Critical appraisal (CA)

Critical Appraisal (CA)

Lubuk akal lautan merupakan pribahasa yang tepat untuk mahasiswa yang senang untuk memperdalam  dan memperluas ilmu pengetahuan.  Critical Appraisal (CA) merupakan metode untuk menilai hasil, validitas dan kegunaan dari suatu artikel ilmiah.  ctirical aprasial berguna untuk mengurangi jurang antara hasil riset dan  aplikasi praktis. Critical Appraisal merupakan agenda akademik rutin mahasiswa program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat UNS. dengan penerapan rutinitas critical appraisal setiap 2 minggu sekali membantu mahasiswa dalam memperdalam arah disertasi. kegiatan ini dihadiri oleh semua angkatan dan di dampingi oleh dosen yang ahli di dalam bidangnya. pemelihan topik diserahkan kepada mahasiswa dan disesuaikan dengan arah disertasi masing-masing. (ii)

 

Pengabdian Masyarakat Anggota Prolanis

http://pasca.uns.ac.id/s3ikm/penelitian-dan-pengabdian-masyarakat/pengabdian-masyarakat/

Diabetes Mellitus merupakan 10 besar penyakit di Indonesia guna penurunan kejadian tersebut Poliklinik Rejosari Husada bekerja sama dengan Mahasiswa S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Studi Pascasarjana UNS mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.  Mahasiswa dan tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan vital sign dan cek kadar gula darah serta monitoring control gula darah kepada penderita Diabetes Mellitus. Dalam kegiatan mahasiswa juga melakukan penyuluhan untuk mengajak para penderita lebih peduli terhadap kesehatan pribadi maupun keluarga dengan berperilaku hidup ‘CERDIK’ yaitu dengan melakukan Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet yang seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stress dengan baik. Dengan berperilaku CERDIK diharapkan pada penderita diabetes melitus dapat mengelola gula darahnya dengan baik dan dapat mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut serta mampu berperan serta dalam pencegahan terjadinya Diabetes Mellitus pada keluarga. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Oktober 2017 di Poliklinik Rejosari Husada, Delanggu, Klaten dan diikuti oleh 60 orang anggota Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis). (dyp)