Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Rekonstruksi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada 24 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada peserta tentang konsep kurikulum yang relevan dengan tuntutan global yang semakin kompleks. Kurikulum OBE ini berfokus pada hasil (outcome), bukan hanya pada materi yang harus diselesaikan tetapi bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa sehingga mendapatkan pengalaman belajar yang kompleks. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Sekolah Pascasarjana untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas melalui perencanaan kegiatan perkuliahan yang matang sesuai dengan SN DIKTI dan KKNI.

Dekan Sekolah Pascasarjana Prof. Dr. rer.nat Sajidan, M.Si., membuka acara dengan menyampaikan urgensi kegiatan rekosntruksi kurikulum sebagai forum untuk diskusi bersama.  Workshop yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana UNS secara hybrid ini dihadiri oleh Dekanat, Kepala Program Studi, Unit Penjamin Mutu, GKM dan Dosen, Tenaga Kependidikan, Perwakilan Mahasiswa, Alumni dan Stakeholder dari Program Studi yang ada di Sekolah Pascasarjana.

Workshop Rekonstruksi Kurikulum OBE ini menghadirkan Dr. agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai narasumber utama, yang memiliki kepakaran tentang penyusunan rekonstrusi kurikulum. Beliau menyampaikan beberapa materi tentang Rasional Kurikulum Pendidikan Tinggi, Siklus Kurikulum Pendidikan Tinggi, Tahapan Penyususunan Kurikulum, Struktur Kurikulum dan Ketercapaian CPL.

Sekolah Pascasarjana menghadirkan narasumber dalam kegiatan ini untuk memberikan masukan yang semakin memperkuat tata kelola prodi dalam perkuliahan lalu kemudian dilanjutkan diskusi dan pemberian masukan dari stakeholder, alumni, mahasiswa masing-masing program studi terhadap draft kurikulum baru yang telah disusun oleh program studi.

Adanya workshop ini, diharapkan Sekolah Pascasarjana dapat terus berinovasi dalam menyusun dan menerapkan kurikulum OBE sehingga, kualitas lulusan mahasiswa yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.