Dosen S3 Kesehatan Masyarakat UNS atas nama DR. Sumardiyono, SKM, M.Kes memperoleh award dalam Malam Apresiasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS

Dosen S3 Kesehatan Masyarakat UNS atas nama DR. Sumardiyono, SKM, M.Kes memperoleh award dalam Malam Apresiasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS pada hari Jumat tanggal 13 Desember 2019 pukul 20.00 bertempat di Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS.

 

Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes, dosen S3 IKM UNS sebagai ketua tim peneliti Kajian Pelayanan Penyakit Akibat Kerja (PAK) menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan

Dr. Sumardiyono, SKM., M.Kes, dosen S3 IKM UNS sebagai ketua tim peneliti Kajian Pelayanan Penyakit Akibat Kerja (PAK) menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan atas kerjasama dalam hibah penelitian kerjasama dalam bidang kesehatan kerja, Banda Aceh, 9 Oktober 2019.

Mahasiswa a.n M. Husen Prabowo mengisi acara pelantikan pengurus PKFI

Upaya FKTP mempersiapkan kredensialing dan rekredensialing sebagai provider Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan menjadi permasalahan yang menarik untuk diidentifikasi, karena merupakan elemen penting dalam pertimbangan penyelesaian permasalahan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris PKFI wilayah Jawa Tengah, dr Muh Husen Prabowo, MPH dalam acara pelantikan pengurus PKFI cabang kabupaten Semarang, Sabtu 24 Nopember 2018 di Hotel Griya Persada Bandungan.

Mutu pelayanan dan pembiayaan menjadi issu utama dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Perjalanan JKN yang akan memasuki tahun ke 6 tentunya diperlukan upaya perbaikan sistem dan kebijakan untuk mencapai tujuan dan peran asosiasi merupakan wadah perwakilan provider diharapkan dapat sejajar seperti dalam tripartite skema asuransi kesehatan sosial di Indonesia.

Provider merupakan salah satu unsur yang rentan menjadi sasaran penentu mutu dan tidaknya pelayanan sistem jaminan kesehatan, padahal permasalahan yang mendasar untuk mendapatkan mutu pelayanan kesehatan adalah kesesuaian anggaran untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan. PKFI sebagai wadah asosiasi pelayanan kesehatan tingkat pertama, memberikan arahan dan pedoman kepada anggota agar meningkatkan mutu pengelolaan faskes tingkat pertama dan berupaya melakukan negosiasi dan advokasi kepada pemerintah agar keseimbangan sistem dapat berjalan dengan baik. Data sebagai salah satu fakta untuk memeperkuat negosiasi sehingga diharapkan semua anggota berpartisipasi dalam memperkuat data yang baik dan relevan.

Mahasiswa a.n Agus Hidayat menjadi narasumber pertemuan sosialisasi pedoman kesehatan lanjut usia

Dampak keberhasilan pembangunan kesehatan a,l penurunan angka kesakitan dan kematian serta bertambah meningkatnya usia harapan hidup (UHH) di Indonesia. Tahun 2004 UHH 68,6 tahun diprediksi tahun 2014 menjadi 72 tahun. Jumlah penduduk lansia Indonesia th 2010 sekitar 7,6% (18,04 juta jiwa). Di Jawa Timur th 2016 penduduk lansia berkisar sekitar 12% dari total jumlah penduduk Jawa Timur.
Pelayanan kesehatan lansia dilakukan mulai dari tingkat masyarakat kelompok lansia ( Posyandu Lansia),Puskesmas santun lansia hingga rujukan ke rumah sakit dengan pelayanan Geriatri Terpadu. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan mengutamakan upaya promotif dan preventif serta kuratif maupun rehabilitatif se optimal mungkin dengan menggunakan jejaring puskesmas dan lintas sektoral. Agar petugas puskesmas dapat memberikan pelayanan yg berkualitas,maka perlu di bekali dg kemampuan teknis secara teori,praktek dan program perihal standar penyelenggaraan puskesmas santun lansia sehingga tercapai pelayanan kesehatan yg aman,bermutu dan berkesinambungan dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat yg optimal. 

kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14-15 November 2018 di Hotel Sartika, Surabaya