Mahasiswa S3 IKM UNS a/n Sri Mintarsih,S.Kep.,Ns.,M.Kes Memberikan Edukasi Kepada Masyarakat Melalui Siaran Radio di Mentari FM Solo

Pandemi Covid-19 di Indonesia pada pertengahan bulan Maret 2020, tepat nya tanggal 14 Maret 2020 yang lalu. Pengumuman dari pemerintah tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) ini dievaluasi sampai 14 hari ke depan. Tanggal 28 Maret 2020, pandemi Covid-19 ini belum berlalu. Akhirnya di evaluasi lagi 14 hari ke depan.

Perkembangan kasus Covid-19 tetap belum mereda, akhirnya beberapa mahasiswa memutuskan untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Kegiatan kegiatan yang telah direncanakan berubah dan ditunda, baik kegiatan akademis maupun non akademis. Wabah pandemi Covid-19 ini menyebabkan dampak di seluruh sektor kehidupan, salah satunya adalah dampak ke mahasiswa yang tengah menjalani proses belajar pada masa semester genap TA 2019/2020.  Pandemi Covid-19 ini sangat mempengaruhi seluruh aktivitas masyarakat, demikian juga dalam dunia pendidikan, khususnya mahasiswa juga berdampak langsung akibat  pandemi ini yaitu dengan diliburkan dari seluruh berbagai  kegiatan  di seluruh tanah air dan dialihkan dari pembelajaran tatap muka menjadi E-learning (daring).

Hal ini  membuat mahasiswa harus cepat dapat beradaptasi dengan cerdas dan cepat. Dampak tersebut menjadikan mahasiswa menjadi kurang nyaman karena berubahnya sistem dalam pembelajaran, namun walaupun demikian sebagai mahasiswa kita perlu untuk mengambil sisi positif dari setiap peristiwa terjadi.

Sistem pembelajaran E-learning untuk mahasiswa, mau tidak mau, harus dan bisa  belajar dari rumah atau tempat tinggal masing-masing. Para mahasiswa, setelah mendapat pengumuman mengenai perkuliahan yang di lakukan dengan sistem E-learning (daring), sebagian besar mahasiswa rantau kembali ke rumah di kampung halamannya mereka masing-masing, ada beberapa beberapa mahasiswa masih ada yang memilih untuk menetap di tempat kost. Sebenarnya memilih untuk tetap tinggal di tempat kost merupakan pilihan tepat,  baik dan sesuai dengan anjuran pemerintah untuk mencegah penyebaran virus ini. Namun, karena semua tidak tahu, kapan pandemi ini akan berakhit, memlih  berkumpul dengan keluarga (pulang kampung) adalah kerinduan bagi kebanyakan mahasiswa rantau yang sering homesick, apalagi setelah pandemi ini berlangsung selama 6 minggu, disambung dengan  datangnya bulan ramadhan dan sekalian dilanjutkan libur Idul Fitri, sehingga para mahasiswa semakin kuat keinginan dan dorongan dari orang tua untuk pulang kampung.

Setelah pulang kampung, mereka mengikuti protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Sisi positif pandemi Covid-19 ini juga membuat para mahasiswa dapat berkumpul dengan keluarga  dengan alokasi waktu yang panjang , yang mungkin biasanya waktu dihabiskan untuk kegiatan akademik maupun non-akademik di kampus.

Setelah berjalan beberapa minggu wabah pandemi ini, mahasiswa sudah dapat beradaptasi dan menyesuaikan dengan baik, kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dilakukan melalui daring/online. Pelatihan organisasi, diskusi online, telah menjadi familier sekali bagi mereka, sehingga kegiatan-kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tetap dapat berjalan dengan baik. Ketahanan mahasiswa ini, meliputi 2 hal, ketahanan fisik dan psikologis. Ketahanan fisik, bagaimana menyiakan stamina, daya tahan tubuh dan imunitas tubuh agar tetap selalu fit dalam masa pandemi dan era new normal ini. Sedangkan ketahanan psikologi, bagaimana mahasiswa mudah beradaptasi dengan cepat dan cerdas, tidak panik, tidak stress dan tidak cemas.

Pesan-pesan/tips untuk tetap bisa eksis dan kreatif di masa pandemi ini adalah, (1) Tetap semangat & selalu positif thingking, (2) Tetap kreatif dan selalu ingin tahu akan informasi-informasi baru, (3) Meningkatkan kegiatan-kegiata sosial/jiwa relawan/kerja sama, saling membantu walau secara online, bila harus secara luring, harus memenuhi ketentuan/protokol yang ada, (4) Memanfaatkan media tutorial yang ada di media sosial, menyalurkan bakat positif yang sesuai, (5) Tetap belajar dengan rajin dan tekut, menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dan menyelesaikan tugas akhir, agar bisa wisuda tepat waktu, walaupun wisudanya secara daring, (6) Semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT dengan cara meningkatkan kualitas ibadahnya.  Semoga pandemi ini segera berlalu, agar kita semua, bisa beraktifitas kembali seperti sedia kala. Aamin.

 

Prof. Ari Probandari menjadi kolaborator dalam COVID-19 Surveillance, Evaluation and Research Program

Prof. Ari Probandari menjadi kolaborator dalam COVID-19 Surveillance, Evaluation and Research Program. Artikel penelitiannya dipublikasikan dalam website berikut ini :

https://kirby.unsw.edu.au/project/understanding-role-community-pharmacies-and-drug-stores-during-covid-19-outbreak-indonesia

 

 

Pertemuan Koordinasi S3 IKM UNS dan Dinas Kesehatan untuk Penanggulangan COVID-19 di Klaten

Pada tanggal 8 Mei 2020, telah dilakukan koordinasi dan diskusi melalui zoom online dengan peserta yang dihadiri oleh Dinas Kesehatan Klaten, mahasiswa s3 prodi IKM UNS TA 2019/2020, dan dosen pembimbing.
Pada pertemuan ini dilakukan presentasi oleh 3 kelompok tentang rencana pengabdian dan penelitian penanggulangan covid 19 di Klaten yang terintegrasi dalam mata kuliah pengendalian penyakit dengan koordinator MK. Dr. Sri Mulyani, S.Kep. M.Kes. Pihak DKK Klaten menyambut baik kegiatan ini, karena waktu yang tepat untuk mengetahui data-data yang diperlukan dalam penanggulang covid 19. Kegiatan akan dilakukan mulai bulan Mei sampai Juni 2020, dan akan dilakukan di lokasi/kecamatan terdampak di Klaten, dengan sasaran yang berbeda yaitu masyarakat, perangkat dan FKTP. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang komprehensif, sehingga kegiatan pencegahan COVID-19 yang dilakukan dapat lebih terarah dan efektif.

 

 

 

 

Tim Peneliti SUNISEA Indonesia Memaparkan Konsep Fase Prospective Pada Pertemuan Konsorsium Secara Online

Tim peneliti SUNISEA (Scaling Up Noncommunicable Disease Intervention in South East Asia) Indonesia, yang terdiri dari Dosen Fakultas Kedokteran dan S3 IKM FK UNS, memaparkan konsep fase prospective pada pertemuan konsorsium yang dilaksanakan pada hari Rabu 6 Mei 2020 secara online. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh konsorsium penelitian SUNISEA, yang terdiri dari University Medical Center Groningen (Netherlands, Coordinator) University of Groningen (Netherlands), University of Passau (Germany), Trnava University (Slovak Republic), HelpAge International (UK), Thai Nguyen University (Vietnam), Health Strategy and Policy Institute, Vietnam, dan Universitas Sebelas Maret (Indonesia). Ketua Prodi S3 IKM, Prof. Ari Probandari, dr., MPH., Ph.D menjadi principal investigator untuk Indonesia, dengan lokasi penelitian untuk fase prospective meliputi 4 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penelitian 4 tahun ini meliputi fase retrospective dan prospective. Dimana fase prospective bertujuan untuk meningkatkan efektivitas implementasi program skrining dan referral untuk penyakit tidak menular di Indonesia.