
Sekolah Pascasarjana – Program Studi Magister Penyuluhan Pembangunan, Sekolah Pascasarjana menyelenggarakan Workshop Strategis dan Refleksi Pemberdayaan Masyarakat dengan mengangkat tema “Apakah Penyuluh Masih Relevan? Merenungkan Model Pemberdayaan Masyarakat Era Disrupsi Digital dan Arsitektur Pendidikan By Research.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (22/9/2026), sebagai ruang akademik untuk merefleksikan kembali peran dan relevansi penyuluh dalam menghadapi perubahan sosial, perkembangan teknologi digital, serta dinamika kebutuhan masyarakat di era disrupsi.

Workshop menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S. dan Dr. Ir. Budi Legowo, S.Si., M.Si. Kehadiran kedua narasumber diharapkan dapat memberikan perspektif akademik dan praktis mengenai pengembangan model pemberdayaan masyarakat yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Tema “Apakah Penyuluh Masih Relevan?” menjadi pemantik diskusi untuk melihat kembali posisi strategis penyuluh di tengah transformasi digital. Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, berkomunikasi, belajar, dan membangun jejaring. Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan penyuluhan yang tidak hanya mampu menyampaikan pengetahuan, tetapi juga memfasilitasi proses belajar, inovasi, kolaborasi, dan kemandirian masyarakat.

Selain membahas tantangan pemberdayaan masyarakat di era disrupsi digital, workshop juga mengangkat perspektif pendidikan berbasis riset (By Research). Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun tradisi akademik yang menghubungkan proses pembelajaran, penelitian, dan kebutuhan nyata di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Penyuluhan Pembangunan berupaya memperkuat ruang refleksi dan dialog akademik mengenai arah pengembangan penyuluhan pembangunan. Diskusi diharapkan dapat menghasilkan pemikiran dan perspektif baru mengenai kompetensi penyuluh, model pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekosistem pendidikan yang berbasis penelitian dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Workshop ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Program Studi Magister Penyuluhan Pembangunan, Sekolah Pascasarjana, dalam mengembangkan pendidikan yang responsif terhadap perubahan serta memperkuat kontribusi keilmuan penyuluhan pembangunan bagi masyarakat di era transformasi digital.
