Program Doktor Ilmu Lingkungan UNS Sukses Selenggarakan The 7th ICESD 2026, Perkuat Kolaborasi Global untuk Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan

Sekolah Pascasarjana – Program Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS), berhasil menyelenggarakan The 7th International Conference on Environmental and Sustainable Development (ICESD) 2026 secara virtual melalui platform Zoom pada Selasa (28/7/2026). Mengangkat tema “Sustainable Transformation through Green Innovation for Climate-Resilient Environmental Governance”, konferensi internasional ini menjadi forum ilmiah yang mempertemukan peneliti, akademisi, mahasiswa, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan, mempresentasikan hasil penelitian, serta memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Lebih dari 40 peserta dari berbagai negara berpartisipasi dalam konferensi ini. Mereka berasal dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan institusi pemerintah yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan ilmu lingkungan serta pencarian solusi inovatif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian komunitas ilmiah internasional terhadap upaya mewujudkan tata kelola lingkungan yang tangguh dan berkelanjutan.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNS menegaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan faktor penting dalam menghasilkan penelitian yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui penyelenggaraan ICESD, Program Doktor Ilmu Lingkungan UNS terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang aktif membangun jejaring akademik global serta mendorong lahirnya inovasi berbasis riset untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan.
Konferensi tahun ini menghadirkan tiga pembicara utama yang memiliki reputasi di bidang lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, yaitu Prof. ChM. Dr. Colin B. Joseph dari Universiti Malaysia Sabah, Malaysia; Prof. Dr. NGO THI Thu Trang dari Hanoi University of Natural Resources and Environment, Vietnam; serta Dr. Agung Hidayat dari Universitas Sebelas Maret, Indonesia. Ketiga narasumber memaparkan berbagai perspektif mengenai inovasi hijau, pengelolaan sumber daya alam, transisi energi, serta penguatan tata kelola lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Selain sesi pleno, ICESD 2026 juga menyelenggarakan sesi paralel yang menjadi wadah bagi peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka. Berbagai topik strategis dibahas, antara lain ekonomi sirkular, perubahan iklim, konservasi lingkungan, energi terbarukan, pengelolaan limbah, pembangunan berkelanjutan, tata kelola lingkungan, hingga penerapan teknologi hijau. Diskusi yang berlangsung secara aktif menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan lingkungan memerlukan pendekatan multidisiplin dan kolaborasi lintas sektor maupun lintas negara.

Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan mutu publikasi ilmiah, seluruh artikel yang dipresentasikan akan menjalani proses peer review sebelum diterbitkan dalam prosiding konferensi maupun jurnal yang bekerja sama dengan penyelenggara sesuai ketentuan yang berlaku. Proses tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas publikasi sekaligus memperluas diseminasi hasil penelitian sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penyusunan kebijakan, dan praktik pembangunan berkelanjutan.
Penyelenggaraan The 7th International Conference on Environmental and Sustainable Development (ICESD) 2026 menjadi bukti nyata komitmen Program Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNS dalam menghadirkan forum ilmiah internasional yang berkualitas. Melalui konferensi ini, Program Doktor Ilmu Lingkungan UNS berharap dapat terus memperkuat kolaborasi riset lintas negara, memperluas jejaring akademik internasional, mendorong pertukaran pengetahuan, serta menghasilkan rekomendasi ilmiah yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan penguatan ketahanan lingkungan di tingkat nasional maupun global.
