SEJARAH

Program Studi S2 Ilmu Lingkungan Pascasarjana UNS berdiri dan diselenggarakan berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 161/Dikti/Kep/1998 tanggal 3 Juni 1998. Kurikulum yang digunakan pertama kali dibuat dengan mengacu pada SK Mendiknas  No. 056/U/1994, namun demikian dengan mengikuti perkembangan pengetahuan dalam era globalilasasi maka konsep kurikulum  pendidikan tinggi mengalami perubahan. Saat ini konsep kurikulum mengacu pada Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) dan Standard Nasional Perguruan Tinggi (SNPT) berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) (Permenristek Dikti no. 44/2015) yang mengutamakan kesetaraan capaian pembelajaran lulusan (CPL) (mutu), dan terdiri atas sikap, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan penguasaan pengetahuan. Implementasi kurikulum Program Studi disesuaikan dengan KPT, sementara kurikulum lokal dikembangkan secara bertahap sesuai dengan arah pengembangan Program Studi dengan melakukan analisis kebutuhan dan keberadaan sumberdaya yang dimiliki.

Program studi magister berada pada level 8 KKNI dengan kriteria menghasilkan seorang “ahli” dalam bidang yang ditekuni, yang memiliki kemampuan mengembangkan Iptek melalui riset inter atau multi disiplin, dan menghasilkan karya inovatif teruji. Kriteria “ahli” dalam hal ini adalah: 1). Sebagai seorang peneliti, pengajar, perencana, pengambil keputusan, problem solver, di bidang lingkungan dengan mengedepankan aspek pemanfaatan dan keberlanjutan fungsi sumberdaya, 2). Seseorang yang memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan, 3). Mampu menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahlian secara mandiri, dan 4). Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu dan terukur.