Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Instrumen Tes Berbasis HOTS dan Literasi Sains

PENYULUHAN, PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN INSTRUMEN TES BERBASIS HOTS DAN LITERASI SAINS

Indikator kualitas pendidikan salah satunya ditentukan oleh kemampuan satuan pendidikan dalam mengelola proses pembelajaran. Penilaian merupakan bagian yang penting dalam proses pembelajaran. Dengan melakukan penilaian, pendidik sebagai pengelola kegiatan pembelajaran dapat mengetahui kemampuan yang dimiliki siswa, ketepatan metode mengajar yang digunakan, dan keberhasilan siswa dalam meraih kompetensi yang telah ditetapkan (Yamtinah, 2009: 1-2). Instrumen penilaian, selain digunakan untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh siswa juga digunakan untuk menstimulus dan mendorong siswa agar dapat meningkatkan dan mengaitkan pengetahuan dan pemahaman yang telah didapatkan selama proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan prinsip Literasi Sains. Literasi sains atau Scientific literacy menurut Programme for International Student Assessment (PISA) yaitu kapasitas untuk menggunakan pengetahuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan untuk menarik kesimpulan dan membantu membuat keputusan. Pada PISA, literasi sains dikembangkan menurut 3 dimensi, yaitu konsep ilmiah (scientific concepts), proses ilmiah (scientific processes), dan situasi ilmiah dan area aplikasi (scientific context and areas of application). Keterampilan Berpikir Tinggi memacu siswa agar dapat mengaitkan pengetahuan dan berpikir kompleks, hal ini sesuai dengan Literasi Sains. HOTS merupakan aplikasi sukses dari hasil kemampuan dalam menjelaskan, memutuskan, menampilkan dan membuat produk yang valid dalam hal pengetahuan dan pengalaman yang ada dan mendorong untuk terus tumbuh dalam kemampuan intelektual.

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di MGMP Kimia kota Surakarta dan Boyolali (berupa angket) diperoleh bahwa 1) alat evaluasi pembelajaran yang digunakan guru kimia 90% berupa soal uraian. 2) dalam kegiatan pembelajaran kimia, 70% guru telah menerapkan teknologi atau internet sebagai sarana atau media pembelajaran guna membantu pelaksanaan proses belajar mengajar namun dalam evaluasi pembelajaran belum menerapkan. 3) tingkat pemahaman guru tentang HOTS dan Literasi Sains masih di bawah 50%. 4) soal-soal yang dikembangkan oleh guru belum mengacu pada Literasi Sains maupun HOTS. Sehingga, menjadi hal yang penting untuk melakukan Pelatihan Penyusunan Instrumen Tes Berbasis Literasi Sains dan HOTS untuk Guru Kimia SMA. Setelah dilakukan pelatihan ini, peserta diberikan angket kembali dengan tujuan untuk mengetahui hasil dan evaluasi dari pelatihan tersebut. Hasil yang diperoleh adalah 1) soal yang dikembangkan belum mengacu pada soal Literasi Sains dan HOTS, sehingga dengan adanya pelatihan ini diharapkan guru dapat menerapkan soal instrumen berbasis HOTS dan Literasi Sains pada pembelajaran kimia di kelas, 2) pemahaman guru tentang Literasi Sains dan HOTS belum tepat (terdapat miskonsepsi) sehingga dengan diadakannya pelatihan penyusunan tes instrumen ini dapat memperbaiki miskonsepsi yang dialami oleh guru, 3) siswa perlu mendapatkan soal berbasis Literasi Sains dan HOTS agar kemampuan literat dan HOTS siswa dapat meningkat, 4) pelatihan ini memberikan perubahan yang signifikan di dalam diri setiap peserta dalam memperbaiki alat evaluasi yang mereka gunakan, dan berhasil dalam memperbaiki serta menambah tata nilai pendidikan di bidang alat evaluasi berbasis Literasi Sains dan HOTS.

Leave a Reply

Your email address will not be published.