
SPs – Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (INVIROTECH) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 11–13 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 sekaligus menjadi ajang kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong inovasi dan aksi nyata menghadapi tantangan lingkungan serta perubahan iklim.
Mengusung tema “Green Solution Technology for Climate Action,” INVIROTECH 2026 menghadirkan berbagai inovasi teknologi lingkungan dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta, organisasi internasional, komunitas, startup, hingga perguruan tinggi. Keikutsertaan Sekolah Pascasarjana UNS dalam pameran internasional ini menjadi wujud komitmen institusi dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Pada kesempatan tersebut, Sekolah Pascasarjana UNS menampilkan berbagai hasil penelitian dosen dan mahasiswa program Magister (S2) serta Doktor (S3) yang berfokus pada penyelesaian berbagai permasalahan lingkungan. Salah satu fokus utama yang dipamerkan adalah pengembangan peta jalan (roadmap) pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) sebagai salah satu alternatif solusi terhadap permasalahan sampah yang semakin kompleks.
Selain menampilkan hasil-hasil riset terkait pengelolaan lingkungan, Sekolah Pascasarjana UNS juga memperkenalkan berbagai produk inovasi yang dikembangkan oleh sivitas akademika. Inovasi tersebut lahir dari kebutuhan untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan secara nyata melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Permasalahan sampah dan limbah menjadi salah satu isu strategis yang mendapat perhatian dalam pameran ini. Penyelesaiannya memerlukan pendekatan yang komprehensif melalui kolaborasi multipihak atau pentahelix yang melibatkan unsur akademisi, pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang efektif dan berkelanjutan.
Partisipasi Sekolah Pascasarjana UNS juga mencerminkan peran strategis perguruan tinggi dalam menghasilkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dapat mempercepat pencapaian target-target pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global. Melalui riset-riset aplikatif yang dikembangkan, perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam penyusunan kebijakan, pengembangan teknologi, serta implementasi solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 turut menjadi pengingat pentingnya pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan. Pembangunan ekonomi perlu berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan dan penguatan nilai-nilai budaya, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang.
Melalui keikutsertaan perdana dalam INVIROTECH Expo 2026, Sekolah Pascasarjana UNS berharap hasil-hasil riset dan inovasi yang dikembangkan sivitas akademika dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya pembangunan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Ke depan, Sekolah Pascasarjana UNS akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan solusi inovatif dalam menjawab tantangan lingkungan dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
