SUNI-SEA TRAINING IN QUALITATIVE RESEARCH METHODS

Scalling-up NCD Interventions in South-East Asia (SUNI-SEA) Indonesia bersama Program Studi Kedokteran dan Program Doktoral Ilmu Kesehatan Masyarakat  Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret telah menyelenggarakan pelatihan penelitian metode kualitatif selama dua hari yaitu pada hari Senin, 7 Desember 2020 dan Rabu, 16 Desember 2020 melalui aplikasi zoom. Pelatihan menghadirkan dua narasumber yaitu Manna Alma dari Universitas Groningen dan Adriana Plskova dari Universitas Trnavska, dengan empat fasilitator yaitu Prof. Ari Natalia Probandari, dr., MPH., Ph.D.; Vitri Widyaningsih, dr., MS., Ph.D.; Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr., M.Pd.; dan Bulan Kakanita Hermasari, dr., M.Med.Ed. Pelatihan terdiri dari interaktif workshop, in-depth interview, dan Focused Group Discussion (FGD). Pelatihan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkomunikasi secara langsung kepada pembicara.

Pelatihan ini menghadirkan wawasan baru bagi para peserta, khususnya untuk sebagian peserta yang belum pernah melakukan penelitian kualitatif. Dengan adanya pelatihan selama dua hari ini, diharapkan dapat memberikan semangat kepada peserta untuk mulai melakukan penelitian dengan metode kualitatif.

    

Community Empowerment for manaGement And reHabilitation of COVID-19 (CEGAH COVID-19)

Setelah melakukan penyusunan kuisioner dan analisis situasi, tim peneliti CEGAH COVID-19 bekerja sama dengan mahasiswa dan dosen program studi S3 Ilmu kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret serta jajaran pemerintah daerah Kabupaten Klaten melakukan focused group discussion (FGD) yang dilaksanakan pada hari Minggu, 13 Desember 2020 pukul 20.00 sd 22.00 WIB di Balai Desa Belangwetan, Klaten Utara. Tim peneliti terdiri dari 10 orang yang diketuai oleh Prof. Ari Natalia Probandari, dr., MPH., Ph.D. Acara ini dibuka oleh Kepala Desa Belangwetan dan dihadiri oleh beberapa perangkat desa lainnya.

Sejumlah 33 warga desa yang hadir dalam acara ini dibagi menjadi empat kelompok diskusi yaitu kelompok perangkat desa, kelompok ibu rumah tangga, kelompok kesehatan, dan kelompok tani. Dalam diskusi ini didapatkan temuan bahwa Desa Belangwetan masih menjadi salah satu desa dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di Kabupaten Klaten. Hal ini menyebabkan berbagai dampak dalam bidang ekonomi, kesehatan, sosial, maupun kualitas hidup masyarakat. Tingkat pemahaman mengenai COVID-19, sikap, dan kepatuhan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan juga masih bervariasi. Setiap temuan dalam in-depth interview dan focused group discussion telah dicatat sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan desain intervensi yang cocok.

Dosen S3 IKM Menjadi Fasilitator dalam Kajian Evaluasi Implementasi Formularium Nasional (Fornas) di Rumah Sakit

Pada hari Senin dan Selasa, 14-15 Desember 2020, salah satu dosen program studi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta, Dr. dr. Ratih Puspita Febrinasari, M.Sc. menjadi salah satu fasilitator dalam diskusi panel Kajian Evaluasi Implementasi Formularium Nasional (Fornas) di Rumah Sakit Regional Barat dan Timur yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan ini diadakan sebagai wujud penerapan Permenkes Nomor 54 Tahun 2018 tentang Penyusunan dan Penerapan Formularium Nasional dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan, di mana penerapan Fornas perlu dipantau dan dievaluasi untuk menilai ketaatan dan dampak penerapan Fornas dalam penyelenggaraan JKN.

Acara yang diadakan secara daring selama dua hari dari pukul 08.30-16.00 melalui aplikasi Zoom ini dihadiri  oleh Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS, Prof. Dr. dr. Rianto Setiabudy, SpFK (Ketua Komnas Penyusunan Fornas), Prof. Dr. apt. Dra. Erna Kristin, M.Si (Wakil Ketua Komnas Penyusunan Fornas), Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI., FINASIM (Wakil Ketua Komnas Penyusunan Fornas), Dr. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, Sp.S(K)., M.Epid. (Tim Ahli Komnas Penyusunan Fornas), tim Pengkaji dari Universitas Gadjah Mada, serta beberapa perwakilan dari bagian farmasi dan pelayanan rumah sakit yang ada di regional barat dan timur Indonesia.