Kuliah Tamu di University of Canberra oleh Dosen S3 IKM UNS

BGL Indonesia Program Seminar

 

Child Malnutrition in Indonesia: A multilevel analyses of stunting

 

Dr Tri Mulyaningsih1, Dr Vitri Widyaningsih2

 

Affiliations:

1. Department of Economics, Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126, Indonesia

2. Department of Public Health and Preventive Medicine, Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126, Indonesia

 

Date: Wednesday, 28 October 2020

Time: 2:00 – 3:00 PM Canberra, Melbourne, Sydney or 10:00-11:00 AM WIB, Indonesia

About the Speakers

Tri Mulyaningsih is a Lecturer in Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret. She completed her PhD in Economics from the University of Canberra in 2014. Currently, she is the coordinator of the Doctoral Program in Economics and Head of Applied Microeconomic Research Group at the University. She is actively involved in international research collaboration on skills, human capital, and issues in health economics.

Vitri Widyaningsih is a Lecturer in Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret (UNS). She finished her Master and PhD in Epidemiology as well as Graduate Certificate in Program Evaluation at Michigan State University. As a social epidemiologist, her research focuses on investigating social determinants of health for non-communicable diseases (NCDs) and occupational diseases, including mental health, as well as maternal and child health.

 

Abstract

 

This study investigated the determinants of child malnutrition in Indonesia using a multilevel mixed effects analysis of child stunting that is prevalent in the country. This study is the outcome of a collaboration between University of Canberra and Universitas Sebelas Maret. We analysed the 4th and 5th waves of the Indonesian Family Life Surveys (IFLS), conducted between 2007 and 2015 in 13 provinces. Data from 8,045 children aged 0-60 months were analyzed. In order to account for the clustering of children within households and households within regions, the study employed a Multilevel Mixed Effect Regression analysis. The results reveal that there are rural/urban differences in the prevalence of malnutrition in Indonesia. Stunting and wasting are more prevalent in rural areas (31.3% and 5.2%) compared to urban areas (22.3% and 4.3%). Whereas the prevalence of overweight is higher in urban areas (6.8%), compared to rural areas (5.2%). Additionally, there are significant differences by economic factors between children from poorer and affluent families. Our analysis shows while the stunting in Indonesia significantly varied by provinces, sub-districts and households, household level differences accounted for maximum level of variations in child stunting. The study highlights that there is scope for specific and comprehensive intervention segregated by household level socioeconomic factors that may improve the nutritional status of children in Indonesia.

Kepala Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS Prof. Ari Probandari Mengisi Acara Kuliah Umum FKM UNDIP

Kepala Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat UNS Prof. Ari Probandari Mengisi Acara Kuliah Umum Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

dengan topik : metode systematic review pada penelitian kesehatan

kegiatan berlangsung pada sabtu, 17 oktober 2020, pukul 09.00 s.d 12.oo wib via microsoft teams

PERAN PRODI S3 IKM UNS DALAM MEWUJUDKAN UNS KAMPUS SEHAT

Universitas Sebelas Maret bertekad mewujudkan kampus sehat. Peluncuran program kampus sehat dilakukan di UNS pada November 2019. Program  diikuti dengan berbagai kegiatan yang mendukung upaya peningkatan kesehatan di kampus, termasuk olahraga, penciptaan lingkungan hijau dan bersih, serta pelayanan kesehatan.Tekad itu terungkap melalui webinar nasional bertajuk Go Green to Health Promoting University, Sabtu (17/10/2020).

Wakil Rektor UNS, Prof. Kuncoro Diharjo, mengatakan Program Health Promoting University ini merupakan salah satu upaya promosi kesehatan berbasis lingkungan yang menerapkan pendekatan sosio-ekologis.

“Tujuannya adalah menciptakan lingkungan pembelajaran dan budaya organisasi yang meningkatkan derajat kesehatan, kesejahteraan dan kualitas hidup peserta didik, staf maupun masyarakat sekitar sehingga terbentuk komunitas sehat di kampus,” ujar Prof. Kuncoro

Keynote Speaker dalam webinar ini adalah Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Kirana Pritasari, MHQI. Kirana memaparkan Health Promoting University yang merupakan program dari Kementerian Kesehatan.

Menurutnya perguruan tinggi merupakan institusi terkemuka di masyarakat yang memiliki peran penting dalam membangun kapasitas sumber daya manusia, menjadi pemimpin sosial yang sesuai dan dapat diterima untuk mempromosikan kesehatan pada masyarakat.

Dengan demikian, universitas merupakan institusi besar yang memiliki potensi untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan mahasiswa, staf, dan masyarakat sekitarnya. Universitas memiliki mahasiswa yang nantinya akan menjadi tenaga profesional serta pembuat kebijakan yang dapat memberikan pengaruh berarti bagi kesehatan masyarakat.

Dr. Vitri M.S., PhD, dosen di Prodi S3 IKM FK UNS memaparkan strategi promosi kesehatan menuju kampus sehat. Sedangkan Tawang dari Sinar Mas Peduli, memaparkan berbagai kegiatan yang dilakukan Sinar Mas Peduli mulai dari Sabang sampai Merauke yang bekerja sama dengan berbagai stakeholder dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat.

Selanjutnya Dr. Agung Wibowo dosen di Fakultas Pertanian lebih menekankan peran mahasiswa di dalam mewujudkan kampus sehat maupun mempromosikan pola hidup sehat melalui Kuliah Kerja Nyata.

 

Kajian Pelayanan Penyakit Akbiat Kerja Faktor Ergonomi

Tim peneliti Universitas Sebelas Maret bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah melakukan kajian pelayanan Penyakit Akibat Kerja (PAK) faktor ergonomic. Setelah melakukan analisis situasi, diskusi, dan workshop dengan stakeholder terkait, maka dilakukan proses pengambilan data. Kegiatan pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 5, 9 dan 13 Oktober 2020. Tim peneliti terdiri dari 5 orang yang diketuai oleh dr. Vitri Widyaningsih, MS., Ph.D beserta pendamping dari pihak perusahaan melakukan wawancara sekaligus uji coba aplikasi pelayanan PAK faktor ergonomi langsung kepada pekerja di perusahaan manufaktur wilayah Surakarta dan Boyolali

Sebanyak kurang lebih 75 pekerja telah melakukan proses input data hingga mendapatkan hasil pengukuran faktor risiko ergonomic melalui aplikasi yang dikembangkan oleh tim peneliti. Aplikasi ini dapat digunakan baik sebagai self assessment oleh pekerja, maupun sebagai media monitoring evaluasi oleh HEG atau dokter perusahaan. Fitur dalam aplikasi ini terdiri dari data umum untuk menilai faktor risiko umum yang ada, REBA, OWAS, RULA, pengukuran stress kerja dan kualitas hidup. Hasil pengukuran bisa langsung dilihat oleh pekerja, dilengkapi dengan materi edukasi yang sesuai dengan kondisi pekerja. Diharapkan pelayanan PAK terkhususnya bidang ergonomic menjadi lebih mudah diakses oleh perkeja melalui aplikasi ini.

Workshop Diseminasi Hasil dan Kick-Off Meeting Fase Intervensi SUNI-SEA

Salah satu tanggung jawab peneliti adalah memastikan bahwa hasil penelitian tidak berhenti di publikasi dan naskah akademik. Pada Rabu, 14 Oktober 2020, kami berdiskusi dengan stakeholder tentang hasil penelitian dan rencana intervensi untuk pengendalian penyakit tidak menular di Indonesia secara daring melalui aplikasi Zoom.

Workshop Diseminasi Hasil dan Kick-Off Meeting Fase Intervensi SUNI-SEA dilakukan bersama Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Achmad Yurianto, Kepala Sub Direktorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik Kementrian Kesehatan, dr.Lily Banonah Rivai, M.Epid, serta Kepala Sub Direktorat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Kementrian Kesehatan, dr. Ratna Budi Hapsari, MKM. Acara ini juga dihadiri stakeholder 8 Kabupaten/Kota (Medan, Deli Serdang, Batang, Semarang, Surakarta, Kediri, Jember, dan Karanganyar), serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi yang terkait (Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur).

Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P (K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Selanjutnya, sesi pertama dengan moderator oleh Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes. diisi dengan paparan tentang Program Penyakit Tidak Menular di Era Adaptasi Kebiasaan Baru oleh dr. Achmad Yurianto. Pada sesi kedua, dilakukan diseminasi hasil studi fase retrospektif oleh Vitri Widyaningsih., dr., MS., Ph.D yang dilanjutkan dengan pemaparan rencana studi fase prospektif oleh Ketua Tim Penelitian SUNI-SEA, Prof. Ari Natalia Probandari, dr., MPH., Ph.D. Acara kemudian ditutup dengan diskusi, tanya jawab, serta masukan dari stakeholder.