jarak aman 1-2 meter, sesuai dengan Petunjuk Teknis Pelayanan Vaksinasi Pada Masa Pandemi Covid-19.

Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan puskesmas harus melakukan advokasi kepada pemangku kebijakan setempat, serta berkoordinasi dengan lintas program, dan lintas sektor terkait, termasuk organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan vaksinasi Covid-19. Petugas kesehatan diharapkan dapat melakukan upaya komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat serta memantau status vaksinasi setiap sasaran yang ada di wilayah kerjanya untuk memastikan setiap sasaran mendapatkan vaksinasi Covid-19 lengkap sesuai dengan yang dianjurkan.

Vaksinasi Covid-19 dilaksanakan dalam empat tahapan mempertimbangkan ketersediaan, waktu kedatangan dan profil keamanan vaksin. Kelompok prioritas penerima vaksin adalah penduduk yang berdomisili di Indonesia yang berusia ≥ 18 tahun. Kelompok penduduk berusia di bawah 18 tahun dapat diberikan vaksinasi apabila telah tersedia data keamanan vaksin yang memadai dan persetujuan penggunaan pada masa darurat (emergency use authorization) atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Tahapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan sebagai berikut :

1.   Tahap 1 dengan waktu pelaksanaan Januari-April 2021.

Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

2. Tahap 2 dengan waktu pelaksanaan Januari-April 2021

Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 2 adalah:

a.      Petugas pelayanan publik yaitu Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

b.      Kelompok usia lanjut (≥ 60 tahun).

3. Tahap 3 dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022

Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.

4. Tahap 4 dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022

Sasaran vaksinasi tahap empat adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Prioritas yang akan divaksinasi menurut Roadmap WHO Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) adalah:

1.      Petugas kesehatan yang berisiko tinggi hingga sangat tinggi untuk terinfeksi dan menularkan SARS-CoV-2 dalam komunitas.

2.      Kelompok dengan risiko kematian atau penyakit yang berat (komorbid). Indikasi pemberian disesuaikan dengan profil keamanan masing-masing vaksin.

3.      Kelompok sosial / pekerjaan yang berisiko tinggi tertular dan menularkan infeksi karena mereka tidak dapat melakukan jaga jarak secara efektif (petugas publik).

Sesuai dengan tahapan tersebut, para tenaga kesehatan dan tenaga medis di Solo, termasuk dokter yang tergabung dalam keanggotaan IDI Cabang Surakarta menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 tahap awal yang rencana dilakukan 14 Januari 2021. Sebab, intensitas para dokter ini sangat tinggi dengan tiap hari bertemu dengan para pasien suspect ataupun yang terkonfirmasi positif Covid-19.

IDI Cabang Surakarta mendukung maklumat dan arahan Pengurus Besar IDI yang mengimbau agar seluruh dokter anggota IDI mengikuti program vaksinasi Covid-19. Agar terbentuk kekebalan tubuh untuk mencegah risiko mudah terinfeksi Covid-19. Agar menghentikan polemik tentang vaksinasi Covid-19 karena prosedur keilmuan melalui uji klinis dan penilaian oleh otoritas Badan POM dan MUI sudah dinyatakan aman, efektif, suci dan halal.

Kemudian, agar seluruh dokter anggota IDI tetap berhati-hati dan waspada dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya dalam menjalankan praktik kedokteran untuk senantiasa disiplin menaati protokol kesehatan dan menjalankan Pedoman Standar Perlindungan Dokter di Era Covid-19. Agar seluruh dokter anggota IDI berpartisipasi membantu pelaksanaan vaksinasi di seluruh daerah di Indonesia dengan mempersiapkan diri menjadi tenaga penyuntikan vaksinasi (vaksinator).

Selanjutnya, monitoring dan evaluasi program vaksinasi dilakukan sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan vaksinasi wajib dilaksanakan oleh Tim Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Demi keberhasilan penanggulangan Pandemi Covid-19 di Indonesia. Indonesia Bisa, Indonesia Sehat. (*)

(rs/ria/per/JPR)

 

Artikel asli dimuat di radarsolo.jawapos.com pada 13 Januari 2021 dan dapat di akses disini

Angka Kejadian Stunting Tetap Tinggi, Mahasiswa S3 IKM Menulis “Medsos Media Kampanye Percepatan Cegah Stunting” di Koran Kedaulatan Rakyat

Selain aktif melakukan riset, Mahasiswa Prodi S3 IKM juga aktif menulis di media sebagai wadah disseminasi hasil riset dan perkuliahan pada masyarakat. “Medsos Media Kampanye Percepatan Cegah Stunting” merupakan tulisan dari Ida Nursanti, Mahasiswa Prodi S3 IKM UNS yang dimuat di Koran Kedaulatan Rakyat pada 6 Januari 2020

“Berpikir Sistem dalam Penanggulangan COVID-19” – Opini Mahasiswa Prodi S3 IKM dalam Harian Nasional

KEDIRI (HN) – Indonesia telah mengalami pandemi COVID-19 selama hampir 12 bulan. Sejak awal pandemi, pemerintah telah membentuk tim Satgas COVID-19. Seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah, Pasal 2 berbunyi “Pemerintah Daerah perlu memprioritaskan penggunaan APBD untuk antisipasi dan penanganan dampak penularan COVID-19” serta pasal 3 yang berbunyi “untuk mengantisipasi dan menangani dampak penularan COVID-19, Kepala Daerah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah berdasarkan pertimbangan dan rekomendasi ketua pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sesuai keputusan Presiden mengenai Gugus Tugas Percepatan COVID-19”.

Artinya penanggulangan COVID-19 melalui Satgas COVID-19 telah dilakukan secara desentralisasi di seluruh daerah di Indonesia dan berkoordinasi secara nasional. Dan melihat isi Permendagri 20 Tahun 2020, penanganan COVID-19 menjadi prioritas masalah kesehatan yang saat ini menjadi urgen untuk ditangani.

Keputusan ini karena pandemi COVID-19 telah memberikan dampak besar bagi Indonesia. Dampak yang sangat terlihat nyata adalah dampak ekonomi. Selain itu, dampak sosial dari penderita COVID-19 dan nakes, seperti stigma, penurunan kualitas hidup, dan lain lain.

Penyakit COVID-19 dengan tingkat penyebaran yang cepat dan dapat mengakibatkan kematian menjadi salah satu alasan penanggulangannya menjadi prioritas saat ini.

Dalam penanggulangan suatu penyakit diharapkan seorang pengambil keputusan program dapat berpikir sistem. Seperti penanggulangan COVID-19, meskipun masuk ranah bidang kesehatan, namun dalam penanganannya harus merangkul berbagai lintas sektor untuk berkoordinasi.

Memerlukan effort cukup besar bagi seorang pemimpin untuk menyatukan pemangku kebijakan dalam lintas sektor serta perpanjangan tangan informasi ke bawah untuk menjadi satu tujuan dan komitmen dalam penanggulangan COVID-19.

Koordinasi lintas sektor dilaksanakan sejak proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pemantauan, pengendalian, dan evaluasi program. Dalam proses perencanaan program perlu alur pikir siklus pemecahan masalah, dengan langkah-langkah:

  1. Analisa Situasi
  2. Identifikasi masalah
  3. Menetapkan prioritas masalah
  4. Menetapkan tujuan
  5.    Melakukan analisis untuk memilih alternatif kegiatan terbaik
  6. Menyusun rencana sumber daya menjadi rencana operasional

Seluruh langkah di atas harus dilakukan sistematis. Analisa situasi adalah langkah awal dalam perencanaan yang harus dijalankan dengan baik karena akan berpengaruh pada tahap-tahap selanjutnya.

Caranya, dengan melihat data penyebaran kasus, melakukan pemetaan kasus, serta memperhatikan potensi yang ada di setiap daerah untuk dapat membantu penanggulangan COVID-19. Misalnya budaya saling membantu di suatu daerah. Maka dalam hal ini sangat diperlukan koordinasi dengan para stakeholder yang dekat dengan masyarakat setempat.

Dalam proses identifikasi masalah dalam penanggulangan COVID-19, yaitu masalah-masalah yang ditimbulkan karena pandemi COVID-19 misalnya stigma pada tenaga kesehatan, penurunan kualitas hidup dan masalah yang timbul dalam pelaksanaan penanggulangan COVID-19 seperti masalah ketidakpatuhan masyarakat dalam protokol kesehatan.

Sehingga dapat diperoleh gambaran tentang masalah kesehatan maupun non-kesehatan yang ada serta faktor-faktor yang memengaruhi masalah tersebut, yang merupakan tujuan dari analisis ini.

Pada akhirnya akan diperoleh hasil dari analisis ini yang merupakan titik tolak perencanaan penanggulangan COVID-19  terpadu. Dalam langkah selanjutnya diikuti kegiatan untuk merumuskan masalah secara jelas, sekaligus menentukan prioritas masalah-masalah tersebut.

Yang dimaksud masalah dalam perencanaan penanggulangan COVID-19 tidak terbatas pada masalah gangguan kesehatan saja. Akan tetapi meliputi semua faktor yang memengaruhi kesehatan penduduk (lingkungan, perilaku, kependudukan, dan pelayanan kesehatan).

Kemudian dilakukan prioritas masalah. Dalam menentukan prioritas masalah harus dilaksanakan dengan baik dan melibatkan seluruh unsur terkait, termasuk masyarakat. Sehingga masalah yang ditetapkan untuk diatasi benar-benar masalah dari masyarakat.

Sehingga dalam pelakasanaan penanggulangan COVID-19, masyarakat dapat berperan aktif di dalamnya dan dapat menyusun tujuan dengan baik sesuai kebutuhan.

Dalam menyusun alternatif pemecahan masalah dalam penanggulangan COVID-19 dengan berpikir kreatif dan menyelesaikan berbagai masalah yang ada dengan nmenemukan akar masalah. Misalnya terjadi stigma pada tenaga kesehatan dan penderita COVID-19 harus dilakukan penelusuran mengapa terjadi stigma di suatu masyarakat. Misalkan dikarenakan ketakutan masyarakat dan berita hoax di tengah masyarakat.

Untuk mengatasi hal ini, perlu pendekatan pada tokoh masyarakat yang dipercaya untuk membantu mengedukasi dan mengarahkan masyarakat.

Contoh lain masalah ketidakpatuhan masyarakat dalam menggunakan masker. Di setiap daerah mungkin akan sama masalahnya namun berbeda penyebab masalahnya. Di suatu daerah, ketidakpatuhan dikarenakan memang masyarakat tersebut tidak memiliki masker dan tidak mampu membeli masker. Di tempat lain penyebab bisa berbeda, mungkin masyarakat mampu membeli masker namun merasa tidak nyaman menggunakan masker. Atau merasa tidak percaya dengan COVID-19.

Perbedaan penyebab masalah akan berbeda pula treatment yang diberikan oleh tim penanggulangan COVID-19. Hal ini terkesan rumit. Tetapi dengan berpikir sistematis dan tepat sasaran akan mempermudah pencapaian tujuan dalam penanggulangan COVID-19.

Dalam tahap terakhir, proses perencanaan yaitu menyusun rencana sumber daya menjadi rencana operasional, yaitu dalam bentuk:

  1. Kebijakan. Merupakan suatu pedoman umum dalam pengambilan keputusan
  2. Prosedur standar. Implementasi kebijakan yang dilakukan melalui garis pedoman lebih detail
  3. Peraturan. Pernyataan bahwa suatu tindakan harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan dalam situasi tertentu

Rencana kegiatan atau rencana operasional pada umumnya mencakup tiga tahap pokok, yakni:

  1. Rencana kegiatan pada tahap persiapan, yakni kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebelum kegiatan pokok dilaksanakan. Misalnya rapat-rapat koordinasi, perizinan, dan sebagainya
  2. Rencana kegiatan pada tahap pelaksanaan, yakni kegiatan pokok program yang bersangkutan
  3. Rencana kegiatan pada tahap penilaian, yakni kegiatan untuk mengevaluasi seluruh kegiatan dalam rangka pencapaian program tersebut

Pada tahap kedua yaitu pengorganisasian penanggulangan COVID-19. Selain ada Satgas COVID-19, perlu ditambahkan tim pendukung di lapangan, yang dekat dengan masyarakat. Misalnya kepala desa/kelurahan dan dibantu timnya (Ketua RT/RW). Keikutsertaan mereka akan membantu proses penemuan kasus baru, mengatasi masalah stigma, dan dampak yang ditimbulkan oleh COVID-19.

Ketakutan masyarakat untuk di-tracing karena takut dampak sosial serta ekonomi yang timbul jika masuk kelompok yang perlu diisolasi, perlu segera diatasi. Caranya, dengan komunikasi yang baik dan efektif antara pelaksana program dengan masyarakat.

Oleh sebab itu, Satgas COVID-19 sangat perlu tim yang bergerak langsung pada masyarakat yang menjadi perpanjangan tangan antara Satgas COVID-19 dan masyarakat. Mereka harus mampu mejelaskan, mengarahkan, dan menampung aspirasi masyarakat, termasuk apa yang dibutuhkan masyarakat selama pandemi COVID-19.

Pada tahap penggerakan harus bersifat fleksibel. Perubahan sosial dalam masyarakat sangatlah cepat di era 4.0 saat ini. Semakin tinggi literasi data masyarakat, masalah yang masuk perencanaan mungkin akan ganti dengan masalah lain.

Oleh karena itu, tahap penggerakan dalam pelaksanaan penanggulangan COVID-19 harus terus mengikuti perubahan di dalam masyarakat. Masalah-masalah baru yang timbul harus segera diselesaikan. Misalkan terjadi perubahan kondisi saat lonjakan mobilisasi masyarakat dikarenakan tingkat kejenuhan masyarakat untuk tetap di rumah. Seperti menyebabkan banyak masyarakat berwisata sehingga diperlukan kebijakan baru untuk menanggulangi masalah ini dengan koordinasi melalui dinas terkait.

Misalkan pembatasan masuk wilayah daerah wisata dengan mewajibkan test antigen swab, koordinasi dengan satgas COVID-19 untuk monitoring kepatuhan protokol kesehatan, dan lainnya.

Adapun keresahan masyarakat terhadap perubahan kebijakan harus ditangani dengan penjelasan dan pengarahan langsung melalui tim yang telah ditunjuk untuk langsung menjelaskan pada masyarakat. Koordinasi tidak harus secara langsung, tapi juga melalui media sosial, seperti grup WhatsAppTelegram, pertemuan rutin melalui media zoom meeting, dan lainnya. Komunikasi tidak bisa dilakukan hanya sekali, namun juga rutin sekaligus untuk memonitoring perkembangan di masyarakat.

Pada tahap pemantauan dan pengendalian bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari program penanggulangan COVID-19. Pemantauan dilakukan berdasarkan target dan kegiatan yang telah direncanakan selama proses program berlangsung. Dalam penanggulangan COVID-19, tujuan utama adalah penekanan penyebaran COVID-19 dan peningkatkan tingkat kesembuhan pasien COVID-19.

Pada tahap evaluasi, hasil pengukuran capaian kinerja selama waktu berjalan, yang berkontribusi terhadap outcome yang ditetapkan dalam rencana strategis dan rencana operasional.

Evaluasi capaian kinerja dilakukan, antara lain dengan analisis membandingkan antara apa yang direncanakan dengan apa yang dihasilkan. Disertai dengan tingkat capaian dalam ukuran kuantitatif yang tertera dalam penetapan indikator yang terdiri atas indikator input dan indikator output . Dalam evaluasi, kita dapat menilai efisiensi, efektivitas, dan dampak dari program penanggulangan COVID-19.

Penulis : Reny Nugraheni, S.KM.,MM.,M.Kes

Dosen S1 Kesehatan Masyarakat (Kebijakan dan Manajemen Kesehatan) – Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dan mahasiswi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo


Reportase : Didik Purwanto

Editor : Didik Purwanto

 

Tulisan ini dimuat di harnas.co pada 12 Januari 2020

Artikel lengkap dapat dilihat pada tautan ini

Ujian Seminar Kemajuan Riset Mahasiswa a.n Siti Hamidah

Ujian Seminar Kemajuan Riset Mahasiswa a.n Siti Hamidah, kegiatan dilaksanakan pada 5 januari 2021 via Zoom dengan judul disertasi :

“Dukungan Organisasi Wanita Keagamaan (Aisyiyah) untuk Meningkatkan Stimulasi dan Perilaku Pemberian ASI Ekslusif”

para penguji, sebagai berikut:

  1. Dr. Isna Qadrijati,dr, M. Kes
  2. Prof. Bhisma Murti, Dr, MPH, M.SC, Ph,D
  3. Prof. Dr. Hartono Salimo, dr.,Sp.A (K)
  4. Dr. Sri Mulyani, S.Kep.Ns.,M.Kes
  5. Prof.Dr. Djohar Ismail. MPH, Ph.D, dr, Sp A (K)
  6. Dr. Anik Lestari, SKM, M.Kes

Mengulas Dana Desa Untuk Pencegahan Stunting, Karya Mahasiswa S3 IKM Dimuat di Koran Solo Pos

Mahasiswa Prodi S3 IKM beraktif berkontribusi dalam pencegahan stunting yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. “Dana Desa Untuk Pencegahan Stunting” merupakan tulisan dari Sri Mulyanti di koran Solo Pos, terbit sabtu 2 Januari 2021. Untuk lebih lengkap, cek tulisan berikut:

SUNI-SEA TRAINING IN QUALITATIVE RESEARCH METHODS

Scalling-up NCD Interventions in South-East Asia (SUNI-SEA) Indonesia bersama Program Studi Kedokteran dan Program Doktoral Ilmu Kesehatan Masyarakat  Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret telah menyelenggarakan pelatihan penelitian metode kualitatif selama dua hari yaitu pada hari Senin, 7 Desember 2020 dan Rabu, 16 Desember 2020 melalui aplikasi zoom. Pelatihan menghadirkan dua narasumber yaitu Manna Alma dari Universitas Groningen dan Adriana Plskova dari Universitas Trnavska, dengan empat fasilitator yaitu Prof. Ari Natalia Probandari, dr., MPH., Ph.D.; Vitri Widyaningsih, dr., MS., Ph.D.; Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr., M.Pd.; dan Bulan Kakanita Hermasari, dr., M.Med.Ed. Pelatihan terdiri dari interaktif workshop, in-depth interview, dan Focused Group Discussion (FGD). Pelatihan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkomunikasi secara langsung kepada pembicara.

Pelatihan ini menghadirkan wawasan baru bagi para peserta, khususnya untuk sebagian peserta yang belum pernah melakukan penelitian kualitatif. Dengan adanya pelatihan selama dua hari ini, diharapkan dapat memberikan semangat kepada peserta untuk mulai melakukan penelitian dengan metode kualitatif.

    

Community Empowerment for manaGement And reHabilitation of COVID-19 (CEGAH COVID-19)

Setelah melakukan penyusunan kuisioner dan analisis situasi, tim peneliti CEGAH COVID-19 bekerja sama dengan mahasiswa dan dosen program studi S3 Ilmu kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret serta jajaran pemerintah daerah Kabupaten Klaten melakukan focused group discussion (FGD) yang dilaksanakan pada hari Minggu, 13 Desember 2020 pukul 20.00 sd 22.00 WIB di Balai Desa Belangwetan, Klaten Utara. Tim peneliti terdiri dari 10 orang yang diketuai oleh Prof. Ari Natalia Probandari, dr., MPH., Ph.D. Acara ini dibuka oleh Kepala Desa Belangwetan dan dihadiri oleh beberapa perangkat desa lainnya.

Sejumlah 33 warga desa yang hadir dalam acara ini dibagi menjadi empat kelompok diskusi yaitu kelompok perangkat desa, kelompok ibu rumah tangga, kelompok kesehatan, dan kelompok tani. Dalam diskusi ini didapatkan temuan bahwa Desa Belangwetan masih menjadi salah satu desa dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di Kabupaten Klaten. Hal ini menyebabkan berbagai dampak dalam bidang ekonomi, kesehatan, sosial, maupun kualitas hidup masyarakat. Tingkat pemahaman mengenai COVID-19, sikap, dan kepatuhan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan juga masih bervariasi. Setiap temuan dalam in-depth interview dan focused group discussion telah dicatat sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan desain intervensi yang cocok.

Dosen S3 IKM Menjadi Fasilitator dalam Kajian Evaluasi Implementasi Formularium Nasional (Fornas) di Rumah Sakit

Pada hari Senin dan Selasa, 14-15 Desember 2020, salah satu dosen program studi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta, Dr. dr. Ratih Puspita Febrinasari, M.Sc. menjadi salah satu fasilitator dalam diskusi panel Kajian Evaluasi Implementasi Formularium Nasional (Fornas) di Rumah Sakit Regional Barat dan Timur yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan ini diadakan sebagai wujud penerapan Permenkes Nomor 54 Tahun 2018 tentang Penyusunan dan Penerapan Formularium Nasional dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan, di mana penerapan Fornas perlu dipantau dan dievaluasi untuk menilai ketaatan dan dampak penerapan Fornas dalam penyelenggaraan JKN.

Acara yang diadakan secara daring selama dua hari dari pukul 08.30-16.00 melalui aplikasi Zoom ini dihadiri  oleh Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS, Prof. Dr. dr. Rianto Setiabudy, SpFK (Ketua Komnas Penyusunan Fornas), Prof. Dr. apt. Dra. Erna Kristin, M.Si (Wakil Ketua Komnas Penyusunan Fornas), Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI., FINASIM (Wakil Ketua Komnas Penyusunan Fornas), Dr. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, Sp.S(K)., M.Epid. (Tim Ahli Komnas Penyusunan Fornas), tim Pengkaji dari Universitas Gadjah Mada, serta beberapa perwakilan dari bagian farmasi dan pelayanan rumah sakit yang ada di regional barat dan timur Indonesia.

 

Dosen Program Studi S3 IKM Menjadi Moderator pada Seminar Daring “The Importance of Big Data in Improving the Quality of Healthcare“

Dr. dr. Ratih Puspita Febrinasari, M.Sc, dosen Program Studi S3 IKM menjadi moderator sesi diskusi pada Seminar Daring “The Importance of Big Data in Improving the Quality of Healthcare“.

Setiap hari sejumlah besar data diproduksi oleh sistem layanan kesehatan, yang mempunyai potensi untuk digunakan mendukung pengambilan kebijakan di bidang kesehatan. Istilah big data sering digunakan untuk menyebut data ini. Sumber-sumber untuk big data bisa berasal dari studi-studi klinis yang telah atau sedang dilakukan ataupun dari data real world dari pasien yang diambil secara rutin.

Kesadaran akan pentingnya big data dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan berbagai isu terkait penggunaan big data ini perlu dimiliki oleh seluruh pemproduksi dan pengguna big data. Online Meeting ini diadakan untuk berdiskusi tentang kedua hal ini, dan diharapkan pertemuan ini bisa menjadi cikal bakal dari adanya big data yang memadai dan berkualitas baik untuk digunakan oleh berbagai pihak dalam rangka meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat Indonesia.

Dr. Ratih memandu sesi diskusi yang membahas Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS Online), Database Asuransi Kesehatan, Sistem Informasi di Rumah Sakit, Penggunaan Data di Rumah Sakit untuk Melakukan HTA, serta Penggunaan Big Data untuk Penelitian Disertasi.

Seminar ini dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, Badan POM, PERSI, IDI, IAI, Akademisi, IPMG, dan GP Farmasi

Seminar Daring “The Importance of Big Data in Improving the Quality of Healthcare”

Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM menyelenggarakan seminar daring dengan tema “The Importance of Big Data in Improving the Quality of Healthcare”. Seminar ini merupakan pembuka dari rangkaian seminar yang digelar selama tiga bulan ke depan hingga Januari 2021 dalam bentuk seminar daring via Zoom Meetings dan livestreaming.

Seminar pertama diselenggarakan pada:
Hari, tanggal: Sabtu, 28 November 2020
Waktu: pkl 13.55 – 17.00 WIB

Peserta seminar tidak dipungut biaya atau gratis dan tersedia E-sertifikat.

Tautan Pendaftaran
ugm.id/BIGDATA2020

Narahubung:
dr Sudi
HP: 082328201695

Seminar Hasil Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a/n Yessy Nur Endah Sary NIM T511708006

Seminar Hasil Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Yessy Nur Endah Sary NIM T511708006, dengan judul proposal disertasi “Peran Kader Kesehatan Melalui Modul Cegah Pernikahan Remaja (Cenikma) sebagai Upaya Mendukung Ayah Mencegah Pernikahan Dini Remaja Daerah Pesisir”.

Dilaksanakan pada hari Senin, 18 November 2020 vi Zoom. Dengan penguji :

  1. Prof. Dr. Harsono Salimo, dr, Sp.A (K)
  2. Dr. Sri Mulyani, S.Kep, Ns, M.Kes
  3. Dr.dr. Bagoes Widjarnarko, MPH
  4. Dr. Bagoes Widjanarko, dr, MPH
  5. Dr. Tri Rejeki Andayani, S.Psi, M.Psi

 

Workshop Penguatan E-Learning dan Pengembangan Course Epidemiologi berbasis Aplikasi (Epi-SMart)

Hari Rabu, 25 November 2020 telah berlangsung kegiatan Workshop Penguatan E-Learning dan Pengembangan Course Epidemiologi berbasis Aplikasi (Epi-SMart) secara daring. Acara ini berlangsung melalui platform zoom dan dihadiri oleh 22 partisipan dan 4 orang narasumber. Acara ini merupakan bagian dari proyek penelitian HITIHE (Health Information and Technology for Improved Health Education in South-East Asia) yang merupakan kerja sama dengan Institute of Tropical Medicine Antwerp Belgia.

Konsep dasar yang dibangun dari proyek ini adalah tercapainya akses universal ke informasi digital di bidang kesehatan melalui dukungan dua layanan universitas yang inovatif yaitu staf pendukung techno-pedagogical dan pustakawan kesehatan. Proyek penelitian ini berfokus pada inovasi layanan dukungan Perguruan Tinggi dengan peluncuran WikiTropica sebagai sumber informasi digital penting untuk pengobatan tropis. Proyek ini berlangsung di dua negar di Asia Tenggara, yaitu Indonesia dan Kamboja. Anggota konsorsium yang berasal dari Indonesia adalah Universitas Sebelas Maret dan Universitas Gadjah Mada.

Pertemuan yang berlangsung dari pukul 12.30-14.45 ini dibuka dengan sambutan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Paramasari Dirgahayu, dr., Ph.D. dan dilanjutkan paparan pengenalan proyek oleh Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr., M.Pd. serta paparan pengenalan aplikasi Epi-SMart oleh Vitri Widyaningsih, dr., MS., Ph.D. Acara dilanjutkan dengan pembahasan dan masukan oleh 4 orang narasumber dan partisipan yang dipandu oleh Bulan Kakanita Hermasari, dr., M.Med.Ed. Narasumber yang memberikan masukan dalam diskusi ini meliputi : dr. Kinik Darsono, M.Pd.Ked; dr. Hat Sukarmadani; dr. Aji Danarto; dr. Farahdila Mirshanti, MPH.; ketua Unit Pendidikan Kedokteran Dr. Veronika Ika Budiastuti, dr., M.Pd.; serta beberapa partisipan lainnya. Acara ini ditutup dengan simpulan oleh Prof. Ari Natalia Probandari, dr., MPH., Ph.D.

Kick-Off Meeting Pilot Project Fase Prospektif SUNI-SEA

Pada hari Rabu, 25 November 2020 telah dilakukan Kick-Off Meeting Persiapan Pilot Project Fase Prospektif (Intervensi) dari Penelitian SUNI-SEA (Scaling Up Non-communicable Disease Intervention in South East Asia) yang dilakukan di Aula Anggrek Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar.

Acara dibuka sekitar pukul 08.30 oleh Plt. Kepala Dinas Kabupaten Karanganyar, Purwati, SKM., M.Kes. Acara dilanjutkan dengan paparan pengenalan proyek oleh ketua penelitian Prof. Ari Natalia Probandari, dr., MPH., Ph.D. dan paparan rencana fase intervensi oleh Vitri Widyaningsih, dr., MS., Ph.D. Sesi ditutup dengan diskusi bersama para pemegang program PTM (Penyakit Tidak Menular) Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar dan menghasilkan kesimpulan bahwa rangkaian proyek fase intervensi mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar dan akan mulai diselenggarakan pada bulan Januari 2021.

Dalam acara ini, hadir Kabid P2P Dinkes Kabupaten Karanganyar Warsito, SKM. dan Kasie PTM Dinkes Kabupaten Karanganyar Untari Tri Wardani, SKM., M.Kes. Selain itu, beberapa staf dari bagian P2P juga ikut hadir seperti Eko Prabowo, SKM.; Emma Purwantiningsih, SKM; Shelsa Arinindya, S. Psi dan Werdiningsih. Anggota tim penelitian yang lain dari Universitas Sebelas Maret juga bergabung dalam kegiatan ini baik secara daring maupun luring, seperti Dr. Ratih Puspita Febrinasari, dr, M.Sc.; Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr., M.Pd.; Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes.; Stefanus Erdana Putra, dr; Muhammad Hafizhan, dr; Khairunissa, S.Fis.; dan Tantri Yunita Rahma, S.Tr.Keb.

Pertemuan Rutin Konsorsium SUNI-SEA

Konsorsium SUNI-SEA (Scaling Up Non-communicable Disease Intervention in South East Asia) menyelenggarakan pertemuan rutin yang membahas persiapan fase prospektif dan juga laporan rutin bulanan pada hari Senin, 22 November 2020 pukul 14.00-18.00 melalui platform Webex.

SUNI-SEA merupakan penelitian kolaborasi beberapa institusi dan negara yang dilaksanakan di Indonesia, Vietnam, dan Myanmar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan diabetes mellitus.

Tim Indonesia diketuai oleh Prof. Ari Probandari, dr., MPH., Ph.D, dengan tim peneliti antara lain Dr. Eti Poncorini Pamungkasari., dr., M.Pd, Vitri Widyaningsih., dr., MS., Ph.D, Dr. Ratih Puspita Febrinasari., dr., MSc., Balgis, dr, MSc CM-FM, Sp.Ak, AIFM, Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes., dan Yusuf Ari Mashuri, dr., M.Sc.

Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh anggota konsorsium penelitian SUNI-SEA, yang terdiri dari University Medical Center Groningen (Netherlands, Coordinator) University of Groningen (Netherlands), University of Passau (Germany), Trnava University (Slovak Republic), HelpAge International (UK), Thai Nguyen University (Vietnam), Health Strategy and Policy Institute, Vietnam, dan Universitas Sebelas Maret (Indonesia).

Press Rilis Kegiatan Webinar Kesehatan Mental Pada Remaja

 

Rabu, 28 Oktober 2020- Research Group Disease Control Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret telah melaksanakan program pengabdian dengan mengimplementasikan dan memberikan konstribusi kepada masyarakat luas melalui media sosial dengan mengadakan workshop bertemakan “Kesehatan Mental pada Remaja”. Workshop ini diikuti oleh 185 pendaftar dari berbagai wilayah di Indonesia secara daring melalui media aplikasi zoom dengan pendaftar Siswa dengan usia remaja dan Guru sebagai pendamping siswa di sekolah serta masyarakat umum yang tertarik dengan isu Kesehatan mental remaja. Pelaksanaan workshop lebih menarik lagi karena menghadirkan pembicara yang mahir dalam bidang Kesehatan mental yaitu Ifa Hanifah Misbach,S.Psi,MA,Psikolog lulusan dari S2 Master Educational Psychology in Cognition-Learning-Instruction-Technology Program, University of Connecticut, USA dan merupakan adik dari Gubenur Jawa Barat Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.

Dalam sesi workshop yang dilakukan sangat menarik, membahas mengenai isu Kesehatan mental pada remaja mulai dari ciri-ciri sifat dan sikap remaja, masalah yang sering dihadapi oleh remaja, Tindakan bullying yang dilakukan dan diterima oleh remaja pada sebelum pandemi covid-19 dan saat era pandemi covid-19, cara mengatasi adanya tindakan tidak menyenangkan yang diterima oleh remaja yang membuat permasalah mengenai gangguan mental pada remaja, dan lain sebagainya. Peserta yang mengikuti workshop ini sangat antusias dengan adanya interaktif antara ppembicara dan penonton serta adanya hadiah menarik dari panitia bagi penonton yang memperhatikan simakan materi yang disampaikan. Dari diadakannya workshop mengenai Kesehatan mental pada remaja diharapkan peserta  dapat mengetahui  permasalahan Kesehatan mental yang dapat mengganggu perkembangan remaja, serta  dapat mengetahui cara merefleksikan diri agar tidak terjadi permasalahan mengenai Kesehatan mental.

Press Rilis Kegiatan Sangon Semar

Sanggar Online Sebelas Maret  yang biasa disingkat dengan SANGON SEMAR merupakan sanggar tari dengan berbasis online yang dilakukan oleh tim penelitian dan pengabdian Research Group Disease Control Fakultas Kedokteran Sebelas Maret. Sanggar Online ini dilakukan sebagai implementasi pengabdian dengan menyeimbangkan antara kebudayaan dan kesehatan pada anak-anak. SANGON SEMAR melaksanakan kegiatan setiap Minggu dengan melakukan latihan hari rampak bekerja sama dengan pelatih tari dari sanggar tari sang citra. Latihan tari diikuti oleh 40 anak yang dipandu dalam proses latihan tari secara dari dengan aplikasi zoom.

 

Anak-anak yang mengikuti latihan tari sangat antusias dengan tari rampak yang menyenangkan. Pada hari terakhir latihan tari kami bersama pelatih mengadakan unjuk bakat dari latihan tari rampak yang diikuti oleh seluruh peserta. Dalam latihan terakhir yang diadakan pada tanggal 24 Oktober 2020 peserta menunjukkan hasil latihan tarinya dengan menggunakan pakaian adat, hal ini membuat latihan tari menjadi semakin menyenangkan bagi anak-anak, sehingga implementasi kebudayaan dapat tercapai dan kesehatan mental anak pun menjadi positif karena hari-harinya diisi dengan sesuatu yang positif dan menyenangkan dengan berlatih bersama SANGON SEMAR.

Dosen S3 IKM UNS Dr. Sumardiyono, S.KM, M.Kes Beserta Tim Pengabdi RG Integrated Disease Management dan RG Disease Control, Mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Puskesmas Purwodiningratan dan Puskesmas Banyuanyar, Surakarta

Puskesmas merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Berdasarkan Undang Undang No. 1 Tahun 1970 Puskesmas tergolong tempat kerja yang memiliki risiko bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja bagi yang beraktivitas di tempat tersebut, misalnya bahaya penularan Covid-19, kejadian kebakaran, dan gempa bumi.

Dalam memberikan bantuan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Puskesmas, Tim Pengabdi RG Integrated Disease Management dan RG Disease Control yang diketuai oleh Dr. Sumardiyono, S.KM, M.Kes., dengan anggota Vitri Widyaningsih, dr., M.S., Ph.D., Dr. Isna Qadrijati, dr., M.Kes., Balgis, dr., MSc, CM,FM., dan Widana Primaningtyas, dr., M.K.M. mengadakan pengabdian kepada masyarakat dengan tema revitalisasi model pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja melalui program HIRADC di puskesmas Purwodiningratan Surakarta dan Puskesmas Banyuanyar Surakarta yang pada bulan Agustus sampai September 2020. Kegiatan ini sangat didukung oleh Kepala Puskesmas Purwodiningratan, dr. Farahdilla Mirshanti, M.P.H, dan Kepala Puskesmas Banyuanyar, dr. Aji Danarto.

Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini berupa 3 buah video edukasi yang disumbangkan ke Puskesmas mitra yaitu Profil K3 Puskesmas, Safety Induction, dan Program HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) Puskesmas. Video tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengedukasi keselamatan dan kesehatan kerja bagi yang beraktivitas di Puskesmas Purwodiningratan dan Puskesmas Banyuanyar, sehingga lebih memahami akan pentingnya K3 bagi para pegawai, tamu, pengunjung, maupun pasien yang beraktivitas di Puskesmas Purwodiningratan dan Puskesmas Banyuanyar Surakarta. Selain video, tim pengabdi juga memberikan bantuan kepada Puskesmas Purwodiningratan dan Puskesmas Banyuanyar berupa seperangkat alat pelindung diri dalam rangka pencegahan terhadap penularan Covid-19 bagi para petugas medis berupa baju kerja, apron, dan handscoon yang bermanfaat bagi petugas medis di Puskesmas.

Kuliah Tamu di University of Canberra oleh Dosen S3 IKM UNS

BGL Indonesia Program Seminar

 

Child Malnutrition in Indonesia: A multilevel analyses of stunting

 

Dr Tri Mulyaningsih1, Dr Vitri Widyaningsih2

 

Affiliations:

1. Department of Economics, Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126, Indonesia

2. Department of Public Health and Preventive Medicine, Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126, Indonesia

 

Date: Wednesday, 28 October 2020

Time: 2:00 – 3:00 PM Canberra, Melbourne, Sydney or 10:00-11:00 AM WIB, Indonesia

About the Speakers

Tri Mulyaningsih is a Lecturer in Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret. She completed her PhD in Economics from the University of Canberra in 2014. Currently, she is the coordinator of the Doctoral Program in Economics and Head of Applied Microeconomic Research Group at the University. She is actively involved in international research collaboration on skills, human capital, and issues in health economics.

Vitri Widyaningsih is a Lecturer in Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret (UNS). She finished her Master and PhD in Epidemiology as well as Graduate Certificate in Program Evaluation at Michigan State University. As a social epidemiologist, her research focuses on investigating social determinants of health for non-communicable diseases (NCDs) and occupational diseases, including mental health, as well as maternal and child health.

 

Abstract

 

This study investigated the determinants of child malnutrition in Indonesia using a multilevel mixed effects analysis of child stunting that is prevalent in the country. This study is the outcome of a collaboration between University of Canberra and Universitas Sebelas Maret. We analysed the 4th and 5th waves of the Indonesian Family Life Surveys (IFLS), conducted between 2007 and 2015 in 13 provinces. Data from 8,045 children aged 0-60 months were analyzed. In order to account for the clustering of children within households and households within regions, the study employed a Multilevel Mixed Effect Regression analysis. The results reveal that there are rural/urban differences in the prevalence of malnutrition in Indonesia. Stunting and wasting are more prevalent in rural areas (31.3% and 5.2%) compared to urban areas (22.3% and 4.3%). Whereas the prevalence of overweight is higher in urban areas (6.8%), compared to rural areas (5.2%). Additionally, there are significant differences by economic factors between children from poorer and affluent families. Our analysis shows while the stunting in Indonesia significantly varied by provinces, sub-districts and households, household level differences accounted for maximum level of variations in child stunting. The study highlights that there is scope for specific and comprehensive intervention segregated by household level socioeconomic factors that may improve the nutritional status of children in Indonesia.

Kepala Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS Prof. Ari Probandari Mengisi Acara Kuliah Umum FKM UNDIP

Kepala Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS Prof. Ari Probandari Mengisi Acara Kuliah Umum Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

dengan topik : metode systematic review pada penelitian kesehatan

kegiatan berlangsung pada sabtu, 17 oktober 2020, pukul 09.00 s.d 12.oo wib via microsoft teams

PERAN PRODI S3 IKM UNS DALAM MEWUJUDKAN UNS KAMPUS SEHAT

Universitas Sebelas Maret bertekad mewujudkan kampus sehat. Peluncuran program kampus sehat dilakukan di UNS pada November 2019. Program  diikuti dengan berbagai kegiatan yang mendukung upaya peningkatan kesehatan di kampus, termasuk olahraga, penciptaan lingkungan hijau dan bersih, serta pelayanan kesehatan.Tekad itu terungkap melalui webinar nasional bertajuk Go Green to Health Promoting University, Sabtu (17/10/2020).

Wakil Rektor UNS, Prof. Kuncoro Diharjo, mengatakan Program Health Promoting University ini merupakan salah satu upaya promosi kesehatan berbasis lingkungan yang menerapkan pendekatan sosio-ekologis.

“Tujuannya adalah menciptakan lingkungan pembelajaran dan budaya organisasi yang meningkatkan derajat kesehatan, kesejahteraan dan kualitas hidup peserta didik, staf maupun masyarakat sekitar sehingga terbentuk komunitas sehat di kampus,” ujar Prof. Kuncoro

Keynote Speaker dalam webinar ini adalah Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Kirana Pritasari, MHQI. Kirana memaparkan Health Promoting University yang merupakan program dari Kementerian Kesehatan.

Menurutnya perguruan tinggi merupakan institusi terkemuka di masyarakat yang memiliki peran penting dalam membangun kapasitas sumber daya manusia, menjadi pemimpin sosial yang sesuai dan dapat diterima untuk mempromosikan kesehatan pada masyarakat.

Dengan demikian, universitas merupakan institusi besar yang memiliki potensi untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan mahasiswa, staf, dan masyarakat sekitarnya. Universitas memiliki mahasiswa yang nantinya akan menjadi tenaga profesional serta pembuat kebijakan yang dapat memberikan pengaruh berarti bagi kesehatan masyarakat.

Dr. Vitri M.S., PhD, dosen di Prodi S3 IKM FK UNS memaparkan strategi promosi kesehatan menuju kampus sehat. Sedangkan Tawang dari Sinar Mas Peduli, memaparkan berbagai kegiatan yang dilakukan Sinar Mas Peduli mulai dari Sabang sampai Merauke yang bekerja sama dengan berbagai stakeholder dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat.

Selanjutnya Dr. Agung Wibowo dosen di Fakultas Pertanian lebih menekankan peran mahasiswa di dalam mewujudkan kampus sehat maupun mempromosikan pola hidup sehat melalui Kuliah Kerja Nyata.

 

Kajian Pelayanan Penyakit Akbiat Kerja Faktor Ergonomi

Tim peneliti Universitas Sebelas Maret bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah melakukan kajian pelayanan Penyakit Akibat Kerja (PAK) faktor ergonomic. Setelah melakukan analisis situasi, diskusi, dan workshop dengan stakeholder terkait, maka dilakukan proses pengambilan data. Kegiatan pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 5, 9 dan 13 Oktober 2020. Tim peneliti terdiri dari 5 orang yang diketuai oleh dr. Vitri Widyaningsih, MS., Ph.D beserta pendamping dari pihak perusahaan melakukan wawancara sekaligus uji coba aplikasi pelayanan PAK faktor ergonomi langsung kepada pekerja di perusahaan manufaktur wilayah Surakarta dan Boyolali

Sebanyak kurang lebih 75 pekerja telah melakukan proses input data hingga mendapatkan hasil pengukuran faktor risiko ergonomic melalui aplikasi yang dikembangkan oleh tim peneliti. Aplikasi ini dapat digunakan baik sebagai self assessment oleh pekerja, maupun sebagai media monitoring evaluasi oleh HEG atau dokter perusahaan. Fitur dalam aplikasi ini terdiri dari data umum untuk menilai faktor risiko umum yang ada, REBA, OWAS, RULA, pengukuran stress kerja dan kualitas hidup. Hasil pengukuran bisa langsung dilihat oleh pekerja, dilengkapi dengan materi edukasi yang sesuai dengan kondisi pekerja. Diharapkan pelayanan PAK terkhususnya bidang ergonomic menjadi lebih mudah diakses oleh perkeja melalui aplikasi ini.

Workshop Diseminasi Hasil dan Kick-Off Meeting Fase Intervensi SUNI-SEA

Salah satu tanggung jawab peneliti adalah memastikan bahwa hasil penelitian tidak berhenti di publikasi dan naskah akademik. Pada Rabu, 14 Oktober 2020, kami berdiskusi dengan stakeholder tentang hasil penelitian dan rencana intervensi untuk pengendalian penyakit tidak menular di Indonesia secara daring melalui aplikasi Zoom.

Workshop Diseminasi Hasil dan Kick-Off Meeting Fase Intervensi SUNI-SEA dilakukan bersama Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Achmad Yurianto, Kepala Sub Direktorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik Kementrian Kesehatan, dr.Lily Banonah Rivai, M.Epid, serta Kepala Sub Direktorat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Kementrian Kesehatan, dr. Ratna Budi Hapsari, MKM. Acara ini juga dihadiri stakeholder 8 Kabupaten/Kota (Medan, Deli Serdang, Batang, Semarang, Surakarta, Kediri, Jember, dan Karanganyar), serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi yang terkait (Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur).

Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P (K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Selanjutnya, sesi pertama dengan moderator oleh Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes. diisi dengan paparan tentang Program Penyakit Tidak Menular di Era Adaptasi Kebiasaan Baru oleh dr. Achmad Yurianto. Pada sesi kedua, dilakukan diseminasi hasil studi fase retrospektif oleh Vitri Widyaningsih., dr., MS., Ph.D yang dilanjutkan dengan pemaparan rencana studi fase prospektif oleh Ketua Tim Penelitian SUNI-SEA, Prof. Ari Natalia Probandari, dr., MPH., Ph.D. Acara kemudian ditutup dengan diskusi, tanya jawab, serta masukan dari stakeholder.

Workshop Program Kesehatan Mental pada Remaja, Guru dan Siswa Bekerjasama dengan Puskesmas Ngoresan

Pada tanggal 8 September 2020 bertempat di Aula Keluran Jebres, team project pengabdian masyarakat dari Fakultas Kedokteran yang diketuai oleh Vitri Widyaningsih,dr.,MS.,Ph.D sekaligus pada kegiatan Workshop Program Kesehatan Mental pada Remaja,Guru dan Siswa menjadi narasumber dalam kegiatan workshop tersebut dengan topic yang mungkin cukup baru yaitu “Peningkatan Kesehatan Mental di Era Pandemi”, di era pandemi seperti ini ternyata cukup banyak hal yang dapat menganggu kesehatan mental terkhususnya bagi remaja atau pelajar. Kegiatan workshop ini dilakukan secara offline atau tatap muka secara langsung dengan tidak meninggalkan anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan ini dihadiri oleh 8 sekolah binaan dari puskesmas Ngoresan baik dari jenjang SMP maupun SMA/K namun untuk Forum Group Discussion (FGD) tetap dilaksanakan secara online melalui Whatsapp Group yang di fasilitator i oleh dr. Balgis, dr. Heni dan juga dr. Seto dimana antusiasme para Guru, Siswa dan juga tenaga medis sangat luar biasa dan kooperatif.

 

[NATIONAL WEBINAR] Go Green to Health Promoting University National Webinar

Green campus didefinisikan sebagai kampus yang berwawasan lingkungan, yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan lingkungan ke dalam kebijakan, manajemen, dan kegiatan tridharma perguruan tinggi. Green campus juga harus menjadi contoh implementasi pengintegrasian ilmu lingkungan dalam semua aspek manajemen dan praktek pembangunan berkelanjutan.

Webinar ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan terwujudnya sinergisitas kampus dalam upaya promotif dan preventif hidup sehat untuk turut serta berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam mengurangi Pemanasan Global.

Mari ikuti Webinar Nasional Green Campus kali ini dengan tema:
“Strategi Menyongsong Kampus Sehat Ramah Lingkungan.”

SAVE THE DATE 👇
🗓️ Sabtu, 17 Oktober 2020
🕑 Pukul 08.20 s.d. 11.45 WIB
📍 Zoom Meeting

🗣️ KEYNOTE SPEAKER
dr. Kirana Prihastini, MQIH
Dirjen Kesehatan Masyarakat kemenkes RI

🗣️ PEMBICARA
1. Vitri Widyaningsih, dr., M.S., Ph.D.
(Akademisi/Dosen Fakultas Kedokteran UNS)
2. Tawang Sotya Djati, S.P
(Koordinator Yayasan Tzu chi Sinarmas)
3. Dr. Agung Wibowo, S.P., M.Si
(Akademisi/Dosen Fakultas Pertanian UNS)

🎙️ MODERATOR
dr. Andri Putranto, M.Si.
Akademisi/Dosen Fakultas Kedokteran UNS

🏆 FASILITAS
1. Free Registration
2. E-Certificate
3. Ilmu yang bermanfaat
4. Doorpize
5. Pulsa (bagi mahasiswa UNS)

📌 Syarat dan Ketentuan
▶️ Terbuka untuk umum
▶️ Mengisi link pendaftaran bit.ly/KampusSehatUNS
▶️ Join grup WhatsApp Webinar Kampus Sehat
▶️ Mengunggah twibbon Kampus Sehat di sosial media
▶️ Pendaftaran terakhir Jumat, 16 Oktober 2020 pukul 12.00 WIB

Contact Person:
☎ http://wa.me/6285647094455 | Hanung
☎ http://wa.me/6282299271756 | Sri Hartini
______

#KampusSehatUNS
#GoGreen
#HealthPromotingUniversity
#UniversitasSebelasMaret
#UNS

Pertemuan Konsorsium SUNI SEA

SUNISEA (Scaling Up Noncommunicable Disease Intervention in South East Asia) menyelenggarakan pertemuan konsorsium membahas persiapan fase prospektif pada tanggal 6 Oktober 2020. SUNISEA yang merupakan penelitian kolaborasi beberapa institusi dan negara, dan dilaksanakan di Indonesia, Vietnam dan Myanmar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan obesitas.

Tim Indonesia diketuai oleh Prof. Ari Probandari, dr., MPH., Ph.D, dengan tim peneliti antara lain Dr. Eti Poncorini Pamungkasari., dr., M.Pd, Vitri Widyaningsih., dr., MS., Ph.D, Dr. Ratih Puspita Febrinasari., dr., MSc., Balgis, dr, MSc CM-FM, Sp.Ak, AIFM, Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes., dan Yusuf Ari Mashuri, dr., M.Sc.

Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh konsorsium penelitian SUNISEA, yang terdiri dari University Medical Center Groningen (Netherlands, Coordinator) University of Groningen (Netherlands), University of Passau (Germany), Trnava University (Slovak Republic), HelpAge International (UK), Thai Nguyen University (Vietnam), Health Strategy and Policy Institute, Vietnam, dan Universitas Sebelas Maret (Indonesia).

Dosen Fakultas Kedokteran UNS, Vitri Widyaningsih, mendapatkan award untuk menghadiri The Sixth Global Symposium on Health Systems Research

Dosen Fakultas Kedokteran UNS, Vitri Widyaningsih, mendapatkan award untuk menghadiri The Sixth Global Symposium on Health Systems Research. Tema dari simposium tahun ini adalah ” Re-imagining health systems for better health and social justice” dan akan dilaksanakan pada 8-12 November 2020, secara virtual. Konferensi ini dihadiri oleh praktisi dan peneliti dari seluruh dunia, yang akan mempesentasikan penelitiannya dalam bidang sistem kesehatan. Pada kegiatan ini, dr. Vitri akan mempresentasikan hasil penelitian yang tengah dilakukan mengenai program skrining penyakit tidak menular di Indonesia, yang diketuai oleh Prof. Ari Probandari., dr., MPH., Ph.D, yaitu SUNISEA (Scaling-up NCD Interventions in South-East Asia).

 

 

Dr. Ratih Puspita,dr.,M.Sc Dosen Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS  menjadi narasumber dalam Webinar Nasional

Dr. Ratih Puspita,dr.,M.Sc Dosen Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS  menjadi narasumber dalam webinar nasional “satukan bangsa wujudkan indonesia sehat tanpa narkoba” be productive and positive without drugs. kegiatan berlangsung pada sabtu, 26 september 2020 pukul 08.00-12.30.WIB via zoom

Workshop Penulisan Artikel Pada Jurnal International Bereputasi oleh DR. I Made Ady Wirawan, MPH, ACCAM, PhD

Kegiatan Workshop oleh Program Studi Kesehatan Masyarakat. Program Doktor (S3), dengan pemberi materi yaitu DR. I Made Ady Wirawan, MPH, ACCAM, PhD, Universitas Udayana

tema kuliah pakar ini adalah Penulisan Artikel Pada Jurnal International Bereputasi yang dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2020, pukul 10.00-12.00 WIB via Zoom

Kuliah Pakar “Meta-Analysis” oleh DR. Luh Putu Lila Wulandari, MSC, PhD (Cand)

Kegiatan Kuliah Pakar oleh Program Studi Kesehatan Masyarakat. Program Doktor (S3), dengan pemberi materi yaitu DR. Luh Putu Lila Wulandari, MSC, PhD (Cand) dari Kirby Insitute, Sidney, Australia

tema kuliah pakar ini adalah Meta-Analysis yang dilaksanakan pada Jum’at, 25 September 2020, pukul 08.00-11.00 WIB via Zoom

Ujian Kelayakan Disertasi Mahasiswa a.n Ida Untari

Ujian Kelayakan disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS atas nama Ida Untari, NIM T511608004, dengan judul “Program TEKEN (Telaten, ELing  Kenangan, Etung lan seNeng) untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia.

Telah dilaksanakan pada hari Jumat, 18 September 2020 pukul 14.00 s/d selesai Via zoom

Dosen penguji :

  1. Prof. Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD
  2. Dr. Isna Qadrijati, dr, M.Kes
  3. Prof. Dr. A.A. Subijanto, dr, MS
  4. Rossi Sanusi, dr, MPA, PhD
  5. Dr. Diah Kurnia Mirawati, dr, Sp.S

Rapat Koordinasi Awal Semester Agustus-Februari 2020/2021 Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS

Rapat Koordinasi pengelola Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap awal dan akhir semester.  pada tanggal 26 Agustus 2020 dilaksanakan rapat koordinasi Awal Semester Agustus-Februari 2020/2021 Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS via Zoom

 

Kepala Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS Prof Ari Probandari mengisi Pre event INA-TIME 2020

 

Kepala Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS Prof Ari Probandari mengisi Pre event INA-TIME 2020 Virtual conference Indonesia Jetset TB research meeting “Challenges and Oppurtunity for TB & COVID-19 Research collaboration”

kegiatan dilaksanakan pada 27 agusutus 2020, pukul 01.00 pm

Alumni menjadi Narasumber Webinar FK Universitas Muhammadiyah Surakarta

 

kiprah alumni untuk menyebarluaskan ilmunya merupakan salah satu harapan dari prodi S3 IKM UNS, Dr. dr. Burhannudin Ichsan, M.Med. Ed,. M. Kes merupakan alumni yang baru saja di wisuda mengisi Webinar FK Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan tema penelitian kedokteran keluarga dan komunitas pada masa pandemi COVID-19

kegiatan dilaksanakan pada minggu, 30 agustus 2020 , pukul 09.00 wib via Zoom

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS dr. Agus Hidayat, Sp.P. FISR menjadi narasumber perawatan paliatif pada era normal baru

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS dr. Agus Hidayat, Sp.P. FISR menjadi narasumber pada acara webinar nasional dan virtual oral presentation dengan tema pemenuhan kebutuhan dasar dalam perawata paliatif pada era normal baru.

kegiatan berlangsung pada rabu 16 Agusuts 2020

09.00 WIB live via Zoom

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS Farida Hidayati. S. Psi.,M.Si menjadi Narasumber Manajemen Cabin Fever

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS Farida Hidayati. S. Psi.,M.Si menjadi Narasumber dalam acara webinar menyambut kemerdekaan RI ke 75 dengan tema Manajemen Cabin Fever. Optimalisasi peran ibu dalam meningkatkan keharmonisan keluarga

kegiatan berlangsung pada rabu 12 Agusuts 2020

09.00-12.00 WIB live via Zoom

Monitoring Progress Report Mahasiswa Angkatan 2016, 2017 dan 2018

Meningkatkan proses penyelesaian disertasi tanpa mengurangi kualitasnya dan mempercepat proses lulusnya mahasiswa, maka prodi S3 IKM UNS dan tim promotor serta mahasiswa mengadakan pertemuan pada :

Hari/tanggal : Selasa, 14 Juli 2020
Waktu : 09.00 – 12.00 WIB
Tempat : Ruang masing-masing via zoom

link undangan : undangan-2_Rev_VW new

dengan berlangsungnya kegiatan ini bisa memberikan semangat serta motivasi untuk menyelesaikan disertasi.

 

Dosen S3 IKM UNS mengisi Webiner EPIDEMIOLOGI FKM UNEJ

Dosen S3 IKM UNS

Vitri Widyaningsih, dr., MS., PhD. mengisi WEBINAR EPIDEMIOLOGI FKM UNEJ SERI I dengan tema “Opportunity of Epidemiology Research in Pandemic Periode”

Topik : Penggunaan Data Sekunder Dalam Penelitian Epidemiologi.

kegiatan dilaksanakan pada Hari : Senin, 27 Juli 2020, Waktu : 09.00-11.00 WIB, Via : Zoom

 

?Registration by Google Form, klik:
https://bit.ly/EpidFKMUnej

 

Sosialisasi Program Studi

Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Doktor Universitas Sebelas Maret berkontribusi dalam acara Sosialisasi Program Studi yang diselenggarakan oleh SPMB UNS secara online. Kegiatan tersebut dapat diakses melalui: https://www.youtube.com/watch?v=SsCH3F6kuCE

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a.n. Sukismanto NIM T511808005

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a.n. Sukismanto NIM T511808005 telah dilaksanakan pada hari Jumat, 26 Juni 2020 pukul 13.00 s/d 15.00 via Zoom Meeting.

Judul proposal disertasi  “Peran Peer Support dan Family Support terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Pelaksanaan Kesehatan Kerja Pengolah Batu Kapur di Kabupaten Gunung Kidul”.

Dengan penguji :

  1. Dr. Isna  Qadrijati, dr.,M.Kes
  2. Prof. Dr. Hartono, dr, M.Si
  3. Dr Sumardiyono, SKM, MKes
  4. Dr. Tri Rejeki Andayani, S.Psi, M.Si
  5. Dr. Yuliani Setyaningsih, SKM, M.Kes

Mahasiswa S3 IKM UNS a/n Sri Mintarsih,S.Kep.,Ns.,M.Kes Memberikan Edukasi Kepada Masyarakat Melalui Siaran Radio di Mentari FM Solo

Pandemi Covid-19 di Indonesia pada pertengahan bulan Maret 2020, tepat nya tanggal 14 Maret 2020 yang lalu. Pengumuman dari pemerintah tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) ini dievaluasi sampai 14 hari ke depan. Tanggal 28 Maret 2020, pandemi Covid-19 ini belum berlalu. Akhirnya di evaluasi lagi 14 hari ke depan.

Perkembangan kasus Covid-19 tetap belum mereda, akhirnya beberapa mahasiswa memutuskan untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Kegiatan kegiatan yang telah direncanakan berubah dan ditunda, baik kegiatan akademis maupun non akademis. Wabah pandemi Covid-19 ini menyebabkan dampak di seluruh sektor kehidupan, salah satunya adalah dampak ke mahasiswa yang tengah menjalani proses belajar pada masa semester genap TA 2019/2020.  Pandemi Covid-19 ini sangat mempengaruhi seluruh aktivitas masyarakat, demikian juga dalam dunia pendidikan, khususnya mahasiswa juga berdampak langsung akibat  pandemi ini yaitu dengan diliburkan dari seluruh berbagai  kegiatan  di seluruh tanah air dan dialihkan dari pembelajaran tatap muka menjadi E-learning (daring).

Hal ini  membuat mahasiswa harus cepat dapat beradaptasi dengan cerdas dan cepat. Dampak tersebut menjadikan mahasiswa menjadi kurang nyaman karena berubahnya sistem dalam pembelajaran, namun walaupun demikian sebagai mahasiswa kita perlu untuk mengambil sisi positif dari setiap peristiwa terjadi.

Sistem pembelajaran E-learning untuk mahasiswa, mau tidak mau, harus dan bisa  belajar dari rumah atau tempat tinggal masing-masing. Para mahasiswa, setelah mendapat pengumuman mengenai perkuliahan yang di lakukan dengan sistem E-learning (daring), sebagian besar mahasiswa rantau kembali ke rumah di kampung halamannya mereka masing-masing, ada beberapa beberapa mahasiswa masih ada yang memilih untuk menetap di tempat kost. Sebenarnya memilih untuk tetap tinggal di tempat kost merupakan pilihan tepat,  baik dan sesuai dengan anjuran pemerintah untuk mencegah penyebaran virus ini. Namun, karena semua tidak tahu, kapan pandemi ini akan berakhit, memlih  berkumpul dengan keluarga (pulang kampung) adalah kerinduan bagi kebanyakan mahasiswa rantau yang sering homesick, apalagi setelah pandemi ini berlangsung selama 6 minggu, disambung dengan  datangnya bulan ramadhan dan sekalian dilanjutkan libur Idul Fitri, sehingga para mahasiswa semakin kuat keinginan dan dorongan dari orang tua untuk pulang kampung.

Setelah pulang kampung, mereka mengikuti protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Sisi positif pandemi Covid-19 ini juga membuat para mahasiswa dapat berkumpul dengan keluarga  dengan alokasi waktu yang panjang , yang mungkin biasanya waktu dihabiskan untuk kegiatan akademik maupun non-akademik di kampus.

Setelah berjalan beberapa minggu wabah pandemi ini, mahasiswa sudah dapat beradaptasi dan menyesuaikan dengan baik, kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dilakukan melalui daring/online. Pelatihan organisasi, diskusi online, telah menjadi familier sekali bagi mereka, sehingga kegiatan-kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tetap dapat berjalan dengan baik. Ketahanan mahasiswa ini, meliputi 2 hal, ketahanan fisik dan psikologis. Ketahanan fisik, bagaimana menyiakan stamina, daya tahan tubuh dan imunitas tubuh agar tetap selalu fit dalam masa pandemi dan era new normal ini. Sedangkan ketahanan psikologi, bagaimana mahasiswa mudah beradaptasi dengan cepat dan cerdas, tidak panik, tidak stress dan tidak cemas.

Pesan-pesan/tips untuk tetap bisa eksis dan kreatif di masa pandemi ini adalah, (1) Tetap semangat & selalu positif thingking, (2) Tetap kreatif dan selalu ingin tahu akan informasi-informasi baru, (3) Meningkatkan kegiatan-kegiata sosial/jiwa relawan/kerja sama, saling membantu walau secara online, bila harus secara luring, harus memenuhi ketentuan/protokol yang ada, (4) Memanfaatkan media tutorial yang ada di media sosial, menyalurkan bakat positif yang sesuai, (5) Tetap belajar dengan rajin dan tekut, menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dan menyelesaikan tugas akhir, agar bisa wisuda tepat waktu, walaupun wisudanya secara daring, (6) Semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT dengan cara meningkatkan kualitas ibadahnya.  Semoga pandemi ini segera berlalu, agar kita semua, bisa beraktifitas kembali seperti sedia kala. Aamin.

 

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS dr Adji Suwandono, S.H, Sp.F, menjadi Narasumber dalam Inhouse Training di RS Brayat Minulya

RS Brayat Minulya Surakarta pada hari Rabu 9 Juni 2020, di Aula RS mengadakan pelatihan inhouse training bagi dokter, perawat dan karyawan RS dengan tema Penatalaksanaan Jenazah COVID-19/Terduga COVID-19. Hadir sebagai narasumber, dr. Adji Suwandono, S.H., Sp..F. Dosen FK UNS, Mahasiswa S3 IKM UNS bersama tim pemulasara RS UNS. Dalam inhouse training ini dibahas dan didiskusikan penatalaksanaan Jenazah yg meninggal dunia di RS, dari ruang perawatan, menuju ruang rawat jenazah kemudian transportasinya hingga dituntaskan di pemakaman. Dilanjutkan dengan hands on tata cara rukti jenazah dengan menggunakan media manequin. Pelatihan ini dilakukan dengan meenerapkan protokol kesehatan (memakai masker, cuci tangan sebelum dan sesudah pelatihan, dan physical distancing).

Dosen Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS Vitri Widyaningsih, dr, MS, Ph.D menjadi narasumber dalam Webinar Research Series  – Identifikasi Data Sekunder untuk Penelitian Kesehatan

Dosen Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS Vitri Widyaningsih, dr, MS, Ph.D menjadi narasumber dalam Webinar Research Series  – Identifikasi Data Sekunder untuk Penelitian Kesehatan pada hari Jumat, 29 Mei 2020 pukul 09.00-11.00 WIB.

 

Prof. Ari Probandari menjadi kolaborator dalam COVID-19 Surveillance, Evaluation and Research Program

Prof. Ari Probandari menjadi kolaborator dalam COVID-19 Surveillance, Evaluation and Research Program. Artikel penelitiannya dipublikasikan dalam website berikut ini :

https://kirby.unsw.edu.au/project/understanding-role-community-pharmacies-and-drug-stores-during-covid-19-outbreak-indonesia

 

 

Kepala Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS Prof. Ari Probandari, dr, MPH, PhD menjadi narasumber kuliah tamu di Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP

Kepala Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS Prof. Ari Probandari, dr, MPH, PhD menjadi narasumber kuliah tamu di Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP. Kegiatannya hari ini: Sabtu, 16 Mei 2020 jam 10-12.30. dengan materi mengenai “Pendekatan Riset Epidemiologi Pada Penyakit Infeksi Dan Non Infeksi Sebagai Imbas Kebijakan Penanggulan Covid-19″ di Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP”

Ujian Kelayakan Mahasiswa A.N Burhannudin Ichsan

Ujian Kelayakan Mahasiswa S3 IKM UNS atas nama , NIM T511608002, dengan judul “Efektivitas Program Peer Support dengan Dukungan Nenek dalam Mengubah Perilaku Ibu-Ibu Menyusui”.
Telah dilaksanakan pada hari Jumat, 15 Mei 2020 pukul 14.30 s/d selesai di Via ZOOM.
Dosen penguji :
  1. Prof. Dr. A.A. Subijanto, dr, MS
  2. Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD
  3. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr, M.Pd
  4. Prof. Dr. Harsono Salimo,  dr, Sp.A (K)
  5. Dr. Sri Mulyani.,S. Kep.,Ns.,M. Kep
  6. Prof. dr. Djauhar Ismail, MPH.,SPA(K).,PhD

Pertemuan Koordinasi S3 IKM UNS dan Dinas Kesehatan untuk Penanggulangan COVID-19 di Klaten

Pada tanggal 8 Mei 2020, telah dilakukan koordinasi dan diskusi melalui zoom online dengan peserta yang dihadiri oleh Dinas Kesehatan Klaten, mahasiswa s3 prodi IKM UNS TA 2019/2020, dan dosen pembimbing.
Pada pertemuan ini dilakukan presentasi oleh 3 kelompok tentang rencana pengabdian dan penelitian penanggulangan covid 19 di Klaten yang terintegrasi dalam mata kuliah pengendalian penyakit dengan koordinator MK. Dr. Sri Mulyani, S.Kep. M.Kes. Pihak DKK Klaten menyambut baik kegiatan ini, karena waktu yang tepat untuk mengetahui data-data yang diperlukan dalam penanggulang covid 19. Kegiatan akan dilakukan mulai bulan Mei sampai Juni 2020, dan akan dilakukan di lokasi/kecamatan terdampak di Klaten, dengan sasaran yang berbeda yaitu masyarakat, perangkat dan FKTP. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang komprehensif, sehingga kegiatan pencegahan COVID-19 yang dilakukan dapat lebih terarah dan efektif.

 

 

 

 

Tim Peneliti SUNISEA Indonesia Memaparkan Konsep Fase Prospective Pada Pertemuan Konsorsium Secara Online

Tim peneliti SUNISEA (Scaling Up Noncommunicable Disease Intervention in South East Asia) Indonesia, yang terdiri dari Dosen Fakultas Kedokteran dan S3 IKM FK UNS, memaparkan konsep fase prospective pada pertemuan konsorsium yang dilaksanakan pada hari Rabu 6 Mei 2020 secara online. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh konsorsium penelitian SUNISEA, yang terdiri dari University Medical Center Groningen (Netherlands, Coordinator) University of Groningen (Netherlands), University of Passau (Germany), Trnava University (Slovak Republic), HelpAge International (UK), Thai Nguyen University (Vietnam), Health Strategy and Policy Institute, Vietnam, dan Universitas Sebelas Maret (Indonesia). Ketua Prodi S3 IKM, Prof. Ari Probandari, dr., MPH., Ph.D menjadi principal investigator untuk Indonesia, dengan lokasi penelitian untuk fase prospective meliputi 4 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penelitian 4 tahun ini meliputi fase retrospective dan prospective. Dimana fase prospective bertujuan untuk meningkatkan efektivitas implementasi program skrining dan referral untuk penyakit tidak menular di Indonesia.

Dosen S3 IKM dan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, kembali mendapatkan hibah penelitian dengan skema Program Kerja Sama Perguruan Tinggi

Dosen S3 IKM dan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, kembali mendapatkan hibah penelitian dengan skema Program Kerja Sama Perguruan Tinggi dengan Kementrian Kesehatan RI. Pada tahun 2020 ini, UNS akan melaksanakan kegiatan penguatan evidence based penyakit akibat kerja faktor ergonomi di sektor manufaktur. Program kerjasama ini diawali dengan Kick-off meeting, yang dilaksanakan pada tanggal 21 April 2020, yang dihadiri oleh Vitri Widyaningsih, dr., MS., Ph.D, serta Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes sebagai tim peneliti. Penelitian ini merupakan kerjasama lanjutan, setelah pada tahun 2019 dilaksanakan Kajian pelayanan penyakit akibat kerja pada era SJSN.

 

Kepala Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS Prof. Ari Probandari, dr, MPH, PhD menjadi narasumber dalam Workshop Penelitian tentang Akreditasi Rumah Sakit tahap II

Kepala Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS Prof. Ari Probandari, dr, MPH, PhD menjadi narasumber dalam Workshop Penelitian tentang Akreditasi Rumah Sakit tahap II. Acara ini diselenggarakan dalam webinar pada tanggal 28 April 2020. Materi yang disampaikan yaitu “Dasar-Dasar Penyusunan Proposal Penelitian”.

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a.n. Indriyati Oktaviano NIM T5116080002

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a.n. Indriyati Oktaviano NIM T511608002 telah dilaksanakan pada hari Senin, 6 April 2020 pukul 01.30 s/d via Zoom Meeting.

Judul proposal disertasi  “Determinan Sosial Penyakit Hipertensi di Indonesia berdasarkan data IFLS 4 dan IFLS 5”.

Dengan penguji :

  1. Vitri Widyaningsih, dr, MS, Ph.D
  2. Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD
  3. Dr. sc. hum. Budi Aji, SKM, M.Sc
  4. Dr. Isna  Qadrijati, dr.,M.Kes
  5. Dr Sumardiyono, SKM, MKes

Belajar Pengalaman Taiwan Dalam Menangani Covid-19, sebuah tulisan dari Mahasiswa

BELAJAR PENGALAMAN TAIWAN

 

Dr Muhammad Husen Prabowo, MPH

Mahasiswa S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Universitas Sebelas Maret

 

Dari sebuah artikel Response to COVID-19 in Taiwan Big Data Analytics, New Technology, and Proactive Testing” yang telah dipublikasikan   https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2762689 3 Maret 2020.

 

Mengapa tertarik untuk menuliskan ini?

Bahwa Taiwan merupakan negara yang mempunyai potensi tinggi terhadap terkenanya wabah COVID-19 yang berasal dari Wuhan, oleh karena Taiwan relatif dekat dengan Wuhan, banyak penerbangan Taiwan-China, Taiwan sendiri memiliki jumlah penduduk 23 juta dimana dari sekian penduduk tersebut 850.000 penduduk tinggal di China dan 404.000 bekerja di China serta kunjungan ke Taiwan tahun 2019 mencapai 2,71 juta.  Hal ini ada kemiripan dengan Indonesia dimana penerbangan langsung dan perpindahan penduduk China–Indonesia cukup tinggi.

Taiwan berhasil merespon dan melakukan manajemen wabah COVID-19 dengan baik, dimana kinerja presiden dan kementrian kesehatan di apresiasi kepuasan oleh warga negaranya dan sampai 24 Februari 2020 kasus positif COVID-19 hanya 30, ini jauh dari prediksi karena diperkirakan kasus di Taiwan akan tinggi.

 

Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Taiwan ?

Taiwan berhasil mencegah epidemic dalam skala yang lebih besar, dengan memobilisai sumber daya dan pembatasan untuk melindungi kesehatan masyarakat. Taiwan memanfaatkan database asuransi kesehatan terintegrasi dengan imigrasi untuk memantau dan tracking riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir, hotline untuk laporan warga negara dan dukungan bagi warga yang dikarantina.

 

Pelajaran yang dapat kita ambil dari Penanganan COVID-19 oleh Taiwan

  1. Upaya percepatan penanganan COVID-19 menggunakan pendekatan epidemiologi, melalui identifikasi, klasifikasi, surveilan, kontrol penularan dan penemuan kasus secara proaktif.
  2. Manajemen dan leadership yang kuat dalam penanganan COVID-19 dengan didukung kemajuan teknologi dan analisa data besar yang terintegrasi untuk membantu pengambilan keputusan.
  3. Sikap pemerintah untuk mengalokasikan semua sumber daya yang ada, mengontrol kesiapsiagaan berbagai institusi terkait, dan berkomunikasi dengan masyarakat untuk sadar ikut berpartisipasi pengendalian penularan COVID-19.

 

Salam

Semoga bermanfaat

Mahasiswa S3 IKM UNS menjadi narasumber di TA Radio mengupas tentang penanggulangan penyebaran wabah COVID-19 di Wilayah Kota Surakarta

Berkaitan dengan adanya 2 kasus pasien yg positif terinfeksi COVID-19 yang meninggal dunia di kota Solo, TA Radio dalam program Bintang Spesial menghadirkan narasumber dari IDI Cabang Kota Surakarta (dr. Adji Suwandono, S.H., Sp.F) Ketua Umum yang juga mahasiswa S3 IKM UNS dan Ketua Satgas Penanggulangan Penyebaran COVID-19 (dr. Wahyu Indianto, M.H.) untuk mengupas tuntas penanganan terkini untuk penanggulangan penyebaran wabah COVID-19 di Wilayah Kota Surakarta

 

Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS meluncurkan SIMBOK HATMA SEMAR

Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS meluncurkan SIMBOK HATMA SEMAR

yang merupakan sebuah konten Ig, Whatapp, Facebook terhubung secara sistematis untuk membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap fenomena kesehatan yang terjadi belakangan ini, salah salunya adalah COVID-19. menanggapi hal tersebut sudah ada 2 video yang dibuat dapat dilihat di bawah ini

Episode 1 : Jaga Jarak

 

Epidose 2 : Keluar rumah (sosial distance)

 

Episode 3 : Tinggal di rumah

Episode 4 : Pemeriksaan ke RS atau laboratorium

 

Episode 5 : siapa yang rentan Covid-19

SIMBOK HATMA SEMAR

HAT (Kesehatan),   MA (Masyarakat),    SE (Sebelas),   Mar (Maret)

Produk media sosial Simbok Hatma Semar adalah:

1. WA (+62 821 3390 8480)

2. Facebook

3. Instagram

4. Twitter

Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS melakukan pembelajaran daring.

Melalui rilis yang dikeluarkan Rabu (11/3) lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pernyataan kalau kasus corona yang menyebabkan COVID-19 adalah pandemi.  menanggapi hal tersebut Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan ederan untuk melakukan pembelajaran secara online/daring. Pemerintahan Surakarta serta Universitas Sebelas Maret juga menerapkan upaya memutus penyebaran COVID-19, salah satu caranya adalah dengan melakukan pembelajaran metode darling.  Selama Kejadian Luar Biasa COVID-19 Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS tetap menjalankan kegiatan pembelajaran metode darling

Dua orang dosen Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS menerima hibah dari USAID PEER Women’s Mentorship

Dua orang dosen Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS: Prof. Ari Probandari, dr, MPH, PhD dan Vitri Widyaningsih, dr, MS, PhD menerima hibah PEER Womens’ mentorship dari USAID. Projek akan meliputi peningkatan kapasitas peneliti muda perempuan untuk melakukan penelitian dan menulis publikasi pada bidang Tuberkulosis. Penerima hibah akan mendapat pelatihan tentang proses mentorship pada bulan Juni 2020.

Ujian Kualifikasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat  UNS a/n Indriyati Oktaviano  NIM T511708002

Ujian Kualifikasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat  UNS a/n Indriyati Oktaviano  NIM T511708002 telah dilaksanakan pada hari Senin, 02 Maret 2020 pukul 10.00 s/d selesai, bertempat di ruang 7.2 lantai 7 Gedung Pendidikan Dokter UNS.

Judul proposal disertasi “Determinan Sosial Penyakit Hipertensi di Indonesia Data IFLS 4 dan IFLS 5”.

Dengan penguji :

  1. Dr. Isna Qadrijati, dr, M.Kes
  2. Prof. Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD
  3. Vitri Widyaningsih, dr, MS, Ph.D
  4. Dr. Sumardiyono, SKM, M.Kes

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n Violita Siska Mutiara menjadi narasumber tentang “Hoax-Hoax Coronavirus” di Terang Abadi (TA) Radio

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n Violita Siska Mutiara menjadi narasumber tentang “Hoax-Hoax Coronavirus” di Terang Abadi (TA) Radio 103.5 FM Surakarta Pada hari Jumat, tanggal 21 Februari 2020 pukul 10.00-11.00 WIB.

 

Dr Eti Poncorini Pamungkasari, dr, MPd dosen S3 Kesehatan Masyarakat UNS dilantik sebagai wakil ketua Komite PAUDIT Nurhidayah Surakarta

Dr Eti Poncorini Pamungkasari, dr, MPd dosen S3 Kesehatan Masyarakat UNS dilantik sebagai wakil ketua Komite PAUDIT Nurhidayah Surakarta periode 2020-2022, sekaligus sebagai MC acara seminar parenting “Love Quran Love Family” pada tanggal 22 Maret 2020.

 

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n Violita Siska Mutiara menjadi narasumber “Gaya Hidup Sehat dan Bersih” di RDS FM Surakarta

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n Violita Siska Mutiara menjadi narasumber “Gaya Hidup Sehat dan Bersih” di Radio Dakwah Syariah 101.4 FM Surakarta Pada hari Minggu, tanggal 23 Februari 2020 pukul 07.30-09.00 WIB.

Ujian Seminar Hasil Riset dan Naskah Publikasi Mahasiswa S3 IKM UNS atas nama Burhannudin Ichsan

Ujian Seminar Hasil Riset dan Naskah Publikasi Mahasiswa S3 IKM UNS atas nama Burhannudin Ichsan, NIM T511608002, dengan judul “Efektivitas Program Peer Support dengan Dukungan Nenek dalam Mengubah Perilaku Ibu-Ibu Menyusui”.
Telah dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Februari 2020 pukul 09.30 s/d selesai di Ruang Sidang 7.2 lantai 7, Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS. 
Dosen penguji :
  1. Prof. Dr. A.A. Subijanto, dr, MS
  2. Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD
  3. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr, M.Pd
  4. Prof. Dr. Harsono Salimo,  dr, Sp.A (K)
     

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n Violita Siska Mutiara menjadi narasumber dalam acara Bincang Pagi RRI Pro1 

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n Violita Siska Mutiara menjadi narasumber dalam acara Bincang Pagi RRI Pro1  101 FM Surakarta dengan tema “Tangkal Hoaks Penyebaran Virus Corona”. Pada hari Jumat, 14 Februari 2020 pukul 08.00-09.00 WIB.

 

 

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a.n. dr Muhammad Husen Prabowo MPH menjadi pembicara dalam Seminar dan Workshop “Reuni Without Pain”

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a.n. dr Muhammad Husen Prabowo MPH menjadi pembicara topik Etika Kedokteran dalam acara Seminar dan Workshop “Reuni Without Pain” kerjasama Panitia Reuni Angkatan 93 Fakutas Kedokteran UNS dengan Ikatan Dokter Indonesia Cabang Klaten. Bertampat di Harris Hotel Solo, pada tanggall 18 Januari 2020.

 

Ujian Seminar Hasil Disertasi dan Naskah Publikasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS atas nama Istar Yuliadi, NIM T511608005

Ujian Seminar Hasil DIsertasi dan Naskah Publikasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS atas nama Istar Yuliadi, NIM T511608005, dengan judul “Resiliensi Keluarga serta Pengaruh terhadap Kecemasan dalam Perkawinan, Kualitas Hidup dan Niat Perceraian”.
Telah dilaksanakan pada hari Selasa, 21 Januari 2020 pukul 13.00 s/d selesai di Ruang Sidang 7.4 lantai 7, Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS. 
Dosen penguji :
  1. Prof. Dr. A.A. Subijanto, dr, MS.
  2. Prof. Dr. Aris Sudiyanto, Sp.KJ (K)
  3. Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD
  4. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr, M.Pd

 

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a.n. Yopi Harwinanda Ardesa  NIM T511608010

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a.n. Yopi Harwinanda Ardesa  NIM T511608010 telah dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Januari 2020 pukul 13.30  s/d selesai, bertempat di ruang 7.4  lantai 7 Gedung Pendidikan Dokter UNS,

Judul proposal disertasi “Pengembangan Layanan Terintegrasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk Penderita Hipertensi di Kabupaten Klaten”.

Dengan penguji :

  1. Vitri Widyaningsih, dr, MS, Ph.D
  2. Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD
  3. Yodhi Mahendradata, dr, M.Sc, PhD, FRSPH
  4. Prof Nawi NG
  5. Dr Sumardiyono, SKM, MKes

Monitoring dan Evaluasi Penelitian Kesehatan Kerja oleh Kementerian Kesehatan

Monitoring dan Evaluasi Penelitian Kesehatan Kerja oleh Kementerian Kesehatan pada tim peneliti yang diketuai dosen S3 Kesehatan Masyarakat UNS atas nama DR. Sumardiyono SKM, M.Kes. Acara ini diseenggarakan pada hari Selasa, 17 Desember 2019 di Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS.

 

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Progress Disertasi Mahasiswa Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Progress Disertasi Mahasiswa Angkatan 2016, 2017, dan 2018 Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat Program Doktor Pascasarjana UNS. Diadakan pada hari Senin tanggal 16 Desember 2019 pukul 13.00-16.00 di Ruang Sidang 2 Lantai 3 Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS. Kegiatan ini dihadiri oleh pengelola prodi, pembimbing akademik, promotor, co-promotor, mahasiswa angkatan tahun 2016, 2017, 2018 dan 2019.

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS atas nama Istar Yuliadi mengisi Acara Symposium dan Workshop “Spiritual and Religious Psichiatry” 

Acara Symposium dan Workshop “Spiritual and Religious Psichiatry”  yang diadakan oleh Prodi Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran UNS/RSUD Dr Moewardi Surakarta diadakan pada hari Jumat tanggal 13 Desember 2019 di Hotel Syariah Surakarta. Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS atas nama Istar Yuliadi menjadi moderator pada acara pukul 13.30 s/d  15.00.

Dilanjutkan menjadi narasumber dengan Tema “Resiliensi Keluarga untuk Mencegah Konflik Perkawinan” pada acara pukul 15.30 s/d 17.00 wib.

Dosen S3 Kesehatan Masyarakat UNS atas nama DR. Sumardiyono, SKM, M.Kes memperoleh award dalam Malam Apresiasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS

Dosen S3 Kesehatan Masyarakat UNS atas nama DR. Sumardiyono, SKM, M.Kes memperoleh award dalam Malam Apresiasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS pada hari Jumat tanggal 13 Desember 2019 pukul 20.00 bertempat di Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS.

 

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n Istar Yuliadi menjadi narasumber dalam acara Talkshow Healthy Life Rotary Family Day

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n Istar Yuliadi menjadi narasumber dalam acara Talkshow Healthy Life Rotary Family Day yang diselenggarakan oleh Solo Paragon Lifestyle Mall pada hari Rabu, tanggal 11 Desember 2019 pukul 15.00 s/d 17.00 dengan materi yang disampaikan yaitu “Kesehatan Reproduksi Remaja”.

Ujian Seminar Kemajuan Riset 2 dan Naskah Publikasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS atas nama Istar Yuliadi, NIM T511608005

Ujian Seminar Kemajuan Riset 2 dan Naskah Publikasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS atas nama Istar Yuliadi, NIM T511608005, dengan judul “Resiliensi Keluarga Sebagai Determinan Kecemasan dalam Rumah Tangga dan Kualitas Hidup”.
Telah dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Desember 2019 pukul 11.00 s/d selesai di Ruang Sidang 7.2 lantai 7, Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS. 
Dosen penguji :
  1. Prof. Dr. A.A. Subijanto, dr, MS.
  2. Prof. Dr. Aris Sudiyanto, Sp.KJ (K)
  3. Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD
  4. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr, M.Pd

 

Ailiana Santosa, MD, M.MedSc(PH), Ph.D dari University of Gothenberg, Swedia akan menjadi narasumber dalam Kuliah Tamu Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat dan S2 Kedokteran Keluarga UNS

Kuliah Tamu Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat dan S2 Kedokteran Keluarga UNS dengan Tema “Introduction to Longitudinal Analysis” yang akan disampaikan oleh narasumber Ailiana Santosa, MD, M.MedSc(PH), Ph.D dari University of Gothenberg, Swedia.

Acara ini akan diselenggarakan pada hari Jumat, tanggal 13 Desember 2019 pukul 13.00-15.00 WIB. Bertempat di Aula Gedung A Lantai 3 Fakultas Kedokteran UNS. Acara ini wajib dihadiri oleh seluruh mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat dan S2 Kedokteran Keluarga UNS.

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a.n. Mulyaningsih NIM T511708004

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a.n. Mulyaningsih NIM T511708004 telah dilaksanakan pada hari Senin 02 Desember 2019 pukul 10.00 s/d selesai, bertempat di ruang sidang 7 lantai 7 Gedung Pendidikan Dokter UNS,

Judul proposal disertasi “Efektivitas Senam “MULDA” Sebagai Upaya Penurunan Risiko Ulkus Kaki Diabetik”.

Dengan penguji :

  1. Prof. Dr. A.A. Subijanto, dr, MS 
  2. Dr. Isna Qadrijati, dr, M.Kes
  3. Dr. Sri Mulyani, S.Kep, M.Kes
  4. Vitri Widyaningsih, dr, MS, PhD
  5. Dr Bagoes Widjanarko, dr, MPH

Kuliah Tamu Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat dan S2 Kedokteran Keluarga UNS dengan Tema “Citation Manager, Mendeley”

Kuliah Tamu Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat dan S2 Kedokteran Keluarga UNS dengan Tema “Citation Manager, Mendeley” yang disampaikan oleh narasumber Dra Ngesti Gandini, M.Hum pada hari Jumat, tanggal 29 November 2019 pukul 09.30-11.30 WIB. Bertempat di Ruang Sidang 1 Lantai 2 Gedung Pascasarjana UNS. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat dan S2 Kedokteran Keluarga UNS.

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n dr Indriyati Oktaviyano M.Kes menjadi narasumber dalam acara Seminar Parenting pada orang tua murid SD IT Nurhidayah Surakarta

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n dr Indriyati Oktaviyano M.Kes menjadi narasumber dalam acara Seminar Parenting pada orang tua murid SD IT Nurhidayah Surakarta dengan topik kepekaan terhadap anak, pada hari Minggu tanggal 30 November 2019.

Kuliah Tamu Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat dan S2 Kedokteran Keluarga UNS dengan Tema “Citation Manager, Mendeley”

Kuliah Tamu Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat dan S2 Kedokteran Keluarga UNS dengan Tema “Citation Manager, Mendeley” yang akan disampaikan oleh narasumber Dra Ngesti Gandini, M.Hum pada hari Jumat, tanggal 29 November 2019 pukul 09.30-11.30 WIB. Bertempat di Ruang Sidang 1 Lantai 2 Gedung Pascasarjana UNS. Acara ini wajib dihadiri oleh seluruh mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat dan S2 Kedokteran Keluarga UNS.

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n Istar Yuliadi menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Buruh Migran dan Gender

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n Istar Yuliadi menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Buruh Migran dan Gender yang diadakan oleh Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNS pada hari Selasa, tanggal 19 November 2019 di Ruang Seminar Fisip UNS  pukul 09.30 s/d 10.30 dengan materi yang disampaikan yaitu “Seksualitas Pada Migrant Worker”.

Kepala Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD menjadi narasumber Diseminasi Hasil Penelitian Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta 2019

Kepala Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD menjadi narasumber Diseminasi Hasil Penelitian Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta pada hari Rabu, tanggal 20 November 2019.

Ujian Kualifikasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat  UNS a/n Violita Siska Mutiara NIM T511808006

Ujian Kualifikasi Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat  UNS a/n Violita Siska Mutiara NIM T511808006  telah dilaksanakan pada hari Rabu, 13 November 2019 pukul 11.00 s/d selesai, bertempat di ruang 7.2 lantai 7 Gedung Pendidikan Dokter UNS.

Judul proposal disertasi “Studi Netnografi Komunitas Online pada Tingkat Literasi Kesehatan”.

Dengan penguji :

  1. Dr. Sri Mulyani, S.Kep, NS, M.Kes
  2. Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD
  3. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr, M.Pd.

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n Agus Hidayat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi PATUH pada Penderita Penyakit Tidak Menular

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n Agus Hidayat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi PATUH pada Penderita Penyakit Tidak Menular yang diadakan oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun, pada tanggal 22 Oktober 2019 di Gedung Diklat Kota Madiun.

 

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n Istar Yuliadi menjadi narasumber dalam kuliah pra nikah yang diadakan oleh Majelis Taklim Muslimah IPHI

Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat UNS a/n Istar Yuliadi menjadi narasumber dalam kuliah pra nikah yang diadakan oleh Majelis Taklim Muslimah IPHI pada hari Sabtu, tanggal 26 Oktober 2019 di Gedung IPHI pukul 10.30 s/d 11.45 dengan tema “Kesehatan Reproduksi untuk Persiapan Nikah”.

 

Vitri Widyaningsih, dr., MS., Ph.D, dosen S3 IKM dan FK UNS, menjadi narasumber dalam Pertemuan Koordinasi Teknis Program Kesehatan Masyarakat Tingkat Provinsi

Vitri Widyaningsih, dr., MS., Ph.D, dosen S3 IKM dan FK UNS, menjadi narasumber dalam Pertemuan Koordinasi Teknis Program Kesehatan Masyarakat Tingkat Provinsi, tanggal 23 Oktober 2019, di Semarang. Pada kegiatan ini, dr. Vitri menyampaikan paparan tentang hasil penelitian kajian pelayanan penyakit akibat kerja di era Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), serta menyampaikan diseminasi model yang telah disusun oleh tim peneliti, berkaitan dengan penyakit akibat kerja

 

Dosen S3 IKM UNS dr. Vitri Widyaningsih, MS, PhD selaku perwakilan dari tim UKS 4.0 mempresentasikan pentingnya pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM)

Pada tanggal 01 Oktober 2019, tim UKS 4.0 mengadakan pertemuan dengan perwakilan guru atau petugas UKS SMP dan SMA/SMK di wilayah Puskesmas Kratonan, Kota Surakarta, sebagai penggiat kesehatan di sekolah. Pada pertemuan yang bertempat di aula Puskesmas Kratonan tersebut, turut hadir sebagai peserta perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta. Pertemuan yang bertajuk “Revitalisasi Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) di Era 4.0” ini berfokus pada pengenalan aplikasi UKS 4.0 sebagai salah satu wadah pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) pada remaja.

Kegiatan ini dibuka dengan presentasi dari dr. Vitri Widyaningsih, MS, PhD., selaku perwakilan dari tim UKS 4.0. Presentasi tersebut memuat tentang pentingnya pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan modifikasi gaya hidup sejak dini, pemaparan video edukasi tentang PTM, serta pengenalan tentang aplikasi UKS 4.0. Lewat kegiatan ini diharapkan aplikasi UKS 4.0 dapat disebarluaskan oleh peserta dan digunakan oleh murid-murid sekolah yang bersangkutan. Setelah pertemuan berakhir, peserta kegiatan dapat mengakses video edukasi, aplikasi UKS 4.0, dan formulir evaluasi aplikasi UKS 4.0 lewat tautan yang dikirim ke nomor masing-masing peserta.

 

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a/n Dewi Rokhanawati

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a/n Dewi Rokhanawati NIM T511708007, dengan judul proposal disertasi “Peningkatan Self Efficacy, Perilaku Parenting, Ibu Muda, dan Tumbuh Kembang Anak Balita Melalui Program Peer Education Parenting”.

Dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Oktober 2019 pukul 10.00 s/d Selesai  di Ruang Sidang 7 Lantai 7 Gedung Pendidikan Dokter FK UNS. Dengan penguji : 

  1. Prof. Dr. Harsono Salimo, dr, Sp.A (K)
  2. Dr. Sri Mulyani, S.Kep, Ns, M.Kes
  3. Dr. Tri Rejeki Andayani, S.Psi, M.Psi
  4. Prof. dr. Mohammad Hakimi, Sp.OG (K), Ph.D
  5. Prof. Djohar Ismail, dr, Sp.A (K), MPH, PhD

Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes, dosen S3 IKM UNS sebagai ketua tim peneliti Kajian Pelayanan Penyakit Akibat Kerja (PAK) menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan

Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes, dosen S3 IKM UNS sebagai ketua tim peneliti Kajian Pelayanan Penyakit Akibat Kerja (PAK) menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan atas kerjasama dalam hibah penelitian kerjasama dalam bidang kesehatan kerja, Banda Aceh, 9 Oktober 2019.

Dosen S3 IKM Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes dan Vitri Widyaningsih, dr., MS., Ph.D dan Balgis, dr, MSc CM-FM, Sp.Ak, AIFM, menghadiri Forum Nasional Kesehatan Masyarakat, 1st Family Medicine Meeting, serta 3rd Syah Kuala International Conference

Dosen S3 IKM Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes dan Vitri Widyaningsih, dr., MS., Ph.D dan Balgis, dr, MSc CM-FM, Sp.Ak, AIFM, menghadiri Forum Nasional Kesehatan Masyarakat, 1st Family Medicine Meeting, serta 3rd Syah Kuala International Conference, di Banda Aceh, untuk mempresentasikan hasil penelitian tentang Kajian dan Implementasi Pelayanan Penyakit Akibat Kerja, hibah kerjasama penelitian dengan Kementrian Kesehatan RI tahun 2019.

Ari Probandari, dr, MPH, PhD dan Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr, M.Pd menghadiri pre Kick Off Meeting di Institute Tropical Medicine Antwerp Belgia

UNS merupakan bagian dari konsorsium projek yang didanai oleh European Commission Erasmus +, yakni Health Information and Technology for Improved Health Education (HITIHE). Ari Probandari, dr, MPH, PhD dan DR. Eti Poncorini Pamungkasari, dr, M.Pd menghadiri pre Kick Off Meeting di Institute Tropical Medicine Antwerp Belgia, 6-7 Oktober 2019.

Ujian Seminar Kemajuan Riset dan Naskah Publikasi II Mahasiswa S3 IKM UNS atas nama Ida Untari

Ujian Seminar Kemajuan Riset dan Naskah Publikasi II Mahasiswa S3 IKM UNS atas nama Ida Untari, NIM T511608004, dengan judul “Program TEKEN (Telaten, ELing  Kenangan, Etung lan seNeng) untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia.
Telah dilaksanakan pada hari Senin, 30 September 2019 pukul 10.00 s/d selesai di Ruang Sidang 2 lantai 3, Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS. 
Dosen penguji :
  1. Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD
  2. Dr. Isna Qadrijati, dr, M.Kes
  3. Prof. Dr. A.A. Subijanto, dr, MS
  4. Rossi Sanusi, dr, MPA, PhD
  5. Dr. Diah Kurnia Mirawati, dr, Sp.S

 

 

 

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a/n Yessy Nur Endah Sary NIM T511708006

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Yessy Nur Endah Sary NIM T511708006, dengan judul proposal disertasi “Peran Kader Kesehatan Melalui Modul Cegah Pernikahan Remaja (Cenikma) sebagai Upaya Mendukung Ayah Mencegah Pernikahan Dini Remaja Daerah Pesisir”.

Dilaksanakan pada hari Senin, 30 September 2019 pukul 11.00 s/d Selesai  di Ruang Sidang 7 Lantai 7 Gedung Pendidikan Dokter FK UNS. Dengan penguji : 

  1. Prof. Dr. Harsono Salimo, dr, Sp.A (K)
  2. Dr. Sri Mulyani, S.Kep, Ns, M.Kes
  3. Dr. Tri Rejeki Andayani, S.Psi, M.Psi
  4. Dr. Bagoes Widjanarko, dr, MPH

Kegiatan sharing pengalaman studi dan proses penelitian dari mahasiswa angkatan pertama S3 IKM UNS a/n Ida Untari bersama semua mahasiswa angkatan 4 (tahun 2019)

Kegiatan sharing pengalaman studi dan proses penelitian dari mahasiswa angkatan pertama S3 IKM UNS a/n Ida Untari bersama semua mahasiswa angkatan 4 (tahun 2019).  Pada hari Kamis, tanggal 26 September 2019, bertempat di gedung Fakultas Kedokteran UNS lantai 7 Ruang 7 pukul  8.00 s.d 9.30.

 

Dosen S3 IKM UNS, Vitri Widyaningsih, dr., MS., Ph.D dan Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes, memaparkan hasil penelitiannya dalam Workshop Penyusunan Peta Jalan Kesehatan Kerja di Indonesia

Dosen S3 IKM UNS, Vitri Widyaningsih, dr., MS., Ph.D dan Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes, memaparkan hasil penelitian “Kajian Implementasi Pelayanan Penyakit Akibat Kerja di Era SJSN” pada workshop penyusunan Peta Jalan Kesehatan Kerja di Indonesia tahun 2020-2024. Acara ini diselenggarakan oleh Sub Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, pada tanggal 24 September 2019 di Hotel The Grove Suites, Jakarta.

 

“Dasar-Dasar Keterampilan Belajar untuk Kedokteran dan Kesehatan” merupakan publikasi ilmiah mahasiswa S3 IKM UNS a/n Burhanuddin Ichsan dalam bentuk buku ber-ISBN

“Dasar-Dasar Keterampilan Belajar untuk Kedokteran dan Kesehatan” merupakan publikasi ilmiah mahasiswa S3 IKM UNS a/n Burhanuddin Ichsan dalam bentuk buku ber-ISBN. Buku ini membahas dasar-dasar keterampilan belajar termasuk: learning how to learn, Problem Based Learning, adult learning, gaya belajar, learnimg resources dan lain-lain.

 

Mahasiswa S3 IKM UNS a/n Istar Yuliadi menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan Remaja

Mahasiswa S3 IKM UNS a/n Istar Yuliadi menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan Remaja di Masyarakat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta pada hari Senin, tanggal 23 September 2019. Bertempat di Pendopo Kelurahan Penumping Kec Laweyan Kota Surakarta. Materi yang disampaikan berjudul “Remaja dan Perkawinan”. 

Publikasi Ilmiah Mahasiswa S3 IKM UNS a/n Burhanuddin Ichsan dalam buku ber-ISBN berjudul “Literasi Informasi Ilmiah untuk Kedokteran dan Kesehatan”.

Publikasi Ilmiah Mahasiswa S3 IKM UNS a/n Burhanuddin Ichsan dalam buku ber-ISBN berjudul “Literasi Informasi Ilmiah untuk Kedokteran dan Kesehatan”.

Buku ini dimaksudkan untuk memberikan keterampilan mahasiswa kedokteran dan kesehatan hal-hal terkait tips-tips mengakses kemudian menilai, interpretasi dan mengaplikasikan jurnal-jurnal ilmiah maupun tulisan ilmiah lainnya. Buku ini juga menyinggung tentang prinsip critical appraisal termasuk contoh untuk critical appraisal jurnal terapi dan critical appraisal systematic review.

 

‘Diabetes is a gift from god’ a qualitative study coping with diabetes distress by Indonesian outpatients : Pubikasi Ilmiah Kepala Program Studi S3 IKM UNS Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD

‘Diabetes is a gift from god’ a qualitative study coping with diabetes distress by Indonesian outpatients : Pubikasi Ilmiah Kepala Program Studi S3 IKM UNS Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD dalam jurnal internasional Quality of Life Research https://doi.org/10.1007/s11136-019-02299-2.

Full text download :

Arifin_et_al-2019-Quality_of_Life_Research

Kuliah Pakar “Evidence Based Medicine : a role of research synthesis” oleh Prof Pisake Lumbiganon, MD, MS, PhD

Kuliah Pakar “Evidence Based Medicine : a role of research synthesis” oleh Prof Pisake Lumbiganon, MD, MS, PhD dari Khon Kaen University Thailand pada hari Selasa-Rabu, tanggal 17-18 September 2019 bertempat di Aula lantai 3 gedung A Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

 

Mahasiswa S3 IKM UNS dr Muh Husen Prabowo, MPH menjadi moderator dalam Seminar Nasional di Stikes Duta Gama Klaten

Menghadapi tantangan revolusi Industri 4.0 diperlukan strategi dan kesiapan tenaga kesehatan baik dalam pendidikan maupun implementasi di lapangan pekerjaan. Era yang merupakan kombinasi fisik, digital dan bioloogi seperti halnya internet of things, artificial intelligence, new materials, big data, robotics, e-learning, hal ini disampaikan oleh Prof dr Ali Ghufron Mukti, MSc PhD sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam acara Seminar Nasional yang diselenggarakan STIKES DUTA GAMA KLATEN, 7 September 2019 di Pendopo Kabupaten Klaten.
Sebagai garis besar yang disampaikan, prioritas pengembangan SDM adalah kesehatan ibuhamil, bayi, balita dan anak sekolah; kualitas pendidikan yang terus ditingkatkan diantaranya pengambangan vocational training; manajemen talenta; dan tugas Perguruan Tinggi menghasilkan sumber daya yang beriman, berintegritas, berkualitas, kompeten dan berdaya saing tinggi sebagaimana di highlight moderator seminar Nasional ini yaitu dr Muh Husen Prabowo, MPH sebagai ketus STIKES DUTA GAMA KLATEN dan sebagai mahasiswa Program Studi Program Doktor IKM UNS.

 

dr Muh Husen Prabowo, MPH mahasiswa Program Doktor IKM UNS menjadi narasumber dalam asistensi pelayanan kesehatan di FKTP Klinik POLRI se- Jawa Tengah.

Akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama merupakan pengakuan yang diberikan suatu lembaga independen penyelenggara akreditasi faslitas kesehatan tingkat pertama yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien; meningkatkan perlindungan sumber daya manusia kesehatan, masyarakat dan lingkungan serta fasilitas kesehatannya; meningkatkan kinerja fasilitas kesehatan dalam pelayanan kesehatan perorangan maupun masyarakat. Hal ini sebagaimanaya telah diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomer 46 tahun 2015.
Institusi Kepolisian Republik Indonesia yang memiliki fasilitas kesehatan tingkat pertama di setiap tingkat kepolisian resor mempersiapkan menghadapi akreditasi klinik dengan menyelenggarakan asistensi pelayanan kesehatan di FKTP untuk Klinik POLRI se-Jawa Tengah yang diselenggarakan pada tanggal 14 Agustus 2019 di Hotel Gets, Semarang dan sebagai salah satu narasumber adalah dr Muh Husen Prabowo, MPH mahasiswa Program Studi Program Doktor IKM UNS yang menyampaikan materi tentang identifikasi permasalahan serta penyusunan dokumen akreditasi klinik.

Rapat Kerja dan Sarasehan Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS

Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS mengadakan rapat kerja dan sarasehan pada hari Sabtu, 31 Agustus 2019, bertempat di Kompleks Rejosari Husada Delanggu, Klaten, Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa angkatan 1-4 dan seluruh pengelola Prodi S3 IKM UNS. Acara ini diisi dengan kuliah perdana mahasiswa angkatan tahun 2019 (angkatan 4), program kerja prodi dan rencana studi mahasiswa, dialog mahasiswa dengan pengelola, ramah tamah dan games. 

Peluncuran Pos Pembinaan Terpadu Kesehatan, Universitas Sebelas Maret Surakarta yang diinisiasi oleh dosen S3 IKM UNS yang tergabung dalam Riset Grup Disease Control.

Dosen S3 IKM UNS yang tergabung dalam Riset Grup Disease Control, menginisiasi peluncuran Pos Pembinaan Terpadu Kesehatan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Pada hari Jumat, tanggal  9 Agustus 2019

Kegiatan Kick off Meeting “Scalling-up NCD Interventions In South-East Asia (SUNI SEA)” yang juga merupakan kegiatan penelitian bersama antara dosen dan mahasiswa S3 IKM UNS

Kegiatan Kick off Meeting “Scalling-up NCD Interventions In South-East Asia (SUNI SEA)” yang juga merupakan kegiatan penelitian bersama antara dosen dan mahasiswa S3 IKM UNS pada hari Senin dan Selasa tanggal 22-23 Juli 2019 di Lorin Hotel Solo.

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Rusnoto menjadi Narasumber dalam Seminar Keperawatan dengan tema “Tatalaksana TB-MDR & Penguatan Pemberdayaan Pengawas Minum Obat (PMO)”

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Rusnoto menjadi Narasumber dalam Seminar Keperawatan dengan tema “Tatalaksana TB-MDR & Penguatan Pemberdayaan Pengawas Minum Obat (PMO)” yang diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 27 Juli 2019 pukul 09.00 s/d selesai di Ruang Pertemuan Wakil Bupati Kudus.

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Istar Yuliadi menjadi Narasumber dalam Peringatan Hari BerMuhammadiyah oleh PCM Laweyan

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Istar Yuliadi menjadi Narasumber dalam Peringatan Hari BerMuhammadiyah oleh Pengurus Cabang Muhammadiyah Laweyan, Pada hari Minggu tanggal 21 Juli 2019 pukul 07.45 s/d selesai, bertempat di SMK Muhammadiyah 4 Surakarta. Materi yang disampaikan berjudul “Muhammadiyah dan Resiliensi”.

 

Foto bersama Rektor UMS Prof DR Drs Sofyan Anif MSi dan ketua Badan Pembina UMS Bpk Drs Ahmad Dahlan Rais MHum.

 

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS  atas nama Burhannudin Ichsan

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS  atas nama Burhannudin Ichsan dengan judul” Efektivitas Program Peer Support dengan Dukungan Nenek Bayi Terhadap Perilaku Pemberian ASI Eksklusif”. Dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 24 Juli 2019 bertempat di Ruang Aula 7 Lantai 7 Fakultas Kedokteran UNS.

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Istar Yuliadi menjadi Narasumber dalam Acara “Entrepreneurship in Dermatology” di RSUD Dr MOEWARDI Surakarta

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Istar Yuliadi menjadi Narasumber dalam Acara Continuing Medical Education di SMF Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran UNS/RSUD Dr MOEWARDI Surakarta, Pada hari Sabtu tanggal 20 Juli 2019 pukul 09.00 s/d selesai, bertempat di Ruang Parangkusumo lantai 3 Radiologi RSUD Dr MOEWARDI Surakarta. Materi yang disampaikan berjudul “Menjadi Dokter Sambil Berbisnis”.

 

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Rusnoto

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Rusnoto NIM T511608008, dengan judul proposal disertasi “Under-Reporting Case Tuberculosis di Kabupaten Kudus Jawa Tengah”.

Dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Juni 2019 pukul 10.00 s/d Selesai  di Ruang Sidang 7 Lantai 7 Gedung Pendidikan Dokter FK UNS. Dengan penguji : 

  1. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr. MPd
  2. Prof. Bhisma Murti, dr, MPH, M.Sc, PhD
  3. Dr. Reviono, dr, Sp.P (K)
  4. Vitri Widyaningsih, dr, M.Sc, PhD
  5. Prof. Dr. Chatarina Umbul Wahyuni, dr, MS.

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Istar Yuliadi menjadi Narasumber dalam Acara Ceramah Kesehatan Seksual di Dharmawanita Persatuan UNS

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Istar Yuliadi menjadi Narasumber dalam Acara Ceramah Kesehatan Seksual di Dharmawanita Persatuan UNS dalam rangka kunjungan kerja pengurus DWP Kemenristekdikti yang di hadiri Ibu Hj Hasbiah M. Nasir istri dari Menristekdikti. Acara ini dihadiri juga oleh Rektor dan Wakil Rektor  UNS serta undangan lainnya sekitar 200 orang, Pada hari Kamis tanggal 27 Juni 2019 pukul 12.00 s/d selesai, bertempat di Auditorium UNS. Materi yang disampaikan berjudul “Kesehatan Seksual : Seks, Perkawinan dan Selingkuh”.

 

 

Mahasiswa Program Doktor Kesehatan Masyarakat a.n. dr. Agus Hidayat, Sp.P menjadi narasumber dalam kegiatan Seminar Nasional “Trend and Issue of Palliative Care Nursing 2019”

Mahasiswa Program Doktor Kesehatan Masyarakat a.n. dr. Agus Hidayat, Sp.P menjadi narasumber dalam kegiatan Seminar Nasional “Trend and Issue of Palliative Care Nursing 2019” yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2019 pukul 08.00-16.00 di Ballroom Kemala, Universitas Esa Unggul.

Materi yang disampaikan dr. Agus Hidayat, Sp.P adalah “Adjuvant therapy for patients with terminal illness”.

 

Ujian Seminar Kemajuan Riset Mahasiswa S3 IKM UNS atas nama Burhannudin Ichsan

Ujian Seminar Kemajuan Riset Mahasiswa S3 IKM UNS atas nama Burhannudin Ichsan, NIM T511608002, dengan judul “Efektivitas Program Peer Support dengan Dukungan Nenek Bayi Terhadap Perilaku Pemberian ASI Eksklusif”.
Telah dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Juni 2019 pukul 12.00 s/d selesai di Ruang Sidang 7.2 lantai 7, Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS. 
Dosen penguji :
  1. Prof. Dr. Harsono Salimo,  dr, Sp.A (K)
  2. Prof. Dr. A.A. Subijanto, dr, MS.
  3. Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD.
  4. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr, M.Pd

 

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Agus Hidayat

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Agus Hidayat NIM T511608001, dengan judul proposal disertasi “Peranan Faktor Resiko dan Skrining Pengkajian Paripurna Pasien Geriatri (P3G) Sebagai Alat Bantu Deteksi Dini TB Paru pada Penderita Lanjut Usia”.

Dilaksanakan pada hari Jumat, 14 Juni 2019 pukul 10.00 s/d Selesai  di Ruang Sidang 7 Lantai 7 Gedung Pendidikan Dokter FK UNS. Dengan penguji : 

  1. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr. MPd
  2. Prof. Bhisma Murti, dr, MPH, M.Sc, PhD
  3. Prof. Dr. Suradi, dr, Sp.P (K), MARS
  4. Dr. Soedarsono, dr, Sp.P (K)
  5. Prof. Dr. Chatarina Umbul Wahyuni, dr, MS.

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Istar Yuliadi menjadi Narasumber dalam Acara Gathering dan Silaturrahmi Keluarga Besar Pusat Studi Lingkungan Hidup UNS

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Istar Yuliadi menjadi Narasumber dalam Acara Gathering dan Silaturrahmi Keluarga Besar Pusat Studi Lingkungan Hidup UNS, pada hari Rabu tanggal 15 juni 2019 pukul 14.00 s/d selesai, bertempat di Lantai 2 Gedung Pusat Studi Lingkungan Hidup UNS. Materi yang disampaikan berjudul “Menciptakan Lingkungan Harmonis”.

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Istar Yuliadi menjadi Narasumber dalam Acara Halal Bihalal Fakultas Hukum UNS

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Istar Yuliadi menjadi Narasumber dalam Acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum UNS, pada hari Kamis tanggal 13 Juni 2019 pukul 10.45 s/d selesai, bertempat di Aula Gedung 3 Fakultas Hukum UNS. Materi yang disampaikan berjudul “Maaf dan Resiliensi Diri”.

 

Ujian Kualifikasi Proposal Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Dewi Rokhanawati

Ujian Kualifikasi Proposal Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Dewi Rokhanawati NIM T511708007  telah dilaksanakan pada hari Rabu 29 Mei 2019 pukul 10.00 s/d selesai, bertempat di ruang 7.2 Gedung Pendidikan Dokter UNS,

Judul proposal disertasi “Efektivitas Program Peer Support Parenting Pada Ibu Dibawah 20 Tahun Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta”.

Dengan penguji :

  1. Dr. Sri Mulyani, S.Kep, NS, M.Kes
  2. Prof. Dr. Harsono Salimo, dr, Sp. A (K)
  3. Dr. Tri Rejeki Andayani, S.Kep, NS, M.Kes
  4. Prof. H. Moch Hakimi, dr, Sp.OG, PhD.

 

Ujian Kualifikasi Proposal Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Mulyaningsih

Ujian Kualifikasi Proposal Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Mulyaningsih telah dilaksanakan pada hari Rabu 29 Mei 2019 pukul 13.00 s/d selesai, bertempat di ruang 7.2 Gedung Pendidikan Dokter UNS,

Judul proposal disertasi “Efektivitas Senam “MULDA” Sebagai Upaya Penurunan Risiko Ulkus Kaki Diabetik”.

Dengan penguji :

  1. Prof. Dr. A.A. Subijanto, dr, MS 
  2. Dr. Isna Qadrijati, dr, M.Kes
  3. Dr. Sri Mulyani, S.Kep, M.Kes
  4. Vitri Widyaningsih, dr, MS, PhD

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Ida Untari menjadi Narasumber dalam Seminar Keperawatan Nasional 2019

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Ida Untari menjadi Narasumber dalam Seminar Nasional Keperawatan dengan tema “Permasalahan dan Issue Pelayanan Kesehatan Lansia di Era Millenial” yang diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 11 Mei 2019 pukul 08.00 s/d selesai di Malioboro inn Solo.

Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa keperawatan, dosen pengajar, dan praktisi pelayanan kesehatan. Materi yang disampaikan berjudul “Strategi Optimalisasi Kesehatan Lansia di Era Millenial (Bagian dari disertasi kesehatan geriatri)”.

 

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Istar Yuliadi menjadi Narasumber dalam Acara Kajian Ramadhan Fakultas Ilmu Budaya UNS

Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Istar Yuliadi menjadi Narasumber dalam Acara Kajian Ramadhan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya UNS, pada hari Rabu tanggal 24 Mei 2019 pukul 13.30 s/d selesai. Acara tersebut dihadiri oleh dekanat, dosen dan staf Fakultas Ilmu Budaya UNS. Materi yang disampaikan berjudul “Puasa, Takwa dan Resiliensi”.

 

Ujian Kualifikasi Proposal Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a.n Yessy Nur Endah Sary

Ujian Kualifikasi Proposal Disertasi Mahasiswa S3 IKM UNS a.n. Yessy Nur Endah Sary  telah dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 30 April 2018 pukul 13.00 s/d selesai, bertempat di ruang 7.2 Gedung Pendidikan Dokter UNS,

Judul proposal disertasi “Model Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) melalui Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) untuk Mencegah Seks Pranikah di Kabupaten Probolinggo”.

Dengan penguji :

  1. Prof. Dr. Endang Sutisna Sulaeman, dr, M.Kes.
  2. Prof. Dr. Harsono Salimo, dr, Sp.A (K)
  3. Dr. Sri Mulyani, S.Kep, M.Kes
  4. Dr Tri Rejeki Andayani, S.Psi, M.Psi

 

 

Kegiatan Diskusi Mahasiswa S3 IKM UNS dengan Tema Sistematik Review dan Meta Analisis

Mahasiswa S3 IKM UNS angkatan tahun 2016-2018 mengadakan kegiatan diskusi bersama pada hari Kamis, tanggal 17 Mei 2019 di ruang sidang 7 Gedung Fakultas Kedokteran UNS.

Diskusi ini membahas tentang Sistematik Review dan Meta Analisis, dengan pembicara utama yaitu Ida Untari dan Burhanudin Ichsan, mahasiswa angkatan tahun 2016 yang telah menyusun penelitian Sistematik Review dan sudah diterima untuk dipublikasi dalam jurnal internasional terindeks Scopus.

Kegiatan Seminar Rumpun Ilmu Bidang Kesehatan Pascasarjana UNS

Seminar Rumpun Ilmu Bidang Ilmu Kesehatan diselenggarakan oleh Pascasarjana  UNS pada hari Senin, 13 Mei 2019 bertempat di ruang aula lantai 6 gedung Pascasarjana UNS. Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa Prodi S3 Kesehatan Masyarakat, S2 Ilmu Gizi, S3 Ilmu Kedokteran, S2 Kesehatan Masyarakat, dan S2 Kedokteran Keluarga.

Mahasiswa S3 IKM UNS An. Ida Untari menjadi pembicara dengan materi yang disampaikan adalah “Program TEKEN (Telaten, ELing, Kekancan, Etung lan seneng) untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia.

Kaprodi S3IKM Ari Probandari, dr, MPH, PhD menjadi anggota kelompok panitia penyelenggara pemilihan umum 2019 TPS 074 Nusukan Surakarta

Kaprodi S3IKM Ari Probandari, dr, MPH, PhD menjadi anggota kelompok panitia penyelenggara pemilihan umum 2019 TPS 074 Nusukan Surakarta sebagai wujud kepedulian dan keterlibatan S3IKM terhadap masyarakat dan pembangunan bangsa Indonesia.

 

Ujian Seminar Kemajuan Riset dan Naskah Publikasi Mahasiswa S3 IKM UNS A.n Istar Yuliadi

Ujian Seminar Kemajuan Riset dan Naskah Publikasi Mahasiswa S3 IKM UNS atas nama Istar Yuliadi, NIM T511608005, dengan judul “Resiliensi Keluarga Sebagai Determinan Kecemasan dalam Rumah Tangga dan Kualitas Hidup”.
Telah dilaksanakan pada hari Selasa, 23 April 2019 pukul 11.00 s/d selesai di Ruang Sidang 7.2 lantai 7, Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS. 
Dosen penguji :
  1. Prof. Dr. A.A. Subijanto, dr, MS.
  2. Prof. Dr. Aris Sudiyanto, Sp.KJ (K)
  3. Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD
  4. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr, M.Pd

Mahasiswa Program Doktor Kesehatan Masyarakat UNS a.n. dr. Agus Hidayat, Sp.P menjadi narasumber dalam kegiatan Seminar Nasional “Trend and Issue of Palliative Care Nursing 2019”

Mahasiswa Program Doktor Kesehatan Masyarakat a.n. dr. Agus Hidayat, Sp.P menjadi narasumber dalam kegiatan Seminar Nasional “Trend and Issue of Palliative Care Nursing 2019” yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2019 pukul 08.00-16.00 di Ballroom Kemala, Universitas Esa Unggul.

Materi yang disampaikan dr. Agus Hidayat, Sp.P adalah “Adjuvant therapy for patients with terminal illness”.

 

Kegiatan Dosen Program Doktor Kesehatan Masyarakat UNS Dr Eti Poncorini Pamungkasari, dr, MPd dalam acara WMFE 2019 Conference di Republic of Korea

Dosen Program Doktor Kesehatan Masyarakat UNS Dr Eti Poncorini Pamungkasari, dr, MPd presentasi poster pada WFME (World Federation for Medical Education) 2019 conference di Republic of Korea, 7-10 April 2019, Sebagai co author adalah Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD dan Ratna Kusumawati, dr, MBiomedSci.

 

Kegiatan mahasiswa Program Doktor Kesehatan Masyarakat UNS a.n. Husen Prabowo dalam Conference 7th Central Java Seminar and Workshop Aesthetic Medicine

How to managing good quality Aesthetic Services ?
Aesthetic services was called good quality, if they were done legally, compliance to standards, patients safety and patients satisfaction. The topic was submitted by Muh Husen Prabowo (student of doctoral program in public health, University of Sebelas Maret, Surakarta) when Conference 7th Central Java Seminar and Workshop Aesthetic Medicine (CeSWAM), on Friday, 22nd March 2019 in Alana Hotel, Yogyakarta.

 

Ujian Proposal Disertasi Mahasiswa Program Doktor Kesehatan Masyarakat UNS a.n. Indrayadi

Ujian Proposal Disertasi a.n. Indrayadi, dengan judul proposal disertasi “Eksplorasi Perilaku Open Defecation Suku Dayak Bakumpai di Pedesaan Sungai Barito”.

Dilaksanakan pada hari Jumat, 5 April 2019 pukul 09.00-11.00 di Ruang Sidang 7 Lantai 7 Gedung Pendidikan Dokter FK UNS. Dengan penguji : 

  1. Dr. Sri Mulyani, S.Kep, NS, M.Kes
  2. Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD
  3. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr. MPd
  4. Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, dr, M.Pd
  5. Dr. Argyo Demartoto, M.Si

Dosen Program Doktor Kesehatan Masyarakat UNS menjadi Sintha dan Lesmana dalam Sendratari Ramayana dalam rangka Dies Natalis UNS ke-43

Dosen Program Doktor Kesehatan Masyarakat UNS  yaitu Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr, M.Pd menjadi Sintha dan Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD sebagai Lesmana dalam Sendratari Ramayana dengan judul Rahwana Mencari Cinta.

Ramayana Epic yang diadakan di Teater Terbuka Taman Balekambang. Manahan, Surakarta ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Dies Natalis UNS ke-43.

 

Ujian Proposal Disertasi a.n. Eram Tunggal Pawenang

Ujian Proposal Disertasi a.n. Eram Tunggal Pawenang dengan judul proposal disertasi “Pengembangan ETP sebagai Alat Deteksi Dini Keracunan Pestisida pada Petani”.

Dilaksanakan pada hari Rabu, 20 Maret 2019 pukul 11.00-13.00 di Ruang Sidang 7 Lantai 7 Gedung Pendidikan Dokter FK UNS. Dengan penguji : 

  1. Dr. Isna Qadrijati, dr, M.Kes
  2. Prof. Dr. Hartono, dr, M.Si
  3. Dr. Setyo Sri Raharjo, dr, M.Kes
  4. Dr. Pranoto, M.Sc
  5. Dr. Nanik Wijayanti, M.Si

 

Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD menjadi peneliti utama pada hibah penelitian yang didanai oleh European Comission dalam program Horizon 20-20

Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD, dosen S3 Kesehatan Masyarakat UNS,  menjadi peneliti utama pada hibah penelitian yang didanai oleh European Comission dalam program Horizon 20-20. Penelitian ini dilaksanakan oleh konsorsium 9 institusi dari 7 negara. Hibah kompetisi ini  dilaksanakan dalam periode 2019-2022. Berikut ini adalah link beritanya.

 

Dosen S3 Kesehatan Masyarakat UNS mendapatkan hibah penelitian Scaling Up Non Communicable Diseases Intervention in South East Asia

Dosen S3 Kesehatan Masyarakat UNS mendapatkan hibah penelitian Scaling Up Non Communicable Diseases Intervention in South East Asia. Penelitian tersebut dilaksanakan oleh konsorsium 9 institusi dari 7 negara. Hibah kompetisi ini didanai oleh European Comission dalan program Horizon 20-20 yang akan dilaksanakan dalam periode 2019-2022.

 

Ujian Seminar Kemajuan Riset dan Naskah Publikasi Mahasiswa S3 IKM UNS

Ujian Seminar Kemajuan Riset dan Naskah Publikasi Mahasiswa S3 IKM UNS atas nama Ida Untari, NIM T511608004, dengan judul “Program TEKEN (Telaten, ELing, Kekancan, Etung lan seNeng) untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia.
Telah dilaksanakan pada hari Rabu, 27 Februari 2019 pukul 13.00 s/d selesai di Ruang Sidang 7.2 lantai 7, Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS. 
Dosen penguji :
  1. Dr. Isna Qadrijati, dr, M.Kes
  2. Prof. Dr. A.A. Subijanto, dr, MS
  3. Rossi Sanusi, dr, MPA, PhD
  4. Dr. Diah Kurnia Mirawati, dr, Sp.S

 

 

 

 

 

 

Pengabdian Masyarakat Program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat UNS

Kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret dalam rangka meningkatkan promosi kesehatan pengendalian penyakit.  Upaya membuat narasi komunikasi yang sederhana dan dapat diterima masyarakat umum dengan tujuan agar masyarakat peduli dan mau melakukan upaya pencegahan risiko terhadap suatu penyakit memerlukan ketrampilan tertentu. Kegiatan mahasiswa terjun langsung dalam masyarakat merupakan salah satu bentuk pengembangan pendidikan dan pengembangan ketrampilan halus (soft skill) yang sangat diperlukan.
 

Sosialisasi Pemantauan Mandiri Diabetes Mellitus di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama se Wilayah Jawa Tengah

Jumlah peserta aktif JKN KIS tahun 2018 tercatat 199.529.757 jiwa dan sejumlah 4.271.017 jiwa (2,14%) menderita diabetes mellitus. Pengelolaan penyakit dibetes mellitus memerlukan biaya tinggi termasuk komplikasi-komplikasinya. Prolanis dengan kegiatan edukasi klub, konsultasi medis, pemeriksaan penunjang, senam prolanis, home visit dan pelayanan obat yang terintegrasi diharapkan dapat menekan biaya kasus diabetes mellitus.

Saat ini ada 13.742 (61%) fasilitas kesehatan tingkat pertama pengelola prolanis, 25.514 klub prolanis dan 350.682 peserta prolanis diabetes mellitus terdaftar. Bagaimanakah dengan 3,9 juta penderita diabetes mellitus yang lain? apakah fasilitas kesehatan telah mengelola prolanis dengan baik? Dan apakah penderita diabetes yang dikelola tersebut terkontrol?  Hal ini disampaikan oleh tim kendali mutu dan kendali biaya propinsi Jawa Tengah dalam kegiatan sosialisasi pemantauan mandiri diabetes mellitus di fasilitas kesehatan tingkat pertama se wilayah Jawa Tengah, Kamis tanggal 5 Desember 2018 .

Mahasiswa a.n. dr Muh Husen Prabowo, MPH menjadi pembicara dalam acara pelantikan pengurus PKFI Cabang Kabupaten Semarang

Upaya Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mempersiapkan kredensialing dan rekredensialing sebagai provider Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan menjadi permasalahan yang menarik untuk diidentifikasi, karena merupakan elemen penting dalam pertimbangan penyelesaian permasalahan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Perhimpunan Klinik & Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia (PKFI) wilayah Jawa Tengah, dr Muh Husen Prabowo, MPH dalam acara pelantikan pengurus PKFI cabang kabupaten Semarang, Sabtu 24 Nopember 2018 di Hotel Griya Persada Bandungan.

Mutu pelayanan dan pembiayaan menjadi issu utama dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Perjalanan JKN yang akan memasuki tahun ke 6 tentunya diperlukan upaya perbaikan sistem dan kebijakan untuk mencapai tujuan dan peran asosiasi merupakan wadah perwakilan provider diharapkan dapat sejajar seperti dalam tripartite skema asuransi kesehatan sosial di Indonesia.

Provider merupakan salah satu unsur yang rentan menjadi sasaran penentu mutu dan tidaknya pelayanan sistem jaminan kesehatan, padahal permasalahan yang mendasar untuk mendapatkan mutu pelayanan kesehatan adalah kesesuaian anggaran untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan. PKFI sebagai wadah asosiasi pelayanan kesehatan tingkat pertama, memberikan arahan dan pedoman kepada anggota agar meningkatkan mutu pengelolaan faskes tingkat pertama dan berupaya melakukan negosiasi dan advokasi kepada pemerintah agar keseimbangan sistem dapat berjalan dengan baik. Data sebagai salah satu fakta untuk memeperkuat negosiasi sehingga diharapkan semua anggota berpartisipasi dalam memperkuat data yang baik dan relevan.

Hasil Kerjasama S3 IKM UNS dengan UMEA University Swedia

Untuk meningkatkan kualitas lulusan S3 IKM UNS,  melakukan kerjasama joint supervisi dengan UMEA University Swedia. Hal ini dibuktikan dengan salah satu dosen dari UMEA University Swedia menjadi promotor disertasi salah satu mahasiswa yaitu a.n M. Husen Prabowo. Tahap selanjutnya, salah satu dosen UMEA juga akan menjadi promotor untuk mahasiswa a.n Yopi Harwinanda Ardesa. 

Ujian Proposal Disertasi a.n. M. Husen Prabowo

Ujian Proposal Disertasi a.n. M. Husen Prabowo dengan judul disertasi “Cost Effectiveness Analysis Chronic Disease Management Program (Prolanis) Diabetes Mellitus in Primary Health Care for The Participants of the National Health Insurance in Klaten District”.

Dilaksamakam pada hari Kamis, 22 November 2018 pukul 15.00-16.30 di Ruang Sidang 7 Lantai 7 Gedung Pendidikan Dokter FK UNS. Dengan penguji : 

  1. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr. M.Pd
  2. Ari Natalia Probandari, dr, MPH, PhD
  3. Yodhi Mahendradhata, dr, M.Sc, PhD, FRSPH
  4. Annie-Maria Pulkki-Brannstorm, dr, PhD, Prof
  5. Dr. Chriswardani Suryawati, Dra, M.Kes

Mahasiswa a.n M. Husen Prabowo mengisi acara pelantikan pengurus PKFI

Upaya FKTP mempersiapkan kredensialing dan rekredensialing sebagai provider Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan menjadi permasalahan yang menarik untuk diidentifikasi, karena merupakan elemen penting dalam pertimbangan penyelesaian permasalahan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris PKFI wilayah Jawa Tengah, dr Muh Husen Prabowo, MPH dalam acara pelantikan pengurus PKFI cabang kabupaten Semarang, Sabtu 24 Nopember 2018 di Hotel Griya Persada Bandungan.

Mutu pelayanan dan pembiayaan menjadi issu utama dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Perjalanan JKN yang akan memasuki tahun ke 6 tentunya diperlukan upaya perbaikan sistem dan kebijakan untuk mencapai tujuan dan peran asosiasi merupakan wadah perwakilan provider diharapkan dapat sejajar seperti dalam tripartite skema asuransi kesehatan sosial di Indonesia.

Provider merupakan salah satu unsur yang rentan menjadi sasaran penentu mutu dan tidaknya pelayanan sistem jaminan kesehatan, padahal permasalahan yang mendasar untuk mendapatkan mutu pelayanan kesehatan adalah kesesuaian anggaran untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan. PKFI sebagai wadah asosiasi pelayanan kesehatan tingkat pertama, memberikan arahan dan pedoman kepada anggota agar meningkatkan mutu pengelolaan faskes tingkat pertama dan berupaya melakukan negosiasi dan advokasi kepada pemerintah agar keseimbangan sistem dapat berjalan dengan baik. Data sebagai salah satu fakta untuk memeperkuat negosiasi sehingga diharapkan semua anggota berpartisipasi dalam memperkuat data yang baik dan relevan.

Mahasiswa a.n Agus Hidayat menjadi narasumber pertemuan sosialisasi pedoman kesehatan lanjut usia

Dampak keberhasilan pembangunan kesehatan a,l penurunan angka kesakitan dan kematian serta bertambah meningkatnya usia harapan hidup (UHH) di Indonesia. Tahun 2004 UHH 68,6 tahun diprediksi tahun 2014 menjadi 72 tahun. Jumlah penduduk lansia Indonesia th 2010 sekitar 7,6% (18,04 juta jiwa). Di Jawa Timur th 2016 penduduk lansia berkisar sekitar 12% dari total jumlah penduduk Jawa Timur.
Pelayanan kesehatan lansia dilakukan mulai dari tingkat masyarakat kelompok lansia ( Posyandu Lansia),Puskesmas santun lansia hingga rujukan ke rumah sakit dengan pelayanan Geriatri Terpadu. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan mengutamakan upaya promotif dan preventif serta kuratif maupun rehabilitatif se optimal mungkin dengan menggunakan jejaring puskesmas dan lintas sektoral. Agar petugas puskesmas dapat memberikan pelayanan yg berkualitas,maka perlu di bekali dg kemampuan teknis secara teori,praktek dan program perihal standar penyelenggaraan puskesmas santun lansia sehingga tercapai pelayanan kesehatan yg aman,bermutu dan berkesinambungan dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat yg optimal. 

kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14-15 November 2018 di Hotel Sartika, Surabaya

Mahasiswa a.n M. Husen Prabowo menjadi narasumber temu kerja penguatan pelayanan KB

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Propinsi Jawa Tengah yang mempunyai visi dan misi mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas, dengan menyelenggarakan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi serta Penguatan akses pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi.
BKKBN propinsi jawa Tengah menyelenggarakan  Temu Kerja Penguatan Pelayanan KB Jalur  Swasta di Klinik Pratama dan Dokter Praktik Swasta melalui asosiasi fasiitas kesehatan tingkat pertama yaitu PKFI dan Asklin. Acara diselenggarakan pada hari Selasa-Rabu, 13-14 Nopember 2018 di Hotel Oak Tree Semarang. BKKBN propinsi Jawa Tengah mengundang seluruh BKKN kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, perwakilan FKTP serta PKFI dan ASKLIN cabang kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. 

Dalam materi yang disampaikan oleh PKFI Jawa Tengah diwakili oleh dr Muh Husen Prabowo, MPH selaku sekretaris PKFI wilayah Jawa Tengah menyampaikan bahwa PKFI sebagai salah satu wadah asosiasi fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama siap mendukung terselenggaranya pelayanan KB dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional.
Mengingat bahwa kompetensi fasilitas pelayana kesehatan pertama, sesuai standar pendidikan dokter Indonesia yaitu pelayanan Konseling Kontrasepsi, Insersi dan ekstraksi IUD, Kontrasepsi injeksi, Penanganan Komplikasi KB (IUD, pil, suntik dan implant) termasuk dalam ketrampilan klinis dengan kemampuan IV A.
Dalam upaya mendukung pelayanan KB tersebut disampaikan bahwa diperlukan kontruksi yang perlu dibangun untuk meningkatkan akses pelayanan KB dengan memenuhi ketersediaan alat kontrasepsi dan pembayaran pelayanan, sosialisai informasi dan peningkatan sarana dan prasarana FKTP, monitoring dan evaluasi serta pemberian reward bagi pemberi pelayanan yang berprestasi. Untuk itu diperlukan sinergi untuk mendukung ini dengan mengkoordinasikan stakeholder yaitu BKKBN, DInas Kesehatan, BPJS Kesehatan, Asosiasi FKTP dan Peserta.
Dr Muh Husen Prabowo, MPH yang saat ini sedang menempuh pendidikan program doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat UNS mengidentifikasi permasalahan saat ini adalah 1) Sistem dimana kurangnya koordinasi, kurang komunikasi dan kurang sosialisasi dan 2) Permasalahan pelayanan adalah sarana dan prasarana serta kemampuan provider pelayanan, indikator capaian dan logistik program serta mekanisme dan syarat klaim jaminan pembiayaan. Kordinasi, Komunikasi dan sosialisasi program kunci keberhasilan pelayanan KB dalam era JKN pungkasnya.

S3 IKM UNS ikut dalam Projek Penelitian Protecting Indonesia from the Threat of Antibiotic Resistance (PINTAR).

Projek Penelitian Protecting Indonesia from the Threat of Antibiotic Resistance (PINTAR). Projek Penelitian PINTAR adalah kegiatan kolaborasi 6 institusi di 3 negara. Projek tersebut mulai dijalankan, dengan suatu pertemuan tingkat nasional di Jakarta pada tanggal 25 Oktober 2018.

Ujian kualifikasi doktor a.n. Indrayadi

Ujian kualifikasi a.n. Indrayadi. Pada hari Selasa, 23 Oktober 2018 telah terselenggara ujian kualifikasi doktor a.n. Indrayadi,

dengan penguji : 1. Prof. Dr. A.A. Subijanto, dr, MS,

                                     2. Dr. Sri Mulyani, S.Kep, M.Kes,

                                     3. Dr. Eti Poncorini, dr, M. Pd,

                                     4. Ari Probandari, dr, MPH, PhD

Dr Eti Poncorini Pamungkasari, dr, MPd menghadiri dan presentasi poster pada 9th Asian Medical Education Association Symposium cum Frontiers

Dr Eti Poncorini Pamungkasari, dr, MPd menghadiri dan presentasi poster pada 9th Asian Medical Education Association Symposium cum Frontiers in Medical and Health Sciences Education di Hongkong, 14-16 Desember 2017.

Dr Eti Poncorini Pamungkasari, dr, MPd menghadiri dan menyampaikan oral presentasi di Bandung Global Health-Forum Kedokteran Islam

Dr Eti Poncorini Pamungkasari, dr, MPd menghadiri dan menyampaikan oral presentasi pada acara Bandung Global Health-Forum Kedokteran Islam, di Bandung. Pertemuan ini dihadiri oleh para peneliti dari Indonesia dan beberapa negara seperti Malaysia, sebagai forum untuk mendiseminasikan hasil penelitian.

Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr, MPd presentasi poster dan menghadiri All Together Better Health (ATBH) IX

Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr, MPd presentasi poster dan menghadiri All Together Better Health (ATBH) IX 3-6 September 2018 di Auckland, New Zealand. ATBH merupakan pertemuan dan forum internasional tentang interprofessional education dan collaboration, dihadiri oleh pemerhati dan penggiat IPEC dari seluruh belahan dunia. Selain presentasi poster, kehadiran di ATBH IX ini juga untuk mengikuti meeting forum IPE internasional sebagai perwakilan dari konsorsium IPEC Indonesia, membahas apa yg sudah dan akan dilakukan oleh berbagai negara, serta bagaimana rencana pengembangan IPEC bersama di era mendatang. 
 
 
 

Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat menerima assesor akreditasi LAM-PT Kes

Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat menerima assesor akreditasi LAM-PT Kes 

kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10-12 Oktober 2018 bertempat di Gedung Pasca Sarjana UNS dan Gedung FK UNS

kegiatan ini sesuai dengan target dari Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS, dengan harapan bahwa dengan status akreditasi yang didapatkan standar pendidikan yang diberikan bermutu dan sesuai dengan budaya kerja UNS yaitu  ACTIVE (Achievement Orientation, Customer Satisfaction. Teamwork, Integrity, Visionary, Entrepreneurship)

 

Ujian Kualifikasi Doktor a.n Agus Hidayat

Ujian Kualifikasi Doktor a.n Agus Hidayat

dengan judul disertasi : peranan faktor risiko dan skrining pengkajian paripurna pasien geriatri (P3G) sebagai alat bantu  deteksi dini TB paru  pada pasien lanjut usia

dilaksanakan pada Kamis, 11 Oktober 2018. jam 10.00 Wib di Ruang sidang 7.2 lantai 7 gedung pendidikan dokter FK UNS

dengan penguji:

  1. Prof. Suradi.,dr, Sp P(K), MARS
  2. Prof Bhisma Murti,dr. M.Sc, PhD
  3. Dr. Soedarsono, dr, Sp. P(K)
  4. Dr. Isna Qadrijati, dr.,M. Kes

Fakultas Kedokteran UNS menerima Diaspora Kemenristekdikti 2018.

Prof Nawi Ng dari Umea University mengunjungi Fakultas Kedokteran UNS pada tanggal 15 Agustus 2018. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Diaspora 2018 Kemenristekdikti sebagai rangkaian acara Simposium Cendekia Kelas Dunia. Setelah diterima oleh Wakil Rektor UNS Prof Sutarno, Prof Nawi Ng membagikan pengalaman dalam Workshop Pendampingan Penulisan Manuskrip untuk Publikasi Internasional Fakultas Kedokteran UNS.

Ujian proposal disertasi a.n Ida Untari

ujian proposal disertasi mahasiswa Ida untari pada hari  rabu, 8 Agustus 2018

jam 08.00 Wita dengan judul disertasi Latihan kognitif dan senam otak untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia

dengan penguji:

1. Prof. A. A. Subijanto, dr.,MS

2. Dr. Isna Qadrijati.,dr.M. Kes

3. Dr. Rossi Sanusi, dr.,M.PA

4. Dr. Diah Kurnia Mirawati, dr.,Sp. S

 

Kepala Program Studi S3 IKM UNS menjadi pembicara Workshop of Implementation Research Proposal Development, Thailand

Kepala Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat menjadi pembicara/fasilitator pada

Workshop of Implementation Research Proposal Development di Khon Kaen University Thailand

kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10-13 Juli 2018

Seminar rumpun ilmu kesehatan Pascasarjana UNS

Seminar rumpun ilmu kesehatan Pascasarjana UNS, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Pascasarjana UNS setiap tahun untuk mengawal perjalanan mahasiswa dalam menyelesaikan secara cepat dan tepat waktu serta menghasilkan publikasi ilmiah yang merupakan salah satu syarat yang ditetapkan.

kegiatan dilakasanakan pada senin, 9 Juli 2018 di Ruang Aula Lantai 6 gedung Pascasarjana

prodi S3 IKM diwakilkan oleh mahasiswa Ida untari membahas mengenai publikasi penelitian systematic review

Rapat kerja dan Evaluasi Prodi S3 IKM UNS

Evaluasi merupakan aspek penting dalam menjalankan program studi, hal ini mendasari prodi S3 IKM mengadakan rapat kerja dan rapat prodi serta silahturahmi  dan syawalan baik bagi mahasiswa dan pengelola program studi.

kegiatan diadakan  pada sabtu, 7 juli 2018 di Villa Danar Hadi Tawangmanggu

kegiatan dimulai dengan evaluasi baik dari  mahasiswa dan dilanjutkan oleh mahasiswa, kemudian acara di lanjutkan dengan ramah tamah.

Ujian seminar proposal disertasi a.n Istar Yuliadi

  Ujian seminar proposal disertasi a.n Istar Yuliadi

disertasi judul : resiliensi keluarga sebagai determinan kecemasan dalam rumah tangga dan kualitas hidup

ujian dilaksanakan pada hari rabu 26 april 2018 di gedung pendidikna doktor UNS

nama penguji :

  1. Prof. Dr. H. Achmad arman subijanto.,dr. MS
  2. Pror. Dr. Aris Sudiyanto.,dr., SP. KJ (K)
  3. Prof. Dr. Yahya alex pangkahila dr. sp. and,  Aifo
  4. Ari Natalia Probandari., dr. MPH.,PhD
  5. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari.,dr. M.Pd

Workshop penelitian kualitatif

Meningkatnya tren penelitian dalam kualitatif mulai meningkatkan dan banyak digunakan untuk mengekplorasi suatu keadaan yang belum bisa dilakukan penelitian kuantitatif, tergubras dari hal itu maka himpunan mahasiswa program doktor kesehatan masyarakat menyelenggarakan Workshop penelitian kualitatif , kegiatan dilaksanakan pada tanggal 20-21 April 2018 di solo view hotel Surakarta

Workshop penelitian kualitatif di isi oleh narasumber yang konsen dalam bidang penelitian kualitatif, para narasumber terdiri dari 3 yaitu :

  1. Ari Natalia Probandari, dr., MPH.,PhD
  2. Dr. Argyo Demartoto.,M.Si
  3. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr., MPd

peneliti yang baik adalah meneliti yang selalu berkembang sesuai dengan perkembangan jaman dan ilmu pengetahuan.