PELATIHAN PENGGUNAAN STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) untuk PEMBELAJARAN KIMIA

PENYULUHAN, PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGGUNAAN STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) UNTUK PEMBELAJARAN KIMIA

Informasi dan tekhnologi komunikasi di era 4th Industrial Revolution saat ini telah mentransformasi cara manusia untuk bekerja. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bagaimana budaya sosial telah berevolusi yang disebabkan oleh peningkatan penggunaan teknologi digital. Sekolah harus bertransformasi agar dapat memfasilitasi siswa untuk dapat berpikiran kedepan, memiliki keterampilan pemecahan masalah yang flexible, dan memiliki keterampilan komunikasi dan kolaborasi yang dibutuhkan didunia kerja dan kehidupan sehari-hari (Care & Griffin, 2015; Care, Griffin, & Wilson, 2018; Fadel, 2016; Griffin, Care, & McGaw, 2012; Trilling & Fadel, 2009). Era baru ini menuntut perubahan paradigma baru dalam pendidikan yaitu 21st century learning yang mengedepankan pengetahuan, komunikasi, kolaborasi dan literasi informasi. Pendidikan harus dapat menghubungkan kemajuan teknologi, industri dengan pembelajaran didalam kelas, termasuk kemajuan dalam bidang Ilmu Kimia. Integrasi antara ilmu kimia, industry dan permasalahan yang ada di masyrakat ini merupakan suatu contoh pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Environment and Mathematic) memadukan keterampilan dan pengetahuan untuk digunakan secara bersamaan oleh peserta didik. Para guru Kimia di sekolah wajib memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam mengemas pembelajaran agar dapat memenuhi tuntutan perkembangan jaman. Indikator kualitas pendidikan salah satunya ditentukan oleh kemampuan satuan pendidikan dalam mengelola proses pembelajaran. Satuan pendidikan yang utama dan paling utama dalam hal ini adalah guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas. Guru-guru Kimia harus menguasai dan terampil mempersiapkan pembelajaran berbasis STEM, ini adalah sebuah kebutuhan mendasar bagi para guru. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di MGMP Kimia Kota Surakarta diperoleh hasil bahwa, 1) mayoritas para guru hanya mengenal istilah pembelajaran berbasis STEM saja, tetapi para guru tidak sepenuhnya paham apa dan bagaimana pembelajaran Kimia berbasis STEM tersebut, 2) Kurangnya kesempatan yang dimiliki oleh para guru untuk menerima informasi terbaru akan membuat harapan tinggi akan terlaksananya pembelajaran Kimia yang hebat berbasis STEM akan menjadi harapan kosong semata. Sehingga menjadi hal penting untuk melakukan Pelatihan dan Pendampingan Pembelajaran STEM untuk Penguatan Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran Kimia. Pelatihan dan pendampingan dilakukan oleh tim pengabdi yang memiliki kapabilitas dalam pembelajaran, materi Kimia dan IT. Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan ini, diharapkan para guru dapat memperoleh pengalaman secara langsung dalam mengembangkan perangkat pembelajaran Kimia berbasis STEM, sehingga secara otomatis hasil belajar para peserta didik juga meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.